REUNI (Enam)

By Narra140800

10.4K 729 903

~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di... More

#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
#11
#12
#13
#14
#15
#16
#17
#18
#19
#20
#21
#22
#23
#24
#26
#27
#28
#29
#30
#31
#32
#33
#34

#25

163 17 19
By Narra140800

Area perumahan Chris terkenal tenang tanpa gangguan dari para tetangga karena mayoritas semua penghuni disana pekerja kantoran yang jarang berada dirumah, orang tua Chris salah satunya. Memang ada beberapa rumah yang masih beraktivitas normal tapi tanpa menimbulkan kebisingan, yang kali ini sedikit berbeda dari hari biasanya.

"What the... Bunyi apa tu tadi?!" kaget Jet, sambil terus memandangi rumah bercat kuning di sebelah rumah Chris.

"Just ignore that, family tu baru pindah kat situ Minggu lepas." terang Chris sambil menepuk bahu Jet.

"Ok, jadi kau ada jiran sekarang." Jet berjalan menyusul Chris yang sudah berada di depan pintu rumahnya.

"Yee, tapi tak pernah saling sapa." jawab Chris sambil mempersilahkan sahabatnya masuk lebih dulu.

"Kau lah yang sapa dulu," goda Jet.

"Mengarut. Malam ni kita order makanan macam biasa, mommy larang aku masak sendiri takut rumah terbakar." terang Chris sambil menaiki anak tangga menuju kamar.

"Aku ikut cakap kau je, weh kat mana aku tidur malam ni?" Jet sedikit berlari kecil menyusul sahabatnya.

"Bilik biasa, kenapa masih tanya." kesal Chris.

"Ck ck ck, dingin betul. Aku akan tidur dengan kau malam ni. Tapi kau tidur bawa, ok! Katil biar aku yang pakai." Jet berlari masuk ke kamar Chris dan menutupnya sebelum sahabatnya itu sempat memprotes.

Chris yang masih berdiri di depan kamar hanya bisa menghela napas panjang, ia sudah biasa meladeni sikap kekanakan Jet. Chris berbalik dan menuju dapur karena ingin menunggu pesanannya sambil membuat minuman serta cemilan.

"Hmm, apa yang aku buat 3 hari ni ye? Selagi Jet masih bermalam aku tak mungkin bisa latihan." berbicara sendiri sambil terus mengaduk susu hangat yang baru dia buat.

Suara bel terdengar sebanyak 4 kali, Chris segera meletakan gelas dan berjalan menuju pintu yang rupanya sudah ada Jet berdiri menghadap sang pengantar makanan, ia juga langsung membayarnya tanpa persetujuan Chris karena mereka sudah seperti keluarga sendiri. Tapi ada yang aneh, kenapa ada banyak?

"Yo ma man! Kenapa kau pesan banyak ni?" kaget Jet ketika berbalik dan berhadapan dengan Chris.

"Hmm, kau jangan nak tipu aku. Sapa yang kau panggil, hah?" balas Chris seraya mengangkat ponselnya.

"Err, Rudy je. Heheh.." Jet berjalan canggung melewati Chris untuk duduk di ruang tamu dan menata makanan sedemikian rupa.

"Ck, ni yang aku tak suka dari engkau." Chris berlalu naik menuju kamar tanpa melirik sahabatnya.

Jet berusaha menjelaskan tapi sahabatnya tidak mau mendengar satu katapun yang keluar dari mulutnya, selama menunggu Rudy datang Jet hanya duduk sendiri di ruang keluarga tanpa di temani Chris.

"Kenapa aura rumah ni macam pekat. Kau mesti buat Chris marah." semprot Rudy seketika masuk ke dalam.

"Macam mana ni, dia tak nak dengar cakap aku." panik Jet sambil menarik pelan lengan baju Rudy.

"Mana aku tau, aku datang pun sebab kau yang ajak, kan." sahut Rudy acuh.

"Temankan aku pujuk dia, jom!" ajak Jet sambil menarik lengan Rudy.

"Cis, pergi lah sendiri!" tolak Rudy.

Dan terjadilah pertengkaran yang berlangsung sangat singkat karena seketika berhenti saat mendengar suara yang menegur mereka.

"Yo guys! Kenapa kelahi tengah pintu ni?!" pria itu juga tertawa pelan.

"Khai! Kau datang ngan sapa?" kaget Jet sambil melepaskan cengkramannya dari kerah baju Rudy.

"Yang pasti, bukan aku yang ajak." celetuk Rudy seraya duduk di sofa.

"Aku tak sendiri, tu Zass baru sampai." Khai menunjuk ke belakang.

Jet sedikit melangkah keluar untuk melihat kearah Zass yang tengah melambaikan tangannya. Setelah orang terakhir masuk barulah Jet menutup pintu dengan benar.

"Kenapa?" tanya Zass bingung karena Jet terus memandangi lantai atas.

"Dia dah buat Chris marah," Rudy mewakilkan Jet yang sepertinya tak mendengarkan suara di sekitarnya.

"Aik, kenapa dia marah. Dia yang undang kami berdua." timpal Khai seraya menunjukkan ponselnya.

"Huh? Dia yang undang korang?!" Jet yang kembali fokus bertanya untuk memastikan bahwa bukan dia yang mengajak Khai dan Zass agar terhindar dari amukan Chris.

Zass dan Khai hanya membalas dengan anggukan kepala.

"Dia juga ajak kami untuk bermalam," ucap Zass seraya duduk di sebelah Rudy yang hanya fokus makan.

"Mana die?" Khai ikut memandang ke arah tangga berharap ada seseorang.

Bener saja, tak berapa lama terlihat Chris yang menuruni anak tangga, dia tersenyum seperti biasa sambil menyapa ke 3 temannya, Jet hanya berdiri diam mematung tidak berani mengajak Chris berbicara.

"Kau kenapa?" tegur Chris dengan suara rendah menandakan dia masih kesal pada Jet dan enggan mengajaknya berbicara.

"Err, tak pe. Kau undang diorang keh?" tanya Jet, mata nya mencari objek random agar terhindar dari kontak mata dengan sahabatnya.

"Hmm, aku dah tak marah Jet. Memang sedikit kecewa dengan kau yang pesan makan banyak-banyak padahal kau tak banyak makan. Nanti mubazir. Itu lah kenapa aku panggil Khai ngan Zass." pengakuan Chris membuat senyuman Jet kembali.

"Maaf Chris, semestinya aku tau diri sebab ini rumah kau," sesal Jet.

"Eih, dahla tu. Jom makan sama-sama, habis ni kita main game sampai larut malam." Chris merangkul bahu Jet, menariknya bergabung ke sofa.

"Bagus, aku ada game terbaru yang bisa kita main kan bersama." ucap Khai, yang sedikit menggeser posisi.

"Sebetulnya aku ada ajak Sam dan yang lain, tapi diorang ada kegiatan masing-masing." Zass mengoper kotak pizza pada Rudy yang tidak sabaran.

"Diorang tak macam kita yang tak berkegiatan," komentar Rudy sedikit sarkas menurut teman-temannya.

"Biarlah tu, kan ada banyak alat berat kat dalam bilik Chris, bolehlah kita guna untuk latihan esok." saran Jet agar mereka berkegiatan positif.

"Tadi kau cakap nak main je selama cuti, kenapa tetiba nak latihan ni?" kaget Chris sambil merangkul Jet.

"Hehe, aku tak nak buat kau marah lagi, jadi esok kita berlatih bersama." jawab Jet yang terlihat sibuk dengan ponsel sampai tidak sadar kalau minumannya di habiskan oleh Rudy.

"Kau chat siapa?" Chris ikut mengintip ke ponsel Jet, tapi tidak bisa membaca dengan jelas.

"Roza, dia nak ajak aku main game. Korang main lah tanpa aku." Jet beranjak dari duduknya dan berjalan naik ke lantai atas.

"Bilik ke 3 tu kosong kalau kau nak tempat sepi." seru Chris karena Jet sudah berada di atas.

Sepeninggal Jet, Chris menyalakan televisi karena tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari arah samping dan itu cukup menganggu.

"Sampai bila orang tua kau perjalanan bisnis?" tanya Zass, mengalihkan perhatian dari jeritan.

"5 hari, kenapa? Korang nak temankan aku keh." canda Chris.

"Sebetulnya nak, tapi aku kena buat kerja bantu ayah kat rumah." jawab Khai seraya mengumpulkan pelastik.

"Aku nak latihan," Rudy ikut memberi alasan dan perlahan membantu Khai.

"Aku boleh temankan, ajak Jet sekali." Zass membersihkan sisa-sisa makanan dan air menggunakan tisu.

"Temankan aku latihan sekali. Nanti aku panggil Rizka juga." girang Chris, tangannya tak henti menggerakkan sapu hingga dirasa bersih baru lah ia kembali duduk.

Zass hanya menunjukkan kode jari yang berarti ok dan kembali fokus pada permainan game yang sudah Khai mulai, Chris yang tidak begitu paham hanya menonton bersama Rudy dan menunggu gilirannya.

Khai dengan sabar menjelaskan cara bermain agar 2 temannya bisa menikmati permainan bersama, suara canda tawa mereka selama bermain cukup nyaring. Tapi anehnya suara tangisannya serta teriakan dari tetangga Chris lebih mendominasi.

"Oy, macam tak betul jiran kau tu." komentar Rudy sambil berdiri di depan jendela yang menghadap ke rumah tetangga Chris.

"Aku tak kesah. Daddy said... Abaikan dan jangan masuk campur." sahut Chris seraya menarik gorden jendela.

Rudy menggeser posisinya saat Chris menarik ujung gorden, setelah mengintip sebentar Rudy berbalik menyusul naik teman-temannya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Chris mengarahkan Rudy dan Khai untuk tidur di kamar yang terletak di paling pojok, sedangkan Zass ikut bergabung dengan Jet yang mengisi kamar di sebelah kamar Chris dan entah dari kapan dia sudah tertidur.

"Ck, kenapa lah jiran ni tak berhenti buat bising." gumam Chris sebelum mematikan lampu kamarnya.

Chris dan keluarganya sudah pernah melaporkan tetangga mereka pada keamanan karena di pikir terjadi kekerasan rumah tangga didalamnya, tapi setelah di temui, kepala keluarga membantah dan berkata semua kebisingan itu berasal dari anak-anaknya yang di disiplinkan.

Lupakan tentang tetangga anehnya, sekarang Chris harus beristirahat dan fokus pada latihannya besok, sebelum kembali melaksanakan tugas MATA. Untuk masalah tetangga Chris tidak tertarik mengenal mereka lebih jauh karena 2 hari lalu bocah berumur 8 tahun menendang bola dan memecah kaca jendela kamarnya yang menghadap langsung ke arah pekarangan rumah tetangganya.

Kejadian itu membuat Chris enggan menyapa mereka walaupun sebenarnya anak tetangga juga bersekolah di tempat yang sama dengannya, Chris berusaha untuk tidak terlibat dan mengabaikan banyak hal yang berhubungan dengan tetangga barunya.

Continue Reading

You'll Also Like

2.9K 572 12
"Lo pikir lo bisa deket sama gue tanpa resiko?" "Gue nggak peduli resikonya." Alkenio Griffin Neasson punya reputasi. Dingin, kejam, dan tak tersentu...
8.3K 609 20
~ini lanjutan cerita ~MISI PELENGKAP sudah lama Rizka nantikan momen ini, pulang kampung dan berlibur sepuas yang dia mau, tapi. "HAH?! KUMPUL AKADEM...
Day Of The Dead By Chintia

Mystery / Thriller

38 0 7
Skay, seorang siswa yang menyimpan luka trauma mendalam, mencoba menjalani "normalitas" di SMA khusus cowok. Setiap sudut sekolah terasa asing, setia...
793K 29.5K 38
Gelap... Hari itu semua nya terjadi begitu cepat , aku tidak bisa menghindari mobil yang melaju sangat cepat . menabrak badanku yang rapuh membuat ku...
Wattpad App - Unlock exclusive features