Setelah cpfans pergi, Tian lalu mencium pipi dan bibir Ziyu.
Cpfans yang masih belum jauh, melihat itu semua, dan membuat mereka benar-benar ikut berbahagia, bukan hanya itu saja, Tian memeluk Ziyu begitu erat.
Dia selalu merasa, Ziyu harus dijaga terus, karena banyak yang menjadi saingannya juga.
Tapi Ziyu selalu meyakinkan, bahwa diri Ziyu adalah milik Tian seutuhnya, iya seutuhnya.
Ziyu sudah dianggap dunia bagi Tian, jadi apapun akan selalu Tian usahakan, meskipun itu berat.
"Gege! Lihat ini! Kenapa banyak banget orang gila ya! Rumor jahat selalu saja datang terus menerus," ucap Ziyu, sambil terus memeluk Tian.
"Iya sayang, kita harus sabar, tapi tenang saja, kita akan berikan laporan pada kuasa hukum," jelas Tian.
"Gege, aku masih ingat, kita sama-sama pernah menangis, gara-gara Sasaeng gilaaa, rasanya ingin ku hancurkan hp mereka!" Ucap Ziyu, sambil ngedumel terus.
Tian semakin gemas dengan kekasihnya.
"Iya sayang, aku pun sama, masih ingat kejadian itu, kita berdua harus lebih kuat," lalu Tian melumat bibir Ziyu.
Tentu Ziyu sangat senang, apalagi ciuman ini, selalu jadi pemanis saat mereka menghabiskan waktu bersama.
Waktu liburan, benar-benar dihabiskan mereka berdua, kedepannya banyak project yang menunggu Tian dan Ziyu.
Tian tidak ingin berjauhan sedikit pun dari kekasihnya Ziyu, jadi dalam pengambilan project, Tian selalu memperhatikan, mempertimbangkan dari segi banyak hal.
Rasanya dunia milik mereka berdua, yang lain hanya butiran angin tidak kasat mata.
"Gege, ayo kita makan siang dulu!"
"Ayo sayang, kita harus mengambil beberapa foto lagi ya."
"Oke."
Tian dan Ziyu mengambil banyak foto bahkan banyak foto mesra mereka berdua, rasanya memang hubungan mereka benar-benar sangat indah.
Tapi.. perjuangan Tian untuk mendapatkan Ziyu, bukan hal yang mudah.
Banyak strategi dan akal-akalan Tian Xuning di dalamnya.
Saat ini di weibo, rumor panas tentang Tian mulai bermunculan, ada beberapa mengatakan Tian mempunyai bayi dan seorang istri, dan masih adalagi hal yang lainnya.
Jelas-jelas Tian sudah memberikan klarifikasi juga, memang banyak manusia tidak bertanggungjawab, menaikan berita negatif, untuk merugikan orang lain.
Setelah selesai mengambil banyak foto, Tian memegang hp Ziyu, ternyata ada pesan dari seseorang.
"Sayang, ini siapa?" Tanya Tian, dengan rasa cemburu.
"Oh, itu teman waktu syuting di hengdian Gege, kenapa langsung maukanya ditekuk begitu?" Goda Ziyu.
"Lagian, mau ngapain coba ganggu liburan kita?" Tian merajuk.
Akhirnya, Ziyu sangat tau cara membujuk kekasihnya agar tidak cemburu lagi.
Dicium dan dilumatnya bibir Tian, sambil melingkarkan tangan ke bahunya.
Tian langsung tersenyum, dan membalas ciuman itu dengan sangat ganas.
Lidah bertemu lidah, bibir semakin basah karena saliva mereka berdua.
Setelah Tian puas, akhirnya dilepaskan ciuman panas itu.
"Sayang, nanti malam ya.." bisik Tian, sambil menggigit sedikit ujung telinga Ziyu.
"Tuh kan udah ga ngambek lagi, jangan suka langsung ngambek Gege, karena aku adalah milikmu seutuhnya, tidak akan ada ruang untuk siapa pun lagi," jelas Ziyu.
Semua ucapan Ziyu, benar-benar membuat Tian salting setengah mampus.
"Ahhh..sayang, kamu bisa saja, ayo sayang aku akan menggendongmu dibelakang, naiklah!"
Akhirnya Tian menggendong Ziyu, indah sekali siang ini, menemani orang pacaran.
Di depan tempat makan, "Gege ayo kita masuk!"
Tian dan Ziyu masuk ke dalam ruangan yang tertutup.
Bukan Tian namanya kalau tidak iseng, dia meremas bokong kekasihnya.
"Ahhh..awww.. Gege! Apa yang kamu lakukan?!"
"Tidak ada sayang, aku hanya gemas dengan bokong semok ini," jelas Tian, lalu meremasnya kembali.
Ziyu tidak menimpali apa yang dijelaskan Tian, untung saja ruang makannya ga nyampur.
Setelah Tian dan Ziyu sampai di dalam, ada pelayan yang membawa menu.
"Kita menunggu berapa lama ya?" Tanya Tian.
"Kurang lebih 45 menit ya pak."
Akhirnya pelayan itu keluar.
Nafsu Tian tidak bisa di bendungnya lagi, dia langsung memeluk dan mencium Ziyu.
Ziyu berusaha menahannya, tapi tidak tetap terus melumut bibir Ziyu, menghisap bibir itu.
Tian tidak ingin melewatkan moment apapun saat bersama Ziyu kekasihnya, dia bahkan tidak terlalu memikirkan rumor jahat, yang sekarang sedang menyerang dirinya.
Jelas fakta adalah dia saat ini sedang bersama dengan kekasihnya, belahan jiwa yang selama ini selalu diusahakan apapun caranya.
Ziyu membalas ciuman Tian, karena dia tau pasti kekasihnya memang sudah menahannya dari tadi.
Tangan nakal Tain mulai menyusup ke balik baju yang Ziyu kenakan.
Ziyu memberikan kode dengan matanya, akhirnya Tian berhenti.
Tapi..bukan Tian kalau langsung berhenti, dia menaikan baju yang Ziyu kenakan, dan menghisap puting susu kekasihnya itu.
"Ahhhh.. Gege, nanti di dengar orang sayang, di hotel setelah pulang ya.. ayolah Gege, ahhh.." ucap Ziyu, sambil menahan rintihannya, dengan menutup mulut.
"Sebentar lagi ya sayang, aku sangat ingin menghisapnya, 3 menit sayang."
Dengan lahapanya Tian terus menghisap, dan menggigit kecil puting susu Ziyu.
Ziyu tentunya menggeliat, dan menekan tangan ke bahu kekasihnya.
Setelah 3 menit berlalu, akhirnya Tian mengakhiri dengan lumatan ke leher dan bibir Ziyu, terus aja begitu, sampai lebih dari 10 menit.
"Gege sayang, sudah ya, nanti dilanjut lagi," bisik Ziyu kekasihnya.
Dan Tian langsung menghentikan cumbuan itu, lalu membenamkan kepala kekasihnya di dada dia.
Ziyu langsung menerima perlakuan hangat, dari kekasihnya Tian.
Mereka terus berpelukan dengan cukup lama, sesekali Tian menyusup ke balik baju Ziyu.
Dengan kenalan Ziyu, dia juga meremas dan menyentuh batang kejantanan milik Tian.
"Ahhh.. sayang, kamu nakal!"
"Gege lebih nakal!"
"Sayang liat nih, rumor jahat semakin tidak terkendali, mana yang lebih parah ada dari inter."
"Harus segera bertindak Gege, aku tidak mau kalau kamu kenapa-kenapa," ucap Ziyu khawatir.
"Justru sayang ini lebih baik, daripada menyerang kamu, lebih baik ke aku aja sayang, kita akan kasih teguran pertma dulu," jelas Tian.
Pelukan Tian, benar-benar sangat menghagatkan tubuh Ziyu.
Ziyu selalu tersenyum merasakan sentuhan nakal dari kekasihnya itu, bukan kekasih tapi tunangan sendiri.
Tapi masih enak bilang kekasih.
Hubungan yang dibangun dengan cinta yang setara, bahkan cinta dan kasih sayang Tian lebih besar.
"Gege, lihat nih, parah banget tau yang editin video kamu, katanya lagi jalan sama cewek!"
"Udah sayang, jangan dilihat lagi, yang jelas aku justru dengan kekasih imutku yang sangat manis, cantik, pokoknya primadona, semua lewat," sambil mencium Ziyu.
Beberapa saat kemudian, makanan akan segera disajikan.
"Selamat menikmati."
Tian dan Ziyu segera makan, dan tidak lupa saling menyuapi satu sama lain.
Apalagi Ziyu, terus berfokus pada hp nya, sangat kesal dengan rumor jahat itu.
"Gege, makan pelan-pelan ya," ucap Ziyu.
Tiba-tiba hp Tian berdering.
"Siapa sayang?"
"Nenek lampir, bukannya sudah kamu blokir Gege, hmmm," Ziyu sekarang merajuk.
Tian hanya tersenyum, sekarang giliran Ziyu yang ngambek.
Tapi Tian justru sudah tau, akal-akalan apa yang bisa membuat Ziyu tersenyum.
"Sayang, udah aku langsung blokir, kalau perlu hp kita tukeran dulu ya," bujuk Tian, sambil mencium bibir manyun itu."
Setelah dibujuk, akhirnya Ziyu tersenyum lagi, lalu dia membuka sendiri resleting celana kekasihnya itu.
Nanti dilanjutkan lagi ya..
See you..