Heewon melangkahkan kaki nya perlahan memasuki halaman sekolah yang terlihat sedikit gersang itu. Tanah yang hanya ditumbuhi sedikit rumput kucai mini, debu yang bertebaran karena tiupan angin, juga kaleng tua raksasa yang terletak di tiap sudut halaman sekolah sebagai tempat sampah. 'Tidak banyak berubah' kalimat yang terlintas dalam pikiran Heewon begitu ia menginjakkan kembali kaki nya di STM YUSEONG, sekolah menengah teknik kota Daejeon. Tempat ia menghabiskan masa-masa remaja nya. Perkelahian, tawa, marah juga tangis, sekolah itu sudah seperti saksi bisu Heewon ketika ia menumpahkan segala bentuk emosi yang baru ia dapati di masa remaja.
"Heewon ah!"
Gadis yang sejak tadi memfokuskan pikiran dan pandangannya pada gedung sekolah itu segera membalikkan tubuhnya untuk melihat sang empunya suara yang memanggil namanya.
"Oh! Jiwoo ah?!"
Pekik Hewoon riang lalu melangkahkan kaki nya cepat untuk menghampiri Jiwoo yang melambaikan tangan padanya dari ujung gerbang sekolah.
"Astaga kapan terakhir kali kita ketemu? Lo beda banget sekarang"
Jiwoo menepuk pundak sahabatnya sembari tersenyum. Heewon menaikkan alisnya bingung, berubah? Apa nya? Penampilannya atau apa? Jiwoo terkekeh geli lalu menggelengkan kepalanya
"ternyata engga ya? masih sama kaya dulu, Heewon yang polos dan oon"
mendengar kata 'oon' Heewon segera menyingkirkan tangan Jiwoo dari pundaknya
"aku ga oon Jiwoo! Lagi pula maksud kamu berubah itu apa coba? Aku berubah jadi anime gitu?"
mendengar celotehan Heewon, Jiwoo memutar bola mata nya malas lalu memutuskan untuk mengabaikan pertanyaannya kemudian menggandeng paksa lengan kiri teman nya itu untuk masuk ke dalam gedung sekolah.
"Rasa nya seperti baru kemarin ya kita lulus" Heewon berkata seraya melangkahkan kaki nya menyusuri koridor lantai dua sekolah tersebut diikuti oleh wanita berambut bondol di sisi kiri nya "lebay ah, udah dua tahun yang lalu juga"
sahut Jiwoo dengan nada ketusnya kemudian menyandarkan tubuh pada loker-loker sekolah yang sedikit berkarat
"tapi beneran ga terasa tau, rasanya kaya baru kemarin aku ikut mpls di sekolah ini, gabung study group, ikut tawuran, mengumpat pertama kali"
Jiwoo reflek mengeluarkan tawanya ketika mendengar kalimat terakhir Heewon
"karena sehyun sih lo jadi kecanduan ngomong kasar, bahkan lebih banyak dari sehyun nya sendiri"
alis Heewon mengerut
"tapi ga sebanyak kamu"
Jiwoo terkekeh menatap teman lamanya itu lamat kemudian melangkah maju mendekat
"omong-omong gimana won? Lo di seoul aman kan?"
Heewon mengangguk-anggukkan kepalanya "temen-temen di kampus semua pada baik kok, tapi ada yang ngeselin dikit sih kaya Jun"
Jiwoo tersenyum lembut kemudian melihat ke arah jam tangannya yang menunjukkan waktu tepat pada pukul 10 pagi
"Oh iya gochujang ama yang lain mana ya? Ga keliatan dari tadi, atau memang ga dateng?"
Heewon mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku rok lalu membuka aplikasi yang berlabelkan 'pesan' di bawah logo berbentuk sebuah surat, Heewon lalu mencari satu nama dikontak
"Sehyun tadi pagi chat aku, dia bilang memang bakal terlambat, kalo Gamin sama Jun kurang tau" Jiwoo menaikkan alis nya sebelah lalu menunjuk kebalik tubuh Heewon
"itu bukan mereka?"
Heewon membalikkan tubuhnya kemudian tersenyum lebar segera melambai-lambaikan kedua tangan nya
"sini guys!! sinii!!"
Jiwoo melirik sinis lalu menjitak kepala Heewon pelan
"won mereka udah liat kali, jangan teriak-teriak ah, malu"
Jun yang pertama sampai segera menepuk-nepuk kepala Jiwoo entah dengan alasan apa
"apaan anjir!?"
Masih sama seperti dua tahun yang lalu, Jiwoo dengan mudah membanting tubuh Jun hanya dengan menarik satu lengannya
"sakit woy! Ampun ampun"
Jiwoo berdecak kesal
"lagian lo ngapain gochujang? Ga ada angin ga ada hujan mukul mukul kepala gua"
Jun bangkit berdiri lalu merapikan pakaian nya
"norak banget sih lo, itu namanya pat pat ya, gua gitu karna gua yakin pasti lo belum pernah dipat pat kan? Lagi trend ini cowo ngepat-pat ceweknya"
Jiwoo menatap Jun dengan sorot mata tidak terima
"ya kan kita ga pacaran kocak, ngapain lo pat-pat gua?"
Jun menatap Jiwoo dengan ekspresi tengil nya lalu nyengir
"gua ga bilang itu cuma buat orang pacaran? Kenapa lo fokus nya kesitu dah? oh gua tau lo pengen pacaran ama gua ya?"
Jun menaik turunkan alis nya dengan niat menggoda Jiwoo, pria berambut merah itu tahu bahwa gadis yang ada dihadapkan nya ini belum berubah, terlihat jelas saat ia sibuk memarahi Heewon hanya karena gadis itu melambaikan tangannya secara berlebihan untuk menyambut teman-temannya, Jiwoo yang tidak sabar dan mudah marah
"lah!? Tadi kan lo sendiri yang bahas soal trend pat-pat buat orang pacaran kocak! Mana gua tau kalo temenan doang juga bisa pat-pat? Gajelas banget si lo!"
Jun hanya tertawa melihat reaksi yang Jiwoo berikan, ia memang sengaja menggoda Jiwoo karena menurutnya ekspresi Jiwoo saat sedang marah itu cukup menggemaskan
"Sehyun dimana?"
Pria berkacamata yang sejak tadi hanya tersenyum memperhatikan interaksi teman-temannya akhirnya angkat bicara setelah menyadari ada yang kurang
"Sehyun memang bakal datang terlambat Gamin, tadi pagi dia chat aku"
Gamin mengangguk kan kepalanya pertanda paham dengan perkataan Heewon, belum sempat Gamin membalas ucapan Heewon, Jun lebih dulu memotong dengan pertanyaan
"lah Sehyun napa cuma ngabarin lo won? kita-kita ga dikasih tau?"
Jiwoo mengangguk setuju
"atau at least infoin digroup chat aja biar semuanya pada tau"
Jun melirik Gamin dan Jiwoo
"nah jangan jangan ada batu dibalik udang nih, gua curiga lo ama Sehyun ada sesuatu yak"
"udang dibalik batu Jun"
Celetuk Gamin membenarkan ucapan temannya
"sama aja master"
balas Jun masih dengan pandangan curiga nya pada Heewon, melihat tatapan penuh curiga Jun, Heewon membulatkan matanya panik
"huh? Engga kok! Serius kita ga ada apa-apa Jun, kebetulan aja tadi pagi aku chat pribadi Sehyun buat mastiin dia bisa datang atau engga ke acara expo kampus ini, aku juga chat kamu sama gamin tapi ngga dibalas"
Gamin segera mengambil ponsel nya dari saku celana untuk melihat pesan Heewon yang tak terbaca
"iya Jun Heewon chat kita tadi pagi"
Jiwoo memutar bola matanya malas lalu melangkah mendeketi Jun untuk menjitak kepalanya yang kemudian mendapat respon lebay
"udah lah Heewon kita ke aula aja, bentar lagi demo kampus nya mulai, tinggalin aja orang stress ini, lo juga Gamin"
Tanpa aba-aba Jiwoo langsung menggandeng lengan Heewon kemudian menyeret gadis itu menuju aula sekolah yang diikuti oleh Gamin dibelakang.
"Woi! Tega banget anjing! Fake friends kalian semua!"
Teriak Jun dramatis yang mengundang cukup perhatian dari siswa sekolah hingga membuat Jiwoo dan Heewon menundukkan kepalanya karena malu
"lain kali gausah diajak aja anjing si gochujang" Heewon yang mendengar rutukan Jiwoo hanya tertawa kecil.