Italia merupakan kota yang indah dengan banyaknya pemandangan yang mampu membuat turis yang sampai di sana menjadi terpukau.
Banyak kota-kota yang terkenal di sana di mulai seperti Roma dan Venice. Namun pada tahun 2012 dimulai pembangunan kota di dekat Roma yang pada tahun 2016 selesai dan kota itu bernama...
Iustitio
Merupakan kota dengan peraturan ketat bagi penduduknya disana dan menekankan keadilan sebagai prinsip kota tersebut.
"Parità di trattamento nella giustizia" Merupakan prinsip yang ditekankan oleh mereka.
Prinsip itu berarti perlakuan yang sama dalam keadilan. Tidak memandang latar belakang maupun hal lain.
Namun tetap saja, di dalam kota yang memiliki prinsip keadilan pasti tetap saja lubang celah dalam keadilan yang dicoba untuk ditegakkan. Banyak pejabat disana yang mampu melakukan ketidakadilan dengan cara melakukan korupsi dan memanfaatkan kekuasaan mereka untuk hal yang buruk dan sampai sekarang pun tidak pernah diketahui.
Di sisi lain,
2017 Venice, italia.
"Apa aku memang harus pindah ke kota itu?"
"Kau ingin mendapatkan pekerjaan tidak? Jika tidak maka kau akan kesusahan dan miskin."
"Baiklah..Aku tahu namun, kau tahu kota itu reputasinya bagaimana..."
"Kau mau atau tidak jadinya!"
"...."
"Baiklah kalau begitu...Merci!"
Dia pun menutup telpon.
"Astaga...sangat susah sekali untuk mendapat tempat yang layak disini. Lebih susah daripada kampung halaman diriku di Prancis."
"Signore! Mobilmu sudah sampai, masuklah segera!"
"Baiklah!"
Dia pun turun dan masuk ke dalam mobil dan pergi ke Iustitio.
"Lebih baik Aku lihat secara langsung bagaimana tinggal di kota yang terkenal buruk itu berjalan."
Pria itu bernama..Crixotta Aori...berumur 18 tahun dan merupakan keturunan orang prancis. Dikatakan, ia sebenarnya lahir dan tumbuh besar pada Italia sebelum akhirnya mereka semua pindah dan menghabisi waktu penuh mereka di Prancis.
Sekarang Aori memutuskan untuk merantau menuju kota Iustitio untuk mencari tujuan atau tekad hidup dirinya yang paling benar.
2 jam kemudian,
"Signore, kamu sudah sampai pada tempat kau akan tinggal untuk sementara."
"!? Secepat itu..."
Aori pun turun dan pergi ke alamat yang dijanjikan akan menjadi tempat tinggal sementara disana.
Aori berjalan melewati jalanan sempit sebelum akhirnya melihat sebuah rumah besar yang bertepatan dengan lokasi yang dijanjikan.
"TUNGGU...INI RUMAHKU!? Astaga...bagaimana biaya listriknya nanti."
Aori pun membuka pintu itu dan melihat beberapa orang.
"Uhm, permisi sepertinya kalian semua salah rumah."
"Siapa kau? Dan kenapa kau disini?"
"Aku hanya ingin melihat rumahku saja."
"Rumahmu! mentalità ristretta(Pikiran sempit) ini adalah rumah kami! kau itu yang salah lokasi."
Aori hanya menghela nafas dan memutuskan untuk keluar dari tempat itu sebelum akhirnya dia..
BAM!
Dia tertembak pada mata sebelah kirinya!
Aori terjatuh dan mengetahui bahwa sepertinya dia ditipu oleh orang yang ia baru telpon sebelumnya.
"Humain inutile(Manusia Tak berguna) berani menipu Aku seperti ini. Aku..seharusnya tahu..lebih ba-"
Sebelum mampu mengatakan apa pun, aori pingsan di tempat.
Keesokan harinya,
"Sakit sekali..."
"Tu-Tunggu.."
Aori terbangun merasa terkejut bahwa matanya tidak terasa sakit lagi.
"Tu-Tunggu apa!?"
"Bagaimana Aku bisa tidak mati!?"
Dia melihat sekeliling sekitar dan ternyata ia masih berada di tempat yang sama.
"Bagaimana ini terjadi? Aku sangat yakin bahwa sebelumnya itu Aku terkena tembakan pada mataku, bagaimana Aku masih hidup."
Aori melihat ke belakang sebelum menyadari orang-orang kemarin yang ingin memukulnya keluar dari rumahnya dan bersiap untuk memberi Aori sebuah pelajaran.
"Sini kau.."
Aori melihat itu hanya tertawa dan mulai mengambil tas miliknya yang masih bersamanya.
"Hehehe..."
"Apa yang kau lakukan tidak akan mampu mengubah.."
Aori pun berlari dan kabur dari tempat itu serta menghindari tembakan yang mengarah pada matanya...lagi?
"Kaburrrrr!!"
Selama beberapa menit, Aori berlari sebelum akhirnya ia berhasil kabur.
"Kakiku masih kuat, seperti pada masa remaja Aku.."
Aori memutuskan untuk mencari sebuah cerminan atau genangan air agar bisa melihat kondisi wajahnya.
"Dimana ada cermin, aku ingin melihat kondisi mataku yang indah ini.."
Aori berjalan dan melihat sebuah genangan air dan menyadari bahwa...
"Mataku baik-baik saja!? Namun mukaku...pipi Aku...mengapa seperti tergores? Padahal sepertinya.."
"KAU!"
"Eh? Kau memanggilku?"
Aori melihat kebelakang dan menyadari ada sebuah remaja yang berdiri dan memanggilnya.
"Oi Aku memanggilmu dari tadi!"
"Ada apa?"
"Mukamu..apakah mukamu tergores?"
"I-iya...biar Aku tebak bahwa kau pun mempunyai muka tergores.."
"Kalau begitu...."
Aori yang menyadari ada yang aneh langsung..
"Selamat tinggal!"
Aori pun berlari dan pergi menuju kantor pejabat yang ada di Iustitio karena memang merupakan tempat tujuan pertamanya.
"Akhirnya..sampai juga. Aku berharap bahwa orang itu tidak mengikutiku."
Aori pun duduk dan mulai memperhatikan kegiatan di sekitar dan tidak ada hal yang aneh seperti yang dia sering dengar pada koran namun dia menyadari sesuatu.
Terdapat seorang pejabat yang baru kembali dengan membawa koper yang berjatuhan uang.
Aori langsung mengambil itu dan buru-buru keluar dari kantor itu.
Kemudian Aori mencari sebuah rumah kosong yang bisa disewa dan langsung menyewa agar bisa tinggal di sana untuk sementara.
"Baiklah, kecurigaan Aku sudah bisa terjawab dengan adanya koper dengan isi uang yang berjatuhan dan berarti. Sepertinya ada yang salah dengan pemimpin atau pejabat di sini. Jikalau begitu.."
"Tunggu DULU! Aku jelas tidak bisa langsung mengasumsikan hal seperti itu, bisa saja itu merupakan perintahnya untuk seseorang atau mungkin berisi gaji atau upah-upah para.."
"Namun itu malah membuatnya menjadi lebih membingungkan."
Aori memutuskan untuk mengeluarkan barang-barang dari tasnya dan menemukan hal yang dia perlukan.
"Sebuah koran dari luar kota ini dan mengatakan pejabat di sini ada masalah, foto-foto yang menambahkan bukti dimana para pejabat mencoba menyelip sesuatu. Dan sekarang bukti secara langsung dengan uang ini sebagai contohnya."
"Kalau koran ini..."
DIBOCORKAN BAHWA PEJABAT IUSTITIO MELAKUKAN KORUPSI DAN PENGURANGAN HUKUMAN PADA ORANG KAYA!!! DIMANA PRINSIP KEADILAN DAN PENGHAKIMAN YANG MEREKA TEGAKKAN SELAMA INI!?
"Bagaimana dan siapa yang mampu mendapatkan bukti-bukti bagus ini, siapakah mereka...dan ada apa urusan mereka....dengan Iustitio!"
Aori mendengar suara seseorang di jendela dan melihat ke arah jendela dan terkejut sebab seseorang berdiri di balik belakang jendela.
"Sepertinya.."
"Kau..."
"Dimakan oleh rasa penasaran.."