[GL] Kuntilanak Merah

By Bihuniie

529 56 8

Masuk ke dunia survival horor? Bahkan diiikuti cewe cantik yandere?! Aku pasrah. Tapi... MC: Mungkin ini buka... More

Bab 2: Instance Pemula (2)
Bab 3: Instance Pemula (3)
Bab 4: Instance Pemula (4)
Bab 5: Instance Pemula (5)
Bab 6: Instance Pemula (2)
Bab 7 : Instance Pemula (7)
Bab 8: Permainan Kedua (1)
Bab 9: Permainan Kedua (2)
Bab 10: Permainan Kedua (3)
Bab 11: Permainan Kedua (4)
Bab 12: Permainan Kedua (5)
Bab 13: Permainan Kedua (6)
Bab 14: Permainan Kedua (7)
Bab 15: Permainan Kedua (8)
Bab 16: Permainan Kedua (9)
Bab 17: Permainan Kedua (10)
Bab 18: Permainan Kedua (11)
Bab 19: Permainan Kedua (12)
Bab 20: Permainan Kedua (13)

Bab 1: Instance Pemula (1)

187 13 1
By Bihuniie

Novel terjemahan

Judul   : Infinitely, I Have a Lady in Red
Author : L泗X汐Y
Genre : Adult, Horror, Mature, Mystery, Shoujo Ai, Supernatural, Tragedy, Yuri
Status : 158 Chapters (Completed)

Kesimpulan : bukan milik saya. Saya hanyalah sekedar reader sampah mulia yang kalau bisa request pacar gepeng nya nyata.

***
Sinopsis

Jiang Xiaoli terbangun di tengah malam karena ingin buang air kecil, tapi saat membuka pintu kamar mandi, dia malah masuk ke dalam horror escape game!

Dan faktanya, ketika seseorang sedang sial, maka apa pun yang dilakukannya akan tetap berujung sial.

Dengan sangat hati-hati, setelah bersusah payah, Jiang Xiaoli berhasil bertahan hidup dari dunia uji coba untuk pemula. Para penyintas lainnya biasanya memperoleh pedang kayu persik, bendera penakluk hantu, atau berbagai alat penangkal gaib lainnya dan menjadi sosok yang ditakuti dalam escape game!

Tapi apa yang dia dapatkan? Hantu perempuan bergaun merah!

Seorang hantu berbaju merah yang tertarik padanya, dan kini tinggal di dalam jantungnya?!

Jiang Xiaoli: (senyum.jpg) setiap kali hantu itu marah, hatiku sakit. Serius, maksud ku sakit secara harfiah.

Namun, setelah melewati beberapa dunia misi...

Jiang Xiaoli: Aku pasrah. (peaceful.jpg)

Lalu, lebih jauh lagi...

Jiang Xiaoli: Mungkin ini bukan sekadar sakit hati fisik...

Li Hongying: ?

Si gila berbaju merah dengan kekuatan bertarung luar biasa VS Gadis manis naif yang selalu sial.

【Beberapa dunia dalam cerita mengambil inspirasi dari kejadian nyata】

【Namun adegan dalam cerita ini tidak mewakili kenyataan. Cerita ini adalah fiksi semata, yang bersumber dari kehidupan namun disesuaikan dengan kebutuhan fiksi: melalui modifikasi, penggabungan, dan unsur dramatis lainnya. Jangan kaitkan secara langsung dengan dunia nyata! Lagi pula ini novel, bukan berita. Jadi jangan mencari berita di dalam novel~】

***

Jiang Xiaoli hanyalah seorang gadis biasa yang hidup seperti *ikan asin.

(NT: lit. 鹹魚 (xiányú) secara harfiah emang artinya 'ikan asin', tapi dalam slang cina, ini adalah idiom yang berarti seseorang tanpa ambisi, pemalas, atau menyerah pada hidup)

Lulus kuliah tanpa pekerjaan tetap, dia bertahan hidup dengan menulis naskah iklan dan konten promosi untuk perusahaan kecil yang tidak dikenal. Karena bisa menerima pekerjaan menulis naskah, tentu dia juga menerima jasa penulisan tugas dan skripsi berbagai jenis. Bahkan, karena tempat tinggalnya dekat dengan kampus, dia juga sering menggantikan mahasiswa mengikuti kelas.

Adapun soal orang tuanya... Jiang Xiaoli melirik media sosial. Ayah dan ibunya saat ini masih asyik berlibur di Guangdong.

Setelah menuliskan pujian setinggi langit berdasarkan kata kunci untuk produk kliennya, Jiang Xiaoli menutup laptopnya dan langsung merebahkan diri ke tempat tidur.

-Di masa depan, Jiang Xiaoli akan menyesali satu hal ini berkali-kali:

Sebelum tidur, harus ke kamar mandi dulu! Harus!

Jiang Xiaoli terbangun karena ingin buang air kecil.

Masih setengah sadar, dia turun dari tempat tidur, bahkan tanpa membuka matanya. Sambil meraba-raba dalam gelap, dia berjalan ke arah kamar mandi. Rumahnya tidak besar, dan dia sudah terbiasa berjalan dalam gelap ratusan kali seperti ini, tak pernah ada masalah. Tapi malam ini tampaknya sedikit berbeda?

Namun, bagian mana yang berbeda, otaknya yang masih setengah sadar belum bisa menangkapnya. Sampai akhirnya saat dia mendorong pintu dan tubuhnya terasa seperti terhisap ke bawah, barulah dia sadar-kenapa pintu kamar mandinya menyala cahaya merah?!

[Selamat datang di Death Escape Game!]

[Mengundi dunia misi...]

[Ding! Selamat datang di: Taman Bermain Baju Merah~]

"Jiang Xiaoli! Berdiri di belakang!"

Sebuah bentakan nyaring membuat Jiang Xiaoli tersentak. Dia langsung berdiri dari kursinya, matanya membelalak. Di hadapannya berdiri seorang guru perempuan berwajah galak yang sedang menggulung lembaran soal dan bersiap mengetuk kepalanya.

Jiang Xiaoli membelalakkan matanya. Apa ini diatas meja? Buku matematika? Tumpukan tinggi buku latihan dan soal ujian? Dia bahkan melihat judul 'Simulasi Lima Tahun, Ujian Tiga Tahun'?! Jiang Xiaoli mulai meragukan kenyataan-mungkin dia memang belum sepenuhnya bangun. Alasannya sederhana, dia benar-benar tidak kenal guru ini!

"Jiang Xiaoli! Apa kau tuli? Cepat berdiri di belakang!"

Guru itu membanting buku dengan keras di mejanya. Jiang Xiaoli tak berani bengong lagi, dia segera bangkit dan berjalan ke barisan belakang. Apakah dia sedang dihukum berdiri? Tapi aneh, bukankah dia hanyalah seorang pengangguran yang mengurung diri di rumah? Kenapa sekarang kembali ke masa kelas tiga SMA? Dan ini bahkan bukan sekolah lamanya! Dia tidak mengenali satu pun dari teman-teman sekelas ini yang sebagian dari mereka menahan tawa, sementara sebagian lainnya tertawa terbahak-bahak.

Tidak, bukankah dia hanya pergi ke kamar mandi? Bagaimana bisa tiba-tiba mengalami reinkarnasi?! Apa mungkin dia mati karena menahan kencing? Rasanya tidak masuk akal!

Death escape game... bukankah permainan seperti itu hanya melibatkan orang-orang yang sudah mati? Lalu setelah menyelesaikan misi bisa hidup kembali? Bukankah memang begitu jalan ceritanya? Tapi dia tidak melakukan apa pun-mengapa bisa terseret ke dalam hal seperti ini? Apa benar-benar hanya karena membuka pintu kamar mandi yang bersinar merah?

Tenang, tenang dulu...

Jiang Xiaoli berdiri tegak sambil mengamati seluruh ruang kelas. Bagus. Tak ada satu pun wajah yang dia kenal. Ini bukan reinkarnasi. Death Escape Game-dari namanya saja sudah terdengar berbahaya. Kalau namanya 'escape game', maka misinya pasti bertahan hidup, bukan? Tapi di mana letak bahayanya dalam misi sekolah ini? Pembunuh berantai? Jiang Xiaoli berpikir keras, lalu menghubungkannya dengan nama dunia misi; 'Taman Bermain Baju Merah.' Sekolah dan taman bermain? Tidak nyambung. Merah... apakah artinya dia harus memakai pakaian merah? Atau pembunuhnya memakai pakaian merah?

Sebagai warga dari negara yang kuat, demokratis, beradab, dan harmonis, Jiang Xiaoli sama sekali tidak terpikir ke arah supranatural. Karena itulah dia melewatkan petunjuk yang sangat jelas dan sebenarnya ditujukan untuk para pemula-'hantu berbaju merah.'

Hitung mundur menuju ujian masuk perguruan tinggi terpampang di papan tulis belakang... bahkan poster motivasi 'Semoga lolos ke perguruan tinggi' juga ada. Lalu guru itu memanggilnya dengan nama aslinya, Jiang Xiaoli, yang berarti identitas dalam dunia ini memang miliknya. Kelas tiga SMA... Taman Bermain Baju Merah...

Karena tekanan belajar terlalu tinggi, jadi harus pergi ke taman bermain untuk bersenang-senang? Melepas stres? Tapi kenapa harus pakai baju merah ke taman bermain? Jiang Xiaoli dipenuhi tanda tanya. Dalam hati dia menghela napas, merasa dirinya sama sekali tidak cocok untuk berpikir logis. Dia bahkan tidak pernah membaca cerita misteri-bagaimana mungkin bisa menebak maksud dari escape game ini?

Karena tak juga menemukan jawabannya, pikiran Jiang Xiaoli mulai melantur. Kalau dunia ini ditentukan melalui undian dan dia masuk ke dunia misi, apakah itu berarti dia mati di dunia nyata? Dia memutar otaknya, mencoba mengingat cerita-cerita yang pernah dibaca. Sepertinya... memang ada kasus orang yang sangat sial dan terpilih secara acak, lalu harus terus-menerus mengikuti death game. Jika mati di dalamnya, maka benar-benar mati. Tapi biasanya dalam cerita seperti itu ada banyak rekan tim yang juga malang, bahkan tokoh utamanya bisa mendapatkan cinta. Tapi... di mana cinta untuknya? Dari NPC?

-Mungkin dia bukan tokoh utama.

Jiang Xiaoli tak kuasa menahan diri untuk tak menggaruk rambutnya. Di saat yang sama, sudut matanya menangkap bayangan parabola putih terbang ke arahnya. Sebuah lembaran soal menghantam, disertai teriakan guru yang dipenuhi amarah tanpa sebab. "Jiang Xiaoli! Berdiri dengan benar pun apa kau tak bisa? Mana lembar jawabanmu? Kau itu sudah kelas tiga!"

Setelah sekian lama tak berada di dunia sekolah, dibentak seperti itu membuat Jiang Xiaoli benar-benar gemetar. Dia buru-buru kembali ke mejanya, mengambil selembar soal-meskipun dia tidak tahu lembaran mana yang sedang dibahas. Tapi lembar ini ada di paling atas, dan tidak ada coretan catatan, jadi dia pasrah saja melihatnya. Sekilas dia melirik nilai di sudut atas: 104.
Bukankah itu termasuk lulus?

Dengan perasaan cukup puas, Jiang Xiaoli secara diam-diam mengintip lembar jawaban milik gadis di bangku paling belakang-126?

Baiklah.

Ini kelas macam apa? Apa dia benar-benar harus mengikuti ujian masuk perguruan tinggi lagi di sini?

(NT: info aja yak. Nilai kelulusan di cina itu 150. Jadi nilainya si Xiaoli ini miris rata-rata😂)

Bel yang akhirnya berbunyi menyelamatkan Jiang Xiaoli. Dia hampir saja lari menuju bangkunya untuk duduk dan beristirahat. Tapi guru di depan belum selesai menjelaskan soal terakhir. Guru perempuan ini memang cantik, tapi galaknya luar biasa. Hal ini membangkitkan kembali kenangan Jiang Xiaoli saat dulu menghadapi wali kelasnya. Akhirnya dia hanya bisa berdiri diam di belakang, merasakan kedua kakinya seperti bukan miliknya lagi.

Baru ketika guru itu meninggalkan kelas, dia bisa bernapas lega. Jiang Xiaoli buru-buru ingin kembali ke tempat duduknya. Kebetulan juga gadis di depannya sedang berdiri hendak keluar. Namun karena kakinya terasa mati rasa, tubuhnya malah terjatuh ke arah gadis itu dan menabraknya ke meja. Belum cukup, lututnya sendiri pun menghantam lantai dengan keras, membuatnya jadi seolah sedang memberi hormat besar-besaran.

"Maaf, maaf, kakiku kesemutan."

Jiang Xiaoli berulang kali meminta maaf, berusaha bangkit dari lantai, tapi kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Saat jatuh tadi, rasa kesemutan membuatnya bahkan tidak merasakan sakit.

"...Tidak apa-apa." Suara gadis itu terdengar lembut, poni tebal menutupi hampir seluruh matanya. Jiang Xiaoli mendongak memandangnya, dan di balik kacamata berbingkai hitam, gadis itu tampak tersenyum sedikit-itu sangat memesona.

...Tunggu, apa ini semacam alur 'itik buruk rupa'? Gadis pintar yang selalu dirundung dan dikucilkan di sekolah, tapi begitu mengangkat poni dan melepas kacamata, langsung berubah menjadi kecantikan luar biasa? Tatapan Jiang Xiaoli menjadi rumit. Jangan-jangan, dirinya adalah tokoh antagonis?

[Ini adalah Death Escape Game. Mohon pemain bersikap serius!]

Suara elektronik yang dia dengar saat membuka pintu kamar mandi tiba-tiba kembali terdengar di telinganya, membuat Jiang Xiaoli terkejut.

[Jika mati di dalam game, maka akan benar-benar mati di dunia nyata.]

Lalu bagaimana cara bermainnya? Apa yang harus aku lakukan? Kenapa tidak diberikan petunjuk atau instruksi apa pun?

Jiang Xiaoli buru-buru bertanya, tetapi suara itu tidak kembali bicara.

Dia tidak menyadari bahwa saat suara sistem itu muncul, sorot mata si gadis pintar yang lembut tadi berubah menjadi gelap, dan sudut bibirnya terangkat sedikit.

Sayang sekali! Pemain yang dikirim kali ini masih berada dalam masa perlindungan pemula, dan jumlahnya hanya satu. Memikirkan itu, dia menjilat bibirnya. Sama sekali tak cukup untuk dimakan.

Identitas! Setidaknya beri tahu aku identitasku!

Jiang Xiaoli masih mencoba menggali informasi dari suara misterius itu, tanpa menyadari bahwa dia sudah lama berlutut di lantai.

"Jiang, Jiang Xiaoli! Kenapa kau berlutut pada Li Hongying?!"

Suara itu berasal dari seorang siswa yang tidak dikenalnya, tapi ekspresi para siswa lain terlalu jelas-mereka menonton dengan tatapan penuh rasa ingin tahu dan seolah menikmati kejadian ini. Jiang Xiaoli tanpa sadar berpikir, Li Hongying... ada karakter 'hong' (merah) dalam namanya... Andai saja namanya Li Hongyi (baju merah), jadi besok dia bisa langsung mengajaknya bermain ke taman hiburan.

(NT: 😭 justru karena belakangnya ying, lu engeh lah ege. Ying itu energi jahat!)

Namun saat pikirannya kembali fokus, Jiang Xiaoli baru sadar-kenapa Li Hongying tidak membantunya bangun?!

"Umm... Saudari Li, kakiku kesemutan, sungguh tidak bisa bangkit sendiri. Bisa tolong... bantu aku sedikit?"

Kelas tiba-tiba hening.

Tidak, bahkan bisa dibilang menjadi sunyi senyap. Hal ini membuat jantung Jiang Xiaoli berdebar keras. Apa... apa dia mengatakan sesuatu yang salah? Tapi Li Hongying tetap membantunya berdiri, bahkan merangkul pinggangnya dan membantu mengangkat tubuhnya. Bukan hanya itu, Li Hongying bahkan membawanya kembali ke tempat duduknya.

Sekolah ini... benar-benar aneh.

Jiang Xiaoli teringat tangan dingin Li Hongying yang baru saja menyentuh tangannya. Dia meraba-raba ke dalam laci dan menemukan ponselnya. Sekarang bulan April, cuaca tidak seharusnya sedingin itu... Mungkin tubuh gadis itu lemah. Lagipula ujian masuk perguruan tinggi tinggal dua bulan lagi. Dan Dead Escape Game...

Dia harus segera mengetahui siapa dirinya di sini.

Jiang Xiaoli, seorang siswi pindahan di semester akhir kelas tiga SMA. Sejak datang ke kelas ini, dia sering absen. Nilai-nilainya... berada di peringkat menengah ke bawah?! Jiang Xiaoli nyaris melempar ponselnya saat membaca informasi itu. Yah, baiklah, menengah ke bawah masih lebih baik daripada berada di urutan paling buncit, bukan? Kelas ini pun bukan kelas unggulan, dan masuk ke kelas bagus pun bukanlah hal mudah. Orang tuanya sudah bercerai. Ayahnya punya anak di luar nikah, dan hanya memberikan uang tanpa memperhatikan dirinya. Ibu tidak diketahui keberadaannya... Data ini terlalu seadanya. Intinya, identitas ini tidak memiliki ikatan keluarga yang kuat. Keluarganya tidak peduli padanya dan hanya mengiriminya uang.

Tapi karena sering membolos, ayahnya tahu dan memaksanya kembali ke sekolah. Dia diancam, jika tidak sungguh-sungguh mengikuti kelas, maka tidak akan lagi diberi uang. Bahkan kunci rumah juga disita, apartemen sewanya pun dibatalkan. Akhirnya, Jiang Xiaoli terpaksa kembali ke sekolah. Ini adalah hari keduanya dan para guru... juga tidak terlalu menyukainya.

Setelah bagian pengenalan itu, ada satu angka kecil-【7】. Jiang Xiaoli menekannya, tapi tidak muncul petunjuk apa pun.

Kalau begitu, bagaimana dengan Li Hongying tadi?

Mungkin karena dia adalah siswi baru dan sering tidak masuk, jadi wajar saja bila tidak mengetahui banyak hal. Maka ketika dia mencoba bertanya kepada teman di depannya, siswa itu pun mulai menjelaskan.

Li Hongying, nilai akademisnya biasa saja, penampilannya juga tak mencolok, pendiam, berasal dari keluarga miskin, dan... seorang yang menjijikkan dan menyimpang. Hah, bentar. Menyimpang?

"Katanya, dia itu penyuka sesama jenis..."

Tunggu, NPC di dalam permainan ini kok kolot sekali? Tahun berapa ini? Jiang Xiaoli memasang wajah bingung.

(NT: 🙂 tahun berapapun tetap salah hei kawan)

"Kudengar dia juga suka mencuri. Lagipula, tidak ada yang mau bermain dengannya."

"Begitu, ya..." Jiang Xiaoli mengangguk, lalu berhenti bertanya.

Li Hongying... apakah ada hubungannya dengan Taman Hiburan Baju Merah? Jiang Xiaoli berpikir, mungkin dia harus mencari tahu apakah ada teman sekelas bernama 'Baju Merah' di kampus ini?

Siang harinya, dia mengikuti kerumunan ke kafetaria untuk makan, lalu berjalan santai menuju gerbang sekolah. Tempat ini adalah sekolah tertutup, dan siswa boleh pulang sebulan sekali. Di kelas tiga SMA, tidak apa-apa untuk tidak pulang. Dia mencoba pergi ke gerbang sekolah, tetapi sebuah penghalang transparan menghalanginya. Melihat lalu lintas di luar gerbang sekolah, Jiang Xiaoli mencoba meraba-raba cukup lama sebelum akhirnya yakin bahwa memang ada yang namanya 'dinding udara'.

Jadi bukan taman bermain? Ini di petanya hanya ada area sekolah? Atau hanya hari pertama saja yang seperti ini? Jiang Xiaoli mengeluarkan ponsel dan membuka peta, lalu mencari 'Taman Bermain Baju Merah'-hasilnya, tempat seperti itu tidak ada.

Jiang Xiaoli kembali bingung.
.
.
.

Penulis ingin menyampaikan sesuatu: Karya baru, tema baru, tantangan baru (bagi saya sendiri).

Kalau tulisannya kurang bagus, mohon dimaklumi!
.
.
.
.
.
.

Note Translate; lets go yuri pertama! 5 chapter sudah ada di WordPress. Emang iseng tes ombak 😂

Continue Reading

You'll Also Like

57.3K 6.2K 34
β€’ Original by @Miss_Belphegor Seorang gadis tidak sadarkan diri setelah jatuh dari tangga saat menjahili kakaknya dengan kecoa. Ketika dia bangun, di...
2.7K 188 17
Alexandria Academy taught them how to succeed. It never taught them how to survive each other
3K 133 37
Kiara punya segalanya-karier, nama besar, dan kehidupan yang terlihat sempurna di mata dunia. Kecuali satu hal. Dia tidak pernah bisa melupakan orang...
2.5K 243 8
WARNINGG INI LGBT!! buat yang gak suka skip aja!! Gea remaja pengangguran hobi baca novel dan malas malasan tidak menduga dirinya malah masuk dunia...
Wattpad App - Unlock exclusive features