Takdirku Berubah (Sudah Terbi...

By Moana_Sho

712K 53K 2K

follow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29... More

1. Dokter Samuel Morgan
2.Pengorbanan
3. Aku tidak ingin hidup lagi
4.Takdir gila.
5. keluarga?
6. Apakah ini rumah?
7. Hal baru
8. kepanikan
9. Sayang Daddy
10. Kekasih Rain
11. Air mata Rain
12. Keluarga yang harmonis
13. Canada
14. Gara-gara selimut
15. Terjadi
16. Hari yang aneh.
17. Familiar
18. Sahabat
19. Terkejut
20. Rencana bersekolah
21. Tragedi
22. Sekolah
23. hari pertama
24. Kita pasti menjadi dokter
25. persahabatan
26. Ngambek
27. Bersama T-rex
28. Dia...?
29. Mimpi macam apa ini?
30. senyuman yang kembali
31. Awalnya curiga
32. Banyak hal mencurigakan
33. Siapa pelakunya?
34. Lebih sadis dari pelaku
35. Keluarga impian
36. keluh kesah si sulung
38. Kebenaran lagi.
39. Angkasa Star Blaine
40. Mafia atau pembunuh
41. Hari tenang lainnya
42. Bangkitnya dua pembunuh
43. Penyerangan yang gegabah.
44. Amarah Samuel
45. Samuel vs Yoshua
46. Sudut pandang lain
47. Akhir dari Blaine
END
cerita baru (pilih)
💔💔💔💔
mau tanya?
PO 10 OKTOBER
10 Oktober - 10 November

37. Sedikit petunjuk

7.1K 589 20
By Moana_Sho

Typo tolong tandai
.
.
.
Vote dong biar aku seneng
.
.

.


Setelah situasi yang mengharukan. Kini Arthur kembali duduk di sebelah Lino. Pria itu memeluk pinggang ramping Lino, dan mencium aroma tubuh Lino yang menurutnya menenangkan.

"Oke, sekarang kami akan bertanya pada Rain." Entah mengapa ucapan sang Daddy membuat Rain menjadi gugup.

"Y-ya, dad?" Tanya Rain dengan nada gugup.

"Siapa yang kau temui seminggu belakangan ini?" Pertanyaan dari sang Daddy, mampu menarik perhatian semua orang.

Bahkan Monica tidak mengetahui akan hal itu. Dia sekarang merasa khawatir. Apakah orang yang ditemui oleh Rain adalah orang baik? Atau sebaliknya?

Rain menjadi semakin gugup, saat Arthur pun membuat postur tubuh seakan-akan meminta penjelasan dari nya.

"Bukan seseorang yang penting." Ucap Rain mengelak.

"Rain." Sang mommy seperti memaksanya untuk memberi jawaban.

Oke, sekarang Rain mulai jengah dengan mereka. Bahkan Samuel dan Arthur tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.

Dengan nada yang masih bisa ditahan Rain mengatakan. "Itu bukan hal yang penting. Biarkan ini menjadi urusan ku sendiri."

"Sudahlah, Rain sudah besar. Dia pasti tahu apa yang dia lakukan." Arthur akan membela Rain. Dia tidak ingin sang adik merasa terkekang oleh pertanyaan dari orang tua mereka.

Gilbert dan Monica merasa tidak puas dengan jawaban Rain. Namun, Arthur membela sang adik dengan tenang. Dan ya, mereka hanya bisa pasrah.

Setelah perbincangan yang sedikit membosankan bagi Samuel. Kini remaja itu tengah berada di kamarnya. Ia menunggu sang kakak yang akan mengunjungi kamar indahnya itu.

Cklek!

Suara pintu terdengar. Terlihat Rain yang tiba dengan sebuah laptop di tangannya.

"Kakak datang~" Pemuda itu menyambut kedatangannya sendiri.

"Hm."  Rain mendengus mendengar jawaban sang adik yang singkat.

"Sakit sekali hati kakak." Ucapnya dramatis.

Samuel diam saja dengan drama yang dibuat oleh sang kakak. Dia sudah terbiasa.

"Duduk di sini." Samuel menepuk kasur nya. Ia mengisyaratkan agar Rain duduk di sebelahnya.

Ia mengambil sebuah flashdisk yang sengaja ia simpan di bawah tumpukan boneka nya. Flashdisk itu ia pasang pada laptop yang di bawa oleh Rain.

Data beberapa orang tertera di sana. Tidak lupa dengan beberapa hal yang seharusnya tidak bisa dicari.

Rain tentu terkejut dengan informasi yang baru saja ia dapat dari sang adik. Bagaimana Samuel bisa mendapatkan hal semacam ini, tanpa dicurigai oleh siapapun.

"Adik. Ini?"

"Ya, diantara mereka yang membuat kekasih mu tiada." Ucap Samuel.

Amarah yang meluap-luap terlihat dari tubuh Rain yang bergetar. Samuel yakin Rain juga mencurigakan orang-orang itu. Namun, pemuda itu belum mendapatkan informasi yang jelas.

"Bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi ini, adik?" Tanya Rain curiga.

"Kebetulan." Samuel menjawab pertanyaan sang kakak dengan santai. Seakan ia memang secara kebetulan menemukan hal itu.

Namun, Rain masih memasang raut wajah tak percaya. Bagaimana bisa seorang remaja seperti Samuel, dengan kebetulan mendapatkan informasi yang sangat berbahaya ini?

"Jawab kakak dengan jujur, El. Bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi ini? Bahkan detektif yang kakak sewa tidak pernah bisa menemukan identitas mereka sedikitpun."

Ya, orang yang akhir-akhir ini sering ditemui oleh Rain adalah seorang detektif swasta. Rain selama ini juga curiga dengan kematian sang kekasih. Hal itu dikarenakan pertanyaan dari Samuel saat mereka akan pergi menuju bandara waktu itu.

Samuel menghela nafas panjang, disaat seperti ini dia akan mengorbankan satu nama. "Kak Lino membantu ku." Ucapnya.

Jawaban itu tidak membuat Rain merasa puas. "Mengapa Lino harus membantu mu? Apakah mereka ada hubungan nya dengan sekretaris kak Arthur?"

Argh! Mengapa pemuda itu sangat ingin tahu? Tidak bisakah dia tenang dan mulai menjalankan rencana?

"Kakak terlalu banyak tanya." Ucap Samuel jengkel.

Remaja itu menarik nafas nya, agar ia bisa tenang. Lalu, dengan perlahan ia menghembuskan nafas.

"Sebenarnya, aku 'lah yang ikut campur dalam urusannya. Dia melakukan ini, karena ia ingin mencari pelaku pembunuhan orang tuanya." Penjelasan singkat dari Samuel mampu membuat Rain tidak lagi bertanya.

Lalu setelahnya ia kembali melihat layar laptop. Di sana, tertera 3 data pria. Yang dimana mereka bertiga memiliki nama keluarga yang sama.

"Blaine!"

Namun, untuk saat ini. Mereka hanya akan terfokus pada satu orang yang akhir-akhir ini berada di antara mereka.

"Kakak akan mengawasinya. Dia memang terlihat mencurigakan." Samuel mengangguk sebagai tanggapan.

"Menurut kakak, mengapa dia mengubah identitasnya?" Pertanyaan itu, membuat Rain juga berpikir demikian.

"Entahlah, kakak tidak terlalu pasti. Namun, kakak rasa, hal itu dikarenakan dia yang menyembunyikan diri dari dunia gelap." Jawaban dari Rain tidak membuat Samuel merasa puas.

"Bukan karena dia adalah pewaris klan?" Tanya Samuel.

"Tidak tahu juga." Ucap Rain tak pasti.

Pada akhirnya, mereka mencari informasi hingga pukul 22: 02 malam. Karena tak ingin dicurigai, Rain akhirnya tidur di kamar Samuel.
.
.
.

Rembulan malam menyinari suasana gelap yang dingin. Tak banyak kendaraan yang melintas di jalan, karena sang pemilik yang sedang beristirahat.

Namun, sebuah mobil mewah mencuri perhatian di malam yang dingin. Mobil itu membelah jalanan yang sepi, dan melalui jalan yang membawanya menuju hutan.

Perjalanan yang mulus dilalui mobil itu. Hingga pada akhirnya mobil itu sampai di sebuah gunung yang tidak sebesar gunung lainnya. Si pemilik membawa mobilnya menuju sebuah pintu yang dapat diakses oleh nya.

Pintu itu terbuka saat sang pemilik mobil memasukkan beberapa sandi. Saat mobil itu memasuki gunung itu, pintu kembali tertutup. Seakan-akan tidak pernah ada pintu di sana.

Mobil nya memasuki basement yang terdapat beberapa mobil mewah di sana. menandakan sudah ada yang datang ke tempat ini.

Si pemilik mobil turun dengan seseorang di sampingnya.

Mereka berjalan menuju satu ruangan yang sudah di janjikan untuk berkumpul. Untuk membuka beberapa pintu orang itu harus memasukkan sandi yang berbeda pula.

Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan, yang hanya hanya bisa di akses oleh mereka.

"Tunggulah di sini." Sang asisten mengangguk atas perintah tuannya.

"Baik tuan."

Orang itu memasukkan sandi dan sidik jarinya. Lalu setelahnya, pintu terbuka dan memperlihatkan 2 orang yang sudah duduk di sana.

"Kau terlalu lama." Ucap salah tau diantara mereka.

"Maafkan aku, sebelum ke sini aku sedang memarahi adik kecilku." Ucapnya.

"Lalu bagaimana dengan nya? Apakah dia masih menolak bantuan dari kita?" Tanya satu-satunya wanita yang berada di sana.

Orang itu duduk bergabung dengan yang lainnya. "Dia tidak akan pernah menerima bantuan kita, disaat dia masih bisa menanganinya."

"Dia itu terlalu bersih." Ucap seorang pria yang sedang asik merokok.

"Biarlah, lagi pula anak-anaknya juga tidak bisa dianggap remeh bukan? Ah, bagaimana dengan anak angkatnya? Kau tau sesuatu tentang remaja itu, Romeo?"

Romeo, salah satu di antara mereka, dia adalah seorang yang baru saja tiba tadi. "Dia spesial."

Semua orang bingung dengan ucapan dari Romeo.

Salah satu diantara mereka bertanya. "Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu?"

"Kau akan mengetahuinya, jika kau menemui remaja itu secara langsung. Oh ya, ada satu pemuda diantara mereka, yang memiliki aura mafia."

Perkataan dari Romeo, membuat kedua orang berbeda gender itu menjadi semakin penasaran dengan keluarga Gilbert.

.
.
Pagi hari yang cerah, Samuel dan Lino sudah berada di taman belakang untuk mencari udara segar.

"Apakah kau sudah menemukan informasi tentang Blaine?" Tanya Samuel.

"Sudah, dan itu tidak mudah." Jawab Lino.

"Ternyata, ayah dari tubuh yang kau tempati sekarang adalah seorang penengah dari 5 kelompok mafia di benua Asia."

Fakta menarik di dapatkan oleh Lino tentang keluarga Samuel terutama ayah kandung Samuel yaitu Jeff Bezos. Ternyata pria itu adalah penengah dari mafia di Asia.

"Lalu?"

Lino tersenyum saat Samuel menunjukkan rasa penasarannya. "Ibu dari Lino adalah orang yang menjadi penengah 2 kelompok mafia di Eropa."

"Dan mereka berdua, dibunuh oleh klan Blaine untuk memecah belah keheningan antara para kelompok mafia itu. Dan ya, itu berhasil."

"Bisa dikatakan, bahwa klan ini ingin membunuh keluarga penengah, agar klan ini bisa menduduki status sebagai mafia terkuat."

Samuel pun berpikir demikian. Aksi percobaan pembunuhan yang dialami Samuel waktu itu, pasti karena mereka ingin menghabisi keturunan dari Jeff. Lalu kecelakaan yang dialami oleh Lino, pasti juga ulah mereka.

Dan yang terakhir, adalah kematian dari Suhaila. Namun, mengapa gadis itu juga terkena imbasnya?

"Dan kau tau satu fakta yang ku dapatkan?"

"Apa itu?" Samuel cukup dibuat penasaran dengan fakta menarik itu.

"Gilbert, juga adalah penengah mafia."

Samuel tidak terkejut dengan fakta itu, jika di ambil kesimpulan dari penculikan yang mereka berdua alami, dan informasi yang Lino berikan. Sudah pasti itu benar.

"Jadi, mereka mengincar keluarga ku." Tidak akan Samuel biarkan hal itu terjadi.

"Ya, keluarga Weiner bungsu. Juga dalam bahaya."


_____________________________________

Hai hai.... Aku up lagi nih.

Ada yang mau aku sampaikan. Kemungkinan aku gak bisa up sampai tanggal 5. Tapi masih kemungkinan ya.

Kalau memang bener, aku bakalan tripel up deh....

Arigato gozaimasu 🥰 🥰 🥰 🥰 🥰

Eh ehhhh

🌟Vote

Continue Reading

You'll Also Like

324K 20.4K 83
Judul sebelumnya : Transmigrasi Leo X Rui. Deandra Leonardo Lelaki dingin yang tak tersentuh, acuh pada sekeliling, bahkan tak jauh dari kata kejam b...
262K 13.2K 71
Seutuhnya permainan Dunia tidak ada yang tahu, 'dia' hadir dalam artian berbeda. Kasih sayang yang setara adalah sebuah angan berharga yang sampai ki...
74.4K 2K 46
"Mengalah itu tidak mudah, makanya orang yang bisa mengalah itu hebat" ___ Note. Judul awal "Keluarga Harsa" yang sekarang author ganti menjadi "Men...
Wattpad App - Unlock exclusive features