Naomi Adhitama seorang gadis polos yang diadopsi oleh keluarga Adhitama. Naomi dulunya tinggal disebuah panti asuhan yang kekurangan dana
Dan untungnya keluarga Adhitama mengadopsinya dengan hati yang bergembira karena akhirnya mereka mempunyai anak perempuan
Pasangan Adhitama memiliki empat anak laki-laki. Anak pertama bernama Cassius Noah Adhitama, seorang pengusaha muda yang berumur 22 tahun
Anak kedua dan ketiga mereka adalah Leon Panetta Adhitama dan Lion Panetta Adhitama yang berumur 17 tahun dan bersekolah di SMA Zeckster dikelas 11 IPS 2
Dan anak keempat mereka yaitu Calvin Adhitama, berumur 15 tahun bersekolah yang sama dengan si kembar dan dikelas 10 IPS 3
Sedangkan anak adopsi mereka yaitu Naomi Adhitama berumur 16 tahun dengan sekolah yang sama dan dikelas 10 IPS 1
Para anggota keluarga Adhitama sangat menyayangi Naomi, kecuali Calvin
Calvin merasa kasih sayang yang seharusnya untuk dirinya malah direnggut oleh orang asing yang tiba-tiba saja masuk ke keluarganya
Bahkan dia dianggap sebagai bungsu keluarga, padahal Calvin lah yang paling muda
Calvin yang tidak terima mulai menagih kasih sayangnya tapi dengan cara yang salah
Dia melukai Naomi, disekolah maupun dirumah. Bukannya mendapatkan apa yang dia inginkan, dia malah mendapatkan kebencian dari semua anggota keluarganya
Disekolah dia didukung oleh teman geng nya yang selalu berada disisinya
Dia juga iri melihat Naomi yang disukai oleh semua murid di sekolahnya
Tapi karena takut keluarganya tambah membenci dirinya, dia pun berhenti untuk melukai Naomi
Tapi tak berapa lama datang seorang murid baru yang terlihat seperti preman yang tergila-gila dengan Naomi
Murid tersebut bernama Albert Millano Vernandez. Dia berada dikelas 11 IPS 5
Dia dengan terang-terangan mendekati Naomi seperti seorang psikopat yang menemukan targetnya
Tapi adegan pdkt nya terhalang oleh saudara-saudara Naomi dan juga salah seorang murid yang juga mencintai Naomi
Murid tersebut bernama Loyd Gentala Hanasta. Dia merupakan Ketua OSIS yang ditakuti semua murid
Karena sekalinya Genta turun tangan, maka tidak ada siapapun yang yang tidak terluka olehnya
Korbannya pasti selalu berakhir di rumah sakit. Karena itulah murid-murid takut pada dirinya
Kecuali Albert. Dia dengan berani melawan Genta hanya untuk mendapatkan Naomi
Sampai suatu hari, Genta menyatakan perasaannya kepada Naomi yang langsung diterima olehnya
Mendengar kabar bahwa mereka pacaran, Albert langsung berencana melakukan penculikan Naomi
Dia akan membawa Naomi menjauh dari siapapun dan dia dibantu oleh Calvin
Calvin membantunya agar Naomi pergi dari keluarganya dan kasih sayang mereka akan menjadi miliknya lagi
Albert tentu saja langsung menyetujuinya dengan senang hati
Tapi sebelum mereka melakukan rencana mereka, rencana mereka diketahui terlebih dahulu yang membuat kedua keluarga yaitu Adhitama dan Hanasta murka dan membunuh mereka berdua dengan sadis
Bahkan setelah mereka berdua dibunuh, mayat mereka di berikan ke 'peliharaan' mereka untuk dimakan
Setelah kematian mereka berdua, kehidupan Ganta dan Naomi berjalan dengan baik tanpa halangan sama sekali
Dan setelah tamat sekolah dan cukup umur mereka pun menikah dan memiliki keluarga yang cemara
Tamat
"Ehhh aneh sekali"
Terlihat seorang pemuda yang sedang duduk dikursi taman dengan buku ditangannya
"Kenapa tokohnya sedikit sekali? Halamannya juga sedikit? Apakah penulisnya hanya membuat cerpen dan bukan novel?"
Pemuda itu menatap buku itu dan membalik-balikkan nya sembari melihat sampul buku tersebut
Lalu dia terpaku pada sebuah kalimat yang ada di sampul belakang buku tersebut
"Cerita pendek kehidupan kedua"
Pemuda itu menyunggingkan senyum lebar sembari menatap buku tersebut dengan perasaan tertarik
"Cerita pendek kehidupan kedua? Hahahaha ada ada saja"ucap pemuda tersebut sembari mengeluarkan sebuah korek dari tasnya
Dia membakar buku tersebut dengan senyuman yang tidak luntur
"Tidak ada yang namanya kehidupan kedua"
Pemuda tersebut menatap buku yang terbakar tersebut sembari mengeluarkan sebatang rokok lalu menyesapnya
"Lelucon paling lucu didunia, kehidupan kedua"
Pemuda tersebut terkekeh sembari mengingat kejadian di masa lalu
Flashback on
"Mama pasti akan datang di kehidupan kita selanjutnya sayang..."
"Gak! Mama bohong!!!"
"Tidak... Mama gak bohong ayan..."
"Hiks... Jangan pergi maaaa!! Ayan gak mau sendiri!!"
"Hiks... Jangan menangis sayang... Tersenyumlah untuk mama..."
"TIDAK!!!!!!!!"
Flashback off
Pemuda tersebut membuang rokoknya lalu menginjak puntung rokok tersebut lalu mengambil tasnya dan beranjak pergi
Dia berjalan di trotoar disebuah jalan yang keadaannya sudah malam
Dia terkekeh masih dengan senyumannya
"Rayan Rayan... Hidupmu ini gak ada gunanya"ucap pemuda tersebut yang bernama Rayan
Rayan berbelok ke jalan untuk menyebarang tanpa melihat ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi
Brak
Tukk
Citttt
Tubuh Rayan terpental mengenai sebuah toko. Rayan melihat beberapa orang yang melintas menghampirinya
Rayan lagi-lagi hanya tersenyum dan menatap langit malam sengit dan dengan lirih dia berucap
"Ayo buktikan jika memang ada kehidupan kedua"
Rayan tersenyum sinis lalu menutup matanya
Tittt
Titt
"Dok pasien memberikan tanda"
"Cepat teruskan!"
Disebuah ranjang rumah sakit terlihat seorang pemuda yang mengerjabkan matanya tanda dia akan bangun
"Enghh sialan... sakit.."
Pemuda tersebut memegang kepalanya yang berdenyut dan menatap ke sekeliling merasa tidak asing dengan tempat tersebut
"Rumah sakit? Gak jadi mati kah?"tanya pemuda tersebut lalu dia berusaha untuk duduk
"Hmm?"
Pemuda tersebut bingung saat melihat sebuah pantulan yang berbeda dari kaca rumah sakit
"Siapa itu?" Tanya pemuda tersebut
Pemuda tersebut melambaikan tangannya seperti menyapa. Lalu gerakan lambaian tangan tersebut berhenti saat dia menyadari sesuatu
"Lah? Itu kan kaca? Pantulan ku dong?"
Pemuda tersebut tentu saja adalah Rayan. Dia menatap kaca tersebut intens dan mulai mengembangkan senyuman andalannya
"Eh... beneran ada kehidupan kedua kah?"
Rayan tertawa kecil lalu menatap kaca tersebut dengan sinis
"Dunia memang aneh, tetapi takdir lebih aneh lagi"
Asik tertawa tanpa disadari ada seseorang yang masuk kedalam ruangannya
"Dek Albert?"
Rayan menatap kesumber suara dan melihat seorang dokter muda disana
Rayan celingak celinguk menatap kekiri dan kekanan lalu kembali menatap dokter muda tersebut
"Abang dokter manggil siapa?"tanya Rayan
Dokter muda tersebut tersentak sedikit lalu berjalan mendekat kearah Rayan
"Adek gak ingat apa-apa?" Tanya dokter muda tersebut
Rayan yang mendengar pertanyaan tersebut langsung menggeleng karena emang gak tau
Bisa saja dia bilang dia ditabrak truk kun lalu mati dan masuk ke tubuh orang ini
Tapi dia tidak akan melakukan hal itu
Dokter muda tersebut mengangguk paham lalu menatap Rayan lembut
"Oke sebelum itu perkenalkan nama abang Abraham Kalingga Mahardika panggil aja bang Lingga"
Rayan hanya tersenyum lalu mengangguk
"Dan nama kamu itu adalah Albert Millano Vernandez kamu bersekolah di Zeckster High School. Abang tahu identitas kamu dari pakaian sekolah mu saat kamu kecelakaan motor"
Rayan yang tadinya senyum manis dengan mata yang sebelumnya memperhatikan Lingga berubah menjadi senyuman dengan matanya yang menyipit
"Karakter buku itu"
Lingga tidak terlalu mengerti arti tatapan itu lanjut berbicara
"Dari beberapa warga yang membawamu katanya kamu korban dari tabrak lari,dengan keadaan kamu membawa motor dan ditabrak oleh sebuah mobil"
Rayan kembali tersenyum biasa lalu mengangguk mengerti
"Jadi begitu... aku tidak terlalu ingat bang!"
Lingga hanya mengangguk mengerti lalu beranjak keluar
"Oh kamu udah boleh pulang jika infusnya sudah habis ya. Dan untuk biaya itu udah ditanggung oleh pelaku"
Setelah mengatakan hal itu Lingga beranjak keluar dari ruangan Rayan
Meninggalkan Rayan sendiri dengan emosi yang tidak dapat dimengerti
TBC
Cerita pertama mah biasa pasti ada kesalahan🗿🤌
Lanjut euy....
*Kalo ada typo, tandain ya gess