The Silent Love [LingOrm]

By BetrianiOkta

99.5K 8.9K 739

Bingung buat deskripsinya seperti apa. jadi langsung baca aja ya kalau suka :) More

The Charachters
TSL 1
TSL 2
TSL 3
TSL 4
TSL 5
TSL 6
TSL 7
TSL 8
TSL 9
TSL 10
TSL 11
TSL 12
TSL 13
TSL 14
TSL 15
TSL 16
TSL 17
TSL 18
TSL 19
TSL 20
TSL 21
TSL 22
TSL 23
TSL 24
TSL 25
TSL 26
TSL 27
TSL 28
TSL 29
TSL 30
TSL 31
TSL 32
TSL 33
TSL 34
TSL 35
TSL 36
TSL 37
TSL 38
TSL 39
TSL 40
TSL 42
TSL 43
TSL 44
TSL 45
TSL 46
TSL 47
TSL 48
TSL 49
TSL 50

TSL 41

1.4K 149 10
By BetrianiOkta

Sore ini Ling dan Orm sedang menghabiskan malam bersama. Orm sedang tiduran dengan berbantalkan pangkuan Ling dengan nyamannya. Sedangkan Ling dengan lembut mengelus atau sekedar memainkan rambut Orm. Orm belum lama pulang bekerja dan baru saja meyelesaikan mandinya karena ia sedang disibukan dengan proyek yang harus Au selesaikan. Sebagai asisten Au di kantor terkadang ia harus lembur dan tentu saja banyak waktu yang Orm dan Au habiskan bersama. Memang sejak kelulusannya Orm lebih bisa memfokuskan dirinya dalam bekerja dan tak sering mengambil libur atau bekerja hanya sekosongnya jadwal disela-sela kesibukan perkuliahannya. Orm berusaha sebaik mungkin yang ia bisa dalam pekerjaannya dan bertindak professional. Namun jauh dilubuk hatinya ada kekhawatiran yang tersembunyi.

Sedangkan Ling sejak bekerja di tempat barunya dan di tempatkan di seksi pembinaan perpustakaan memang tak ada perubahan pada jam kerjanya. Namun ia jadi cukup sering melakukan dinas luar, dan itu yang membuatnya lebih bersemangat dan senang dalam bekerja karena ia tak harus terus-terusan duduk di balik meja selama berjam-jam. Ya namanya juga manusia, meskipun Ling mencintai pekerjaannya namun ada kalanya ia merasa jenuh. dan hari ini Ling sudah lebih dulu pulang.

"Baby, bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Ling sambil mengelus lembut kepala Orm.

"Semuanya baik sayang dan mungkin dalam beberapa bulan kedepan aku akan diangkat jadi karyawan tetap."

"Banarkah? Terus apa kamu akan tetap jadi asistennya Au atau dipindah ke department yang sesuai dengan keahlianmu?"

"Aku tidak tahu sayang. Tapi aku sangat berharap aku dipindah."

"Kenapa? Tapi Au memperlakukanmu dengan baik, kan?"

"Iya. dia baik dan gak pernah macam-macam. Aku hanya ingin memperkecil interaksi dengannya. Mengingat hubungan kita dan dulu, dan hubungan kamu dan aku sekarang."

"Kalau Au memperlakukanmu dengan baik, menghormatimu, aku tidak masalah kalau kamu tetap jadi asistennya. Kamu juga jangan terlalu mengkhawatirkan aku. Aku baik-baik saja dan ku rasa Au juga sekarang sudah mulai bisa dipercaya."

"Iya sayang. Semoga saja."

"Oh iya...Dua minggu lagi aku harus berangkat ke Jepang untuk mengikuti study banding. Kamu gak apa-apa kan aku tinggal kamu sendiri?"

"Berapa lama?"

"Mungkin sekitar semingguan."

"Apakah itu berarti kamu gak akan bisa mendampingiku saat wisuda nanti?" Ucap Orm sedih.

"Aku tidak tahu. Tapi kalau seandainya iya aku tidak bisa mendampingi kamu. aku harap kamu mengerti dan bisa memaafkanku ya baby."

"Tak ada yang perlu dimaafkan toh kamu pergi juga karena tugas. Aku paham kok. Hanya saya aku sedih aja, karena aku sangat berharap kamu ada disampingku saat itu terjadi. dan seminggu itu menurutku sangat lama. aku pasti akan sangat merindukanmu, sayang." Ucap Orm sambil berbalik badan kemudian meneggelamkan wajahnya ke perut Ling yang rata dan memeluk pinggangnya erat.

"Akupun akan sangat merindukanmu, Baby." Ucapnya sambil membungkukan tubuhnya agar ia bisa mencium kepala Orm. Setelahnya tak ada obrolan diantara keduanya. Hanya suara dengkuran halus Orm yang ternyata sudah tertidur di pangkuan Ling. sedangkan Ling masih betah menatap gadisnya itu dengan penuh cinta. Barulah setelah beberapa lama...

"Baby...pindah yuk. Biar nyaman tidurnya." Bisik Ling pelan di telinganya.

"Ngghhh." Gumam Orm sambil menggeliat pelan namun ia tak membuka matanya. Ia malah mempernyaman posisinya di pangkuan Ling. Namun Ling hanya tersenyum, dan pada akhirnya Ling memangku dan memindahkan Orm ke tempat tidur agar Orm bisa tidur dengan nyaman kemudian menyelimutinya dan mencium keningnya.






***

Dua minggu sudah berlalu dan sudah lima hari lamanya Ling berada di Jepang untuk mengikuti serangkaian kegiatan study banding. Meskipun Ling meninggalkan Orm sendirian di Thailand namun, Ling tidak membiarkan Orm merasa sendiri apalagi kesepian. Ling tetap memberikan perhatian penuh pada Orm dengan intens melakukan komunikasi, begitu juga sebaliknya dengan Orm. Dia melakukan hal yang sama untuk Ling.

Dan hari ini Orm sudah berada di dalam gedung auditorium kampus utama universitasnya untuk mengikuti prosesi wisuda bersama Gina, Kate dan tentu saja bersama teman-teman seangkatannya. Orm, Gina dan Kate duduk berdampingan. Raut wajah mereka nampak berseri tak terkecuali Orm, meskipun sebenarnya ada kesedihan dalam hatinya karena ternyata Ling benar-benar tidak bisa hadir dan mendampinginya. Namun hari ini nampak special karena kehadiran papa Orm yang membuat orm juga merasa tenang dan bahagia, karena Orm berfikir dengan kehadiran papanya itu adalah sebagai tanda bahwa papanya sudah membuka hatinya dan hubungan antara keduanya akan kembali baik.

Serangkaian prosesi wisudapun telah selesai. Seluruh wisudawanpun dengan tertib dan berbaris keluar meninggalkan ruangan setelah para senat, rector dan rombongan yang berada diatas panggung keluar terlebih dahulu untuk menemui keluarga mereka masing-masing.

Sebelum bertemu dengan keluarganya masing-masing Orm, Gina dan Kate menyempatkan diri untuk berfoto bersama dan tentu saja saling mengucapkan selamat satu sama lain. Namun sebelum mereka benar-benar berpisah, kedua orang tua Orm, Gina dan Kate menghampiri mereka bertiga dengan buket bunga ditangan mereka. Orm memeluk Papa dan Mae dengan perasaan senang dan haru kemudian memeluk kedua orang tua Gina dan Kate juga.

'Andai kamu disini, sayang.' Gumam Orm dalam hatinya saat mereka semua melakukan sesi foto bersama. Wajahnya nampak sendu. Dia kembali mulai merindukan sosok Ling dan berharap Ling akan berada bersamanya di momen bahagia ini, namun semua itu tidak terjadi.

"Ini adalah momen membanggakan sekaligus membahagiakan untuk kita semua. Jadi bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan bersama di restoran kami." Ucap Papa Gina yang ditujukan pada kedua orang tua Orm dan Kate yang tentu saja mereka semua menyetujuinya. Orang tua Gina memang memiliki restaurant yang tersebar di beberapa kota termasuk di Bangkok sebagai cabang utamanya.

Orm bersama para sahabatnya dan juga keluarga mereka udah berada di di restoran. Suasana hangat kebersamaan tiga keluarga itu begitu terasa. keakraban pun sangat kentara karena persahabatan Orm, Gina dan Kate sudah terjalin sejak masa sekolah menengah dulu. Obrolan diantara mereka mengalir begitu saja.

Orm pun nampak sedang melakukan percakapan dengan mama Gina, dan tanpa ia sadari seseorang datang dari arah belakangnya. Seseorang itu nampak tersenyum manis menatap Orm dengan sebuah buket bunga cukup besar di tangannya. Dia berjalan perlahan lalu membungkukan tubuhnya dan berbisik di telinga Orm dari belakang.

"Congratulation, Baby."

Tentu saja mendengar suara yang tiba-tiba yang datang dari arah belakang membuat Orm sedikit kaget dan betapa ia terkejutnya setelah ia menoleh ke arah pemilik suara itu yang tak lain adalah Ling.

"Sayaang. Kamu disini?" Masih dalam keterkejutannya Orm dengan cepat berdiri dan memeluk Ling dengan sangat erat. Kebahagiaan terpancar jelas dari wajahnya. Dan karena begitu terharu dan bahagianya dengan kejutan yang Ling berikan membuat Orm menangis haru. Ia menitikan air mata bahagianya. Ling mengusap dengan lembut air mata yang terlanjur jatuh itu.


"Kenapa menangis?"

"Bagaimana aku tidak menangis? Kamu membuatku terharu, sayang." Ling hanya tersenyum, namun sorot mata penuh cinta dan rasa bangga terpancar jelas di wajahnya. Untuk sesaat Ling mengalihkan perhatiannya pada Orm untuk memberi salam kepada para orang tua dan juga memberikan ucapan selamat pada Gina dan juga Kate.

Ling kemudian duduk disamping Orm setelah dipersilahkan. Orm menggenggam erat tangan Ling yang berada di atas meja.

"Orm...lepaslah tangan Ling itu. Bagaimana kalian bisa makan kalau seperti itu." Ucap Papa Orm dengan nada serius dan ekspresi datarnya yang membuat Orm langsung melepas genggaman tangannya dan sekaligus merasa takut dan was-was. Saking bahagianya Orm melupakan kalau mereka belum mendapat restu darinya.

"Mau kemana?" Tanya Orm saat Ling tiba-tiba berdiri kemudian berlutut dengan sebuah kotak kecil berwarna merah yang berisikan sebuah cincin di tangannya.

"Baby...dihadapan kedua orang tuamu dengan disaksikan semua orang yang berada disini. Aku ingin mengungkapkan betapa aku sangat mencintaimu dan ingin menjadikanmu milikku seutuhnya sampai kematian memisahkan. Babyy....maukah kamu menikah denganku?"

Orm tak dapat menahan tangis bahagianya. Lagi dan lagi Ling memberikan kejutan yang membautnya begitu bahagia dan terharu, namun senyum lebar tercetak jelas dibibirnya.

"Iya...tentu saja aku mau sayang. Aku juga sangat mencintaimu." Ucap Orm emosional karena rasa bahagianya. Tetapi setelah itu, seolah tersadar sesuatu, Orm menatap wajah Papanya tanpa suara namun sepertinya Papanya paham akan maksud Orm.

"Papa sudah bisa melihat bahwa kalian saling mencintai dengan sangat hebatnya. Kamu juga sudah bisa membuktikan dirimu pada Papa, Orm. dan....satu hal lagi yang tak kalah penting disini, Ling sudah membuktikan dirinya juga bahwa tak perlu jadi seorang laki-laki untuk bisa papa percaya untuk menjaga dirimu dengan sangat baik, Orm. Jadi kalau dengan kebersamaan kalian bisa membuat kalian bahagia. Silahkan menikahlah. Kalian sudah mendapat restu Papa." Ucap papa Orm panjang lebar yang membuat Orm semakin menangis haru. Orm memburu untuk memeluk papanya.

"Terima kasih Pah, terima kasih. Orm sangat bahagia mendengarnya."

"Iya sayang. berbahagialah seterusnya dan maafkan kesalahan papa selama ini. Ling maafin Papa juga ya."

Keduanya mengangguk diantara senyum bahagia mereka. Akhirnya mereka dapat bersama dengan restu kedua orang tua Orm. dan merekapun pada akhirnya melanjutkan makan-makan mereka dengan bertambah kesan bahagia dan penuh cinta.





***

"Sayang...terima kasih. Kamu membuat sempurna hariku saat ini. dan aku sangat bahagia karena pada akhirnya papa merestui hubungan kita." Ucap Orm sambil bergelayut manja dalam pelukan Ling sambil berdiri saat mereka baru saja kembali ke apartment mereka, malam ini setelah tadi sepulang dari restaurant mereka menghabiskan waktu di rumah kedua orang tua Orm.

"Akupun sangat bahagia, Baby. pada akhirnya aku mengantongi ijin untuk menjadikanmu istriku." Ucap Ling sambil mengelus lembut pipi Orm.

Ling sangat bahagia karena pada akhirnya usahanya untuk mendapat restu Papa Orm akhirnya terwujud. Tanpa Orm ketahui dan tanpa reader ketahui juga (hehe) Ling selama ini sudah beberapa kali menemui Papa Orm. untuk meminta restunya baik-baik dan tanpa menyerah. Sampai akhirnya Papa Orm memiliki sudut pandang lain dalam melihat hubungan mereka dan kemudian memberinya restu. Dan tanpa Orm ketahui, Ling menemui kedua orang tua Orm sebelum keberangkatannya ke Jepang dan mengungkapkan niatnya untuk melamar Orm sampai akhirnya mereka berdiskusi untuk memberikan kejutan buat Orm, dan tentu saja kedua sahabatnya itu dan kedua orang tua mereka sudah diberitahu sebelumnya.

"Lantas kapan kamu akan menikahiku?." Tanya Orm dengan sedikit menggoda Ling. Orm merapatkan tubuhnya dalam peluk Ling bahkan hanya untuk angin sekedar lewatpun taka da celah.

"Kapanpun kamu siap, Baby."

"Hmm...kalau begitu bagaimana kalau malam ini?" Ucap Orm semakin berani menggoda Ling.

"Hah?"

"Eh gak bisa yaa....kalau begitu bagaimana kalau kitaaa ....honeymoon dulu."

Ling yang mendengar itu hanya bisa tertawa kecil dan tawanya tertahan oleh raupan bibir Orm. Tentu saja Ling tak tinggal diam. Dia membalas dan mengimbangi ciuman Orm yang penuh hasrat. Ling menggiring Orm ke tempat tidur tanpa melepas ciuman mereka. Ciuman yang intens, saling mengulum satu sama lain. decakan dan desahan kecil keluar dari mulut keduanya mengisi keheningan malam di kamar mereka.

Ling berada di atas Orm sekarang, Ling menciumi seluruh bagian wajah Orm tana terkecuali. Kemudian Ling membuka setiap helai baju bagian atas yang Orm kenakan dengan kedua mata menatap Orm dengan penuh hasrat. Hasrat Ling sangat mudah terpancing oleh Orm, Orm yang Sudah berhasrat sedari tadipun tak mau kalah, ia mulai menanggalkan baju Ling setelah ia mendudukan dirinya sehingga posisi Ling sekarang berada dipangkuan Orm.

Orm meraup buah dada Ling dan memainkannya dengan lidahnya, sedangkan yang satunya lagi ia mainkan dengan jemarinya yang panjang dan lentik. Mendapat perlakuan itu, Ling semakin menegang. Ia memegang kepala Orm dan lebih menekankannya ke dadanya. Ling menengadah menikmati setiap sentuhan Orm di dadanya. Orm akhirnya melepas mulutnya di dada Ling dan menatap Ling dengan mata berbinar penuh pengharapan. 

Ling yang memahaminya, dengan perlahan kembali menidurkan Orm untuk kemudian mencumbunya tanpa ampun, dari leher sampai dadanya. Ling juga melakukan hal yang sama pada buah dada Orm. mengecup dan memberi tanda di atasnya sebelum ia mengulumnya dan memainkan lidahnya disana, memainkan putting nya dan meremasnya dengan lembut dibagian yang satunya lagi.

Ciuman Ling beralih menuju perut Orm yang rata kemudian Ling membuka celana yang Orm pakai sampai nampak area sensitif Orm yang indah dan menggoda di mata Ling. Ling mulai menjilatinya dengan lembut memainkan klitoris Orm yang membuatnya menggelinjang hebat dan nafasnya pun sudah mulai naik turun.

"Ngghhh...Sayanghh. aku udah gak tahan." Mendengar itu Ling mulai memasuki area sensitive Orm dengan lidahnya, dan menekannya dalam, terus dan berulang sampai Orm mencapai orgasmenya.

"Ahh...makasih sayangh."

"Ini belum berakhir, Baby." Ucap Ling karena memang dirinya belum sampai pada titik puasnya. Untuk itu Ling membuka lebar kaki Orm dan menyatukan area intim mereka. Ling mengegsek dan menekannya dengan lembut sampai Ling mencapai orgasmenya dan Orm pun mencapai orgasmenya yang kedua malam ini. dan malam ini adalah malam terpanas bagi mereka, dimana mereka tak hanya menyatukan cinta mereka tetapi juga melepas kerinduan setelah beberapa hari ini terpisah.





TBC

Continue Reading

You'll Also Like

200K 11.4K 32
WARNING : GXG !!! Pernikahan yg didasarkan oleh kesepakatan 2 manusia yang tertulis di atas matrai.. Apakah kedua manusia itu akan saling jatuh cinta...
495K 41.5K 123
Versi Indonesia Sudah ijin 🎗️ Lingling Sirilak Kwong, pewaris salah satu rumah sakit paling bergengsi di Thailand, tidak tertarik pada cinta. Terlu...
137K 12.8K 34
Ling (29) adalah CEO dari perusahaan teknologi terkemuka bernama NavaTech. Dingin, tajam, sibuk. Gak ada waktu buat cinta, apalagi acara TV. Tapi sah...
61K 4.9K 63
Yang pobia lesbian OUT !!! 🏳️‍🌈
Wattpad App - Unlock exclusive features