happy reading
setelah dua hari ia habiskan untuk meditasi akhirnya Aletta kembali. Aletta melihat sekeliling sepi kemana kakaknya pergi? apakah kakaknya meninggalkan
Aletta berkeliling mencari keberadaan kakanya tapi tidak di temukan hingga sebuah ikan muncul di hadapannya
" Aletta kamu harus berlatih mizukage tanpa kaka , Kaka akan pantau kamu dari ikan ini. semangat ya adikku sayang " setelah membaca pesan itu Aletta segera kembali ke tempatnya
Aletta duduk di tepian sungai dengan air yang tampak tenang dan cahaya bulan yang menyinari sungai itu
tangan kanannya terulur, memanggil tetesan air yang jatuh dari udara, membentuk lingkaran kecil di dalam laut yang tampak tenang.
di dalam pikiran Aletta, ia mulai membayangkan gambar bayangan yang nampak samar perlahan mulai jelas , bayangan yang dapat menyembunyikan dirinya , melindunginya, bahkan bisa menghantarkan pesan
sambil menarik nafas dalam dalam, Aletta mulai merasakan aliran energi air dari dalam tubuhnya, mengalir mengikuti tetes air yang ia kendalikan. perlahan tetesan itu membesar, membentuk lingkaran yang sangat luas.
dengan kekuatan sihirnya, ia membiarkan air itu memantulkan bayangan samar, menciptakan ilusi yang dapat menipu mata.
perlahan, bayangan itu mulai mengambil bentuk, pertama hanya kabur, kemudian semakin jelas bayangan itu membentuk dirinya, dia sedikit terkejut karena bayangan itu mirip dengannya seakan dia melihat dirinya sendiri
ting ..... crashhhhh.... senyumnya memudar ketika bayangan itu pecah dan kembali menjadi air lagi
" kenapa begini " gumamnya dengan tatapan sedih
sakala yang melihat adiknya sedih karena gagal menguasai mizukage,merasa bersalah
sakala tanpa sengaja melihat cahaya dari kelopak mata Aletta , dia tidak salah lihat kan cahaya itu ...
" aku ga boleh nyerah " gumam Aletta menyemangati dirinya sendiri " aku harus lebih bisa memahami air dan cahaya yang ada di sekitarku"
tiba tiba kabut mengelilingi Aletta, membuat gadis kecil itu sedikit terkejut. kemudian Aletta melihat ke dalam sungai, bayangan yang tadi ia buat, memberi ilusi dan kemudian menghilang lagi.
Aletta terkejut akan hal itu, apakah dia yang membuatnya? tanpa Aletta sadari dura terus memperhatikan bayangan yang Aletta buat di dalam air tadi
***
setelah sampai di UKS langit dan hazel segera masuk ,UKS itu terasa sepi ,kemana dokter yang menjaga UKS nya
" Lo duduk di situ gua ambilkan obat p3k dulu " titah langit
hazel duduk di atas brankar sambil terus menggoyang pelan kakinya, sambil memperhatikan langit yang sibuk mengeluarkan peralatan di kotak p3k
langit berjongkok di depan hazel, membawa kapas yang sudah ia basahi dengan cairan antiseptik. hazel hanya diam sambil memperhatikan langit yang sibuk mengobati lukanya
" kenapa Lo baik banget sama gua ?" tanya hazel memecah keheningan
langit menatap hazel dengan lekat lalu menjawab " karena gua Lo jadi luka"
" tapi ga harus seperti ini juga kan " tanya hazel langit
langit yang kesal mendapat pertanyaan bertubi tubi segera menekan kapas itu di lutut hazel yang membuat hazel meringis " Lo ikhlas ga sih ngobatin gua". tanya hazel lagi
" bisa diem ga sih Lo , gua itu ikhlas asalkan yang gua tolong jangan banyak tanya" jawab langit dan kembali mengobati luka hazel dengan perlahan
hazel menatap langit yang tampak serius dengan pekerjaannya. cahaya di jendela memantulkan wajahnya yang fokus, rahangnya yang tegas, dan matanya yang tajam namun penuh perhatian
" makasih ya , walaupun Lo nyebelin tapi Lo baik " puji hazel
" sebenarnya Lo puji atau nyindir sih " tanya langit
" dua duanya lah biar Lo ga terbang pas di puji seperti itu" jawab hazel
kring kring kring
bel tanda masuk berbunyi semua murid kembali ke kelasnya untuk melanjutkan pelajaran mereka
" maaf ya gara gara gua Lo ga istirahat" ujar hazel yang merasa bersalah karena langit tidak bisa istirahat karena dia
" gapapa santai aja, yok balik ke kelas teman teman gua pasti nyariin gua " ajak langit, hazel segera turun dari brankar itu dan berjalan beriringan dengan langit
ketika mereka tiba di lorong kelas semua mata tertuju kepada mereka berdua
" tuh kan mereka jalan berdua lagi , fiks sih mereka berdua pacaran "
" hmm gua setuju banget, gua mau dukung kapal mereka ah biar berjalan"
" iya cocok banget mereka anak barunya cantik dan langit ganteng cocok banget "
" tapi gua kasian sama anak baru itu pasti akan di bully sama si anesta "
langit hanya mendengarkan omongan siswa dan siswi yang sedang membicarakan dia dengan hazel " Lo ga usah dengerin mereka ,maklum aja ya gua emang ganteng jadi banyak yang iri kalau liat gua jalan sama cewe lain" ujar langit dengan penuh percaya diri
hazel yang mendengar itu serasa ingin muntah saja " tingkat kepedean Lo tinggi juga ya " sindir hazel
mereka berdua masuk kelas dan membuat seluruh siswa terdiam ketika langit dan hazel datang bersama
" wihh yang habis pacaran " teriak Fahri membuat seluruh kelas heboh
" ia ah di depan guru mah kaya tom and Jerry di belakang guru jadi romeo and Juliet " sindir rain
" apasih Lo semua lebay gua sama dia ga pacaran ya " teriak langit yang membuatnya mendapat sorakan
" uuuuhhhh malu malu kucing " sambung Arya
hazel yang mendengar itu segera berjalan menuju bangkunya begitu juga dengan langit
langit segera membuka tasnya dan mengeluarkan earphone untuk menutup telinga dari suara teman temannya dan segera tidur
brakk
seketika atensi mereka teralihkan ketika seseorang menggebrak pintu kelas mereka
ketika melihat siapa yang datang mereka semua langsung pada diam, siap menyaksikan drama yang akan di buat anesta
anesta melihat sekeliling mencari orang yang bersama langit seharian ini, setelah menemukan yang dia cari anesta segera menghampiri meja hazel
" eh Lo jadi cewe caper banget sih sama cowo gua " pekik anesta kepada hazel
langit yang sudah tidak samar dengan suara itu segera mendongak dan melihat siapa yang datang
hazel yang tidak mengerti hanya mengerutkan keningnya " maksud Lo apa sih gua ga paham" tanya hazel yang masih santai saja
melihat hazel yang masih santai anesta langsung menjambak rambut hazel. hazel yang mendapatkan perlakuan seperti itu secara tiba tiba hanya berusaha melepaskan tangan anesta dari rambutnya
" jangan berani beraninya Lo deketin langit " desis anesta , dan terus menarik rambut hazel dengan sangat kuat , membuat hazel sedikit meringis
seketika hazel teringat akan perkataan pamannya
flashback on
" Koko ni ichijiku" ujar pamannya
( Ara sini )
" naze ojisan " ujar Ara dan segera menghampiri pamannya Tatsuya
( kenapa paman )
" Anata wa mō jūdō no gijutsu o shūtoku shimashita ka?" tanya pamannya
( kamu sudah menguasai teknik judo belum)
" Madadesuga, nan'notameni? Ara ni wa ojisan wa hitsuyō nai" jawab Ara
( belum, tapi untuk apa? ara kan ga butuh paman)
" Itsuka hitsuyō ni naru kamo shiremasen" tanya pamannya lagi untuk memastikan
( siapa tau suatu saat butuh)
" Ī yo, sore wa ī yo, ojisan no jūdō no waza wa itsu naraeru no?" tanya ara
( ya udh deh Ara mau, kapan belajar teknik judo nya paman)
"Sā, sā" jawab pamannya
(sekarang ayok )
flashback off
" pakai teknik judo" ujar hazel dalam hati
dengan gerakan cepat, hazel menggenggam pergelangan tangan anesta yang menjambak rambutnya,memutar tubuhnya ke samping dengan langkah yang terukur, dengan satu gerakan tubuh anesta jatuh ke lantai
bruk
para siswa yang menontonnya terkejut begitu juga dengan langit. " sekali lagi Lo main kasar sama gua ,gua gaakan segan segan buat balas lebih dari ini " ujar hazel dengan tatapan tajamnya dan kembali ke bangku
mendengar itu seluruh siswa berteriak pertanda hazel menang, dan menyuraki anesta. anesta yang mendapat sorakan segera pergi dari kelas dengan perasaan malu
" wahh gila zel, Lo belajar teknik judo dari mana" tanya Victor
" dari paman gua, pas gua di Jepang gua belajar bela diri" ujar hazel
" serius Lo ke Jepang?" tanya rain dengan heboh, hazel hanya mengangguk
" WAHHH JEPANG KAN TEMPAT LAHIRNYA NI-KI GUAAAA" teriak rain yang membuat seluruh siswa menutup telinga mereka
ting
kutub Utara or selatan 🏔️
lo serius pacaran sama
anak baru itu?
mana ada gua cuma
tolongi dia doang
setelah mengirimkan pesan itu dan Agam membacanya langit segera melanjutkan tidurnya yang tertunda
***
malam telah tiba Aletta kembali ke sungai itu, dia duduk di atas batu karang yang terletak di samping sungai. sungai yang gelap di bawahnya berkilau oleh cahaya bulan, menciptakan pemandangan yang begitu menakjubkan
dengan satu gerakan lembut, ia mengangkat kedua tangannya, dan kabut tebal mulai memenuhi ruang di sekitarnya.
ia bisa merasakan tiap tetes air menjadi kabut, dalam kabut itu, bayangan mulai terbentuk, gambar Aletta yang sedang duduk di atas batu karang
Aletta tersenyum merasa hampir sempurna menguasai mizukage, namun, Aletta tau bahwa menguasai mizukage bukan hanya tentang mengendalikan bayangan. dia harus bisa menyatu dengan setiap gerakan air
keesokan harinya, pada suatu pagi yang tenang, setelah dua hari meditasi, dan satu Minggu berlatih, ia berdiri di tepi kolam, tangannya mengarah ke permukaan air yang seakan hidup
dengan satu gerakan halus, sebuah bayangan besar terbentuk di atas air. bayangan Aletta yang bergerak seolah olah dia melihat dirinya di dalam cermin
akhirnya, Aletta berhasil menguasai mizukage, setelah berhari hari latihan akhirnya dia dapat menguasainya
sekarang Aletta hanya perlu mengabarkan kakaknya bahwa dia sudah menguasai teknik mizukage
" hai ikan sampaikan pada keluarga kerajaan bahwa aku sudah menguasai teknik mizukage" titah Aletta kepada ikan, ikan tersebut langsung berenang memasuki sungai
Aletta melihat batu besar sekaligus pintu masuk dan keluar dia mendekati pintu itu
dengan keberanian penuh Aletta menggunakan sihir untuk membuka pintu itu
satu gerakan tangan yang halus menciptakan air yang makin lama makin besar, dengan satu gerakan air itu langsung meresap ke dalam batu
krekk
seketika pintu batu itu terbuka, Aletta yang melihat sihirnya berhasil segera keluar dari tempat itu, dan segera pulang ke istananya
.
.
.
jangan lupa vote ya
kira kira kalian setuju ga kalau langit sama hazel 😉