Perjodohan Tak Terduga

By LidiyaM7

7.8K 121 14

Alena, seorang mahasiswi, terkejut ketika orang tuanya mengumumkan bahwa dia akan dijodohkan dengan Revan, do... More

Visual + AU Instagram & Tiktok
1. Alena Nangis karena Revan
2. Pertemuan keluarga
3. Alena Menghindar dari Revan
4. Salah kirim foto
5. Batal Bertemu
6. Minta Maaf
7. Bunga dari Revan
8. Hal Bahagia Alena, Makanan favoritnya
9. Cari Makan bersama
10. Alena khawatir Revan sakit
11. Saling Mendukung
12. Jalan bersama
14. Menenangkan Alena
15. Alena sakit ,Revan Khawatir
16. Makanan dari Alena untuk Revan
17. Hadiah dari Revan
18. Taman Bunga
19. Saling Rindu
20. Hadiah dari Alena
21. Masa Lalu Alena dan Harapan bersama
22. Ajak makan malam bersama keluarga Alena
23. Batal janji
24. Salah Paham
25. Permintaan papah
26. Pernikahan
27. Persyaratan dari Alena
28. Permintaan maaf & Kejutan dari Revan
29. Alena kabur.
30. Uno date Pasutri
31. Pantai
32. Saling Kasih Hadiah
33. ditinggal keluar kota
34. Bahas Masa Depan
35. Ke undangan
36. Ultah Revan & Taman bunga
37. Coba tespek
38. Hibur & Hadiah untuk Alena
39. kebun binatang

13. Dinner with keluarga Revan

97 3 0
By LidiyaM7

Happy Reading
🤍🤍🤍💙💙💙💙💓💓💓💓

Terima kasih sudah mampir

Alena bersiap-siap untuk pergi ke rumah Revan yang mengajak dirinya untuk makan malam bersama, walaupun Alena merasa deg-degan tapi dia harus berusaha baik-baik saja nanti di depan Revan dan keluarganya.

Alena duduk di luar rumahnya menunggu Revan datang yang akan menjemputnya dan tidak lama kemudian Alena tersenyum saat melihat mobil Revan yang sudah ada di depannya dan Revan langsung turun dan menghampirinya

“Sore pak Revan,” sapa Alena dengan senang.

Revan tersenyum dan mengangguk,” sore sayang,” balasnya membuat Alena tersenyum dan tersipu.

Revan membukakan pintu mobil untuk Alena membuat Alena terharu padahal Alena bisa sendiri namun Revan melakukannya dengan baik.

“Terima kasih ya pak Revan,” kata Alena pada Revan dan dianggukinnya.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Revan, Alena yang sudah ada di depan rumah Revan dia merasa gugup dan Revan langsung mendekatkan dirinya kepada Alena.

Revan menggenggam tangannya Alena,” Alena, jangan gugup ya ada aku disini yang temani kamu,” katanya menenangkannya dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang.

Alena tersenyum dan mengangguk,” iya pak Revan, terima kasih ya, udah tenang saya,” katanya merasa lebih tenang.

Revan tersenyum dan memandang Alena dengan penuh kasih sayang,” Tidak perlu terima kasih, Alena. Aku senang bisa membantu kamu merasa lebih tenang.” ujarnya.

Alena dibawa masuk oleh Revan ke rumahnya dan disambut dengan baik oleh ibunya Revan dan ayahnya

Ibunya Revan tersenyum,” selamat datang Alena,” ujarnya dan memeluk Alena dan Alena tersenyum dan langsung memeluknya juga.

Ayahnya Revan juga menyambut Alena dengan hangat menjabat tangannya dan tersenyum.” Selamat datang , Alena. Kami senang sekali kamu bisa bergabung dengan kami,” ujarnya

Alena tersenyum,” Malam om, Tante aku senang bisa ketemu kalian lagi,” katanya dengan senang.

Ibu Revan tersenyum lebar dan memeluk Alena. “Malam, sayang! Kami juga senang sekali bisa bertemu kamu lagi. Kamu semakin cantik saja!”

Ayah Revan juga tersenyum dan menjabat tangan Alena. “Malam, Alena! Kami senang sekali kamu bisa datang ke rumah kami. Revan sudah banyak menceritakan tentang kamu.”

Alena terkejut saat mendengar ucapan dari ayahnya Revan namun dia merasa senang bisa ada di sini bersama keluarga Revan yang menyambutnya dengan hangat dan dia memandang Revan juga yang sedang menatapnya dengan bangga.

“Ayok kita masuk mari makan,” ajak ayahnya Revan pada semuanya dan diikuti oleh semuanya untuk keruang makan.

Alena duduk di samping ibunya Revan dan berhadapan dengan Revan yang ada di depannya dia tersenyum memandang Revan dan Revan juga dia menggenggam tangannya Alena dengan lembut.

“Alena semoga kamu suka sama masakan Tante,” kata ibunya Revan pada Alena

Alena tersenyum dan mengangguk,” Terima kasih Tante aku suka, masakannya Tante sama kaya masakan mama ,” katanya dengan senang.

“Aku senang sekali kamu suka masakan aku, oh iya orang tua kamu lagi diluar kota ya?”tanya ibunya Revan pada Alena dan dianggukinnya.

“Iya tapi mungkin Minggu depan mereka pulang,” kata Alena

“Kamu kalau butuh sesuatu bisa hubungi Tante, atau Revan kami siap bantu sayang, kamu enggak sendirian,” kata ibunya Revan pada Alena.

Alena merasa terharu saat ibunya Revan mengatakan itu ,” Terima kasih Tante, makasih banyak Tante sama pak Revan atas perhatian dan kebaikan kalian,” katanya.

Revan juga tersenyum dan memandang Alena dengan bangga. “Ibu benar, Alena. Kamu tidak sendirian. Kami akan selalu ada untuk membantu dan mendukung kamu.”

Alena merasa hatinya dipenuhi dengan rasa bahagia dan terima kasih. Dia merasa bahwa dia telah menemukan keluarga kedua di rumah Revan.

“Alena kamu semester berapa?” tanya ayahnya Revan pada Alena

“Aku semester 5 mau ke 6 om,” kata Alena pada ayahnya Revan.

“Oh, Revan galak ya kalau jadi dosen makanya kamu waktu itu takut sama Revan?” ledek ayahnya Revan pada Alena membuat Revan terkejut dan Alena merasa malu saat ayahnya Revan mengatakan itu.

Alena tersenyum dan mengangguk “Iya waktu itu pak Revan galak tapi aku tahu pak Revan begitu karena dia pengen aku bisa fokus sama mata kuliah yang pak Revan ajarin apalagi mata kuliah pak Revan nanti penting buat aku skripsi,” ujar Alena pada ayahnya Revan dan Revan merasa terharu saat Alena mengatakan itu pada ayahnya.

Ayahnya Revan tersenyum dan mengangguk.”kamu memang pintar dan rajin Alena, Revan memang dosen yang tegas tapi itu karena dia ingin kamu dan mahasiswa yang lain bisa menjadi yang terbaik. Iyakan Revan?”

Revan mengangguk,” iya ayah, “ jawabnya.

Revan merasa terharu karena Alena dan menghargai cara mengajarnya meskipun dulu dia sempat keras kepada Alena namun Alena memahami dan menghargai dirinya sebagai dosennya.

Ibu Revan juga tersenyum dan memandang Alena dengan bangga. “ Kamu memang anak yang baik, Alena. Kami senang sekali kamu menjadi bagian dari keluarga kami.”

Alena tersenyum saat orangtuanya Revan mengatakan itu dia langsung mengingat tujuan awal untuk meminta maaf atas kejadian waktu di restoran.

“Om, Tante, pak Revan aku minta maaf waktu awal kita ketemuan di restoran maafin sikap aku yang kurang baik sama kalian dan maaf buat kalian dan mama sama papah aku malu gara-gara kalian,” lirih Alena mengingat kejadian waktu di Restoran yang mengatakan Revan jahat didepan orangtuanya dan kedua orangtuanya Revan juga

Ayah Revan tersenyum dan mengangguk. “Tidak perlu meminta maaf, Alena. Kami sudah lupa tentang hal itu. Yang penting adalah kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami dan kami sangat menyayangimu.”

Ibu Revan juga tersenyum dan memeluk Alena. “Kami tidak pernah menyangka kamu akan meminta maaf, Alena. Kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami dan kami tidak akan pernah menyerahkannya.”

Revan sendiri tersenyum dan memandang Alena dengan mata yang penuh kasih sayang. “Aku juga tidak pernah menyangka kamu akan meminta maaf, Alena. Tapi aku sangat menghargai kejujuran dan keberanianmu untuk mengakui kesalahanmu.”

Alena merasa hatinya dipenuhi dengan rasa bahagia dan penuh terima kasih. Dia merasa bahwa telah menemukan keluarga yang sangat menyayanginya dan memaafkannya dengan tulus.

“Terima kasih semuanya,” kata Alena dengan senang.

Setelah itu Alena berpamitan pada orangtuanya Revan untuk segera pulang dan Revan langsung mengantarnya pulang

Setelah berpamitan, Alena dan Revan berjalan menuju mobil. Revan membukakan pintu mobil untuk Alena dan membantunya masuk.

“Terima kasih, Pak Revan,” kata Alena dengan senyum.

Revan tersenyum dan memandang Alena dengan mata yang penuh kasih sayang. “Tidak perlu berterima kasih, Alena. Aku senang bisa mengantarmu pulang.”

Mereka kemudian berangkat dan berjalan dengan santai. Alena merasa sangat bahagia karena telah menghabiskan waktu yang indah bersama Revan dan keluarganya.

Setelah beberapa saat, mereka tiba di rumah Alena. Revan membukakan pintu mobil untuk Alena dan membantunya turun.

“Terima kasih, Pak Revan,” kata Alena lagi.

Revan tersenyum dan memandang Alena dengan mata yang penuh kasih sayang. “Tidak perlu berterima kasih, Alena. Aku senang bisa membantumu. Selamat tidur, Alena.”

Alena tersenyum dan membalas, “Selamat tidur, Pak Revan.”

Revan tersenyum dan membuka kaca dari mobilnya,” Selamat istirahat calon istri,” ledeknya pada Alena sebelum pergi dari rumah Alena dan alena hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


**

Revan tersenyum setelah mengantarkan Alena setelah makan malam bersama keluarganya dan Revan sangat senang karena Alena merasa nyaman berada di keluarganya.

Revan sudah meminta pada orangtuanya tadi untuk tidak membahas perjodohan dengannya agar membuat Alena merasa nyaman dan orangtuanya juga setuju dan mereka senang karena Alena mau di ajak makan malam bersamanya.

Alena :

Pak Revan Makasih ya udah ajak saya makan malam sama keluarga pak Revan.

Revan tersenyum saat membaca pesan dari Alena dan dia segera membalasnya dengan senang.

"Sama-sama Alena, saya senang kamu juga mau makan malam bersama keluarga saya," balas Revan mengetik itu pada Alena

Alena :

Iya, pak Revan aku juga senang bisa gabung sama keluarga Pak Revan.

Makasih juga udah terima saya dengan baik.

Pak Revan makasih banyak juga ya buat enggak bahas perjodohan kita.

Revan tersenyum saat membaca pesan dari Alena yang dia mengatakan senang bisa bergabung dengan keluarganya, dan membuat Alena nyaman.

"Iya, Alena mereka pasti senang sama kamu apalagi kamu calon istri saya," balas Revan meledeknya.

Revan menunggu jawaban Alena biasanya Alena akan marah dan kesal namun Revan melihat jam sudah larut malam, mungkin Alena sudah istirahat.


Revan segera menaruh ponselnya juga dan menyimpannya untuk istirahat namun baru beberapa menit dia melihat ponselnya berbunyi ada panggilan dari Alena yang tidak dia angkat dan Alena mengirimkan pesan suara yang menangis membuat Revan terkejut dan merasa khawatir ada apa dengan Alena.

.

.

.

TBC

Jangan lupa vote and comentnya 💙🤍🤍💓💗🤗🤗🤗

Jangan lupa baca AU Instagramnya sama AU tiktoknya duluan 🤍💙💓

Continue Reading

You'll Also Like

1.6M 121K 63
Wajahnya memang kalem bin dingin dan terkadang terkesan ketus. Tapi sesungguhnya Alana tidak bisa di anggap sebagai orang yang pendiam jika kalian ti...
155K 5.9K 45
Ini kisah tentang Revan, seorang siswa SMA Harapan Raya. Dia cassanova terpopuler dari yang paling populer. Namun sayangnya dia juga ter-jomblo dari...
2.9M 143K 44
Tentang perjodohan dan juga luka. ~~~ Menikah dengan kakak kelas yang selama ini di cintainya sama sekali tidak membuat Rea bahagia. Rea pikir perjod...
Wattpad App - Unlock exclusive features