.
.
.
‧˚ʚ♡ɞ˚‧
Malam Minggu biasanya identik dengan malam yang santai. Banyak mereka yang menganggap bahwa malam Minggu merupakan waktu yang pas untuk menghabiskan waktu bersama sahabat, kekasih ataupun keluarga.
Walaupun hanya sekedar jalan bersama atau berkumpul biasa sambil bercanda ria. Terutama dikalangan remaja.
Sama halnya dengan Gaby, gadis itu sedang sibuk memperhatikan penampilannya. Ia memoles sedikit wajahnya supaya tidak pucat dan tidak ketinggalan dengan memakai liptint supaya terlihat lebih fresh.
Dengan memakai sweater dan rok jeans di atas lutut, walaupun terlihat sederhana tapi Gaby sangat cocok memakainya.
Perfect!
"Harum wangi cantik berseri, malam ini aku nak pergiiiiii....." Ucap Gaby riang sambil memutar badannya dihadapannya cermin.
Malam ini suasana hatinya sedang berbunga-bunga. Entah angin apa ia menerima ajakan Alister yang mengajaknya jalan malam ini.
Biasanya Gaby selalu menolak mentah-mentah dengan berbagai alasan. Namun kali ini berbeda, Gaby dengan excited langsung mengiyakan ajakan Alister.
"Cantik juga gue!" Ucap Gaby percaya diri.
"Oh iya parfume jangan lupa woiy!"
Kemudian ia menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
"Nah gini kan wangi!"
Gaby menatap dirinya di depan cermin sambil tersenyum.
"Pantes aja tuh bocah tergila-gila sama gue, orang gue cantik begini hihi...." Gaby mengibaskan rambutnya.
"Pelet gue manjur ternyata haha... Di liat-liat gue mirip Karina Aespa deh!"
"Gila!" Desis Gabriel.
"Anjing!" Umpat Gaby terkejut.
"Ishh iell Lo ngagetin gue tau gak?!"
"Minimal ketok pintu dulu kek!" Omel Gaby pada kembarannya.
Gabriel hanya menatap malas Gaby. Ia menyandarkan tubuhnya di pintu kamar gadis itu.
"Udah ditungguin Alister noh dibawah, tumben banget malem Minggu keluar kandang Lo?!"
"Ck gak pergi salah, pergi pun gue salah! Terserah Lo deh!" Sebal Gaby. Kemudian ia menatap kembarannya.
"iel!!! Look penampilan gue! Ada yang kurang gak? Make up gue ketebelan gak? Terus...terus gue kurang wangi gak?" Cerocos Gaby sambil menangkup wajah Gabriel supaya melihat ke arahnya.
Gabriel melepaskan kedua tangan Gaby. Lalu menatap Gaby dari atas sampai bawah.
"Gimana? Ada yang kurang?" Tanya Gaby kembali memastikan.
"Ada"
"Hah? Apa-apa? Kasih tau gue!"
"Otak Lo ! " Kemudian Gabriel langsung berlari dari hadapan Gaby sebelum mendapat amukan dari gadis itu.
"SIALAN LO IELLLL!!! SINI LO HEH!!!" amuk Gaby yang sudah mencak-mencak.
Gaby segera menyusul kembarannya itu. Dengan nafas yang memburu ia menuruni tangga. Ia sudah kepalang kesal.
"IELLLLL MANA LO?!" dengan sebelah tangannya memegang sepatu bermaksud untuk menimpuk Gabriel.
Sedangkan diruang tamu mamih dan papih Gaby serta Alister menatap ke arah tangga dimana Gaby yang terlihat sangat marah siap untuk mengamuk.
"Kamu kenapa sih sweety teriak-teriak, gak malu sama Alister?" Tanya Papihnya namun dihiraukan oleh Gaby.
"iel mana pih?" Ia menengok ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan kembaran nya itu.
"Pergi tadi sama Willi".
Dengan kesal Gaby membuang sepatunya asal.
"Ck! Kamu kenapa sih Gaby!! Liat tuh kamu diliatin Alister dari tadi! Gak malu hah?!" Cerocos mamihnya sambil berkacak pinggang.
Gaby yang baru sadar ada Alister pun memejamkan matanya malu. Duh bisa-bisa image nya buruk di mata pria itu.
Tunggu! Sejak kapan ia memikirkan image nya di hadapannya pria itu?
"Mamihhh maluuuuuu!!!!!!" Rengeknya kemudian sambil merapatkan tubuhnya pada mamihnya.
Sedangkan Alister hanya tertawa kecil melihat tingkah bar-bar gadisnya.
"Sekarang baru malu! Tadi kemana heh?! Udah sana ah, Alister udah nungguin kamu dari tadi!" Ucap Mamihnya sambil menyingkirkan Gaby. Gaby merengut kesal.
Ia mendekat ke arah Alister. "Ekhemm, u-udah dari tadi?" Tanya Gaby gugup.
"Baru aja".
"Mau jalan sekarang?" Lanjutnya bertanya.
"B-boleh, keburu malem!"
Alister tersenyum lalu bangkit dari duduknya.
"Pih, mih Al ijin ajak Gaby jalan-jalan ya?" Izinnya pada kedua orang tua Gaby.
"Silahkan Al, asal jangan pulang malam-malam". Ujar Papihnya mengijinkan.
"Boleh banget ALLL!!!! Mamih bersyukur banget soalnya gada yang gangguin kita berduaan haha..." Ujar julid mamihnya.
"Yaudah kalo gitu kita pergi sekarang...."
"Hati-hati!!!! Cie ada yang mau malam mingguan bareng ayang cieee...." Goda mamihnya.
"MAMIHHHHHH" pekik Gaby kesal.
"Ciee.... ciee... udah gak jomblo cie...." Lanjutnya menggoda anaknya.
"Papihhh!!!!! Liat mamih!!!!" Adunya pada sang papih.
"Udah mih, kamu tuh suka banget godain anak sendiri ". Ucap Papihnya.
"Ya mamih seneng aja pih, akhirnya anak gadis kita normal punya pasangan, gak cuma halu in si wagyu - wagyu itu doang!!!" Jelas mamihnya.
"MINGYUUU MAMIHHH!!!! NOT WAGYU!" Protes nya. Enak saja belahan hatinya di samain sama daging!
Gaby semakin menatap malas mamihnya. Hey! Dia bukan halu ya! Siapa sih yang gak suka sama mingyu yakan?!
Dewa Papihnya itu hanya menggelengkan kepalanya. Lelah melihat tingkah istrinya dan putrinya yang selalu tidak akur itu.
"Sudah-sudah lebih baik kalian cepat berangkat. Ayok mih masuk". Ujarnya kemudian menuntun istrinya untuk masuk.
Sama halnya Alister, ia menuntut Gaby untuk masuk ke dalam mobil lalu disusul olehnya.
Gaby yang masih merasa kesal pun menggerutu tidak jelas. Sampai usapan lembut di rambutnya membuatnya menoleh.
"tenang okay?" ujar Alister. Gaby mengangguk singkat. Kemudian nafasnya terhenti ketika Alister mencondongkan tubuhnya ke arahnya.
Wajah tampan Alister tepat di hadapannya. " L-Lo? Mau ngapain Lo?" Panik Gaby.
Ia memejamkan matanya saat wajah Alister semakin mendekat.
Klik!
"Seatbelt baby!" Kemudian ia menyingkir menjauh dari tubuh gadisnya. Ia terkekeh kecil melihat Gaby yang menegang.
"Hey! Rileks by".
Sontak Gaby langsung membuang mukanya. Sial! Ia kira pria itu akan menciumnya ARGHHHH!
"Baby?...." Panggil Alister.
"Eum? K-kenapa?" Alister memandang intens Gaby yang membuat gadis itu sedikit salah tingkah.
Alister mendekatkan wajahnya ke telinga Gaby membisikkan sesuatu. "you look so beautiful, baby!"
Puji Alister dengan suara seraknya lalu dengan singkat ia mengecup pipi chubby gadisnya.
CUP!
Mendadak tubuh Gaby menegang dengan semburat merah terlihat di pipinya. Kemudian tangannya membelai pipinya yang tadi dicium Alister.
'mamihhhh byby malu HUEEEE!!!!'
"Wajahmu memerah baby, kamu sakit?" Tanya Alister pura-pura tidak tahu.
"H-hah? Ah e-nggakk". Bohong Gaby. Jantungnya saja sedang berdetak dengan kencang. Ia berusaha menormalkan wajahnya.
Alister tersenyum tipis lalu menjalankan mobilnya meninggalkan halaman mansion Gaby.
‧˚ʚ♡ɞ˚‧
"Mau nonton apa?"
Disinilah mereka berada, disalah satu mall yang cukup ramai. Mereka memutuskan untuk menonton bioskop.
"Emm horor aja gimana ? Kata Flora kemaren filmnya bagus. Gue jadi penasaran" Jawab Gaby.
Alister menaikan sebelah alisnya. " Yakin? Kamu berani emang?"
"Ck! Berani lah! Paling setannya gitu-gitu aja!" Jawab Gaby songong.
"Yaudah tunggu sini, aku pesen tiketnya dulu".
"Sama popcorn ya? Yang rasa caramel!" Pinta Gaby.
Alister mengangguk singkat kemudian berjalan untuk mengantri tiket.
Tidak lama kemudian Alister sudah kembali dengan membawa dua tiket juga popcorn pesanan Gaby.
"Ayok, bentar lagi filmnya mulai". Alister langsung menggandeng tangan mungil gadisnya.
Gaby mendudukkan dirinya, sepertinya Alister sengaja memilih duduk di bagian pojok.
Film pun dimulai. Lampu bioskop mulai dimatikan. Awal-awal Gaby masih menikmati film. Alurnya pun masih santai belum terlalu mengerikan .
Namun sesaat kemudian situasi mulai menegang ketika setan-setan mulai bermunculan. Sontak Gaby memeluk lengan Alister erat. Sesekali memejamkan matanya.
BOOM!
"AAAAAAA!!!!!!" Teriak semua penonton termasuk Gaby. Bahkan ia menyembunyikan wajahnya di lengan Alister.
"Katanya gak takut?" Cibir Alister.
"Kaget ya bukan takut!" Elak Gaby.
"Terus, ini meluk kenceng banget maksudnya apa?" Alister semakin menggoda gadisnya. Gaby langsung melepaskan pelukannya itu sambil menatap Alister sinis.
"Sorry refleks!"
Singkat saja film pun selesai. Para penonton mulai meninggalkan ruangan.
"Habis ini mau kemana?" Tanya Alister.
Gaby tidak menjawab namun matanya jelalatan menjelajahi mall.
"Gue mau ke situ!" Tunjuk Gaby melihat toko yang menjual perintilan-perintilan wanita.
Tanpa pikir panjang ia langsung menarik tangan Alister menuju toko tersebut.
"OMMOOOO LUCUU BANGETTT!!!!!!" Pekik Gaby saat melihat gelang couple dihadapannya.
Ia mengambil gelang tersebut. Lalu mencoba ditangannya.
"Lucu banget ishhh". Ujarnya dengan mata berbinar.
"Eh Al sini deh, nih cobain ditangan Lo !" Pinta Gaby.
"Harus?"
"Harus dong! Sini mana tangan Lo ". Dengan ogah-ogahan Alister mengulurkan tangannya.
Gaby langsung memasang gelang tersebut di tangan berotot Alister.
"Haha... Lucu banget ditangan Lo ". Ujar Gaby senang. Sedangkan Alister menatap geli tangannya itu.
"Sini deh Al kita foto mirror disitu". Gaby menarik Alister ke depan cermin yang tersedia.
"1...2...3...cisss!"
Cekrek!
"Ihhhh gemeshhhhh!" Pekik Gaby.
"Kamu suka?"
"Suka banget! Gue beli ya? Tapi Lo yang bayar hehe..."
"Sure baby! Ada lagi?"
"Gak ah ini aja, gue udah laper".
Selepas membayarnya mereka langsung menuju ke restoran guna mengisi perut yang sudah keroncongan.
"Mau makan apa?"
"Gue pengen makan ramen!"
Namun saat mereka akan menuju restoran tersebut, seseorang memanggil nama Alister.
"ALISTER!!!" Gaby langsung menghentikan langkahnya begitupun Alister.
Sontak Gaby langsung menatap kesal ketika melihat siapa yang memanggil cowo itu.
"Beneran Alister kan?! Eh ya ampun udah lama loh Tante gak jumpa kamu. Kata Zara kalian satu sekolah ya?" Cerocos wanita tersebut yang ia yakin adalah mamah dari Zara.
"Kamu juga lama gak main ke rumah Tante bareng mamah kamu! Minggu depan main ya ke rumah Tante. Sekalian biar kamu sama Zara tambah deket hihi...." Ujarnya sambil menatap antusias pada Alister.
"Apasih mah!" Komen Zara dengan malu-malu.
Sedangkan Alister hanya diam menatap tidak minat.
"Apa gimana kalo sekarang kita makan malam bersama aja? Kebetulan Tante sama Zara mau makan di restoran langganan kita. Mau ya Al ?!"
Wanita tersebut ngotot seperti ingin mendekatkan Alister dengan Zara. Bahkan dari tadi tatapan wanita tersebut hanya fokus pada Alister, sedangkan dirinya yang disampingnya hanya dianggap angin lalu saja.
'gak anaknya, gak emaknya sama aja ternyata!'
Cukup! Gaby sudah tidak kuat!
"Sayang katanya tadi mommy nanyain aku? Jadi gak ke rumah kamu?" Cela Gaby bersandiwara. Tangannya memeluk erat lengan Alister.
Sontak saja kedua wanita berbeda umur itu melotot terkejut. Dalam hati Gaby tertawa melihat reaksi tersebut.
Sama halnya dengan Alister dia pun sedikit terkejut. Terlebih lagi gadisnya memanggilnya dengan sebutan yang sangat manis.
"D-dia? Dia siapa Al?" Tanya mamah Zara pada Alister bingung.
"Kenalin Tante, saya Gaby pacarnya Alister". Ucapnya sambil tersenyum manis.
Alister ikut tersenyum ketika gadisnya mengakui dirinya sebagai pasangannya.
"Alah paling juga kamu kan yang nembak Al duluan supaya jadi pacar kamu?!" Ujarnya tidak terima.
"Terserah Tante sih mau bicara apa. Ayok sayang kita pergi, aku udah gak sabar ketemu mommy Gladys". Tanpa persetujuan Gaby langsung menarik tangan Alister pergi dari sana.
Jujur mood Gaby langsung buruk ketika melihat mamah Zara yang begitu sok akrab dengan Alister.
Entah kenapa intinya Gaby tidak suka!
"Sayang hmm? Gak buruk juga" Goda Alister mengingat panggilan manis tadi.
"Ck! Diem deh Lo!" Sontak Alister terkekeh melihat gadisnya yang salah tingkah.
"Gak jadi makan ramen?" Tanya Alister ketika gadisnya malah menariknya keluar dari mall menuju basement
"Pindah aja! Udah gak nafsu!" Ucapnya sebal.
Gaby membuka pintu mobil lalu menutupnya dengan kasar. Alister tersenyum kecil melihat tingkah Gaby. Sepertinya ada yang sedang cemburu.
"Cemburu hmm?" Tanya Alister ketika masuk ke dalam mobil.
"Gak!" Singkat Gaby. Ia membuang muka sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Yakin?" Tanyanya jail.
"Ck! Gue bilang gak, ya gak! Lagian siapa juga yang cemburu!" Gaby tetap mengelak. Gengsinya memang setinggi harapan orang tua.
"Oh, begitu ya? Yaudah kalo gitu aku ikut makan bareng mereka ya?" Ujar Alister. Ia akan sedikit menjahili gadisnya.
Sontak Gaby langsung menatap nyalang pria itu. Emosinya benar-benar membuncah.
"Oh! Lo mau makan sama tuh dua nenek lampir? Yaudah sana gabung aja Lo! Sana pergi! Gue bisa naik taksi!" Ujarnya dengan penuh emosi. Ia siap membuka pintu mobil. Namun langsung dicegah oleh Alister.
Alister membawa Gaby ke dalam pelukannya.
"Aku hanya bercanda baby..."
"BODO AMAT! MAU LO BERCANDA GUE GAK PEDULI!!! LEPAS GAK?!!!!" Gaby memberontak. Ia sudah kepalang emosi. Apalagi ditambah dengan candaan Alister itu yang menurutnya tidak lucu.
"Hey, hey.... dengerin aku. Aku minta maaf baby. Aku hanya bercanda. Tenang okay?" Alister berusaha menenangkan Gaby. Ia mengusap kedua pipi gadisnya berusaha menenangkan.
Seperti mantra Gaby sedikit tenang. Ia berusaha mengontrol emosinya.
Ketika sudah mulai tenang Gaby langsung melepaskan tangan Alister dari wajahnya.
"Sudah tenang?" Tanya Alister. Gaby hanya mengangguk singkat.
"Im sorry baby, aku gak bermaksud bikin kamu marah". Ujar Alister lirih.
"Udahlah lupain! Mending Lo cari tempat makan sono gue udah laper!". Perintah Gaby. Moodnya sudah mulai membaik.
Alister terkekeh kemudian mengacak rambut Gaby pelan.
"ALLLL!!!! BERANTAKAN ARGH!"
CUP!
"Maaf baby, soalnya kamu sangat menggemaskan"
Dengan santai Alister mencium puncak kepala Gaby sambil membenarkan rambut nya.
Gaby menegang sambil memegang dadanya yang berdetak kencang. Alister benar-benar senang membuatnya jantungan!
'manis banget plisss....'
'bisa-bisa baper gue hikss...'
'jilat ludah sendiri Lo by!'
.
.
.
TBC
Selamat malam Minggu guys 💋
.
.
Yang gak vote gue aduin ALISTER ‼️