Pilihan Aku [End]

By Brodee43

44.2K 1.7K 134

(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya." More

perkenalan
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20
info
part 21
part 22
part 23
part 24
part 25
part 26
part 27
part 28
part 29
part 30
part 31
part 32
part 33
part 34
part 35
part 36
part 37
part 38
part 39
Part 41
part 42
part 43
part 44
Part 45
part 46
part 47
part 48
part 49
part 50
part 51
part 52
part 53
part 54
part 55
part 56
part 57
part 58
part 59
part 60
extra part

part 40

403 24 2
By Brodee43

Selamat membaca
Maaf kalo banyak typo dan kurang menarik yah ceritanya..
-

-

-

-

Setelah kejadian itu. Aran benar benar mencari bukti agar mereka dapat mempercayai dia.

"Siapa sih yang bikin ancur kek gini? Pusing gua. Gua gak rela yang bikin hubungan gua hancur sama Ashel. Gua harus nepatin janji!. Oke gua buktiin hari ini."

Aran seketika mengutak-atik laptopnya. Sampai dia menemukan bukti. Dan ia juga mencari siapa yang telah memfitnah ia sampai ingin menghancurkan hubungannya.

Setelah lamanya dia didepan laptop. Akhirnya dia menemukan bukti yang kuat. Dan dia tau siapa yang sedang memfitnahnya itu.

Ia pun terkejut. Karna dia kenal siapa yang memfitnah nya itu, "C-callie?."

"Ngapain dia ngedit sampe seniat ini?, Atau jangan jangan-" Aran pun langsung berfikir untuk panjang.

Ia langsung membuka cctv-nya itu. Yang benar saja, cctv-nya itu dihack oleh seseorang. Tanpa pikir panjang, ia langsung mencabut semua cctv disana dan langsung memasang cctv yang baru.

"Hahaha, ternyata dia sadar. Jangan harap lo lepas dari gua ran.."

...
15.23 wib, tepat ingin sore tiba.

Aran pun segera membawa flashdisknya untuk membuktikan bahwa kesalahpahaman itu tidak benar.

-
-
Valdo dan flora pun berduduk di ruang tamu. Mereka menonton tv sambil mengemil kentang goreng.

"Mas." Panggil flora lembut.

Valdo pun menoleh ke arah flora dan langsung bertanya, "Iya, kenapa sayang?." Tanyanya itu.

"Kamu masih kesel sama kejadian kemaren?." Tanya flora yang langsung membuat jantung Valdo berdetak kencang.

DEGG!!
Kenapa tiba-tiba flora mempertanyakan itu. Padahal ia tau, istrinya itu tidak suka ikut campur urusan apapun itu kecuali urusan suaminya.

"K-kenapa tiba-tiba nanyain itu sayang?." Tanya Valdo yang gugup itu.

Flora langsung menghela nafasnya, "Sebenarnya aku gak pernah ikut campur urusan apapun itu. Tapi ini berlebihan bukan sih mas?." Tanyanya yang membuat Valdo mendumel dihatinya.

"Kalo flora turun tangan, mati gua."

"Kayak, kamu yang gak pernah marah sambil teriak jdi bisa kenapa mas? Maksudnya aku itu jangan ikut campur urusan mereka mas. Biarin mereka beresin masalahnya masing masing. Aku tau maksud kamu itu untuk membela Ashel, tapi ini berlebihan gak sih mas? Kita juga udah dewasa, bahkan kita udah tua lo mas. Tapi jangan ikut campur urusan remaja mas. Kasian Aran, kasian Ashel. Aran mencari bukti kalo itu bukan dia. Apa salahnya sih mas kalo kamu dengerin penjelasan dia dulu?. Aku harap dengan aku berbicara ini, mas bisa memperbaiki diri mas. Dan juga menghargai orang yah mas." Ucap flora secara lembut dan halus. Agar valdo memahami apa yang dibicarakan oleh dirinya.

Valdo pun menghela nafasnya. Dan ia pun mengangguk pelan dan tersenyum tipis, "Iya sayang, mas paham kok maksud kamu. Maafin mas, Yah. Udah mengecewakan kamu. Mas janji akan  lebih baik lagi. Maafin mas dengan sifat mas ini, membuat kamu gak suka sama mas. Makasih ya sayang, udah nasehatin mas. Mas seneng banget bisa sama kamu. Love you bunganya mas."

Dan akhirnya mereka pun saling berpelukan. Dan membelas rasa kasih sayang satu sama lain.

"Ekhem, enak bener yah pelukannya." Kata itu pun membuat pasutri menoleh ke arah sumber suara.

"Iya tuh ban, mana bucin banget lagi. Mentang mentang." Balas Jeane yang menduduki sofa tersebut.

Tok tok tok
Suara ketukan pintu terketok oleh seseorang.

Ashel yang berada di dapur pun membuka pintu luarnya itu.

"A-aran?." Ia shock, karena Aran lah yang ada tepat di depannya. "Ngapain lo kesini?." Lanjutnya sambil bertanya.

"Buat ngeberesin kejadian kemaren. Dan ngebuktiin kalo itu bukan gua." Jawab Aran yang langsung menerobos masuk ke rumah Valdo itu.

"Assalamualaikum." Salam Aran. Yang membuat mereka tercengang ke arah sumber suara.

"Sesuai dengan omongan lo, Do. gua ngebuktiin kalo kemaren itu bukan gua." Ucap Aran yang mengeluarkan laptopnya dan memasang flashdisk nya itu.

Seketika mereka pun mendekati Aran yang sedang menyalakan laptopnya itu.

Aran langsung menunjukan, bukti cctv dia seharian dirumah. Valdo pun akhirnya mempercayai pembuktian Aran.

"Gimana, Do?. Lo udah percaya kan dengan pembuktian ini? Dan gak cuman itu. Ternyata, temennya flora sendiri yang ngedit foto kemaren untuk membuat hubungan gua hancur, Do." Jelas Aran yang membuat mereka penasaran, siapa teman flora itu.

"T-temen aku? Siapa, Ran?." Tanya flora yang penasaran.

"Callista, atau yang biasa kalian sebut Callie." Jawab Aran spontan. Yang membuat mereka shock mendengarkan nya.

"Beneran?!!." Ucap mereka yang tak percaya.

"Kalian gak percaya? Nih buktinya." Aran langsung menunjukan bukti didalam laptop nya itu.

"Gua juga gak paham, kenapa dia bikin foto ini seniat itu. Padahal gua gak pernah dekat dia, apalagi ngomong. Bahkan gua gak pernah berpapasan sama dia." Ucapnya yang kebingungan itu.

Ashel pun buka suara tentang ini, "Kamu gak tau, Ran?. Dia sempet cerita, dia itu suka sama kamu, sejak kamu pindah ke sini." Jelas Ashel yang semakin mereka shock dan melototkan matanya itu.

"Ini kenapa jadi pada plot wist dah. Bukan nya ellan udah keluar, dan dia balikan?." Balas Valdo yang kebingungan juga.

"Loh, Abang juga gak tau? Kan Callie gak ada rasa lagi sama Ellan? Makanya dia suka sama Aran, dan dia gak tau kalo Aran dekat sama aku." Jelas Ashel sejelas jelasnya.

"Kayaknya dia main main sama gua." Ucap Aran yang senyum ketir. "Dia salah orang buat ngintilin gua." Lanjutnya.

Seketika Aran pun membuka laptopnya, dan mengutak-atik laptopnya lagi. Mereka pun penasaran dan melihat Aran sedang ketik ketik tidak jelas di laptop.

2 anak yang kebingungan itu saling bertatapan satu sama lain.

"Kamu paham gak jede? Aban yang gini aja gak paham apa yang diketik om Aran." Tanya Rai kepada Jeane sambil berbisik.

"Jede juga gak paham ban. Mending kita liatin aja deh Aban." Jawabnya yang menatap laptop itu.

Di dimensi lain..

"What?!! Dia tau gue yang mau ngehack laptopnya. No no, jangan sampai dia ngehack balik laptop gue."

..
"Bocah noob kek gini lawan nya salah dek." Gumam Aran.

Aran pun menemukan jaringan komputer nya Callie. "Liat nih, bentar lagi keliatan wajahnya. Satu.... Dua... Tigaa." Aran langsung mencet tombol enter pada laptopnya.

Dan boom, wajah Callie di sana tiba di laptop Aran. Callie yang menyadarinya pun langsung menutup laptopnya itu.

"Tuh kan, lawannya bocah gitu. Gampang." Ucap Aran yang menyepelekan kemampuan Callie itu.

Mereka pun takjub dengan kemampuan Aran itu. Tak di sangka, ternyata Aran sangat jenius dalam ilmu komputer.

"Wow, gak sia sia gua punya karyawan kek lo. Oke gua akuin lo bagus. Lo nepatin janji lo sebagai laki-laki. Maafin gua udah bentak lo kemaren. Sebagai permintaan maaf, Gimana kita liburan keliling dunia. Kan tahun baru, lumayan lah. Buat biaya nya gua yang nanggung, beres sama gua. Dan ajakin lazio juga." Ucap Valdo yang memuji Aran.

"Gila. Punya bapak sultan kek gini nih, ngajak keliling dunia udah kayak ngajak keliling kota." Ucap Rai yang menggelengkan kepalanya itu. Dan mereka pun tertawa....



***

Keesokan harinya...
Valdo pun mengirim pesan digrup untuk mengabarkan mereka kerumahnya.

..
Setelah sekian lama, akhirnya mereka datang dengan wajah yang senang.

"Alhamdulillah. Lama gak nginjak nih rumah ajaib." Ucap Febri yang kesenangan itu.

"ASSALAMUALAIKUM WAHAI PENGHUNI SURGA." Salam mereka kerumah Valdo.

Dan mereka pun masuk ke rumah Valdo, dan menduduki sofa di ruang tamu.

"Nah ini kalian. Lama gak jumpa kita. Minum dulu." Kata valdo.

"Ee om, btw mana Rai om?." Tanya Olldafi itu.

"Oh Rai yah, dia ada di atas. Kalian samperin, Gih." Jawab Valdo.

Dan mereka pun mengangguk. Akhirnya mereka menuju ke atas.

"Gile gile habis nih bro. Ada apa ngundang kami?." Tanya Daniel.

"Jadi gua ngundang lo pada, buat 3 hari kedepan, kita keliling dunia." Jawab Valdo yang membuat mereka shock.

"HAHH, KELILING DUNIA?."

" Iya keliling dunia. Mau gak? Biaya nya gua semua, gampang itu." Balas Valdo.

"Ini nih yang enak punya temen Sultan, ngajak keliling dunia udah ngajak keliling kampung anying." Jawab luvas yang melongo. Dan mereka pun tertawa...






Hello wassalam. Hari ini extra part yah ges. Nanti Mimin lanjut lagi besok untuk tanda minta maaf Mimin hehe.

Terima kasih sudah support Mimin sampai saat ini. Dan terima kasih sudah voting dan komen di cerita Mimin.

Jangan lupa vote dan komen yahh
See you next partt...

Continue Reading

You'll Also Like

After Rain By N

Teen Fiction

53.3K 5.5K 35
Setelah hujan ini berhenti, apakah kamu masih memilih ku?
44K 2.7K 30
"hai ketemu lagi kita" ? "lu bisa gk sih gk usah ngejar-ngejar gw" ! "gk bisa, emang knp orang lu milik gw" ? "gw bukan milik lu dan lu stop deket-de...
55.6K 2.3K 24
pov: adel cuman fiksi
Wattpad App - Unlock exclusive features