"kamu kenapa akhir-akhir ini belajar sepeda terus, lihat itu sepeda aku udah lecet dan kaki mu luka-luka" ucap Aldo menatap Tara karna sudah 2 Minggu terakhir ini dia ter-terusan mencoba belajar sepeda bahkan Samapi sepeda dia dan mandra ikut menjadi korban
"Biar kalo minta ke mama di kasih" ucap Tara
"Ayo istirahat dulu" ucap Aldo kemudian mereka pun duduk di bawah pohon yang ada jalanan tempat Tara latihan sepeda
"Tar, do" ucap Mandra baru datang
"Gimana udah jago bawa sepedanya" tanya Mandra menatap Tara
"Iyh, ayo pulang mau minta beli sepeda di mama" ucap Tara kemudian dia meminta Aldo untuk berboncengan dengan Mandra dia ingin meminjam sepeda Aldo agar mama nya percaya bahwa dia bisa bawa
"Mamaaaaaa" teriak Tara memasuki rumah tersebut
"Kenapa teriak-teriak nak" ucap mamanya yang di balas cengengesan oleh Tara
"Aku mau minta sepeda, aku udah bisa bawa kok tanya Aldo sama Mandra" ucap Tara menatap teman-temannya yang di jawab anggukan oleh mereka
"Ya sudah kalo gitu besok mama beliin ya" jawab mamanya
"Makasih" ucap Tara kegirangan setelah itu dia pun duduk di teras bersama kedua temannya
"Kamu belum jawab, kenapa latihan sepeda keras-keras kaya gini" tanya Aldo lagi
"Mau bonceng Greta" jawab Tara
"Taraaaaaaaaaaaaaa" teriak melody yaitu KK nya
"Ayo kabur cepetan" ucap Tara mengajak kedua temannya
"Taraaa balik kamu" ucap melody keluar dari rumah melihat Tara sudah pergi dengan kedua temannya
"Huh selamat" ucap Tara ketika mereka sudah jauh dari rumahnya dan duduk di lapangan
"Kenapa tiba-tiba kabur gini" tanya Mandra karna dia ikut panik juga saat Tara langsung menyuruh mereka kabur
"Hehehehe aku simpan cacing di atas meja ka Melody" jawab Tara dengan cengengesan pasalnya Kaka nya itu sangat takut Dengan cacing
"Hadeh" ucap Aldo dan Mandra sambil menepuk jidat mereka
Saat asik duduk di tepi lapangan mereka pun mendapatkan bola yang berlari ke arahnya, Tara pun bangkit berniat mengambil bola tersebut
"Boleh ikut ga" tanya Tara
"Ayo" jawab laki-laki tersebut kemudian Tara, Aldo dan Mandra pun ikut bermain bola bersama mereka
"Tar oper sini" ucap Mandra
"Sini-sini" ucap anak-anak yang sudah dari tadi bermain
"Golll" teriak mereka serentak karna bola berhasil lolos dari gawangnya
"Huh cape" ucap mereka semua dan duduk bersama di bawah pohon yang ada di lapangan tersebut
"Aku kaya kenal kamu, kamu bukan yang pernah ada di les itu ya" ucap satu laki-laki menatap Tara
"Kalo ga salah shantara" lanjutnya
"Iyh itu aku, aku yang coba nolongin Greta" jawab shantara
"Kenalin aku Aran, ini Zee" ucap bocil laki-laki tersebut yang bernama Aran
"Aku Tara, ini Aldo dan ini Mandra" jawab Tara memperkenalkan temannya
"Kamu anak di sini" tanya Tara
"Iyh rumah aku dekat lapangan ini cuman aku les di desa sebelah dan aku juga sekolah di desa itu" jawab Aran
"Yang gangguin Greta kemarin itu siapa namanya" tanya Tara
"Namanya Bisma" jawab Aran kemudian mereka pun melanjutkan perbincangan mereka karna mereka satu desa tapi tak saling kenal
--
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Tara karna hari ini dia di belikan sepeda oleh mama nya
"Nanti pas pulang sekolah sepedanya udah ada di rumah ya" ucap Tara berniat pergi ke sekolah
"Iyh shantara jail" ucap mama nya mencubit pipi Tara
"Kalo gitu Tara pergi sekolah dulu ya, dada mama bawel" ucap Tara lalu kabur sebelum dia mendapatkan jeweran lagi
Saat sampai di sekolah dia di sambut dengan kedua temannya yang sudah tiba duluan
"Jadi di belikan sepeda hari ini" tanya Mandra
"Iyh nanti pulang sekolah" jawab Tara
"Nanti sore kita ke rumah Greta" lanjutnya
"Mau ngapain ke Sanah" ucap Aldo
"Mau bertamu" Jawab Tara kemudian mereka pun fokus ke pembelajaran
---
Sore ini sesuai yang di rencanakan bahwa mereka akan ke rumah Greta dan soal sepeda ternyata dia benar mendapatkan sepeda baru saat pulang sekolah
"Ayo kita langsung pergi" ucap Aldo setelah dia dan mandra tiba di rumah Tara dengan sepedanya masing-masing
"Eitssss bentar dulu" ucap Tara lalu membisikkan sesuatu ke mereka ber 2
"Ga mau, nanti kita di jewer lagi sama Ka melody" ucap Mandra menolak
"Aku juga ga mau tar" tolak Aldo
"Ya udah kalo gitu aku sendiri aja" ucap Tara lalu mengayun sepedanya
Kini dia dan kedua temannya pun sudah sampai di rumah Greta bahkan tak ada aura ketakutan di dalam diri bocil tengil itu
"Permisi" ucap Tara dengan temannya dari luar pagar
"Sebentar" jawab orang dari dalam dan terlihat wanita cantik keluar
"Cari siapa ya dek" tanya wanita itu
"Cari Greta Tante, saya temannya" jawab Tara
"Bentar ya Tante panggil Greta dulu, masuk dulu aja" ucap wanita cantik itu setelah membukakan pintu pagar dan menyuruh mereka duduk di ruang tamu
"Hi"sapa Tara ketika melihat Greta
"Kak Tara" ucap Greta
"Tepat sekali, kak Tara" jawab Tara mengulang ucapan Greta dengan senyuman nya
"Ini buah jambu" ucap Tara menyerahkan plastik hitam yang berisikan buah jambu
"Ga usah kak" jawab Greta tak enak
"Di terima aja gre itu buah jambu termanis yang pernah ada" saut Aldo
"Setuju" lanjut Mandra
Kemudian Greta pun menerima karna tak enak juga
"Hi anak-anak, Tante baru lihat kalian" ucap wanita cantik itu menghampiri mereka
"Kami dari kampung sebelah Tante" jawab Tara lalu mereka bertiga menyalami wanita itu
"Nama aku Tara"
"Aku Aldo"
"Aku Mandra"
Ucap mereka memperkenalkan dirinya masing-masing
"Ohh iyh, perkenalkan nama tante aletta ibu nya Greta" ucap aletta dengan tersenyum
"Maaf Tante kalo kami tiba-tiba datang ke rumah Tante" ucap Tara
"Tidak apa-apa Tante malahan senang biar Greta ada temannya" jawab aletta
"Ya udah kalian silahkan lanjut ngobrolnya" ucap aletta
"Kita langsung mau pulang aja Tante takut keburu magrib" jawab Tara
"Kalo gitu besok datang lagi ya" ucap aletta
"Siap Tante cantik" jawab Tara kemudian mereka bertiga pun meninggalkan rumah Greta
"Ada-ada aja" ucap aletta melihat tingkah mereka sambil menggelengkan kepalanya
"Lah ini jambu dari siapa kak" tanya aletta menatap plastik yang berisikan jambu tersebut
"Dari Tara ibu" jawab Greta
"Ya udah sekarang kamu lanjut belajar dulu nanti kita makan bareng-bareng" ucap aletta kemudian di jawab anggukan
Di dimensi lain tepat di depan rumah Tara ternyata ada tamu yang datang, dia pun berniat masuk tapi langkahnya di hentikan dengan jeweran di kuping yang dia terima dari Kaka nya
"Kamu ya bandel banget, udah di bilang jangan maling jambu atau mangga orang" ucap melody menjewer Tara
Teman-temannya yang melihat itu pun segera berlari tak jadi masuk ke dalam rumah padahal mereka berniat untuk minum
"Aku cuman ambil jambu kok Kak" jawab Tara
"Ya sama aja ga boleh gitu" ucap melody makin kencang menjewer telinga Tara
"Aduh aduh sakit ish" ucap Tara melepaskan tangan melody
"Pak Agus yang pelit, Tara minta ga di kasih ya udah Tara curi aja" ucap Tara menatap Agus seseorang yang memiliki pohon jambu di desa mereka dan satu-satunya kalo mangga banyak yang punya
"Kan bapak bilang masih kecil-kecil nak" jawab Agus
"Tetap aja pelit kan" ucap Tara
"Ehh ga boleh gitu sama orang tua, minta maaf ga" ucap mama nya
"Hmmm ok, maafin Tara yak pak Agus karna udah curi jambu pak Agus tapi kalo Tara curi lagi Tara minta maaf lagi" ucap Tara mengalami pak Agus setelah itu dia pun masuk ke kamarnya
"Maafin anak saya ya pak, dia selalu aja begitu saya ganti berapa pak" tanya mama Tara tak enak atas ulah anaknya
"Ganti 20k aja" jawab Agus
Kemudian mama Tara pun menyerahkan uangnya lalu setelah itu pak Agus pergi dari rumah Tara
"Tara" panggil papa nya
"Iyh" jawab Tara menghampiri papa dan amam nya yang nonton tv, papa nya mengetahui semua itu karna mama nya bercerita
"Kenapa kamu maling punya orang" tanya papa Tara
"Bukan maling, itu balasan untuk orang pelit" jawab Tara
"Kamu ini ngikut siapa sih sifatnya" tanya papanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang tengil dan pinter ngomong
"Ngikut papa lah, kita kan kembar" ucap Tara lalu meminta TOS
"Dasar" ucap mama Tara melihat kelakuan anak dan suaminya yang ibaratnya buah jatuh ambruk dari pohonnya
Papa Tara bernama Beno memang terlihat tegas tapi aslinya sangat tengil kaya dia ataupun jail bahkan lucu namun di beberapa saat dia akan tegas dan Tara akan paham soal itu namun memang pak Agus terkenal pelit jadi dia pun tau kenapa anaknya sampai mencuri walaupun itu tak di benarkan, setelah bercanda dia akan menasehati Tara agar dia lebih bersikap baik karna mereka selalu melarang Tara berbohong mau sejail apapun asalkan jangan berbohong
"Mama mana taraaaa" ucap melody menghampiri Andini atau mama dini
"Kenapa anak mama ini" tanya dini memeluk anak pertamanya
"Hehehehe" belum sempat melody menjawab Tara sudah menampilkan senyuman tak berdosa nya
"Astaga" ucap dini tanpa di jelaskan dia sudah tau bahwa barusan Tara menjahili Kaka nya karna dia sering melakukan itu bahkan sampai melody menangis
Next