fanfic rendom

By StudyKr1ng

857 51 29

isi nya beberapa fanfic yang sering muncul di otak author. Boleh terinspirasi asalkan Tag author AUTHOR MAU B... More

obsesi( kau milikku, hanya milikku)
Brotherhood (Apa? ini terlalu tiba-tiba)
Brotherhood(aku cuman mau merasakan jadi kakak, apa itu salah?'1)
ROMANCE!(njir jadi nyata)
dimensi pararel+experiment au(pelarian)
case'1
case²
memories
Menikmati setiap masa yang ada
Raya![Hari yang Sangat Berarti

Teori(Color of The Soul)

83 9 2
By StudyKr1ng

Apakah kalian percaya dengan teori bahwa setiap manusia sudah memiliki 'jiwa' jauh sebelum mereka lahir di dunia. Jiwa-jiwa itu dulu bebas, sebelum akhirnya terjebak di tubuh manusia. Tapi hanya sementara, setelah tubuh yang dihinggapi nya mati. Dia akan kembali berkelana bebas, sebelum akhirnya kembali masuk kedalam tubuh baru. Begitu terus sampai sebuah "jiwa" dapat berubah kepribadian dan warna diakibatkan banyaknya tubuh yang ia masuki, dan pengalaman yang terus mengalir.

Itulah alasan munculnya teori "Color of the soul". Dimana setiap jiwa memiliki warna yang sesuai dengan kepribadian.

Merah: Melambangkan energi, keberanian, gairah, kepercayaan diri, dan semangat juang tinggi. 

Biru: Menggambarkan ketenangan, ketertarikan, refleksi, kepercayaan, dan keterorganisasian. 

Hijau: Dihubungkan dengan keseimbangan, kepedulian, kedamaian, kenyamanan, dan sifat harmonis. 

Kuning: Melambangkan optimisme, kreativitas, keceriaan, sponntanitas, dan sifat ramah. 

Ungu: Menunjukkan imajinasi, sensitivitas, independensi, dan sifat yang mendalam. 

Putih: Melambangkan kemurnian, kesederhanaan, ketertiban, dan kejujuran. 

Dan setiap warna memiliki tingkatan, dimana semakin gelap warna. Semakin mencolok pula kepribadian mereka. Sementara warna kepribadian jiwa yang semakin terang, menandakan bahwa jiwa nya tidak stabil. Bisa mengakibatkan perubahan jiwa warna yang secara tiba-tiba.

Bahkan banyak kasus dengan dua jiwa warna yang berbeda. Bagi mereka ini bisa saja menjadi kelainan bagaikan pedang bermata dua. Bisa saja menjadi hal baik, dengan disegani di lingkungan. Atau mungkin bisa saja menjadi hal buruk, sehingga mengakibatkan trauma secara psikologis akibat dari bentrokan kedua jiwa.

Ini adalah kisah mengenai seorang Hero bumi, yang harus gugur pada perang nya. Dan terjebak di dunia penuh dengan "Color of the soul". Dan betapa terkejutnya dia, lingkungan sangat mirip dengan kehidupannya dulu. Hanya saja kini orang menilai dari color soul. Dan terlebih kini element juga datang bersama dirinya. Tapi sebagai jiwa.

__________________________________

By: studykr1ng

Genre: Dimension Au

Warning!

Teori di FANFIC ini hanyalah rekayasa, dan belum terbukti.

Terinspirasi boleh, tapi tag nyai yaaa!!! Nyai juga mau baca!!!

________________________________

Prismara, sebuah negri yang di kelilingi cahaya jiwa. Negri yang menurut sejarah, dulu diciptakan oleh para dewa untuk menampung jiwa-jiwa yang berkeliaran kemana-mana.

Namun kini, dihuni oleh para manusia. Dengan perjanjian manusia bersedia menjadi wadah para jiwa, tergantung pada mereka, dan jiwa berhak meninggalkan dan menilai wadah yang akan mereka masuki.

Kini negri prismara sudah sangat berbeda dari sebelumnya. Yang tadinya penuh dengan kabut, dan hanya terlihat rerumputan disepanjang mata. Kini dipenuhi oleh bangun-bangunan, serta manusia yang terus berlalu lalang. Namun, satu hal tetap melekat pada mereka. Cahaya berbentuk api tepat diatas mereka. Membuat jalanan terlihat berwarna-warni dengan api yang berbagai warna diatas kepala mereka.

Kini disebuah taman, seorang anak kecil berambut coklat dengan sehelai putih. Memandang langit dengan penuh semangat, di sebelahnya. Kedua orang dewasa memandang penuh harapan pada dirinya.

Api dikepala mereka berwarna hijau,kuning pucat. Sang ibu mengelus Surai sang anak.

"Selamat ulang tahun ke 5 ya sayang, sebentar lagi api mu muncul. Ibu harap api mu berwarna biru seperti langit. Cerah, ceria, dan selalu membawa kebahagiaan."

Manik hazel sang anak memandang wajah sang bunda yang masih setia memandang langit. Lengan kurus tanpak seperti tidak memiliki daging, merangkulnya dengan lembut.

"Atau kuning emas. Papa suka warna itu. Elegan, ramah, kreatif dan banyak lagi. Papa harap, kamu tidak bernasib seperti kami."

Netra coklat sang ayah tanpak berkaca-kaca. Anak kecil itu langsung berusaha memegang pipi sang ayah.

"Papa jangan nangis, oboy yakin bakal dapet sesuai warna kesukaan kalian! Oboy bakal bikin mamah papa bangga!"

Senyum penuh keceriaan, membuat kedua pasutri itu tersenyum.

Langit biru yang terlihat, kini berubah menjadi atap rumah sederhana. Bau harum masakan merebak mengelilingi dapur. Wanita dengan badan kurus terlihat mengaduk bubur diatas kompor.

Dibelakangnya, duduk seorang pria dengan berbagai macam berkas dan brosur mencari pekerjaan.

"MAMAH PAPAH!!!" Seruan tinggi menarik perhatian mereka. Seorang anak kecil berlari kearah dapur, membuka tirai dengan penuh semangat.

"MAMA PAPA LIHAT!!! OBOI DAPET WARNA BIRU!!!"

seru nya riang, perlahan mata kedua orang tua nya tertuju pada api yang berada tepat di atas kepalanya. Benar berwarna biru, namun... Terlihat hampir pucat. Mereka terdiam, mematung. Sang ibu memeluk anaknya erat, air mata tak bisa ia tahan. Membuat sang anak bingung, melirik sang ayah. Yang hanya diam menunduk, mengepalkan lengannya.

'jadi.... Benar-benar tidak bisa dirubah ya?'

....

"Ini es krim buat baby boy mamah~"

Satu korn es krim membuat anak bernama oboy itu berseru semangat. Berlari, duduk dengan nyaman di bangku taman. Memakan es krim dengan cepat. Sampai sisa es krim terlihat di pipi tembem nya.

"Hmm enak!!!"

"Aduhh.. tuhkan celemotan"

Dengan lembut sang ibu membersihkan sisa es krim di pipi sang anak. Oboy terkekeh kecil, tersenyum memperlihatkan gigi-gigi kecil nya. Sang ibu tersenyum, memegang pipi sang anak.

aku tidak tega tuhan, untuk membenci nya. Dia terlalu manis untuk dunia yang kejam ini....

Sudah setahun kamu seperti ini, tapi tidak ada perubahan. Semoga kamu kuat ya nak, kelak kamu mungkin akan merasakan apa yang ibu dan ayah rasakan.

"Baiklah, kamu duduk manis disini ya sayang. Mamah mau pergi ke toko kelontong disitu sebentar aja ya"

Oboy mengangguk, melirik punggung sang ibu yang perlahan menjauh. Dan kembali memakan es krim nya dengan tenang.

Tapi sayang, ada saja yang merusak meditasi es krim nya.

"Hey hey, coba lihat? Ada si keruh. "

3 orang anak dengan umur sekitar 7-8 tahun tanpak mengelilingi oboy. Warga yang berada di taman hanya melirik sekilas, mereka tidak berniat menolong sama sekali, berpura-pura tidak melihat kejadian perundungan yang berada di taman itu.

Anak terbesar diantara tiga anak yang terkenal trio trouble. Menepis tangan oboy sehingga terjatuh dari tanah.

Oboy tanpak ketakutan. Salah satu dari anak itu menarik nya hingga terjatuh kedepan. Tepat didepannya sisa es krim yang terjatuh, bersarakan dimana-mana

Ini es krim buat baby boy mamah~

Ha! Coba es krim baru dari tok guru

Bayangan senyuman sang ibu, dan sekelibat ingatan seseorang tanpak kabur. Membuat oboy terdiam,rasa asing entah mengapa muncul di hatinya.

"Sialan..."

Gumam oboy, umpatan kecil yang bahkan oboy sendiri tidak tahu dia belajar dari mana, dan apa artinya. Dia hanya reflek.

"Hm? Kau ngomong apaan barusan bocah. Heh, bahkan es krim putih tidak cocok untuk anak cacat dan lemah sepertimu"

Anak terbesar diantara trio itu, menginjak kepala oboy. Oboy meringis, kini wajahnya sakit dan kotor dengan es krim.

"Haha mak bapak mu aja cacat, kalian keluarga cacat hahahaha"

Tawa mereka menggema di telinga oboy. Badannya menegang, saat mendengar mamah papah nya ikut Pada ejekan mereka. Tangannya kembali mengepal. Samar-samar ia melihat kaki jenjang didepannya. Berjongkok, dengan wajah yang buram. Namun topi hitam dengan garis merah, dan simbol petir itu tanpak familiar.

"Habisi mereka"

"B-bos, a-api dia" salah satu dari anak buly itu tanpak ketakutan. Yang paling besar, segera mengangkat kakinya. Memandang takut.

Oboy menengok, menatap kearahnya dengan netra merah menyeramkan. Tangan kanannya menggenggam erat kaki pembuly itu. Dan langsung melemparnya membuat anak itu terjatuh kedalam semak-semak.

Semua orang langsung terdiam. Mereka membeku serentak melihat kejadian itu.

Dua anak lain menggigil ketakutan. Api dikepala mereka perlahan meredup. Berbeda dengan api Oboy yang kini sudah berubah menjadi merah gelap. Oboy berdiri, menunduk. Menggunakan lengannya untuk membersihkan sisa eskrim diwajahnya. Langkahnya mendekat, menatap tajam dua anak didepannya dangan sisa eskrim di ujung bibirnya

By:xiaoshio_ (bayangkan darah itu eskrim:D)

"Pergi"

Satu kata terucap pelan, kedua anak laki-laki itu langsung lari terbirit-birit pergi dari taman.

"Oboy!" Seruan dari belakang, dan pelukan hangat secara tiba-tiba membuat oboy menegang.

"Anak mamah, kamu gak papakan. Kamu kenapa sayang"

Tanya sang ibu yang langsung lari kearahnya ketika melihat taman yang ramai. Dia melirik keatas kepala anaknya, biru terang. Mungkin dia berhalusinasi melihat api anaknya berwarna merah gelap nan seram tadi.

"Mamah" panggilan dari sang anak. Berbalik dengan senyum lima jarinya. Bahkan matanya ikut tersenyum, seolah mengatakan "aku gak papa kok! Kan aku kuat!"

Menarik lengan sang mamah, menunjuk truk es krim yang berada di luar taman.

"Beliin aku es krim lagi mamah. Tadi jatoh"

"Oke sayang."

Tapi tentu saja sang ibu tidak bisa mengabaikan bisikan dari orang-orang.

"Anak tadi apinya berubah bukan. Seram sekaligus aneh sekali"

"Apa dia memiliki kelainan?"

"Tapi apinya kembali normal, bahkan ibunya tampaknya tidak menyadarinya"

"Bukankah api merah segelap itu langka?"

Langkah sang ibu terhenti. Apa yang ia lihat tadi bukan halusinasi? Apa yang terjadi sebenarnya saat dia pergi?

"Mamah ayok cepetan"

"I-iya sayang"

....
{Momy oboy POV}

Semenjak kejadian di taman. Semakin banyak rumor yang tidak-tidak mengenai anak ku. Boboiboy. Bahkan baru kemarin polisi datang ke tempat kami, mendapat banyak laporan bahwa terdapat seorang anak dengan api jiwa terlarang. Tapi setelah beberapa pengecekan. Anakku terlihat baik-baik saja. Api yang tanpak lebih cerah itu karena usianya dan mental nya yang semakin matang membuat aku senang.

Dan bahkan suami ku kini jauh lebih dekat dengan dirinya. Bahkan kini memanggil anak kita dengan sebutan "angkasa". Pernah aku bertanya mengapa dia memanggil seperti itu, tapi jawabannya selalu sama. "Api anak hebat kita kan sebiru angkasa mah. Angkasa boy senang kan papah sebut seperti itu?"

"Ya!"

Keduanya tertawa lepas, tapi aku menyadari sesuatu. Api kuning suami ku mulai bersinar sekilas. Aku tersenyum, anak kami adalah keajaiban. Dia adalah segalanya bagi kami.

Tapi tetap saja. Aku masih memikirkan rumor yang beredar di sekitaran kota kecil ini. Api jiwa yang tidak stabil, serta kelainan langka. Dengan merubahnya api jiwa seseorang, yang bisa saja diakibatkan karena seseorang memiliki kepribadian ganda.

Tapi apa benar anakku memiliki kepribadian ganda?

.....

"Ibu, apa aku boleh bantu!"

"Tentu sayang"

Dorongan kursi terdengar. Anak tunggal kami menaiki kursi itu, dan mulai membersihkan dan mengupas kentang dengan hati-hati sembari bersendung. Wajah yang tenang, senyuman lembut dan netra kuning emas yang tanpak lembut membuat aku ikut tersenyum sembari mengaduk sup di depan ku.

Tunggu kuning emas?

Aku melirik kembali, tapi yang ku lihat hanya senyuman polos. Netra hazel yang tanpak berseri-seri menunjukkan 5 buah kentang bersih di panci besar, yang sudah di cuci.

"Sudah mah, apa lagi yang bisa oboy bantu?"

Aku terdiam sebentar, apa aku salah liat lagi?

"Eum, kamu siapin aja piring-piring buat makan ya sayang? Sup nya sebentar lagi jadi."

"Oke mamah!"

Dia melompat dari kursi. Aku melirik kearah suami ku yang tanpak menyadari sesuatu juga. Walaupun wajahnya menunduk membaca koran, tapi netranya menatap tajam dang anak tunggal. Lalu melirikku seolah mengatakan ingin berbicara serius dengan ku.

Aku mengangguk, lalu mematikan kompor dan menghidangkan ke mangkuk. Dan meletakkannya di meja makan.

"Oboy makan duluan ya, mamah papah mau berbicara sebentar di kamar."

Entah mengapa wajahnya berseri-seri. Pertanyaan polos dan tidak pernah kusangka darinya. "Apa oboy bakal dapet dedek baru?"

Aku dan suamiku terkekeh, kami menggelengkan kepala. Dan langsung pergi keluar dapur menuju kamar kami berdua.

"Sepertinya yang dirumorkan benar" sesudah pintu tertutup rapat. Aku langsung saja mengutarakan semua diotakku. Suami ku masih tanpak berfikir.

"Tadi saat kalian masak, jelas sekali aku melihat apinya terdapat sedikit berwarna kuning diatasnya. Dan api mu juga lebih bersinar dari biasanya"

Aku tersentak mendengar penuturan nya.

"Tunggu, api kamu juga bersinar sayang saat kamu memberi nama panggilan baru buat dia."

"A-apa..."

Kami berdua terdiam.

"Haruskan kita membawa nya kedokter?"

Aku bertanya dengan ragu, dan nada cemas.

"Jangan, aku takut nya dia malah diincar sayang. Cukup polisi kemarin sayang. Aku akan menelpon temanku, siapa tahu dia memiliki buku berisi kelainan atau penyakit langka."

Aku mengangguk, dan kami keluar dari kamar, kembali ke dapur. Disana terlihat anak kami memakan sup nya dengan tenang.

Aku tidak menyangka, anak yang ku rawat dari kecil. Darah daging kami, ternyata kemungkinan besar memiliki kelainan langka di jiwanya. Tuhan, apa ini kekurangan, atau kelebihan yang engkau berikan?

♥♥♥

Malam itu, oboy sudah tertidur nyenyak di kamarnya. Waktu yang pas bagi kami berdua untuk membicarakan hal serius ini.

Suamiku, setelah sekian lama akhirnya kami mendapatkan buku kelainan jiwa langka.


Kami saling bertatapan, dengan wajah hawatir. Aku melirik kearah kamar anak kami. Anak seimut ini, harus mengalami...

Aku merasa pelukan hangat dari belakang. Suami ku memeluk ku dengan erat, berbisik kecil. "Tenang, kita akan menjaga dia bukan. Ini baru stage awal sayang. Mungkin kita tidak bisa menyembuhkan, tapi kita bisa tetap berada disampingnya bukan."

Aku mengangguk, membalas pelukan hangat nya.

Author POV

Mereka saling berpelukan, saling menguatkan. Tidak menyadari sosok dibalik pintu yang mendengar itu semua.

Bersandar, menunduk. Mengingat kembali mimpi aneh yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Flashback(POV: BOBOIBOY)

Malam setelah kejadian di taman, aku bermimpi. Mimpi yang aneh.... Sangat aneh.

Di mimpi itu, yang aku lihat hanyalah kegelapan. Sampai perlahan aku melihat 3 api yang sangat aku kenal. Api yang sebelumnya pucat, perlahan bercahaya sampai sangat terang. Menggunakan lengan ku, aku menghalau cahaya itu dari menyakiti mataku.

Aku masih menutup mata, takut. Sampai elusan hangat berada tepat di rambut ku. Aku mendongak, melihat sosok bercahaya berwarna emas menyerupai manusia. Dia tersenyum melihat ku.

"Sayang sekali tuan kita sepertinya lupa ingatan. Kau begitu kurus tuan."

Aku terdiam, menatap bingung sekaligus merasa familiar pada sosok didepan ku. Aku melirik dibelakang nya, terlihat sosok yang aku lihat sebelumnya. Pria berpakaian hitam dan beberapa corak merah gelap. Disebelahnya, sosok bercahaya berwarna biru muda.

"Hei kenapa kau sudah berada di wujud asli tuan?"

"Karena kalian yang malu menunjukkan diri bodoh."

Sosok berwarna biru itu tertawa. Mereka tanpak akrab.

"Hei-hei, bukankah tidak adil kalau hanya halilintar?"

Aku melirik kearah lain, dua sosok bercahaya berwarna hijau dan kuning terang muncul. Aku mundur kebelakang, takut. Tapi bahu ku sudah dipegang salah satu dari dua sosok lain. Berwarna biru muda dan oranye gelap.

"Yo! Apa kabar tuan"

Mereka mengelilingi ku, aku kembali mundur dengan waspada.

"A-apa..... Siapa kalian? Mau apa kalian! B-bukan nya kau orang di taman waktu itu."

Mereka saling melirik, sebelum mengalihkan perhatian pada orang yang dimaksud.

"Ah~ bagaimana kalau halilintar yang memberi tahu baby boy kita~ kan dia yang pertama bertemu tuan bukan~"

Seruan dengan nada bercanda terlihat dari sosok berwarna biru tua. Orang yang sedari tadi dipanggil halilintar mendengus kesal. Berjalan kearah ku. Memandang datar dengan netra merahnya.

"Jangan terlalu keras hali~"

Ingat sosok berwarna emas, menjauh dari mereka berdua. Bergabung dengan yang lain yang sekarang berada di belakang halilintar. Setelah ku hitung, mereka berjumlah 7 dengan halilintar yang kini berada didepan ku.

"Dengar."

Aku langsung melirik kearah halilintar yang tanpak melunak. Berjongkok menyamakan tinggi kami berdua.

"Kau... Ini bukan dunia kau."

Aku menatap bingung. Bukan dunia ku? Apa maksud nya?

"Aku tahu kau bingung. Tapi ingat baik-baik. Kau bukan berasal dari sini, kau berasal dari dunia lain. Dan kau seorang penguasa 7 elemental, yaitu kami"

Perlahan, enam sosok dibelakang nya berubah bentuk menjadi 6 pemuda dengan wajah yang sama. Wajah itu, persis seperti diriku.

"Kau...."

Aku kembali menatap halilintar.

"Kau berbeda dari mereka. Kau spesial"

Secara tiba-tiba kepalaku sakit. Ingatan itu, semua kejadian masa lalu kembali mengalir diingatan ku. Menerobos masuk tanpa aba-aba. Bayang-bayang saat misi, Tapops, ochobot, kawan-kawan ku, tok aba. Semuanya terbayang di ingatan ku. Sampai pandangan ku buram.

Aku tidak tahu apa aku tertidur atau pingsan. Bangunnya aku kembali di kamar ku. Kamar kecil minimalis, yang masih terbuat dari kayu.

Aku merasakan kepalaku terasa hangat, elusan lembut terasa nyaman. Aku sedikit mendongak,  netra emas indah menyambut ku. Tersenyum ramah.

"Sepertinya tuan masih lelah, bagaimana kalau tuan bersama yang lain. Biar saya yang membantu orang tua anda"

Aku terdiam sebentar, tapi entah mengapa aku merasa aman didekat dia. Dan.... Tidak ada sama sekali keraguan, padahal aku baru pertama kali bertemu mereka.

Aku mengangguk, sedetik kemudian semuanya gelap. Layar lebar muncul di depan ku. Visualisasi bagaikan Vr terpajang di depan. Bagaikan menonton layar bioskop, dalam sudut pandang seseorang.

Seruan kagum tanpa sadar keluar dari mulutku. Sampai suara dari samping membuat diriku kaget.

"Sayang banget kita jadi lebih pendek lagi"

Disitulah aku baru menyadari, ternyata ada 3 orang tepat dikanan dan kiri ku.

"Yeah walau dulu kita pendek. Tapi menurut Korang nanti tuan tambah tinggi tak disini"

"Oy oy Jan mangarut lah, lebih baik Korang kenalkan diri pada tuan nih."

Aku melirik kebelakang, satu orang lagi. Membawa kopi yang masih mengepul, mendekati kami.

"Ehhh haah lah" seru mereka bertiga, atau kini kita panggil saja trio kesayangan kita. Trio Trouble Maker!

TTM dengan semangat memperkenalkan diri mereka pada ku, dan menjelaskan tempat apa yang kini aku tempati.

Ruang Sudut Pandang, RSP itulah yang mereka sebut.

Layar besar ini, bagaikan kaca satu arah. Disinilah mereka bisa melihat dunia luar, lewat sudut pandang ku. Memantau, jika hal darurat barulah mereka akan langsung bertindak.

"Yah~ sayang Nye momy gem tak dibolehkan masak~"

"Momy?"

Aku bertanya saat mendengar Taufan mengeluh.

"Hum! Gempa dah macam momy Kat sini, leader kitorang! Dan masakan gempa adalah yang terbaik!" Duri dengan senang hati menjelaskan. Aku ber'ohh ria, mengangguk.

"Sepertinya tuan sudah mendingan, lebih baik tuan kembali. Tidak baik tuan disini lama-lama untuk kali ini" suara lain terdengar, halilintar mendekati kami. Duduk di sofa yang terletak di ruangan itu.

TTM mengeluh, merasa aku kurang lama. Aku hanya tertawa, dan berjanji akan kesini lagi. Mereka bersorak riang. Tiba-tiba pandangan ku kembali gelap. Sedetik kemudian aku sudah berada di dekat wastafel. Dengan sekeranjang kentang yang sudah di kupas dan dicuci bersih.

Aku melirik ibu, tersenyum lebar menunjukkan kentang sekeranjang yang sudah bersih mengkilat.

Walau bukan aku haha

"Aku bantuin apa lagi mah?"

Aku bertanya sembari menaruh keranjang. Mamah mengatakan untuk menyiapkan meja makan. Aku menurut dan langsung menyiapkan meja makan.

Setelah itu mereka pergi ke kamar, aku tidak tahu mereka mahu ngapain. Apa mereka mau membuat adik?!

"Apa oboy bakal punya adek?" Aku bertanya dengan polosnya, mereka tertawa kecil. Lalu pergi meninggalkan ku sendiri di meja makan.

Untungnya mereka tidak lama, kami melanjutkan makan bersama hari itu.

Sampai suatu malam, aku terbangun. Saat aku hendak membuka pintu, aku mendengar obrolan mereka.

Kepribadian... Ganda?

Aku mendengar ibuku terisak kecil, sepertinya dia hawatir. Aku bersandar di pintu. Terduduk, merenung. Haruskan aku memberi tahu mereka.

"Mungkin kita tidak bisa menyembuhkan nya, tapi kita bisa tetap disampingnya"

Mendengar suara ayah, rasa takut ku untuk memberi tahu mereka langsung luntur.

Aku membuka pintu, mereka terlihat kaget. Aku berjalan kearah kamar mereka yang tidak tertutup.

"Mah... Pah..."

Mereka langsung berjongkok menyesuaikan tinggi mereka dengan ku.

"Oboy~ kenapa belum tidur sayang" mamah bertanya dengan lembut. Walau aku sadar suaranya bergetar.

Aku langsung menceritakan kejadian malam itu, dan.... Dan juga mereka yang mengatakan kalau aku rainkarnasi menjadi anak mereka. Dan jiwa mereka, yang seharusnya bebas mencari inang lain. Malah memutuskan bertahan bersama Ku seperti dulu.

Mamah papah tanpak kaget, namun perlahan mereka tersenyum. Menerima itu semua.  Papah mengatakan bangga dengan masa lalu ku.

"Mereka benar angkasa, kamu anak kami paling spesial!"

Aku tersenyum. Dan kemudian hari biasanya mereka mulai mengenalkan diri pada mamah papah. Aku memperbolehkan mereka mengambil alih. Karena bertemu mereka di RSP juga menyenangkan. Bahkan mamah papah membuat list khusus membedakan mereka.

Dari nama panggilan. Mah,Bun mak, mamak, bunda, ibunda,ibu. Papah, ayah,yah,pah,Yayah.

Mereka berdua mulai terbiasa. Tahun berjalan cepat. Sampai aku remaja.

Aku pulang sekolah seperti biasa, api jiwa mulai aku kendalikan agar tetap berwarna biru muda. Sampai pertigaan, aku mengucap perpisahan pada kedua temanku. Kami sama-sama memiliki warna jiwa yang sedang, tidak terlalu pudar, maupun gelap. Disekolah kami disebut TS(di baca teh es) Trio Sedang.

"Bye bye oboy, hati hati tau!"

Aku mengangguk, jalur rumah kami memang berbeda. Aku kembali berjalan sampai aku mencium bau amis di dekat rumah ku. Terlihat banyak mobil hitam disana. Aku langsung sadar.

Mereka....

Bagaimana mereka tahu....

Aku langsung mendobrak. Aku terdiam. Melihat mamah papah ku sudah terkapar tidak berdaya dengan darah dimana-mana.

10 orang berjas hitam, dan satu orang berjas merah tanpaknya bos meraka, dan juga yang membunuh kedua orang tua ku. Pistol yang membunuh kedua orang tuaku. Ia mainkan, memutar-mutar nya di jari.

"Ah~ lihat siapa yang datang. Bocah KG(kepribadian Ganda)~ sudah jarang sekali orang seperti mu nak."

Badan ku bergetar, tanganku terkepal. Samar samar aku dapat melihat mereka bertujuh disampaingku. Merasakan hal yang sama. Marah,benci, kesal, sedih digabung.

Salah satu dari pria berjas, yang apinya berwarna ungu mundur kebelakang. Menunjuk dengan gemetar.

"B-bos"

"Huh?"

"A-api dia"

Anak mata bos mereka mengecil,  pistolnya terjatuh. Mundur kebelakang. "A-api dia. Membelah?!"

Memang benar, apiku perlahan membelah diri. Biru muda menjadi biru muda dan tua. Membelah kembali, muncul warna hijau tua. Terus berlanjut sampai 7 api menyala dengan warna lebih gelap.

Mereka melirik api jiwa masing-masing yang perlahan bergetar, mulai meredup.

"A-apa"

.....

Disebuah ruangan, terlihat layar tv dinyalakan. Muncul sebuah berita. Terlihat sang pembawa berita dengan latar belakang sebuah rumah. Rumah yang familiar.

"Kami datang kembali membawa sebuah berita menggemparkan! Dimana ditemukan Anggota MAFIA yang sedang naik panggung akhir-akhir di temukan tewas di sebuah rumah dengan dua sepasang suami istri. Anehnya api para anggota mafia meredup. Sementara ketua mereka, menghilang secara misterius. Tidak ada luka parah, namun mereka dinyatakan tewas. Kejadian ini sungguh hal baru dinegri Prisma-"

Tv dimatikan begitu saja, seseorang yang menonton Tv, masih memegang remot tv. Melirik sosok diseberang yang sedang meminum sesuatu.

"Kapan kau terus bersembunyi Boy, kau tidak bisa bersembunyi terus disini."

"Ya aku tahu, makanya aku berniat meninggalkan negri ini. Dan memulai hidup baru."

"Apa kau serius?"

"Ya.."

"Baiklah, tapi jangan lupakan aku ya"

"Huh, tentu saja..... Pang"

TAMAT!

HOHOHO 3483 KATA OY!

Maap telat hehe 🙏🏻

Continue Reading

You'll Also Like

2.6K 132 4
Boboiboy-Seorang bocah yang terlahir di keluarga yang terbentuk tanpa di inginkan, malangnya nasib bocah cilik tersebut ketika lahir dikeluarga yang...
30.1K 2.8K 35
=Ada yang salah dengan jam kuasa Boboiboy= - - - Bisa OOC, bisa tidak. Tergantung pola pikir. - Seluruh credit diberikan kepada pemilik series ialah...
49.4K 2.3K 26
"Huhh.. syukurlah kalau yaya senang. Lagi pun, apesal aku masih ada kat sini." Boboiboy Mungkin akan selalu ada perubahan dari susunan kata dan cerit...
43.2K 1.4K 11
Kalo mau Baca, Baca aj Ygy Tpi kalo ga mau juga gpp Warning▲▲▲ -yaoi -bxb -ini khusus fujo yah✦✦ -typo bertebaran di mana² -kata² kasar Maaf kalo ga...
Wattpad App - Unlock exclusive features