CHAOS || Ticket Hero X Oc Mal...

Por fiafinyy_

541 31 10

Seseorang yang awalnya memiliki kehidupan biasa mulai dari sekolah, kegiatan organisasi, lalu universitas, ju... Más

Perkenalan
chapter 01
chapter 02
chapter 03
chapter 04
Author's note
chapter 05
chapter 06
chapter 07
chapter 08
chapter 09

Prolog

194 12 2
Por fiafinyy_

~Happy Reading~
🔥🔥🔥
.
.
.
.
.

10 tahun yang lalu...

Tahun 2XXX...

Ada beberapa organisasi jahat yang tersebar di seluruh dunia... Salah satu dari mereka disebut "Para Ular".

Mereka adalah organisasi yang tidak akan mengenal kata mundur untuk semua tujuan mereka bahkan tak ragu mengorbankan nyawa seseorang.

Kejadian dimulai saat Para Ular menemukan seorang anak  kecil yang memiliki kekuatan untuk melihat sesuatu yang tak bisa dilihat manusia biasa. Nona muda keluarga Han, nona muda Han Chae-yeon menjadi sasaran saat itu juga karena kemampuannya yang merupakan berkah atau kutukan secara bersamaan.

Kepala keluarga Han tak ragu mengeluarkan sejumlah uang untuk menyewa ratusan penjaga untuk melindungi: "Grup Xian" dan untuk melindungi satu-satunya permata berharga dalam hidupnya, Han Chae-yeon

Namun saat itu seluruh anggota grup Xian kecolongan, termasuk ketua mereka— Lee Won-yong yang saat itu menjabat menemukan Para Ular memiliki kekuatan di luar pemikiran manusia. Mereka jauh lebih kuat daripada laporan beberapa tahun lalu.

Entah, apakah bisa disebut keberuntungan, mereka bertemu seseorang yang memberitahu apa yang membuat Para Ular menjadi lebih kuat.

Core

Satu kata, namun membuat suasana menjadi hening.

Pembukaan core sempurna, level 1.

Kekuatan sekaligus senjata mematikan untuk Para Xian saat itu. Berkat bantuan pria itu, Grup Xian berhasil menyelamatkan nona muda Han Chae-yeon dengan selamat di atas kapal pesiar sebelum upacara pengorbanan demi kekuatan roh terkuat berjalan, terbukanya gerbang alam kematian.

Sayangnya, setelah kejadian itu pria itu gugur di dalam pertempuran setelah berhasil menyelamatkan banyak nyawa walaupun harus menukar nyawanya pada seorang malaikat maut.

Akan tetapi.... Jauh di lubuk hati pria itu— dia gagal melindungi satu hal yang berharga baginya...

keluarganya.

Dia gagal  melindungi mereka.

Dia gagal menjadi sosok suami dan ayah yang baik, untuk keluarganya.

Pada akhirnya dia akan meninggalkan mereka berdua, istri dan anaknya...

Karena dia memiliki satu tujuan:

"Apapun yang terjadi... Aku tidak mau menempatkan orang-orang yang berharga bagiku di dunia yang akan melahirkan banyak korban seperti ini."

114 anggota Para Ular berhasil ditangkap bersamaan dengan keluarga Kiba yang ikut serta termasuk 4 bersaudara Kiba.

Pria itu berkontribusi besar...

... meninggalkan sejarah panjang yang akan dikenang...

Pria itu— Lee Shin menjadi legenda abadi.

Namun, dia tetap memiliki penyesalan.

Lee Shin gugur...

... Usianya telah digantikan dengan sebuah tiket transaksi roh untuk menghentikan Para Ular di masa depan..

Dia meninggal dengan hormat, tapi nyatanya tidak begitu...

Jiwa Lee Shin... Memiliki keinginan yang lain..

Ingin tetap hidup.... Bersama keluarganya...

Dia ingin... Kesempatan kedua..

🔥🔥🔥

POV ???

Dingin...

... Gelap....

Aku tidak menyukainya...

Aku merindukan mereka... Aku ingin memeluk mereka lagi...

Tapi sekarang... Aku hanyalah pria yang gagal dalam keluarga...

Tolong... Kalian berdua pergi dari sini dengan selamat...

Ada lorong darurat... Pergilah ke arah sana...

Kyungho... *****.....

Kalian harus selamat...

Suara ledakan... Aku mendengarnya...

Misi berhasil... Aku harap kalian baik-baik saja...

Jika aku memiliki umur lebih panjang... Tapi itu tidak mungkin...

Darah mengalir dari luka-luka di tubuhku, membasahi tanah yang penuh abu dan pecahan reruntuhan.

Tanganku gemetar, namun aku tetap menggenggam senjata ini, senjata yang telah menemaniku dalam kegelapan dunia yang tak mengenal belas kasih.

Aku bertarung bukan untuk diriku sendiri... tapi untuk mereka.

Untuk dunia yang seharusnya lebih baik. Untuk orang-orang yang pantas melihat mentari terbit esok hari. Untuk keluargaku...

Namun, aku gagal.

Kyungho... *****... Maafkan aku...

Aku ingin melihat kalian tumbuh, ingin tetap berada di sisi kalian, ingin memastikan dunia ini tak lagi mengancam kebahagiaan kalian.

Tapi aku tak bisa...

Dingin merayap lebih cepat dari sebelumnya. Suara tembakan dan ledakan mulai terdengar samar. Nafasku berat. Pandanganku buram.

Jika aku bisa memilih...

Aku ingin pulang...

Aku ingin mendengar suara kalian sekali lagi...

Aku ingin merasakan hangatnya rumah kita sekali lagi, aroma masakan *****  yang selalu membuatku tenang...

Aku ingin mendengar tawa kalian saat kita bercanda di sore hari, melihat sinar matahari yang menyinari wajah kalian tanpa rasa takut...

Namun kini, yang tersisa hanyalah keheningan yang menyelimuti ragaku.

Maafkan aku karena tak bisa menepati janji untuk selalu melindungi kalian...

Setidaknya kalian harus selamat..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Satu lagi jiwa yang malang... Keinginanmu di dunia belum terkabul, bukan begitu?"

Siapa?

Bayangan samar-samar muncul di antara gelombang yang menghantam kapal yang hampir tenggelam. Rambutnya berkilauan kebiruan di bawah cahaya yang redup, matanya bersinar bagai matahari yang membara—tajam, menusuk, seakan menembus ke dalam jiwaku.

Siapa dia?

Mulutku terasa kaku, tubuhku juga berat untuk bergerak, darahku masih mengalir tanpa henti. Aku hampir tidak bisa merasakan dinginnya air yang merayap di kulitku. Napasku pendek, lemah. Namun sosok itu tetap melangkah mendekat, tenang, seakan kehancuran di sekeliling kami bukanlah sesuatu yang berarti baginya.

"Kau pasti bingung, kenapa aku bisa ada di sini, bukan?" suaranya tenang, namun ada sesuatu di dalamnya—ambisi? Keyakinan yang tak tergoyahkan?

Langkahnya terhenti di hadapanku. Sorot matanya tak terbaca, seolah menimbang sesuatu.

"Penggunaan tiket pertama, Lee Shin."

Darahku berdesir.

Dia tahu?

Bukan, ini bukan kebetulan. Dia tahu lebih dari yang seharusnya. Apakah dia bagian dari mereka? Rekan Shiira? Tapi… tidak. Ada sesuatu yang berbeda dari caranya berbicara, dari caranya menatapku.

"Aku yakin kau memiliki banyak pertanyaan." Bibirnya melengkung samar.

"Tapi untuk saat ini, hanya ada satu hal yang perlu kau jawab."

Aku merasakan tatapannya semakin menekan, seolah dia bisa membaca isi kepalaku.

"Apakah kau ingin hidup kembali? Memiliki kesempatan kedua untuk mengubahnya?"

Hidup kembali?

Kesempatan kedua?

Sungguh lelucon yang kejam. Bagi seseorang yang umurnya sudah ditukar dengan malaikat maut... Itu seharusnya... Hal yang tidak—

"Hal yang mungkin untuk dilakukan."

Suaranya memotong pikiranku seakan dia sudah mengetahui apa yang ada di dalamnya.

Aku menatapnya, terengah. "Apa... yang kau maksud?"

"Jika kau ingin hidup kembali, aku akan membantumu."

Nada suaranya tetap tenang, seakan menawarkan sesuatu yang sesederhana kesepakatan bisnis. "Segalanya bisa diperbaiki dari awal. Usia, tujuan, hidupmu."

Aku ingin tertawa, tapi tidak ada tenaga yang tersisa untuk itu. "Dan... harga yang harus dibayar?"

Senyumnya semakin dalam. "Tidak ada yang gratis di dunia ini."

Aku terdiam.

"Namun ada satu yang perlu kau ingat..." dia berlutut, membuat wajahnya sejajar denganku.

"Ini bukan sesuatu yang bisa kau batalkan. Jika kau benar-benar menginginkan kesempatan kedua, kau harus siap dengan jalan yang menantimu ke depan. Lebih berduri, lebih berliku."

Aku menahan napas saat dia mengulurkan tangannya, jemarinya melayang di udara di depanku, seolah menunggu keputusanku.

"Menjadi sesuatu yang baru… Identitas baru, tujuan baru, dan rumah baru. Namun dengan satu kepastian yang nyata: kau tidak akan pernah bisa hidup kembali menjadi manusia biasa. Hidupmu, mulai dari titik ini, sudah ditentukan."

Tatapan mata kuning seperti matahari itu tidak goyah sedikit pun. Aku bisa merasakan gravitasi yang tak kasat mata seolah menarikku ke dalamnya.

Pilihan ada di tanganku.

Tapi… apakah aku siap membayarnya?

🔥🔥🔥

Tahun 2XXX, dunia Minerva

Ruang Ritual, Markas Minerva..

Suara mantra mengalun dalam irama yang asing, menggema di dalam ruangan yang dikelilingi oleh simbol-simbol kuno yang berpendar cahaya keemasan.

Ziiing...

Cahaya biru pucat dari sihir penyembuhan berputar di atas tubuh Shin yang terbaring tak bergerak di atas altar batu. Kulitnya pucat, napasnya hampir tak terdengar, seolah hanya benang tipis yang menghubungkannya dengan kehidupan.

Di sisi altar, dua tabung kristal berdiri tegak, masing-masing berisi cairan berpendar—satu keemasan dengan jejak cahaya yang menari di dalamnya, satu lagi merah pekat dengan percikan energi seperti petir kecil yang melintas di permukaannya.

Darah Elf Cahaya dan darah Naga Tertua.

Dua elemen yang tak seharusnya bersatu, tetapi kini dicampurkan demi satu tujuan: mengembalikan Shin dari ambang kematian.

"Kita mulai." Suara dalam dan tegas itu milik seorang penyihir Minerva, seorang anggota Arcane Nexus yang bertanggung jawab atas ritual ini.

Dia mengangkat tangannya, dan dua aliran darah mulai bergerak dari tabung kristal, melayang di udara

Wuusshh... Zraaak!

Berpadu dalam pusaran sihir sebelum meresap perlahan ke dalam tubuh Shin. Seketika, tubuhnya bergetar hebat.

Graak! Kreekk...

Seolah menolak kekuatan luar biasa yang berusaha menyatu dengannya.

"Dia memberontak... Tubuhnya menolak penggabungan!" seru salah satu penyihir dengan nada cemas 😨.

"Gunakan air mata kehidupan!" SunWoo memerintahkan cepat dari sisi ruangan, ekspresinya tegang saat melihat Shin yang kini menggigit rahangnya, tubuhnya kejang, jari-jarinya mencengkeram kuat altar tempatnya terbaring.

Seorang anggota Serpent Remedy bergegas membawa botol kristal berisi cairan bening berpendar kebiruan.

Dengan hati-hati, mereka menuangkannya ke bibir Shin. Saat tetesan pertama memasuki tenggorokannya, napas Shin tiba-tiba tertahan.

Hffkk! Ghh...!

Matanya terbuka sedikit, pupilnya membesar seakan menyerap cahaya. Cahaya biru dari air mata kehidupan merambat melalui pembuluh darahnya, menenangkan guncangan yang melanda tubuhnya.

"Segel Waktu, sekarang!" Ryuichi yang sejak awal mengamati dari balik jendela besar akhirnya berbicara. Suaranya dingin, tetapi ada ketegangan tersembunyi di dalamnya.

Empat penyihir segera mengitari altar, tangan mereka terangkat, membentuk simbol di udara

Swiiish! Szzzt...!

Di bawah tubuh Shin, lingkaran sihir berpendar muncul, meluas dan menciptakan pola kompleks yang dipenuhi aksara kuno. Segel itu mulai aktif, menstabilkan energi yang telah masuk ke tubuhnya, mengunci keseimbangan antara kekuatan Elf dan Naga yang hampir saling menghancurkan.

Waktu pun berhenti. ⏳

Hanya untuk sesaat. Ruangan terasa membeku, udara menggantung dalam ketenangan yang mencekam. Cahaya dari segel melingkupi tubuh Shin, menghapus sisa-sisa kematian yang hampir menelannya. Detik berikutnya, cahaya itu meredup, menyisakan keheningan panjang.

Shin tidak lagi pucat.

Pernapasannya stabil.

"Hff... Haa..."

Napas yang dalam dan nyata.

Tubuhnya tidak lagi hancur, tidak lagi menanggung luka fatal yang hampir membawanya ke alam baka. Dia kembali.

SunWoo melepaskan napas panjang yang baru disadarinya tertahan.  "Haaah..."

Ryuichi tetap diam, tatapannya tertuju pada tubuh Shin yang perlahan mulai bergerak.

"Berhasil," salah satu penyihir berbisik, suaranya nyaris tak terdengar di antara keheningan yang mengikutinya.

Tetapi di balik keberhasilan itu, di balik tubuh yang kini pulih dan jiwa yang kembali... apakah benar tidak ada harga yang harus dibayar?

🔥🔥🔥

"Aku... Masih hidup?"

"Dimana ini?..."

"Dimensi dunia Minerva, tempat para organisasi para pengusir makhluk jahat, Exorcist Minerva berada. Kau koma selama 3 minggu, dan kau tetap bertahan selama itu, cukup mengesankan..."

"Kau?..."

"Aku sudah bilang bukan? Aku akan memberikan kesempatan kedua padamu untuk mengubah semuanya dari titik awal, tapi sebelum itu kau harus beradaptasi terlebih dahulu sebelum kau kembali ke dunia asalmu."

"...???.."

"Usia aslimu seharusnya membuatmu terbaring di tanah, setelah kau menjalin kontrak dengan malaikat maut, menukar semua umurmu untuk sebuah kekuatan yang bisa menghentikan kejahatan. Tapi pada akhirnya kau gugur sebelum harapanmu terkabul, tragis kan?"

"Di tempat ini, para Minerva akan melatihmu dari awal. Kekuatan, mental  dan pengetahuan yang kau miliki. Semuanya akan dilatih kembali. Kesempatan kedua ini bukan hanya membuatmu kembali hidup, tapi juga memberikan ujian dan labirin yang jauh lebih sulit daripada sebelumnya. Apakah kau siap?"

"Apakah jika aku berhasil membuktikan diriku.... aku akan kembali ke dunia asalmu?"

"Tentu. Semuanya akan dinilai dari kemajuanmu, karena sekarang kau adalah bagian dari Minerva."

"Aku? Bagian Minerva?"

"Tentu. Sekarang kau bagian dari kami, para Minerva. Kau telah mencoba mengalahkan organisasi yang berlawanan dengan tujuan universe, kau sama seperti kami.

"Aku..."

"Selamat datang di Minerva, Lee Shin."









"Bagaimana aku harus memanggilmu?"

"Semua orang menyebutku, Ryuichi, Park Ryuichi De'Minerva. Ketua pimpinan Minerva, tangan kanan Master Ageha."

"Master Ageha?"

"Orang yang datang ke duniamu, menyelamatkan dirimu di detik-detik terakhir, orang yang memberikan kesempatan kedua untukmu—"

"Master Ageha...












"Seiran De'Minerva..."

"Panutan kami semua..."































"Ohh~ jadi kau Shi-chan yang dibicarakan kakek Ryu, ya? Kau terlihat menjanjikan sama seperti Lum-chan~"

"Shi-chan?"

"Dari namamu, Lee Shin! Karena nama Shin cukup pasaran jadi aku singkat menjadi Shi-chan! Nama yang keren bukan?"

"Aku tidak yakin harus bereaksi seperti apa. Kata 'chan' itu agak—"

"Tenang saja! Kau tetap keren meskipun dengan nama panggilan dariku! Kau bisa memanggilku Luca, Park Choi Luca De'Minerva! Mulai sekarang aku akan menjadi mentormu, Shi-chan!!"

"(⁠●⁠_⁠_⁠●⁠).... Aku tidak yakin dengan ini.."




"Lari atau dimakan! Pilihan ada di tangan kalian!"

"Aku tak ingat Aegis mengajarkan cara bertahan hidup dari harimau sihir?! Luca, ini bukan strategi, ini pembantaian sadis!"

"Di duniaku, latihan ekstrim itu normal, tapi INI?! Harimau dengan taring petir bukan hal YANG normal!"

"Hei, jangan terlalu banyak bicara! Napas kalian lebih baik dipakai untuk lari, bukan mengeluh!"

"Aegis tak pernah sekacau ini... Ini penyiksaan terselubung!"

"Lari 100 kali masih bisa kupahami, tapi kenapa harus HARIMAU SIHIR?! Apa Minerva tidak tahu konsep treadmill?"

"Treadmill? Itu untuk bayi. Kalian mau jadi anggota Minerva, kan? Jadi ayo tunjukkan nyali kalian atau jadi makanan makan malam mereka!"

"KAU GILA, LUCA!!!"

"Ah, suara keputusasaan. Manis sekali di telingaku~"

"PSIKOPAT!!"

"Latihan strategi! Kalian berdua harus mengalahkan makhluk bayangan yang kubuat, hanya dengan satu tangan terikat dan tanpa menggunakan kemampuan khusus."

"Kau tahu, dalam Aegis, strategi biasanya butuh rencana matang, bukan penyiksaan instan, kan?"

"Di duniaku, ini disebut mode hardcore tanpa tutorial."


"Latihan keseimbangan! Berdiri di atas tiang setinggi 30 meter dengan satu kaki… sambil menghindari panah es yang aku tembakkan dari bawah!"

"Itu bukan keseimbangan, itu uji nasib!"

"Aku bukan karakter utama anime dengan plot armor, Luca!"






"Oke, mulai sekarang aku panggil kalian dengan nama panggilan untuk keren! Lum-chan untuk Luman, dan Shi-chan untuk Shin! Cocok, kan?"

"...Aku lebih baik dikejar harimau sihirmu lagi."

"Kau. Mau. Mati?"

"Hahaha! Kenapa? Imut, kan? Kalian jadi terdengar lebih ramah!"

"Aku lebih suka dipanggil ‘Target Latihan’ daripada ini."

"Jika kau panggil aku Shi-chan sekali lagi… aku akan menulis nama lengkapmu di kontrak pemanggilan iblis."

"Omo omo, kalian tsundere yaaa~?"

"DIAM KAU, LUCA!!!"










Di bawah langit biru yang cerah, burung-burung berkicau dengan damai. Angin sepoi-sepoi bertiup lembut. Suasana yang sempurna untuk memulai hari... jika saja tidak ada dua individu yang memancarkan aura kegelapan di meja sarapan yang berada di ruangan kesehatan Minerva.

Luman & Shin: menatap kosong ke meja, ekspresi mereka seperti habis mengalami kiamat pribadi. 💀

Ryuichi: menyesap tehnya, tersenyum tipis "Luman, Shin… selamat. Kalian adalah korban ketiga dan keempat dari panggilan random Luca dalam satu abad ini." ☕😌

Luman: suara datar, hampir tanpa jiwa "Jadi... ini bukan pertama kalinya?"

SunWoo: mengangguk pelan "Korban pertama... Seon-Hoo."

Shin: penasaran tapi waspada "Dan dia dipanggil apa?"

SunWoo: menatap lurus "Hoo-chan."

Luman & Shin: terdiam sejenak, kemudian merinding. 😨

Hien: tertawa kecil "Hoo-chan? Wah, Luca benar-benar menantang ajalnya."

SunWoo: menyesap tehnya "Seon-Hoo mencoba membunuhnya setiap kali Luca mengatakannya." ☕

Luman: mengerutkan kening "Setiap kali?"

SunWoo: mengangguk santai "Tanpa gagal. Pertama, Luca hampir terkena pisau terbang. Kedua, dia nyaris tertusuk pedang bayangan. Ketiga, Seon-Hoo benar-benar membuat jebakan di kamarnya sendiri hanya untuk menunggu Luca masuk dan mengulang panggilan itu." 😌

Shin: shock "Dan Luca masih tetap melakukannya?"

Hien: tertawa kecil, "Kau kira dia punya cheat insting bertahan hidup?" 😆

Ryuichi: tersenyum kecil "Seon-Hoo memang pendiam... tapi aku rasa tidak ada orang yang lebih sering mencoba membunuh Luca dibanding dia."

Luman & Shin: bergidik ngeri 😵

Nari: tertawa lembut "Tapi bagaimana dengan korban kedua?"

SunWoo: dengan nada datar "Yuichi."

Luman & Shin: tertegun "Luca memanggilnya apa?"

SunWoo: sambil menyesap teh "Yuu-chan." ☕

Hien: tertawa lagi "Oh, ini pasti menarik. Reaksi Yuichi bagaimana? Apakah dia juga mencoba membunuh Luca?"

SunWoo: mengangkat bahu "Tidak."

Luman & Shin: kebingungan "Tidak?"

SunWoo: menatap mereka datar "Yuichi tidak peduli. Sama sekali tidak bereaksi."

Shin: mengangkat alis "Tunggu, itu lebih menakutkan daripada Seon-Hoo yang mencoba membunuhnya…"

Luman: menghela napas "Apa Yuichi merencanakan sesuatu yang lebih besar?"

SunWoo: menggeleng "Tidak juga."

Shin: semakin bingung "Lalu kenapa dia tidak membalas?"

SunWoo: menyeringai kecil "Karena Luca selalu membawakan makanan untuk Yuichi."

Luman & Shin: speechless 😶

Hien: tertawa makin keras "Jadi Luca membeli kesetiaan Yuichi dengan makanan?"

SunWoo: mengangguk santai "Setiap kali mereka bertemu, Luca selalu muncul dengan snack atau minuman dingin, sambil dengan bangga berkata, ‘Yuu-chan!  Hyung kesayangan-mu datang~!’ begitulah"

Ryuichi: tersenyum kecil, menyesap teh "Dan Yuichi? Apa reaksinya?"

SunWoo: datar "Dia mengambil makanannya, diam, lalu pergi."

Luman & Shin: menatap kosong ke kejauhan, mencoba memahami absurditas dunia ini. 😵‍💫

Nari: tertawa kecil "Jadi… Luca, cucu kita  benar-benar tidak pernah belajar?"

Hien: tertawa "Bahkan yang paling no-emosi pun bisa ditaklukkan oleh makanan."

Ryuichi: menghela napas ringan, meletakkan cangkir tehnya "Kesimpulannya… Luca bukan hanya tidak memiliki rasa takut, dia juga telah menciptakan pola unik di mana satu korban selalu ingin membunuhnya dan yang lain membiarkannya hidup hanya karena makanan." 😏

Luman & Shin: menatap langit biru yang terasa tidak adil "Kami juga ingin kembali ke dunia normal…" 😩💀











"Terakhir, latihan menahan rasa sakit! Berdiri di dalam lingkaran mantra selama sepuluh menit. Tidak boleh jatuh, tidak boleh bergerak."

"Akhirnya sesuatu yang wajar."

"Lingkarannya akan memancarkan listrik yang semakin lama semakin kuat."

"KALAU AKU BISA KABUR KE DIMENSI ASALKU, AKU AKAN PERGI SEKARANG JUGA!"

"AKU BARU BERGABUNG DAN SUDAH INGIN PENSIUN!!!"









📍 Ruang Kesehatan Minerva, Bagian Ruang Makan khusus pasien Minerva

Luman & Shin duduk lemas, masih memproses trauma latihan Luca, ketika tiba-tiba sebuah robot terbang datang membawa dua paket makanan yang tertata rapi dalam kotak kayu tradisional Korea (soban).

Robot Terbang: [dengan suara mekanis ceria] “Pesanan makan malam spesial untuk korban terbaru Luca-nim! 🎵 Selamat menikmati~!” 🤖

Luman: menatap kotak makanannya dengan ekspresi kosong. "…Korban terbaru?" 😵‍💫💦

Shin: menghela napas, lalu membuka soban-nya dan melihat set makan tradisional Korea lengkap: bulgogi, banchan, sup doenjang, dan nasi hangat. "Setidaknya… ini makanan enak…"

SunWoo: menyeruput tehnya dengan ekspresi datar. "Jangan lengah. Luca mungkin memasukkan jebakan di dalamnya." 😏☕

Luman: membeku di tempat. "Jebakan?" 😨💀💦

Yuichi: masih santai mengunyah mochinya, menatap makanan mereka tanpa minat. "Mungkin tidak. Kalau jebakan, pasti lebih obvious." 😌🍡

Shin: mengangkat sendoknya dengan ragu, lalu melihat Luman. "Bagaimana kalau kau duluan?" 🤨

Luman: menatap Shin datar. "Kenapa aku?" 😑

Shin: "Kau lebih muda daripada aku."

Luman: menahan napas, akhirnya mengambil sesuap nasi dan memasukkannya ke mulut…

SunWoo: memperhatikan ekspresi Luman dengan waspada.

Luman: mengunyah perlahan, lalu matanya melebar. "…Ini enak?.."

Shin: langsung makan dengan sesendok bulgogi dengan tenang, hampir menangis karena saking enaknya. "Aku hampir lupa rasanya makanan normal setelah semua ini.."

SunWoo: tertawa kecil sambil menyeruput teh. "Selamat. Kalian layak mendapat makan malam terakhir sebelum Luca kembali." 😏☕🔥

Luman & Shin: ekspresi langsung gelap lagi, tapi tetap makan karena sadar kalau mereka harus kumpulkan energi untuk neraka berikutnya. 😭🔥💀

.

.

.

.

.

.

.

.

Ryuichi dengan tenang meletakkan dua BLACK CARD di atas meja mereka. “Ini gaji kalian.” 😌💳💳

Luman & Shin: membeku. 😳😳😶 "…Apa?!"

Shin: nyaris tersedak nasi. “K-Kami masih calon anggota, kan?”

Luman: memandang Black Card itu seakan itu adalah alat pemanggil iblis. “Tunggu… Kami bahkan belum lulus ujian Minerva…”

Ryuichi: menyeruput teh dengan tenang. “Tidak ada aturan yang menyebutkan kalian harus lulus ujian dulu untuk mendapatkan gaji, kan?”

Luman & Shin: diam, menatap kartu itu lalu menatap satu sama lain.

Shin: berbisik. “Minerva itu sebenarnya organisasi seperti apa?...” 😱💀

Luman: berbisik balik. “Aku juga masih mencernanya, Shin.” 😵💳💀

Luman & Shin masih menatap Black Card di tangan mereka dengan perasaan campur aduk.

Shin: memegang kepalanya, seakan mencoba mencari logika di balik semua ini. “Aku belum lulus ujian, belum resmi menjadi anggota, tapi… aku sudah dapat gaji?” 😵‍💫💳💀

Luman: mengetuk kartu itu ke meja. “Kenapa ini terasa seperti kontrak jual diri?” 😭💳🔥

Ryuichi: dengan ekspresi tenang. “Itu namanya investasi sumber daya manusia.” 😌☕

SunWoo: menyesap tehnya dengan lelah. “Terima saja nasib kalian. Luca juga dapat gaji bahkan sebelum dia bisa membaca dokumen resmi.” 😒💨🔥

Yuichi: duduk di kursi dengan nyaman, masih menikmati mochi. “Bahkan aku dapat sudah gaji sejak umur enam tahun waktu baru bergabung, dua black card.” 😌🍡💳

Shin: membeku. “E-enam? Enam tahun?" 😨🔥💳

Luman: tertawa kecut, "Dua black card?.."

Yuichi: mengunyah dengan tenang. “Hmm.” 😌🍡

Luman: tatapan kosong ke langit-langit. “Aku tidak siap untuk ini…”

Ryuichi: tersenyum tipis. “Sudah terlambat.” 😏🔥

Luman: mencubit pipinya sendiri. “Mungkin aku masih pingsan… mungkin ini mimpi…”

Shin: menghantam meja. “Tidak mungkin.. organisasi seperti ini tidak mungkin SEMURAH HATI ini, kan?.." 

SunWoo: menyeruput teh dengan ekspresi netral. "Kalian benar. Ryuichi memang murah hati, tapi Minerva tidak." 😌☕

Shin & Luman: refleks menoleh. “Maksudnya?” 😨💦

Ryuichi: tersenyum tenang tapi berbahaya. “Artinya, kalian harus membayarnya nanti.” 😏🔥

Luman: mengerutkan dahi. “Membayar… dengan apa?” 🤨💳

Ryuichi: menutup mata sejenak sebelum membuka lagi dengan aura mengintimidasi. “Kesetiaan, loyalitas, dan kinerja yang setara dengan harga yang sudah diberikan.” 😌🔥

Shin: ekspresi mulai retak dan kosong. “Jadi ini… bukan gaji… ini…” 😵💀

Yuichi: masih tenang makan mochi. “Kontrak kehidupan.” 😌🍡💀

Shin & Luman: mental remuk, menatap Black Card seakan itu surat kematian. 😭💳💀

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TIDAK ADA YANG NORMAL DI MINERVA!!

Luman: “Oke. Beri tahu aku hal ‘normal’ lainnya di Minerva.”

SunWoo: “Hmm… Ah, setiap anggota Minerva mendapatkan rekening dengan saldo nol yang tidak akan pernah habis.” 😌💳

Luman: “…Apa maksudmu saldo nol yang tidak akan habis?” 😨

Yuichi: “Saldo nol di layar, tapi kamu bisa tarik uang sebanyak yang kamu mau.” 😌✨

Shin: “…Jadi kartu ini unlimited?... ” 😳

SunWoo: mengangguk santai “Iya, asal tidak untuk belanja hal yang melanggar aturan Minerva. Kalau untuk beli planet atau pulau di dimensi lain ya… mungkin butuh izin dari Ryuichi.” 😌

Luman: “Beli planet?! Siapa yang mau beli planet?...” 😱

Yuichi: “Hmm… Luca-hyung mungkin. Dia pernah bilang ingin punya pulau pribadi di luar dimensi.” 🤔

Shin: “…Kalian.. serius?” 😨💦

SunWoo: “Tenang saja, Minerva punya beberapa dimensi pribadi. Kalau bosan di sini, bisa pindah ke dimensi lain untuk liburan.” 😎✨

Luman & Shin: “…KAMI HARUS MULAI MEMPERTANYAKAN HIDUP KAMI SENDIRI.”

.

.

.

.

🔥 BOCAH 13 TAHUN INI NGGAK ADA KEMANUSIAANNYA?! 🔥

Luman: "Hahh… Ini terlalu banyak kejutan dalam sehari." 😮‍💨

Shin: "Aku setuju. Aku hanya mau jalan-jalan, tapi malah dapet culture shock setiap lima menit."

Yuichi: "Oh, timingnya cukup sempurna.  Akan aku kenalkan kalian dengan orang 'itu'."

Seseorang dengan rambut coklat panjang yang diikatkan hairpin kupu-kupu ungu.

Mata kebiruan dan ungu gelap yang muncul, seperti angkasa telah menari di tatapan matanya. Wajahnya datar mutlak, auranya dingin membunuh, ekspresinya plek ketiplek mirip patung tanpa jiwa.

Seon-Hoo: "...Apa maumu?"

Luman: "Umm... Kami hanya ingin mengenal dan berkenalan—" 😰

Luman: (bisik-bisik) "Anak ini benar-benar manusia? Kenapa auranya mirip lapisan es Antartika?" 💀

Yuichi: (santai) "Jung Seon-Hoo, anggota Umbra Hunter. Dia spesialis kekuatan kegelapan, bayangan dan exorcism. Umurnya 13 tahun. Dan anggota pilar Minerva."

Luman & Shin: (dalam hati) "...TIGA BELAS?!" 😨

Shin: " Kau yakin bukan veteran perang yang bereinkarnasi? Suaranya saja lebih dalam daripada kita..." 🤯

Luman: (nyenggol Yuichi) "Anak ini.. manusia atau AI?... " 😱

Seon-Hoo: (tatapan kosong) "... Berisik."

Dalam sekejap, bayangan di sekitar  bergerak dengan sendirinya dan mengikat kaki mereka sebentar sebelum menghilang.

Luman & Shin: "Apa-apaan ini?!"

Yuichi: (ngunyah mochi tanpa peduli) "Oh iya, jangan buat dia kesal. Dia lebih cepat menghilangkan orang daripada ngomong panjang lebar." 😎

Seon-Hoo: (jalan pergi tanpa sepatah kata pun, meninggalkan aura tekanan sekelas bos terakhir di game RPG.) 🕶️🔥

Luman: "... Anak itu... Bocah biasa seperti pada umumnya atau last villain demon lord?"  😵‍💫

Shin: "Aku benar-benar tidak menyangka akan mengalami trauma dengan anak 13 tahun." 💀

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 ORANG MINERVA MAKAN LOBSTER DAN DAGING WAGYU KAYAK NASI PUTIH?!🔥

Luman: "Yuichi, apakah di markas Minerva ada kantin?"

Yuichi: "Ada, tidak jauh dari sini. Ayo."

Mereka masuk ke kantin Minerva, mengira akan menemukan makanan biasa… tapi yang ada di depan mereka adalah meja panjang penuh makanan bintang lima. 🍽️✨

Shin: "....Lobster, wagyu, truffle, kaviar, apa ini?... " 😱

Luman: "Mereka makan layaknya raja setiap hari?!" 🤯

Seorang prajurit Minerva ngambil sepotong lobster, mengunyahnya, lalu mengeluh sejenak. 😒

Prajurit Minerva: "Bosan, tidak ada menu baru ya? Padahal sudah tiga hari berturut-turut wagyu."

Luman & Shin: "...." (Gak bisa berkata-kata, batin menjerit.) 💀💥

Yuichi: "Normal. Ini tradisi penyambutan tamu baru Minerva, untuk kalian berdua. Biasanya sampai 3 bulan ke depan."

"TRADISI NORMAL DARIMANANYA?!!!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 MENU SARAPAN DI MARKAS MINERVA? SIMPLE, TAPI KOK BEGINI? 🔥

Shin (berusaha berpikir logis): "...Oke, aku mengerti ini konsep Exorcist Minerva, di dunia dimensi lain. Tapi untuk sarapan harusnya sesuatu yang sederhana, kan?" 😌

Luman (melihat meja makan): "... Benar. Tapi masalahnya..."

Mereka berdua berdiri di depan meja makan… yang panjangnya setara meja perjamuan kerajaan naga, dihiasi taplak emas, lilin sihir, dan pemandangan langit pagi Minerva yang beneran bikin mata berkaca-kaca.

Di atas meja? 🔥
✔ Lobster ukuran kepala manusia
✔ Steak daging Griffin panggang dengan saus bintang
✔ Ikan emas langit yang katanya cuma ada di dimensi atas
✔ Pancake dari tepung pegasus, lengkap dengan madu sihir yang katanya bisa bikin awet muda
✔ Teh dari daun langka yang konon hanya mekar sekali setiap 500 tahun
✔ Buah-buahan yang mengeluarkan cahaya sendiri??

Shin: "...ini sarapan? Atau perjamuan ilahi?..." 😵

Luman (megang kepalanya): "Ini... lebih mewah dari menu pernikahan keluarga chaebol yang pernah aku lihat di dunia luar."

Yuichi (duduk santai, ambil pancake): "Habiskan saja. Ini standar. Nanti kalau makan siang, baru ada makanan berat." 😌

Shin & Luman (bersamaan): "INI BELUM MAKANAN BERAT?!" 😱

.

.

.

🔥 KEANEHAN MINERVA MASIH LANJUT… 😏🔥

🔥 MAKAN SIANG DI MINERVA? LUCU, INI PERAYAAN PERDAMAIAN APA GIMANA? 🔥

Shin (mikir keras mencoba positif): "Oke... kalau sarapannya mirip pesta kerajaan, makan siangnya seharusnya lebih normal, kan?" 😌

Luman (optimis buta): "Iya, tidak mungkin lebih gila dari sarapan tadi." 😎

Yuichi (ngelirik mereka sambil ngunyah permen kaktus sihir): "Terserah." 😏

Mereka masuk ke aula makan utama Minerva... dan langsung freeze.

Pemandangan di depan mereka?

✔ Seekor basilisk panggang utuh, dagingnya berkilauan, katanya bisa meningkatkan kekuatan fisik selama seminggu
✔ Tulang naga yang dijadikan kaldu sup, berisi daging hydra yang katanya bisa regenerasi sendiri kalau dipotong (??? siapa yang tega makan ini!?)
✔ Paella raksasa pakai udang Leviathan yang katanya bisa menelan kapal, tapi ini malah jadi lauk?
✔ Daging Minotaur dalam saus emas—literally emas
✔ Sepiring sushi dari ikan langit yang bisa melayang di udara dan punya efek anti-gravitasi sementara (???!!)
✔ Tumpukan steak dari daging Cerberus, katanya pedasnya bisa bikin orang biasa KO sekali gigitan
✔ Es krim yang bersinar dalam gelap, dibuat dari susu unicorn (??? bagaimana caranya??)
✔ Minuman yang katanya bisa meningkatkan kecerdasan sementara, diseduh dari bunga mistis yang cuma tumbuh di area terlarang

Shin & Luman (menatap meja makan dengan ngeri): "... APALAGI INI? PERJAMUAN PARA DEWA?" 😨

Yuichi (mengmbil steak Minotaur, makan santai): "Habiskan saja. Makan malem nanti baru ada yang lebih spesial." 😌

Shin & Luman: "INI BELUM SPESIAL?!" 😱🔥

.

.

.

.

🔥MINERVA LOGIC : JANGAN BERHARAP ADA YANG NORMAL. 😎

📍 Markas Minerva – Malam Hari

Luman & Shin: berjalan santai di taman sambil mencoba memahami realitas Minerva yang absurd. 🤯

Luman: menghela napas. “Jadi… di tempat ini, monster kuno menjadi hewan peliharaan, kristal berlian berserakan di mana-mana, dan gaji datang sebelum ujian masuk?” 🤨

Shin: mengangguk. “Ya. Minerva sepertinya tidak memiliki konsep ‘biasa’.” 😩

Yuichi: duduk di atas rubah sembilan ekor sambil makan mochi, tanpa peduli dengan eksistensial crisis dua orang pria dewasa di depannya. 😐🍡

Shin: “Oke, ayo nikmati pemandangan malam hari ini sebelum otak kita meleleh.”

Yuichi: “…Tunggu.”

Luman: “Kenapa?” 😨

Yuichi: menatap langit dengan ekspresi datar. “Sebentar lagi mereka keluar.”

Shin & Luman: “Mereka siapa?” 🤨

SEDETIK KEMUDIAN—

✨🌙 Hutan di sekitar mulai bersinar. 🌙✨

Serigala sihir dengan bulu yang bercahaya berjalan di antara pepohonan. 🐺💫

Burung burung langka dengan sayap bercahaya beterbangan di langit. 🕊️✨

Kupu-kupu transparan berpendar di udara ada yang berwarna putih, ungu dan hijau, semuanya menari di udara. 🦋

Shin: “Kenapa ada festival cahaya alam di sini?..” 😳✨

Luman: “Ini keajaiban alam atau teknologi ilmu mistis?!" 😨

Yuichi: masih tenang sambil makan mochi. “Divisi Eclipse Seers dan Veil Wardens yang mengurus ini. Mereka yang menjaga keseimbangan sihir malam di sekitar markas.” 😐

Luman: “‘Menjaga keseimbangan’ apanya?! Ini sudah mirip dunia fantasi kelas S++!!” 😭

Yuichi: "Memang dunia fantasi pun.."

Shin: merasa bisa bernafas lega akhirnya. “Oke… meskipun aneh, tapi ini indah.” 😌

PLAK!

Luman: “…Hah?”

Dia merasakan sesuatu menabrak dahinya. Dia melihat ke bawah dan melihat… SEBUAH KRISTAL BERLIAN UKURAN KUKU MANUSIA DEWASA. 💎

Shin: “…Tunggu, kenapa ini terlihat mahal dan ASLI..” 😱

Luman: “Iya. Ini asli, kan?” 😨

Yuichi: melihatnya sebentar, lalu melanjutkan makan mochi. “Tidak berharga.” 😐

Luman & Shin: “??????” 😳

Shin: “Tunggu, tunggu, tunggu… berlian ini asli, kan? Dan ‘Tidak BERHARGA’?!?” 😵

Yuichi: mengunyah pelan. “Ada gua, hutan dan lembah di sekitar Minerva yang isinya lebih banyak dari ini. Bahkan Black Card milik kalian itu di sini diibaratkan cuma receh dibanding sumber daya asli Minerva.” 😎

Luman & Shin: mental mereka resmi hancur.💀

.

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 HARTA KARUN? HAH, BUAT APA?! 😎

📍 Gua di Sekitar Markas Minerva – Malam Hari

Luman & Shin: berjalan masuk ke gua yang ditunjukkan oleh Yuichi, masih berpikir kalau bocah itu bercanda soal ‘banyak harta tidak berharga’. 🤨

Luman: “…Tidak mungkin. Ini pasti hanya gua biasa, kan?” 😑

Shin: “Yah, minimal kita bisa eksplorasi dan menenangkan pikiran sejenak…”

Mereka masuk lebih dalam…

DAN MEREKA LANGSUNG TERDIAM. ✨

Dinding gua bersinar dengan kilauan batu permata. 💎✨

Mutiara sebesar kepalan tangan tergeletak di tanah.

Batangan emas tersusun rapi di pojokan.

Ada kristal-kristal yang bersinar dengan warna tak lazim.

Shin: “…” 😑😳🤯😰

Luman: “…” 😵

Yuichi: duduk santai di atas bongkahan batu safir sambil makan mochi. 😐🍡

Shin: “…Minerva ini sebenarnya—ORGANISASI Exorcist atau RAJA EMAS BAWAH TANAH?!” 😱

💬Luman: mulai menggali tanah, menemukan lebih banyak batu permata, dan langsung collapse. “Apa-apaan ini?! Bank swasta dari surga?!”

Yuichi: tenang. “Kalau butuh dan mau, ambil saja. Tidak ada yang peduli.” 😐

Luman & Shin: “APA?!” 😳

Yuichi: mengangkat bahu. “Mau ambil buat koleksi atau jual, terserah. Benda-benda ini tidak berharga di Minerva.” 😎

Shin: “Maksudnya… berlian, emas, dan permata ini…”

Yuichi: “Cuma dekorasi alam.” 😐

Luman: dengan suara putus asa. “Minerva… sebenarnya organisasi apa?!” 😵

Yuichi: mengunyah mochi. “Organisasi exorcist.”

Shin & Luman: mental mereka resmi KO lagi.💀

Luman & Shin: masih terdiam, memegang berlian di tangan mereka. 🤯💎

Shin: menelan ludah. “Jadi… kau bilang berlian ini tidak berharga? Sama sekali?...” 😵💦

Yuichi: mengunyah mochi dengan tenang. “Mm.” 😐🍡

Luman: memandangi berlian di tangannya, lalu melirik Yuichi dengan ekspresi tidak percaya. “Yuichi, apa kau sadar kalau di luar sana ribuan orang-orang rela membunuh satu sama lain hanya untuk benda ini, kan?” 😑💎

Yuichi: mengangkat bahu, masih tanpa emosi. “Minerva tidak membutuhkan benda seperti itu."😐

Shin: tertawa lemas, lalu menatap langit berbintang. “Ini… ini gila. Aku merasa kaya mendadak, tapi tetap miskin di Minerva.” 😭💎

Luman: mendesah, menyimpan berlian di sakunya. “Aku tidak akan kaget kalau nanti kita menemukan emas atau permata lain yang bertebaran di hutan ini.” 😵‍💫

Yuichi: dengan santai menunjuk ke tanah di dekat mereka. “Ada.” 😐✨

Shin & Luman: langsung melihat ke tempat yang ditunjuk… dan benar saja, ada serpihan kristal kecil berkilauan di antara rerumputan. 😳💦

Shin: membeku. “Aku… aku butuh istirahat…” 😵

Luman: menatap Shin. “Kita berdua.” 😩💎

Yuichi: mengangguk. “Kalian butuh tidur.” 😌

Luman & Shin: melihat Yuichi dengan wajah lelah. “Terima kasih atas ‘kepedulianmu’.” 😑

Yuichi: menatap mereka sebentar, lalu melanjutkan mengunyah mochi tanpa peduli. 😐🍡✨

.

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 MINERVA LOGIC : SEBERAPA KAYA KALIAN INI?! 😵💎

📍 Gua Kristal Minerva – Malam Hari

Luman & Shin: terduduk di lantai gua yang berkilauan, masih mencoba memproses kenyataan bahwa Minerva punya harta karun dalam jumlah absurd… dan nggak ada yang peduli. 😵💫

Luman: “…Jadi… kalau ini semua tidak dianggap berharga, lalu kekayaan utama Minerva dari mana asalnya?”

Yuichi: dengan santai, masih mengunyah mochi. “Hasil misi, saham, kontrak dunia bawah, alkimia, teknologi, barang artefak, dan perdagangan informasi.” 😐

Shin: “…Saham?”

Yuichi: mengangguk. “M Corp, Zenix Industries, beberapa jaringan bank, dan ada bisnis kecil-kecilan.” 😌

Luman: “Kecil-kecilan?”

Yuichi: “Seperti tambang mithril di pulau selatan, perdagangan bahan monster langka, dan ekspor produk alkimia ke kerajaan tertentu di dimensi lain.” 😎

Shin: “…Ekspor? Ke Kerajaan?! Dimensi lain?..” 🤯

Luman: “MITHRIL?!” 😵

Yuichi: tetap tenang, menjilat sisa mochi di jari. “Oh, dan satu lagi. Minerva punya hak eksklusif untuk menjual air suci yang nggak bisa dipalsukan. Cukup laku di pasar.” 😇

Luman & Shin: menatap lantai gua dengan pasrah, menerima nasib bahwa organisasi yang mereka coba masuki ternyata bukan hanya kaya… tapi LEVEL DEWA KAYA. 🤡💀

Shin: “…Kalau Minerva sangat amat kaya seperti ini, kenapa kami berdua masih makan paket makanan biasa tadi? Walaupun dilanjutkan makanan yang cukup... unik..”

Yuichi: mengangkat bahu. “Karena lebih praktis. Dan enak. Ditambah kalian masih status "tamu Minerva", bisa dibilang itu jamuan awal."😌

Luman: “…Aku menyerah. Aku tidak mau mikirin ini lagi.” 😩

Shin: “…Sama. Minerva ini bukan sebuah organisasi exorcist. Secara harfiah, Minerva adalah perusahaan multinasional dengan pasukan supernatural.” 😭

Yuichi: tersenyum tipis. “Selamat datang di Minerva.” 😎

.

.

.

.

.

.

.

🔥 “TAMAN BIASA” YANG PENUH DENGAN HEWAN SIHIR RAKSASA 🔥

Shin: “Oke, setelah semua itu… aku butuh udara segar. Yuichi, bawa kami ke tempat yang normal.”

Yuichi: “Oke, taman kota.”

Luman: “Akhirnya, sesuatu yang normal—”

Begitu mereka masuk ke taman, seekor GRIFFON EMAS RAKSASA turun di depan mereka, lalu duduk seperti kucing santai.

Shin: “…Oke, mungkin ini hiasan taman? Atau aku yang terlalu lelah?” 😅

Kemudian seekor NAGA BERBULU PERAK melingkar di dekat air mancur, sementara sekelompok UNICORN BERTANDUK KRISTAL berkeliaran di antara anak-anak yang memberinya wortel.

Luman: “…” 😨 “Yuichi.”

Yuichi: “Hm?” 😐

Shin: “Kau bilang ini taman biasa?”

Yuichi: “Iya. Kenapa?”

Luman: “INI KENAPA MACAM ZOOLOGIS FANTASI, WOI?!” 😱

Penduduk Minerva: “Ah, tamu baru? Kalian mau naik griffon? Cukup kasih dia permen madu saja, kok.” 😃

Shin & Luman: “NAIK?!” 😵💥

.

.

.

.

.

.

🔥 PENGANGGURAN DI MINERVA = JADI BANGSAWAN 🔥

Luman: “Oke, aku mulai bisa menerima sedikit demi sedikit… mungkin…” 😓

Tapi saat mereka melihat sebuah papan pengumuman lowongan kerja, mereka membaca sesuatu yang membuat mereka kaget lagi.

📢Pengumuman:📢

"PENGANGGURAN DICARI!

Syarat: Tidak perlu pengalaman, cukup tinggal di Minerva,
Catatan : penuh loyalitas, disiplin dan bertanggung jawab serta patuh terhadap aturan.
Gaji minimal: 500 koin emas per bulan + rumah gratis + makanan full catering.

Shin: “Tunggu sebentar…Tunggu… jadi di Minerva, PENGANGGURAN DIGAJI DAN DAPAT RUMAH GRATIS?!” 😨💥

Yuichi: “Biasa.” 😐

Luman & Shin: “TIDAK ADA YANG BIASA DARI INI, WOI?!” 😭💥

.

.

.

.

.

.

.

🔥 “PAJAK” DI MINERVA = DISURUH AMBIL EMAS GRATIS?! 🔥

Shin: "Oke, Yuichi. Aku harus tanya untuk klarifikasi... pajak di Minerva itu seperti apa?"

Yuichi: "Hmm, pajak? Ah, pajak tahunan, kan? Santai kok. Ikut aku."

Mereka tiba di sebuah gedung besar dengan antrian panjang. Di depan, ada papan bertuliskan:

"PAJAK MINERVA: AMBIL HADIAH WAJIB ANDA!"

Luman: "…Tunggu... Hadiah? Wajib?" 😨

Saat giliran Yuichi tiba, seorang pegawai menyerahkan sebuah POUCH BERISI KOIN EMAS dan sebungkus permen.

Pegawai: "Ini pajak tahun ini. Terima kasih sudah tinggal di Minerva!" 😊

Shin & Luman: "M-maaf, APA?!" 😱💥

Yuichi: "Biasa." 😐

"Pajak di sini berarti pemerintah dari markas Minerva, ketua pimpinan Minerva akan memberi para penduduknya emas gratis supaya ekonomi tetap stabil."

Luman dan Shin : "INI PAJAK ATAU THR SEUMUR HIDUP?!" 😵

.

.

.

🔥 BANK MINERVA = LITERAL SURGA FINANSIAL 🔥

Shin: "Oke, aku penasaran. Jika pajak tahunan saja seperti ini, bagaimana bank di Minerva?"

Yuichi: "Ikut aku."

Mereka tiba di Bank Minerva, yang lebih mirip istana putih daripada bank. Saat masuk, mereka langsung dihampiri seorang pegawai.

Pegawai: "Selamat datang! Apakah Anda ingin membuka rekening? Saat ini ada promo: buka rekening pertama, langsung dapat 100 koin emas dan bunga 50% per bulan." 😊

Luman: "Tunggu... BUNGA 50% PER BULAN?! ITU BAGAIMANA CARANYA?!" 😱

Pegawai: "Kami menggunakan sistem alkimia dan investasi antar-dimensi." 😄

Shin: "INI BANK ATAU DUNIA FANTASI?!" 💥💥💥

Yuichi: "Memang dunia fantasi pun..."

.

.

.

.

.

🔥 KANTIN MINERVA PUNYA MENU “SESUAI MOOD”?! 🔥

Shin: "Oke, yang terakhir. Aku mau makan siang yang normal, tolong."

Yuichi: "Baik."

Mereka pergi ke kantin Minerva, dan saat mereka tiba di meja prasmanan, mereka melihat sesuatu yang tidak masuk akal.

PAPAN MENU: "HARI INI MENYESUAIKAN MOOD ANDA!"

Sedih? Dapat makanan yang bisa meningkatkan serotonin.

Lelah? Makanan penuh energi dan stamina.

Marah? Dapat makanan dengan efek menenangkan.

Tidak punya emosi? Bebas pilih apa saja.

Shin: "...KANTIN INI BISA MEMBACA MOOD?!" 😵💥

Pelayan: "Ya, makanan kami diatur dengan sihir penginderaan aura!" 😁

Luman: "...Minerva ini dunia fantasi atau cheat code kehidupan?!" 😱💥

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 JAM MINERVA = JAM PASAR DIMENSI LAIN?! 🔥

Shin: "Baiklah… Aku akan mencoba menerima ini semua. Tapi, bisa jelaskan kenapa toko-toko di Minerva buka di jam yang random? Bahkan ada toko yang baru buka jam 3 pagi setiap 2 hari sekali!" 😨

Yuichi: "Oh, itu karena Minerva terhubung ke berbagai dimensi, jadi ada beberapa toko mengikuti waktu dunia asal mereka."

Luman: "Jadi, kalau ada toko dari dunia yang waktunya 100 kali lebih cepat dari kita—"

Yuichi: "Iya, mereka bisa ganti menu setiap 10 menit." 😐

Shin (dalam hati): "INI TOKO ATAU REALITY SHOW CEPAT SAJI?!" 💥💥

.

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥  HUJAN DI MINERVA ITU RNG?!! 🔥

Luman: "Oke, kali ini aku penasaran… Kenapa setiap hujan di Minerva ada rasa dan bau berbeda?..." 😵

Yuichi: "Ah, itu karena hasil aliran sihir alami di atmosfer. Kadang hujan terasa kayak teh hijau, kadang rasa soda, tergantung keseimbangan elemen di hari itu."

Shin: "...Jadi, kalian bisa aja kebagian hujan rasa bubblegum? Atau rasa vanila?..." 😱

Yuichi: "Iya. Tahun lalu ada hujan rasa karamel. Agak lengket, sih." 😐

Luman: "INI MINERVA ATAU WILLY WONKA UNIVERSE?!" 😭💥💥

.

.

.

.

.

.

.

🔥 MINERVA PUNYA 'PET' YANG BISA NGOMONG?! 🔥

Luman: "Oke, aku sudah bisa menerima  ada banyak makhluk ajaib di Minerva… tapi kenapa burung hantu di perpustakaan bisa bicara?! Dan lebih pintar?!" 😵💥

Burung Hantu: "Silakan revisi pemikiranmu, anak muda. Pemahamanmu tentang sejarah masih dangkal." 🦉📖

Shin: "Kita baru saja di-judge ole seekor burung hantu?" 😱💥

Yuichi: "Oh, itu Professor Noctis. Dia kepala arsipari di sini." 😎

Luman: "BURUNG HANTU BISA JADI KEPALA PERPUSTAKAAN?!" 😵💫

Burung hantu: "Tentu saja , anak muda. Kamu mau sedikit saran kehidupan?"

Shin: "Loh? Apakah aku baru saja diajak bicara dengan burung filosofi?!" 😵💥

Luman: "BURUNG INI BISA NGASIH NASIHAT KEHIDUPAN. INI PET ATAU LIFE COACH?!" 😭

.

.

.

.

.
🔥 MINERVA PUNYA VENDING MACHINE YANG BIKIN ORANG SYOK?!🔥

Shin: "Oke, aku haus. Aku beli minuman dulu."

Masukkan koin ke vending machine Minerva memilih minuman teh hijau dengan sedikit aroma bunga.🥤✨

Vending Machine: "Selamat, Anda pelanggan ke-1000! Mau pilih minuman atau mendapatkan pedang suci?!"

Luman: "…EXCUSE ME?!" 😵💥

Shin: "Pedang suci?!" 🤯

Yuichi: "Iya, kadang vending machine Minerva memberikan senjata legendaris. Aku dulu pernah dapat tombak anti-demon pas beli susu stroberi." 😎

Luman: "TOMBAK ANTI-DEMON? DARI MESIN MINUMAN?!" 😱💥

.

.

.

.

.

.

🔥 DI MINERVA, ADA JASA KURIR CEPAT, TAPI PENGANTARNYA MALAH DRAKULA? 🔥

Luman: "Aku sudah mulai menyerah untuk melawan logika Minerva. Sudah lah, ayo cari tempat buat istirahat. Dan jangan ada kejutan lagi." 😩

Yuichi: "Tenang. Aku sudah pesankan kamar di penginapan dekat sini. Barang-barang kalian juga akan dikirim langsung ke sana."

Shin: "Oke. Itu normal. Tidak ada kejutan, kan?"

Beberapa menit kemudian, ada kepulan asap hitam muncul di depan mereka. Dari dalam asap, muncullah seorang pria berpakaian seperti bangsawan gothic, dengan jubah panjang dan mata merah menyala. 🦇✨

Kurir Drakula: "Pengiriman dari Minerva Express. Dikirim dengan kecepatan bayangan malam. Silakan periksa barang Anda."

Luman & Shin: "...LOH?!" 😵💥

Shin (dalam hati): "INI KURIR?! KENAPA MIRIP VILLAIN FINAL BOSS DI GAME?!" 😭

Kurir Drakula: (mengeluarkan paket dari bayangannya dan menyerahkan dengan elegan) "Kami menjamin pengiriman dalam hitungan detik, atau uang Anda bisa kembali."

Luman: "INI KURIR ATAU PESULAP?! APA BEDANYA SAMA TELEPORTASI?!" 😨

Yuichi: (santai banget) "Kurir biasa. Kadang mereka juga kirim paket sambil berubah jadi kabut atau kelelawar." 🦇😎

Shin: "JANGAN DIBUAT SEAKAN- AKAN ITU NORMAL?!" 😭💀

.

.

.

.

.

🔥 TEMPAT FITNESS MINERVA BUKAN GYM BIASA, TAPI TEMPAT LATIHAN SUPERHERO? 🔥

Luman: "Oke, oke. Kali ini aku yang mengajak. Kita lihat tempat gym di Minerva. Pasti ada sesuatu yang masih normal, kan?"

Yuichi: "Hmm... yaa, boleh saja."

Mereka masuk ke Minerva Training Facility… dan langsung terpana. Alih-alih alat gym biasa, mereka melihat arena gravitasi 10x lipat, medan pertempuran holografik, dan orang-orang latihan dengan senjata yang mengeluarkan kilatan cahaya. 😵‍💫💥

Shin: "Ini gym apa tempat latihan avengers?..." 😱

Seorang pria 70 tahun sedang angkat beban raksasa seberat gajah, sementara di sisi lain ada seorang remaja yang latihan tinju melawan AI berbentuk naga robot.

Luman: "Seorang kakek nge-bench press sesuatu YANG BISA menghancurkan gedung?!"

Yuichi: (biasa aja, ngambil protein shake) "Hmm, itu Pak Gomez. Dia mantan komandan pasukan. Sudah pensiun sih, jadi sekarang di gym hanya untuk menjaga kebugaran."

Shin: "HANYA? JAGA KEBUGARAN?!" 😭💀

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 DI MINERVA, KANTIN MAKANAN SEHARI-HARI MEREKA LEVEL BUFFET HOTEL BINTANG LIMA?! 🔥

Luman: "Yuichi, tolong berikan aku sesuatu yang normal. Satu saja. Makanan? Iya, makanan yang normal."

Yuichi: "Hmm, ayo makan siang di kantin."

Mereka masuk ke kantin Minerva. Alih-alih prasmanan biasa, mereka melihat hidangan mewah bertumpuk-tumpuk seperti pesta kerajaan. 🍽️✨

Shin: "Luman... Aku tidak salah lihat, kan? Lobster dengan ukuran satu perut manusia dewasa?!" 😵

Luman: (melihat menu, kaget setengah mati) "ADA MENU STEAK WAGYU, IKAN SALMON NORWEGIA, KAVIAR, DAN HIDANGAN DESSERT DARI CHEF LEGENDARIS?!"

Yuichi: (sambil ngambil sepiring sushi dan tiram segar) "Iya. Ini makanan biasa di Minerva. Ambil saja yang kalian mau."

Shin: "TOLONG BERITAHU AKU KENAPA KANTIN MILITER INI MAKANANNYA MELEBIHI KELUARGA CHAEBOL MEWAH DAN JAUH DARI KATA 'NORMAL'?!" 😭💀

.

.

.

.

.

.

.

🔥 KANTIN MINERVA PUNYA BUFFET YANG TIDAK MASUK AKAL?! 🔥

Shin: "Oke, ayo makan. Hari ini apa menunya?" 🤔

Koki Kantin: "Hari ini biasa aja kok. Lobster saus emas, wagyu A5, sup elixir, dan sedikit caviar naga." 🍽️✨

Luman: "…S-sedikit caviar NAGA?!" 😨💥

Shin: "Apa ini ‘biasa’ menurut kalian?!" 😱

Yuichi: (Santai makan mochi sambil nonton reaksi mereka) 😎

.

.

.

.

.

.

.

🔥 PENGIRIMAN PAKET DI MINERVA? PAKE PORTAL DIMENSI?! 🔥

Luman: "Aku memesan buku dari toko buku di kota Minerva. Katanya dikirim dalam 10 detik? Kenapa rasanya ada yang aneh?" 📦🤔

Sebuah portal muncul dan paket jatuh langsung ke tangannya)✨💥

Shin: "…APA INI JASA KIRIM ATAU SIHIR ILMIAH?!" 😵💥

Yuichi: "Semua paket dikirim pakai teleportasi otomatis. Di sini kita punya kurir di kantor pengiriman barang Minerva, tapi lebih sering dikirim dengan teleportasi instan atau entitas lain. Para kurir biasanya mengirimkan paket antar dimensi." 😎

Luman: "…APA-APAAN TEMPAT INI?!" 😨🔥

.

.

.

.

.

.

.

🔥  MINERVA PUNYA TEMPAT NGOPI, TAPI MALAH KAYAK ISTANA DUNIA LAIN?! 🔥

Luman: "Oke, ayo kita cari tempat untuk santai sejenak. Mungkin tempat coffe shop di Minerva masih normal?"

Yuichi: "Oh, ada satu tempat yang enak. Ayo ke sana."

Luman & Shin mengikuti Yuichi, lalu tiba di sebuah kafe yang terlihat seperti kastil dari era Renaissance, lengkap dengan pilar marmer, chandelier emas, dan lantai mozaik. Pelayan yang menyambut mereka adalah manusia dengan telinga elf, minotaur dengan setelan jas, dan gadis-gadis bergaun elegan. ☕✨

Shin: "ini tempat coffe shop atau istana kerajaan?..." 😱

Luman: "Aku pikir ini cuma kafe biasa , TAPI kenapa ada orkestra live di sudut ruangan?!" 🎻🎶

Yuichi: (santai) "Iya, di sini suasananya agak klasik. Tapi kopinya enak, coba pesan saja."

Pelayan datang, menyerahkan menu dengan tulisan emas di atas kertas kulit domba. ✨📜

Shin: (baca menu, langsung stress) "Kenapa nama kopinya mirip jurus ultimate?..."

Luman: (ikut baca, shock) "‘Eclipse Awakening Espresso’, ‘Celestial Harmony Latte’, ‘Voidbreaker Black Coffee’—INI KOPI APA RAMUAN SIHIR?!" 😵

Pelayan: (senyum lembut) "Kami juga punya ‘Elixir of Dawn’, yang dibuat dari biji kopi legendaris dan bisa menyegarkan pikiran hingga dua hari penuh."

Shin: "ITU KOPI ATAU OBAT ABADI?!" 😭

.

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 DI MINERVA, TAKSI TERBANG ADALAH HAL BIASA?! 🔥

Luman: "Aku sudah lelah dengan ini semua, tapi aku yakin masih ada lagi. Ada transportasi umum seperti taksi atau bus di Minerva?"

Yuichi: "Tentu. Kita naik taksi saja."

Sebuah mobil taksi melayang berhenti di depan mereka, dengan pengemudi yang mengenakan seragam hitam-emas dan memakai monokel high-tech. 🚖✨

Shin: "Kenapa taksinya melayang?!" 😨

Luman: "Kenapa tidak ada taksi yang normal?...😵

Pengemudi (kalem banget): "Selamat datang di Celestial Transit, di mana perjalanan Anda akan nyaman dan cepat. Silakan naik."

Begitu masuk, mereka melihat interior berkelas, dengan sofa empuk, pencahayaan ambient, dan layar holografik yang menampilkan pemandangan kota Minerva dari udara. ✨

Shin: (duduk, masih shock) "Ini taksi atau private jet?..."

Yuichi: (ambil minuman dari minibar) "Biasa saja. Cuma sistem anti-gravitasi untuk mengurangi kemacetan dan sistem ramah lingkungan."

Luman: "Mengurangi kemacetan katamu? Bocah, apakah kau tidak sadar kita sedang melayang di atas gedung 500 METER?!" 😱💀

Yuichi: "Biasa. Sistem ramah lingkungan."

Luman & Shin: "Kata 'biasa' darimu tidak mencerminkan sesuatu yang 'normal' di Minerva..."
.

.

.

.

.

.

.

🔥 RUMAH SAKIT DI MINERVA KAYAK LABORATORIUM SAINS MASA DEPAN?! 🔥

Shin: "Aku penasaran, rumah sakit di sini seperti apa? Minimal harusnya lebih wajar dari yang lain, kan?"

Yuichi: "Ayo lihat."

Mereka tiba di Serpent Remedy Medical Center, yang bukan hanya rumah sakit biasa, tapi gedung kaca berkilauan dengan pintu holografik, dokter dengan mantel panjang penuh rune, dan pasien yang disembuhkan hanya dalam hitungan detik oleh alat-alat medis super canggih. 🏥✨

Luman: "Orang yang tulang patah cuma bermodalkan disentuh sinar laser dan dia bisa langsung sembuh?!" 😨

Shin: (melihat ruangan lain) "Itu... pasien diletakkan di dalam tabung, 2 detik kemudian cairannya mengeluarkan cahaya ungu, dan dalam 5 detik dia full recovery?!" 💀

Dokter Minerva: (ramah banget) "Oh iya, kami juga bisa menyembuhkan kutukan dan racun langka dalam beberapa menit."

Luman: "INI RUMAH SAKIT ATAU TEMPAT PERAWATAN PARA DEWA?!" 😭

.

.

.

.

.

.

🔥 BARANG-BARANG GABUT, TAPI SEMUA ORANG DI MINERVA NGGAK TERLIHAT KAGET SAMA SEKALI" 🔥

Saat Luman dan Shin akhirnya kembali ke markas Minerva dengan barang-barang absurd yang mereka dapatkan dari desa dan penduduk kota, mereka berharap minimal ada satu orang yang akan berkata: "Wow, kalian bawa apa itu?" atau "Kalian baik-baik saja? Kok pulang bawa kebun berjalan?"

Tapi, ekspektasi mereka langsung dihancurkan.

Luman (berjalan masuk ke markas, napas ngos-ngosan, tangannya penuh dengan kantong batu kristal, bunga mood-swing, dan entitas ajaib lainnya): "Oke, kita sudah pulang... Ada yang mau komentar soal ini?"

Shin (menyeret kantong penuh makanan spiritual dari desa): "Aku bersumpah, kalau ada satu orang saja yang bilang ini normal, aku akan langsung ambruk dan menghilang di tempat."

Pasukan Minerva yang lewat :

"Oh, kalian mampir ke desa, ya? Dapet banyak oleh-oleh?" 🤔

"Hmm, kalian dapat berapa kantong batu energi? 10? 15? Tahun lalu aku bawa 20." 🤨

"Oh, bunga itu? Iya, aku juga punya, warnanya selalu berubah, kan? Keren banget!" 🌸✨

"Hewan bersayap mini? Wah, kalian dapet dua? Aku dulu cuma dikasih satu, padahal minta lebih."

......

Luman & Shin (memandang sekitar dengan tatapan hampa, kaget setengah mati): "KALIAN SEMUA SERIUS?!" 😳😵‍💫

Yuichi (santai, menyeruput teh sambil duduk): "Ini Minerva. Kalau kalian ngira ada sesuatu yang mengejutkan di sini, kalian salah. Ini cuma Senin biasa." 😌☕

Luman (wajahnya penuh dengan rasa menyerah): "...Jadi ini benar-benar hanya hari biasa di Minerva?"

Shin (membuka bungkus makanan aneh, mencium aromanya yang seperti campuran antara marshmallow, kopi, dan sesuatu yang dia nggak bisa jelaskan): "Kita di mana, Luman? Ini masih dunia normal, kita?"

Yuichi (sambil menghela napas, menatap mereka seolah melihat anak kecil yang baru sadar realitas): "Welcome to Minerva, di mana keanehan adalah norma dan norma itu aneh. Nikmati saja." 😎

Luman & Shin (mulai pasrah, duduk di lantai markas dengan kantong penuh harta, barang aneh, dan dua ekor hewan mistis yang mulai tertidur di pangkuan mereka): "...Oke. Kita menyerah. Kita adaptasi saja." 😩💀

Dan dengan itu, Luman dan Shin resmi menyerah untuk mempertanyakan logika Minerva. Mereka sadar:

1. Tidak ada yang terkejut dengan semua hal aneh yang mereka bawa.

2. Ini bukan pertama kalinya orang-orang Minerva mengalami kejadian seperti ini.

3. Mereka harus mulai belajar menerima kalau ini adalah kenyataan mereka sekarang. 😌




























🔥 MAKAN MALAM? INI RITUAL PANGGILAN DEWA APA GIMANA?! 🔥

Luman (masih shock dari makan siang): "Oke, makan siang barusan sudah sangat mirip menu boss terakhir di game RPG. Pasti makan malamnya lebih santai, kan?" 😌

Shin (trauma, berdoa dalam hati): "Minimal  tolong yang normal sedikit…. Aku akan sangat menghargainya.."

Yuichi (sambil baca buku tentang teori dimensi): "Terserah." 😏

Mereka masuk ke aula makan malam Minerva… dan langsung freeze LAGI.

Pemandangan di depan mereka?

✔ SEEKOR PHOENIX yang udah dipanggang, dikelilingi api biru yang katanya bisa menyembuhkan luka (??? APAKAH INI ETIS?!)
✔ Roti berlapis madu naga yang katanya bisa bikin stamina gak habis selama 48 jam (??! APAKAH INI MAKANAN ATAU DOPING?!)
✔ Sup dari bunga iblis yang mekar setiap gerhana—katanya kalau diminum bisa memperpanjang umur selama seminggu
✔ Pasta tinta kraken, kalau diminum terlalu banyak bisa bikin orang berubah jadi setengah amfibi (??? SIAPA YANG BERANI NYOBA?!)
✔ Seekor ikan langit yang DILAYANGKAN di udara sebelum ditangkap langsung di piring (ini makan malam atau pertunjukan sulap?!)
✔ Sashimi dari sirip Leviathan, katanya bisa bikin seseorang tahan napas di bawah air selama satu jam
✔ Minuman dari embun bintang, hanya bisa dipanen saat hujan meteor (???? GIMANA CARA DAPETNYA!?)
✔ Sepiring permen yang katanya bisa memberikan energi seperti tidur 8 jam (

Luman mulai curiga, INI MINERVA ATAU LABORATORIUM ILMUWAN GILA?!

Shin & Luman (nangis dalam hati): "INI BUKAN MAKAN MALAM!! INI MAKANAN SURGA ATAU MAKANAN KULTUS TERLARANG?!" 😱🔥

Yuichi (ambil permen pengganti tidur, kunyah santai): "Besok sarapan spesial, jadi makan yang banyak." 😌

Luman & Shin: "BESOK MASIH ADA LAGI?!" 😭🔥

.

.

.

.

.

.

.

.

🔥 SARAPAN DI MINERVA ITU LATIHAN FISIK?! 🔥

Luman (masih trauma dari makan malam kemarin): "Oke, aku pasrah. Sarapan pasti lebih… normal, kan?" 😓

Shin (muka kosong, jiwa sudah lepas): "Iya, kan? Kan?!"

Yuichi (duduk santai, minum teh herbal dari daun yang cuma tumbuh di dimensi lain): "Lihat saja sendiri." 😏

Dan ketika mereka masuk ke aula sarapan…

🚨 PANDANGAN PERTAMA YANG MEREKA LIHAT?! 🚨

✔ Telur naga rebus yang ukurannya sebesar kepala manusia. Harus pakai pedang khusus buat membukanya. (??? INI SARAPAN APA BOSS RAID?!)
✔ Pancake dari susu qilin, katanya bisa meningkatkan kekuatan otot selama 24 jam (???? APA INI BOOSTER GYM?!?!)
✔ Kopi yang diracik dari biji kopi yang hanya tumbuh di tempat dengan gravitasi 10x lipat lebih kuat dari Bumi. (???? NGAPA SUSAH BANGET NYARI KOPI DI SINI?!)
✔ Buah Etheris, yang katanya bisa mempercepat regenerasi sel otak. (???? INI BIKIN PINTER ATAU OVERHEAT?!)
✔ Sepiring bacon yang ternyata dari daging babi hutan iblis, dan ya, masih gerak-gerak sendiri. (Luman dan Shin udah mulai mikir ini makanan atau makhluk hidup?!)
✔ Bubur energi yang katanya bisa menggantikan makan siang DAN makan malam dalam satu porsi. (??? INI SARAPAN ATAU SUPLEMENT MILITER?!?!)

Luman (ngeliat makanan ini dengan mata kosong): "Yuichi… ini masih bisa disebut sarapan?" 😶

Shin (mencoba realistis): "Mereka tidak punya roti biasa atau telur dadar normal?..."

Yuichi (santai banget, sambil oles selai di rotinya): "Oh, ada roti kok."

Luman & Shin (muka penuh harapan): "Serius?!" 😍

Yuichi (masih santai, ngeluarin roti hitam bercahaya aneh): "Iya, cuma roti ini terbuat dari gandum yang tumbuh di dimensi bayangan dan bisa bikin orang melihat dunia dalam spektrum warna yang berbeda selama 12 jam." 😌

Luman & Shin: "TIDAKKAH KALIAN TAHU ARTI 'NORMAL'?!?!" 😱🔥

Yuichi: "Normal dan biasa saja. Karena kalian masih status "tamu Minerva" jadi kedepannya jangan berharap ada sesuatu yang 'normal' di Minerva. Biasakan saja." 😌😎

Luman & Shin: (Mental resmi breakdown, mereka harus membuang logika orang normal jika mau beradaptasi dan bertahan di Minerva...😢)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

MINERVA

Bayangan yang Menjaga Keseimbangan Dunia

Di dunia yang dipenuhi dengan kegelapan, di mana makhluk-makhluk terkutuk merajalela dan kejahatan bersembunyi di balik tirai dunia, berdiri sebuah organisasi rahasia yang namanya hanya dikenal dalam bisikan—Minerva. Organisasi ini bukan sekadar sekelompok pengusir makhluk, tetapi sebuah peradaban bayangan yang telah berdiri selama berabad-abad, memastikan keseimbangan antara dunia manusia dan dunia entitas yang tak kasat mata.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

SEJARAH MINERVA

Minerva didirikan oleh sekelompok individu yang memahami bahaya yang ditimbulkan oleh makhluk-makhluk dari dimensi lain. Sebagai pewaris pengetahuan kuno, mereka berkomitmen untuk tidak hanya memburu dan mengusir makhluk-makhluk tersebut, tetapi juga memahami mereka, mencari cara untuk mengendalikan kekuatan mereka, dan dalam beberapa kasus, memberikan mereka kedamaian abadi.

Seiring berjalannya waktu, Minerva berkembang menjadi sebuah organisasi yang memiliki struktur kompleks, menyebar ke berbagai belahan dunia, dengan mata dan telinga di mana-mana. Mereka bukan sekadar pemburu, tetapi penjaga keseimbangan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

STRUKTUR MINERVA...

Di bawah kepemimpinan Delapan Pilar Minerva, organisasi ini terbagi ke dalam berbagai divisi yang masing-masing memiliki peran unik dalam misi utama mereka:

Umbra Hunter – Pemburu garis depan, pengumpul informasi, dan tangan kanan pemimpin Minerva.

Butterfly Valley – Divisi yang hanya diisi oleh wanita kecuali Seon-Hoo, bertanggung jawab atas perbatasan antara dunia manusia dan dunia arwah, ahli dalam penyembuhan dan intelijen.

Serpent Remedy – Tim medis dan penyembuh, ahli dalam teknik penyembuhan konvensional hingga sihir eksorsisme yang dapat menyelamatkan atau mengakhiri penderitaan.

Aegis Stratagem – Divisi strategi dan taktik, mereka yang mengatur rencana serangan dan pertahanan Minerva dalam setiap operasi besar.

Iron Forge – Pembuat senjata, mereka yang menempa alat-alat yang mampu menembus makhluk supernatural dan menahan kekuatan terkutuk.

Arcane Nexus – Peneliti yang memadukan ilmu sihir dan teknologi, mencari cara untuk memanfaatkan energi supernatural demi kepentingan Minerva.

Spectral Guard – Penjaga relik suci dan lokasi sakral, bertanggung jawab menjaga artefak kuno dari tangan yang salah.

Shade Whisperers – Mata dan telinga Minerva di seluruh dunia, ahli dalam pengintaian, komunikasi, dan manipulasi informasi.

Veil Wardens – Pengusir arwah yang terperangkap di antara dunia, mengantarkan mereka menuju kedamaian atau menghapus keberadaan mereka jika perlu.

Eclipse Seers – Para peramal dan penafsir takdir, mereka yang membaca masa depan dan merancang strategi berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Silent Veil – Para infiltrator dan pembunuh dalam kegelapan, spesialis dalam misi senyap untuk mengeliminasi ancaman dari dalam.

Nightshade Alchemists – Ahli racun dan ramuan, menciptakan berbagai zat yang dapat melemahkan atau menghancurkan makhluk supernatural.

Obsidian Archivists – Penjaga pengetahuan terlarang, menyimpan naskah dan catatan yang tidak boleh jatuh ke tangan musuh.

Nocturne Blades – Pemburu bayangan yang hanya beraksi di malam hari, eliminator yang menyerang tanpa suara.

Lumina Sanctum – Exorcist tertinggi Minerva, mereka yang dapat memurnikan energi gelap dan menyegel iblis tingkat tinggi.

Grave Keepers – Pelindung makam kuno dan tempat peristirahatan suci, bertanggung jawab atas keseimbangan spiritual dalam dunia manusia.

.

.

.

.

.

.

Metode dan Prinsip Minerva

Minerva tidak hanya bertindak dengan kekuatan, tetapi juga dengan kebijaksanaan. Mereka tidak menganggap semua entitas supernatural sebagai musuh, tetapi menilai apakah mereka bisa dinegosiasikan atau harus dieliminasi.

Dalam beberapa kasus, Minerva bahkan merekrut makhluk supernatural untuk bekerja dalam bayangan, menjadikan mereka bagian dari misi yang lebih besar.

Minerva bekerja dalam tiga prinsip utama:

KESEIMBANGAN – Dunia tidak boleh dikuasai oleh terang maupun gelap, tetapi harus tetap seimbang.

KEADILAN – Tidak semua makhluk supernatural adalah musuh, dan tidak semua manusia layak dilindungi.

PENGORBANAN – Mereka yang berada dalam Minerva harus siap mengorbankan segalanya untuk menjaga dunia tetap utuh.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ancaman yang Dihadapi Minerva

Dunia yang diawasi oleh Minerva bukan hanya menghadapi makhluk-makhluk supernatural, tetapi juga ancaman dari manusia yang menyalahgunakan kekuatan dunia lain.

Ada organisasi-organisasi rahasia lain yang ingin mengendalikan energi supernatural untuk kepentingan mereka sendiri. Di antara ancaman terbesar adalah pengguna kekuatan berbahaya, individu yang memanipulasi kontrak dengan entitas dari dunia lain untuk memperoleh kekuatan di luar batas manusia biasa.

Karena itulah MINERVA berada di sebuah dimensi yang khusus dibuat untuk anggota Minerva. Untuk keamanan dan keselamatan. Baik mental, fisik ataupun perubahan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Drrrtttt!

Settt!!

Sebuah getaran halus menjalar di permukaan meja metalik berlapis kaca, memicu aktifnya sistem deteksi otomatis. Hologram berwarna biru safir langsung menyala, memproyeksikan visual data yang melayang-layang di udara seperti nyala bintang yang terus bergerak.

Angka-angka, grafik sirkular, serta rekonstruksi dimensional melesat cepat, disertai denyut garis kode yang hidup, membentuk pola berbasis algoritma sistem Eva-7.

Di tengah ruang taktis utama, Park Ryuichi De'Minerva, ketua pimpinan utama Minerva, berdiri tegap.

Jubah ketua pimpinan miliknya berkibar dengan simbol burung Phoenix biru di pundak kirinya menyelimuti pakaian prajurit Minerva yang dikenakannya. Iris matanya memantulkan cahaya data, seolah-olah sedang membaca kemungkinan masa depan dari aliran kode yang saling bersaing.

“Inisialisasi prioritas visualisasi abnormalitas Universe world Lee Shin,” gumamnya dingin.

Sistem Eva merespons dengan nada halus namun penuh urgensi.

[Mode Taktis Aktif. Sinkronisasi penuh 98.7%. Tampilan data dinamis diaktifkan.]

“SunWoo, lihatlah ini.”

SunWoo, yang tengah memverifikasi laporan dari sektor penahanan dimensi, langsung menoleh. Dalam sekejap, ia berdiri di samping Ryuichi, menyapu layar dengan tatapan waspada. Suara Eva kembali menggema dalam format laporan tingkat tinggi

[Laporan No. 271 – Anomali Universe Shin]

[Status: Tidak Stabil
Kemungkinan Keterlibatan Minerva: 87.3%
Subjek Fokus: Shin (Pilar Minerva – Status Kesadaran Parsial)

Dampak Distorsi Dimensi:

> Zona Terdampak: 52% sektor inti

Frekuensi Distorsi: Meningkat 15.2% / 24 jam

Potensi Kebangkitan Entitas Tidur: 46%

Risiko Keterpaparan Entitas Eksternal: 74.8% ]

[ Eva Verdict: > Peringatan Level 4 – Intervensi Strategis Direkomendasikan. ]

SunWoo mengernyit, tangannya bersilang, ia berpikir cepat. “Jadi… dunia itu juga mulai ‘retak’ dan Shin belum sadar kalau dia bukan satu-satunya node Minerva yang ada di sana...”

Ryuichi mengangguk, wajahnya mengeras seiring puluhan jalur kemungkinan terlintas dalam pikirannya.

"Hipotesis terburuk kita sudah terkonfirmasi. Sistem inti Minerva yang ada di dunia itu hampir pecah saat perpindahan antar dimensi—dan sekarang para anomali penyebab ketidakseimbangan beroperasi sendiri-sendiri. Kalau tidak segera dikendalikan, efek dominonya bisa menghancurkan struktur waktu di dalam dunia universe milik Shin."

Eva menyela secara tiba-tiba, kali ini dengan nada lebih tinggi.

[ALERT – Anomali Deteksi Baru]
Lokasi: Lab Penelitian – Zona Yuichi
Kegagalan Sistem Inti: 92.1%
Potensi Bahaya Eksplosif: 78.4%
Analisis Visual: Reaksi Energi Tak Teridentifikasi

Belum sempat SunWoo merespons, kejutan baru datang—

BOOM!

Ledakan menggelegar mengguncang seluruh lantai bawah markas. Getaran keras menjalar melalui lapisan pelindung, memicu sistem gravitasi cadangan.

Seketika, lampu darurat menyala merah terangsirene memenuhi setiap sudut ruangan.

[KONFIRMASI LEDAKAN – ZONA PENELITIAN YUICHI]

> Tingkat Kerusakan: 47.6%
Kebocoran Energi: Terdeteksi di 3 titik
Sistem Penahan Dimensi: Tidak Stabil
Status Hye Yuichi: Tidak Diketahui
Menjalankan Protokol Pemulihan Otomatis EVA-ΔR7...]

SunWoo menahan umpatan, lalu berlari. “Bocah sialan itu lagi sih! Ini yang keberapa dalam seminggu? Empat? Lima?! Kenapa lab penelitian miliknya selalu jadi taman bermain chaos untuk dia setiap waktunya?”

Ryuichi melangkah cepat, tak mengatakan banyak—namun dari caranya mengepal tangan, jelas amarahnya bukan hal sepele.

“Kalau dia masih hidup... aku akan pastikan dia belajar membangun sesuatu tanpa menghancurkan setengah markas, bahkan kalau harus mengikatnya ke kursi pelatihan selama tujuh hari tujuh malam.”

SunWoo menimpalinya, "Kecuali di bagian Yuichi mengerjakan seluruh tugas kurang dari 1 jam. Kau tidak akan bisa melakukannya, Ryu."

Ryuichi, "..."

Mereka berdua menyusuri koridor, melewati beberapa anggota Minerva yang mulai bereaksi terhadap insiden. Sistem Eva terus memperbarui statusnya.

[MEMULAI PROTOKOL PENCARIAN YUICHI]

[Mengakses Jejak Energi Residual…
Anomali Terdeteksi – Sinkronisasi Kode Subdimensi Tak Terdaftar
Hipotesis: Zona Transmigrasi Alternatif Terpicu Spontan]

[Status: Hye Yuichi mungkin telah berpindah ke Rencana Layer Dunia yang Tidak Tercatat.]

SunWoo dan Ryuichi berhenti sejenak, saling berpandangan.

“Dia bukan hanya meledakkan lab,” kata SunWoo perlahan. “Dia bisa saja... berpindah dunia. Atau membuka celah baru.”

Ryuichi menyipitkan mata. “Sistem Eva, aktifkan Protokol: ChronoTrace.”

[ChronoTrace Aktif. Menyusun peta kemungkinan lintasan pilar Hye Yuichi.]

Dan di kejauhan, di balik lab pribadi seseorang dan api biru yang membakar udara, tawa seseorang samar terdengar. Suara tabrakan, dan barang di lempar terdengar jelas.

Suara yang tak asing.

“Aku cuma mau makan ramyeon sambil maraton anime, sumpah. Tugas budak korporat sialan!! Aku doakan minggu depan kau tidak bisa tidur bareng Madam Nari, dasar buaya bucin!!!”

Teriakan Yuichi menggema di sepanjang lorong markas besar Minerva. Hanya atau penyebabnya: tugas budak korporat non-stop.

SunWoo melirik ke arah Ryuichi. "Kau tidak memberikannya jatah libur lagi?"

Syutt...

Ryuichi mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil berdeham sejenak. "..... Dia terlalu kompeten untuk diliburkan.." ucapnya.

SunWoo, "... Pantas saja, dasar satu keturunan sama-sama tsundere_-...."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya comeback diriku ini! Terimakasih telah menunggu!!

Untuk story yang lain harap ditunggu ya! Support yang besok ujian! 🥳🥳🥳

To be continued...

Seguir leyendo

También te gustarán

20.7K 2K 53
Hoshino Ananti seorang idol yang memiliki bakat menyanyi dan dance yang hebat hingga dikatakan sebagai Idol Jenius, dia juga memiliki senyuman manis...
15K 1.8K 17
Husbu [name] jadi nyata?! Tiba-tiba mereka muncul dikamar [name], disaat [name] sedang menggambar mereka! Eh eh, sejak mereka muncul. [name] jadi ta...
3.9K 475 19
⚠️Kekerasan, Kata-kata kasar, Kissing, Adegan berdarah, Dll hal yang sama sekali tak boleh kalian tiru. ✧⋄⋆⋅⋆⋄✧⋄⋆⋅⋆⋄✧⋄⋆⋅⋆⋄✧⋄⋆⋅⋆⋄✧ Ini adalah tentang...
27.2K 1.1K 29
Huo Minghao, Pemuda straight dan homophobia, punya kakak fudan dan kakak ipar yang fujoshi tingkat tinggi, minghao sering menjadi bahan kelinci perco...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas