****
"Dulu, aku bertanya-tanya bagaimana rasanya bisa berinteraksi dengan banyak orang. Bagaimana rasanya bisa tersenyum lepas tanpa takut akan ada yang tahu keberadaanmu di saat kamu selalu diminta untuk terus bersembunyi? Bagaimana rasanya terlepas dari sangkar emas yang selalu mengurungmu nyaris seumur hidup?"
"Mungkin ... menyangkan?"
"Kamu bisa tertawa, tersenyum, berlari diantara rumput-rumput yang akan menyambutmu diantara hembusan angin. Atau ... kamu akan dianggap ada. Tanpa menjadi bayangan siapa pun? Dan itu ... bukankah sangat menyangkan?"
"Ya, menyenangkan, bukan?"
"Dan aku ... Si pendiam dan bayangan itu. Selalu bermimpi jika suatu hari nanti Tuhan akan bebaik hati, mengijinkanku untuk merasakan perasaan itu."