My Love Season 2 || PERTHSANT...

By kyyy_laaa12

48K 2.7K 239

Ini Season 2 nya ygy yg belum baca season 1 nya, cusss baca dulu🤭 judulnya "My Love || PERTHSANTA" ------- M... More

Bab 1
Bab 3
Bab 4
Bab 5
Bab 6
Bab 7
Bab 8
Bab 9
Bab 10
Bab 11
Bab 12
Bab 13
Bab 14
Bab 15
Bab 16
Bab 17
Bab 18
Bab 19
Bab 20
Bab 21
Bab 22 [18+]
Bab 23
Bab 24 [TIMBULNYA PROBLEM]
Bab 25 [Just a Coincidence?]
Bab 26 [bertemu?]
Bab 27 [mengalah]
Bab 28 [pulang]
Bab 29 [Dew]
Bab 30 [Bingung]
Bab 31 [Terungkap]
Bab 32 [18+]
Bab 33 [Pulang ke mansion]
Bab 34 [Buket Mawar Putih]
Bab 35 [Calon debay]
Bab 36 [Bintang hati]
Bab 37 [makan malam]
Bab 37 [kebersamaan keluarga besar]
Bab 38 [Keluarga Hangat]
Bab 40 [Only PerthSanta]
NEW STORY || PERTHSANTA
Bab 41 [Only WilliamEst]
Bab 42 [Baby El]
Bab 43 [Perpisahan Sementara]

Bab 2

1.5K 79 2
By kyyy_laaa12

Haiii, selamat membaca ya guys! ✨ Kalau ada typo atau kalimat yang bikin bingung, langsung tandain aja. Have fun baca ceritanya~






🎀🐝🎀🐝🎀








Est sedang berada di kasir-berbincang-bincang dengan seorang kasir wanita.

"Est." Panggil seseorang.

Perhatian Est teralihkan-kini pandangan nya beralih pada seorang pria dengan tubuh tegap, mengenakan jaket kulit dan celana jeans yang tersenyum ke arahnya.

"Marc?" kaget Est.

"Pita, saya menghampiri teman saya dulu ya, nanti kita lanjutkan membahas ini." Ujar Est pada perempuan yang bernama Pita, salah satu karyawan nya.

"Baik, Bos." Jawab Pita.

Est menghampiri Marc dengan sedikit tersenyum juga. "gue kira lo ga bisa nemuin alamat Resto gue, Marc." Ujar Est.

"caelah, mana bisa ga ketemu. Orang Resto nya aja seterkenal ini sekarang." Jawab Marc dengan tawa nya.

"bisa aja lo," balas Est. "eh silakan duduk, masa berdiri aja." Ucap Est mempersilakan.

Marc duduk disebuah kursi di ikuti Est yang juga duduk disebarangnya.

"mau makan? atau minum?" tanya Est.

"hmm, minum saja." Jawab Marc.

Est mengangguk paham.

"Andi, kemari." Panggil Est.

Andi sigap menghampiri bos nya itu. Sesampainya disana ia tersenyum sopan pada Marc-Marc membalasnya.

"berikan menu minuman padanya." Pinta Est.

"iya, Bos." Jawab Andi.

Andi memberikan menu pada Marc. Marc pun memilih minuman nya.

"hmm flat white saja." Ujar Marc.

Andi mencatat pesanan Marc dibuka kecil. "ada lagi, Tuan?" tanya Andi memastikan.

"itu saja." Jawab Marc seraya memberikan kembali buku menu

Andi tersenyum dan mengambil menunya. "baiklah, tunggu sebentar ya, Tuan." Katanya.

"saya permisi, Bos, Tuan." Izinnya lalu pergi.

Marc menatap kepergian Andi lalu beralih menatap temannya itu. "ga nyangka, sekarang lo dipanggil bos aja." Goda Marc.

Est terkekeh kecil menanggapinya.

"kabar lo gimana? masih kerja sama Tuan Pawat?" tanya Est membuka pembicaraan.

"kabar gue baik-baik aja. Kalo kerja sama Tuan Pawat mah kadang-kadang sih." Jawab Marc.

"maksudnya?" bingung Est.

"Tuan Pawat sekarang nyuruh gue lebih fokus sama urusan gue sendiri aja. Dulu juga dia nyuruh gue buat berhenti kerja sama dia, dan nyuruh gue bikin bisnis sendiri dengan bantuin dia sama kaya elo-" Marc menjeda ucapannya sebentar.

"Tapi gue nolak buat berhenti, jadinya gue masih kerja sama dia. Tapi kalo Tuan Pawat lagi butuh bantuan saja." Lanjutnya.

"lo ga mau buka usaha sendiri?" tanya Est.

"bukannya ga mau, tapi gue belum kepikiran mau buka bisnis apa. Lagian juga, lo tau sendiri kan? gue masih banyak utang budi sama Tuan Pawat." Jawab Marc.

Est mengangguk paham. "hmm.. semoga bisa secepatnya lo menemukan usaha lo deh." Ujar Est.

"yoi, thanks bro." Kata Marc.

Pembicaraan mereka terhenti sebentar-Andi datang ke meja mereka. Mengantarkan pesanan minuman Marc.

"selamat menikmati, Tuan." Ucap Andi sopan.

"iyaa, thanks." Balas Marc.

Andi kembali pergi dengan nampan kosong ditangannya.

"lo ga minum juga?" tanya Marc.

"ga lo aja, gue ga aus." Jawab Est.

Marc mengangguk kecil. Dan meminum Coffe nya.

"gimana hubungan lo sama Dokter Poon?" tanya Est tiba-tiba. "gue liat-liat di ig lo, sekarang ga ada lagi postingan lo sama dia." Lanjutnya.

Marc tertawa kecil. "gue udah putus sama dia." Jawab nya.

Est mengernyit. "lah? kok bisa putus?"

"lo tau sendiri kan 4 tahun yang lalu gue slalu bolak-balik Thai-Vietnam. Nah... karena gue cape sendiri, akhirnya gue milih buat menetap di Vietnam, ngikutin Tuan Pawat sama Tuan Nanon-" Marc menggantung ucapannya, ia kembali meminum coffee miliknya.

"terus?" tanya Est.

"jadi gue ga mau ngasih kepastian yang belum tentu pasti sama Poon, yaudah gue putusin aja dia." Jawab Marc.

"tapi hubungan kalian baik-baik aja kan sekarang?" tanya Est memastikan.

Marc mengangguk. "yaiyalah, dia aja ada ngundang gue ke acara perniikahan nya 3 bulan lagi kalo ga salah." Jawab Marc.

Est tersentak kaget mendengarnya. Hubungan mantan pasangan itu ternyata masih baik-baik saja. Jarang loh ada pasangan yang sudah putus, masih memiliki hubungan yang baik di zaman sekarang.

"bagaimana dengan hubungan lo sama Tuan William?" tanya balik Marc.

"ohooo..." Est tertawa kecil berusaha menjaga ekspresi untuk biasa saja.

Marc menatap Est lekat. "bentar, gue tebak... kayanya... lo putus juga?" tebak Marc.

Est mengangkat kedua bahunya.

Marc mengernyit bingung. "huh? maksudnya? lo ga tau putus apa engga?"

Est mengangguk kecil sebagai jawaban.

"why?" tanya Marc kaget.

"udah hampir 3 tahun lebih gue last contact sama dia. Sampe sekarang gue ga tau kabar dia di Inggris." Jawab Est.

"bukannya dia janji ama lo cuma setaun doang?" ujar Marc.

"yaa namanya juga manusia, Marc. Mungkin aja dia masih sibuk di sana, ga cukup kalo cuma 1 tahun doang, kan kita ga tau." Jawab Est seadanya.

"yauda tanyain aja sama keluarganya, siapa tau dia ganti nomer atau apa kek." Saran Marc.

Est menggeleng. "ga ah, gue ga mau gangguin dia dulu." Jawabnya.

"yauda kalo gitu, lupain aja cowo kek gitu. Ngapain dipertahanin juga, kalo cuma bisa janji tapi ga ditepati." Kata Marc. "untung gue ga pernah janji apa-apa sama Poon dulu." Gumamnya.

Est terkekeh kecil. "iyaa dah iyaa si paling ga ada janji." Final Est.

___________

Matahari dengan sinar nya menyambut pagi yang cerah penuh warna. Santa membuka matanya perlahan-membiarkan cahaya masuk dalam indra penglihatan nya.

"good morning, Sayang..." Ucap Perth.

Santa menoleh. Seperti pagi biasanya- setiap bangun ia pasti akan disambut oleh ucapan selamat pagi dan senyum sumringah yang tersungging di bibir Perth, suaminya itu.

"pagi, Phi Perth~" balas Santa dengan suara parau, khas bangun tidurnya.

"bagaimana tidur nya, Sayang? dede nya ganggu kamu?" tanya Perth memastikan seraya mengelus perut buncit Santa.

Santa tersenyum dan menggeleng cepat. "enggaa kok.. dede anteng banget malem ini." Jawab Santa.

Perth tersenyum tangan lainnya terangkat mengelus kepala Santa lembut.

"DADDYYY PAPAAA..." Panggil seorang anak kecil dari balik pintu.

Tok... Tok...

"Daddy.... papaaa..." teriak anak kecil lagi, tapi suaranya berbeda dari sebelumnya.

"phi? kok itu kaya suara Luke.. sama Plum?" ujar Santa bingung.

Perth mengernyit. "iya deh sayang, ada suara Plum." Tambahnya.

"coba liat deh, Phi." Suruh Santa.

Perth turun dari ranjang nya. Ia masih mengenakan kaos tipis dan celana pendek. Tangan nya menggenggam gagang pintu.

Ceklek!

Pintu terbuka-menampakkan senyum ceria 2 anak laki-laki. Dan seorang pria yang mengenakan jaket.

"aw? Plum? Chichi?" kaget Perth.

"siapa Phi?" tanya Santa.

Perth membuka pintu kamar lebih lebar-menampakkan 3 orang yang berdiri didepan pintu.

"phi Chi? Plum? sini masuk..." Ujar Santa dengan senyum dan terlihat ia sedikit terkejut dengan kedatangan mereka.

Mereka pun masuk diikuti Perth dibelakang.

"maap na.. ganggu kalian pagi-pagi." Ucap Chimon tak enak.

"gapapa phi, ga ganggu kokk." Jawab Santa.

"kok kalian bisa disini?" tanya Perth seraya memberikan kursi pada Chimon.

"tanya saja pada anakmu itu." Jawab Chimon.

Perth menatap Plum. "hey? jangan bilang kamu maksa Papi kesini, hmm?" tanya Perth pada Plum.

Plum duduk diatas kasur-sedangkan Luke duduk di pangkuan Chimon.

"salah siapa juga ke Thai ga bilang sama Plum!" jawab Plum judes.

"Plum? jangan ngomong kek gitu, Papi ga pernah ngajarin kek gitu ya." Larang Chimon pada Plum.

"hmm.. tak apa Phi... nama nya juga anak-anak..." Kata Santa.

Santa beralih menatap Plum seraya mengelus kepalanya. "maapin Papa yaa sayang... Daddy sama Papa ga bilang dulu sama kamu, kalo kami ke Thai, kemaren..." Ucap Santa lembut.

"kenapa kalian ninggalin Plum di Swiss?" tanya Plum.

"Plum, di Swiss kan masih ada Papi, sama Mami..." Jawab Perth tegas namun tetap lembut.

"tapi kenapa harus ga bilang dulu?" kekeh Plum dengan wajah kesalnya.

"huh... lihat kan? sekarang anak ini sangat keras kepala..." Kata Chimon seraya menghela napas nya.

"Chi, kenapa kamu mengantarkannya? kamu ga sibuk?" tanya Perth memastikan.

"yaa sebenarnya sibuk, pagi ini juga aku ada pemotretan. Alhasil diundur nanti sore." Jawab Chimon.

"loh? berarti Phi harus balik lagi ke Swiss dong?" tanya Santa.

Chimon mengangguk. "ya begitulah." Balasnya. "awalnya mau Love yang nganter Plum, tapi aku larang. Kemaren aja dia pulang dari syuting pukul 11 malem sampe rumah bujuk Plum yang ngambek mau ke Thai. Jadinya dia tidur sekitar pukul 2 dini hari." Jelas Chimon.

"Phi Plum ngambek yaa??" tanya Luke pada Chimon.

Chimon terkekeh kecil. "iyaa sayang... katanya Phi Plum mau ketemu sama kamu." Jawab Chimon.

Luke menatap Plum, sang kakak. "Phi ngambek mau ketemu Luke yaa??" tanyanya.

"engga," jawab Plum cepat.

"kata Papi phi ngambek..." ujar Luke.

"Phi ga ngambek Nong... Phi cuma marah ditinggal." Jawab Plum.

"yauda, sekarang minta maaf sama Papi, sama ucap terimakasih." Pinta Perth.

Plum menghela napasnya. "iyaaaa."

Plum turun dari kasur dan menghampiri Chimon. "maap yaa pi... Plum udah ngerepotin Papi sama mami... Sama makasih udah nganterin Plum kesini." Ucap Plum.

Chimon tersenyum. "iyaa sayang... ga apa-apa." Jawab Chimon. "kamu tinggal disini dulu sama Daddy, Papa, dan Nong ya? harus jadi anak baik, jangan ngerepotin mereka! nanti Papi sama Mami jemput kamu kalo ga ada urusan." Katanya.

Plum mengangguk paham. "khapp Papi..."

"Apon, Santa, aku nitip Plum yaa... maap kalo ngrepotin kalian..." Ucap Chimon.

"gapapa Phi... Plum kan anak aku juga.. jadi pintu selalu terbuka buat Plum, dan kamu." Jawab Santa dengan senyumnya.

Chimon ikut tersenyum.

"kamu balik sekarang, Chi?" tanya Perth.

"hm.. iyaa, Pon." Jawab Chimon.

"ke bandara pake apa?" tanya Perth lagi.

"tadi pake Taxi, yaa berarti pulang nya juga pake Taxi." Jawab Chimon.

"Phi, coba telpon Est buat nganter Phi Chichi ke bandara." Suruh Santa.

"eh ga usah..." Tolak Chimon.

"udah ga usah nolak, lebih aman sama Est." Sela Perth.

"hmm bener," tambah Santa.

"aku permisi dulu mau nelpon Est. Sayang, aku keluar sebentar." Pamit Perth.

"iyaa phi." Jawab Santa.

Perth mengambil handphone nya di nakas dan berlalu pergi.

"ehh Luke... kenapa duduk di pangkuan papi Chi, sayang? nanti papi Chi pegel loh..." Ujar Santa.

"gapapa, Ta. Ga pegel kok tenang aja." Sela Chimon.

"Papi... Papi pulang yaa? Luke bole ikut tidak?" tanya Luke dengan polosnya.

Santa dan Chimon yang mendengarnya tertawa.

"kamu mana bisa ikut Nong, yang ada Daddy marah sama kamu nantinya." Sahut Plum.

"aw? kok Daddy marahh??" tanya Luke lagi dengan wajah polosnya.

"yaa pasti karena takut kamu nakal." Jawab Plum.

"ishhh!!! Luke ga nakal!!!" Kesal Luke.

"aahhh iyaa, iyaaa Luke gaa nakal kok... Phi Plum cuma bercanda." Kata Chimon melerai yang mungkin pertengkaran antar Phi-Nong itu akan terjadi.

Santa hanya terkekeh pelan menatap anak-anaknya itu. Ya begitulah hari-hari nya saat di Swiss-tak ada namanya ketenangan yang terjadi antara dua kakak beradik itu, sehari saja...

Tapi anehnya setiap mereka dipisahkan-pasti salah satunya pasti ingin bertemu. Contoh nya hari ini? Plum ngemis-ngemis hingga ngambek dengan Chimon dan Love agar ia diantarkan ke Thailand bertemu dengan Luke sang adik. Tapi setelah bertemu, malah ingin bertengkar...

"oh iya, Ta. Jangan cape-cape yaa... jaga kandungan kamu baik-baik!" Kata Chimon. "kalo Apon macem-macem sama kamu, bilang aja sama aku. Aku yang bakal ngurus dia nanti." Lanjutnya.

"wkwkwk... iyaa phi... aman kokk." Jawab Santa.

"Phi Plum, ke kamar Luke yuuu, kita main mobil-mobilan!?" ajak Luke.

"eum... ngebosenin deh kayanya, tapi yauda deh ayo." Jawab Plum.

Luke tersenyum bahagia dan langsung turun dari pangkuan Chimon.

"Papi, Papa, Plum sama Nong izin main dulu yaa." Izin Plum.

"iyaa sayang, jaga Nong nya yaa jangan dibikin nangis." Jawab Sekaligus larang Chimon.

"iyaa, main dikamar aja ya, jangan kemana-mana apalagi keluar Mansion." Jawab Santa juga.

"iyaa Papi, Papa..." Balas Plum.

Plum menggandeng tangan sang Nong, dan membawanya keluar kamar.

Disaat usianya sudah menginjak 11 tahun, sifatnya sedikit berbeda sekarang. Sering keras kepala, susah di atur dan ya sedikit nakal. Tapi jiwanya sebagai seorang kakak tak pernah berubah, ia terus menjaga Luke, bahkan menyayangi nya.

Setiap pulang sekolah di Swiss-ia slalu membawakan snack yang ia beli disekolah untuk sang Nong. Walaupun sering bertengkar-rasa sayang kakak pada adiknya tak pernah hilang.

"mereka tumbuh dengan cepat ya..." Ucap Santa seraya tersenyum menatap kepergian kedua anaknya.

Chimon terkekeh. "iyaa bener banget. Perasaan baru kemaren Plum masih TK, dan sekarang udah kelas 5 SD saja." Kata Chimon.

"iyaa loh Phi... aku aja ga nyangka, awalnya Plum manggil aku sebutan dengan mister... sekarang menjadi Papa..." ungkap Santa.

Chimon tersenyum seraya mengelus tangan Santa. "Setiap kehidupan pasti ada perubahan, Ta... aku seneng kamu termasuk dalam keluarga kami, terimakasih yaa bertahun-tahun kamu menyayangi Plum seperti anakmu sendiri..." Ujar Chimon.

Santa membalas senyuman Chimon. "aku juga berterimakasih sama Phi... karena udah baik banget sama aku... dan slalu ada buat aku." Balas Santa.

Chimon mengangguk. Chimon berdiri dan memeluk Santa yang sedang duduk dikasur.

Perth masuk kedalam kamar. "waduh.. ganggu waktu berpelukan nya nih." Goda Perth dengan tawa kecilnya.

Pelukan Santa dan Chimon pun terlepas. "dihh, emang si pengganggu kamu!" maki Chimon.

Perth memutar bola matanya malas.

Santa hanya tertawa.

Perth sangat-sangat bersyukur. Hubungan Chimon mantan istrinya itu dengan Santa sangat bisa dibilang sangat baik. Tak ada namanya permusuhan-bahkan diluaran sana banyak pasangan suami-istri yang sudah memiliki anak bercerai dan salah satu orang tuanya tak mengizinkan orang tua lainnya bertemu pada sang buah hati.

Walaupun Perth dan Chimon bercerai. Akan tetapi akhirnya, mereka memiliki keluarga baru yang sama-sama bahagia-tanpa membenci satu sama lain.

Perth dengan Santa, Dan Chimon dengan Love... Sungguh keluarga yang utuh dan bahagia... pasti banyak orang-orang diluar sana iri dengan hubungan 2 keluarga itu.







🎀🐝🎀🐝🎀





Chapter selesai!!! 🤩 makasih banyak udah stay sampai akhir, jangan lupa support author dengan vote dan komen💖🦢 love you all, next chapter tungguin ya~~🍃🌷

Continue Reading

You'll Also Like

752K 63K 88
Arsya Julian atau yang kerap kali di sebut Asa kembali ke kampung halamannya setelah 2 tahun bekerja di perantauan, Asa memilih pulang karena sudah m...
728K 58.2K 39
Zanuel Luca Korzh seorang anak bungsu dari keluarga terpandang di daerah kota ini. Namun, keistimewaannya membuat dirinya berbeda dari anggota keluar...
1.4M 32.5K 77
WARNING ⚠️ 17+ Area! Alexa Xyra. Gadis dengan segala pesona yang menguar dalam dirinya selalu mampu membuat siapa saja bertekuk lutut untuk dirinya...
Wattpad App - Unlock exclusive features