๐Œ๐€๐†๐Œ๐€ [๐๐‹ ๐‹๐Ž๐Š๐€๐‹] โœ“

By chikenmoon

449K 19.8K 458

๐——๐—œ ๐—Ÿ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ฆ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—œ๐—ฃ๐—Ÿ๐—”๐—ž [๐—ฃ๐—Ÿ๐—”๐—š๐—œ๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—˜] ๐—–๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ง๐—” ๐—œ๐—ก๐—œ. ๐†๐„๏ฟฝ... More

M | 01. START
M | CAST
M | 02
M | 03
M | 04
M | 05
M | 06
M | 07
M | 08
M | 09
M | 10
M | 11
M | 12
M | 13
M | 15
M | 16
M | 17
M | 18
M | 19
M | 20
M | 21
M | 22
M | 23
M | 24
M | 25
M | 26
M | 27
M | 28
M | 29
M | 30
M | 31
M | 32. END
bonus chapter | 01
bonus chapter | 02
bonus chapter | 03
warning!
- Untukmu yang aku cintai, Magma.
๐“ถ๐”‚๐“ซ๐“ฎ ๐“ฒ๐“ท ๐“ช๐“ท๐“ธ๐“ฝ๐“ฑ๐“ฎ๐“ป ๐“ต๐“ฒ๐“ฏ๐“ฎ

M | 14

10.6K 520 4
By chikenmoon

happy reading chiiders!

.
.
.
.



















Neva sudah menunggu kedatangan Magma untuk menjemputnya berangkat sekolah bersama. Tubuh Neva sudah di balut dengan seragam OSIS dan tas berwarna putih di punggungnya.

Karena tidak ingin terlalu repot, Neva menunggu Magma di luar. Pintu rumah sudah di kunci jadi, nanti langsung saja berangkat tanpa harus mengunci kembali pintu rumah.

Beberapa menit kemudian, suara motor besar perlahan mendekat rumah Neva. Neva begitu melihat motor Magma langsung berdiri menyambut kedatangan Magma yang menjemput dirinya.

Hubungan mereka tentu belum semua orang mengetahui, apalagi dengan anak-anak sekolah. Hanya teman dekat Magma dan Darel saja yang mengetahui hubungan resmi antara Neva dan Magma.

"Morning, sunshine." Magma dengan lembut membelai pipi yang perlahan kembali lagi seperti dulu.

Neva yang dapat perlakuan tersebut tersenyum dengan manis. "Morning too, Prince."

"Berangkat sekarang? Atau mau bolos aja?"

"Ajaran kamu sesat, ih! Berangkat sekarang, lah." ketusan Neva mendapatkan kekehan dari Magma. Pacarnya selalu lucu mau dalam keadaan apapun itu.

Helm milik Neva sudah terpasang dengan apik di kepalanya. Tentang helm milik Neva itu Magma yang memberikan, khusus untuk Neva dan hiasan di buat sendiri oleh tangan Magma.

"Yaudah, ayo naik!" Magma dengan siap memberikan tangannya untuk tumpuan Neva naik ke atas motor besarnya.

Dengan perlahan Neva naik, tangannya bertumpu pada tangan Magma. Setelah di rasa sudah siap dan nyaman, Neva memberikan tepukan bahu beberapa kali untuk kode bahwa dirinya sudah siap untuk berjalan.

Sepanjang jalan mereka memilih diam, damainya perjalanan pagi hari mereka yang tidak cerah namun redup membuat mereka memilih untuk diam saja.

Diamnya perjalanan mereka sampai tak sadar mereka telah memasuki pekarangan sekolahan. Magma sebagai most wanted sekolah sudah pasti menjadi pusat tontonan, mau itu dari jauh ataupun dekat sudah pasti Magma akan di lihat. Neva yang masih ada di jok belakang motor Magma sebenarnya memilih untuk abai, tapi melihat tatapan mereka yang tidak enak membuat dirimu menjadi berpikir. Akan lebih baik tidak bersama dengan Magma saja?.

Motor Magma berhenti di parkiran biasanya. Berjejer bersama dengan motor teman-temannya, Neva turun dengan perlahan begitu Magma mematikan mesin motornya.

"Kok, murung? Kenapa sayang?" Magma bertanya dengan suara lembutnya. Melepaskan helm yang di gunakan oleh Neva dengan perlahan.

"Gapapa, nanti aku pulang bareng Darel aja, ya?"

Magma menaikan satu alisnya mendengar ucapan Neva barusan. Maksudnya? Pulang bersama dengan Darel, emang ada masalah mereka apa? Harusnya berangkat dengan dirinya pulang juga dengan dirinya dong. Tiba-tiba saja seperti itu.

"Kenapa emangnya? Ada masalah apa? Lo kalo nggak cerita gue nggak tau, Neva.." Magma sebisa mungkin menahan amarahnya untuk tidak membentak Neva.

"Gapapa Magma, aku pulang bareng Darel nanti."

"Nggak. Lo pulang bareng gue. Berangkat bareng pulang juga bareng, kalo sampe nanti lo ngehindar, gue cari lo sampe dapet!"

Bulu kuduk Neva berdiri mendengar ucapan Magma yang menekan dan memaksa.
Neva acuh kemudian, helm dia berikan kepada Magma dan langsung berlari untuk menuju ke kelasnya sendiri. Pikirannya akan di antarkan oleh Magma tapi dengan segera Neva tepis karena melihat tatapan anak sekolahnya yang tidak bersahabat.

Magma mendecak, apalagi yang salah dengan dirinya. Pikirannya yang seperti ini membuat dirinya malas untuk bersekolah. Tangannya mengambil ponsel yang ada di saku celana, mengetikkan beberapa kata di grup inti untuk berkumpul di warung sekarang juga.

Magma kembali mengenakan helm nya tak lupa juga menyimpan helm Neva seperti semula. Motor kembali dia hidupkan, perlahan motor di jalankan menjauh dari area sekolahan.

..

"Kenapa ngajak kumpul di sini ege?" Putra duduk di kursinya. Mereka berkumpul di warung catur milik abah.

"Gapapa." asap rokok hanyut bersamaan dengan angin yang menyapa mereka.

"Anjir! Lo berangkat bareng Neva, kan, tadi? Parasit ngamuk-ngamuk gila!" kini bergantian dengan Jepan yang heboh sendiri memberikan sebuah infomasi.

Magma menjadi berpikir, apakah masalah itu yang menjadikan Neva bersikap seperti itu dengan dirinya?.

"Lo, liat dia di mana?"

"Di lapangan tadi, gue mau masuk kelas tapi berhenti karena pandangan mereka yang ngarah ke lo, di koridor sekolah gue liat mereka ngamuk-ngamuk, gara-gara lo bonceng Neva."

Sepertinya memang benar, Magma mengangguk mengiyakan. Dirinya akan balik ke sekolah tetapi nanti, menunggu sedikit siang untuk kembali ke sekolahan.

"Wajar sih kayaknya kalo pens nya si Magma ngamuk. Most wanted sekolah punya pacar, nggak ada konfirmasi sama sekali tau-tau berangkat sekolah bawa anak kelas sebelah." Bara memasukan gorengan tempe yang masih hangat kedalam mulutnya, hanya sekali gigitan saja gorengan tersebut sudah habis.

Magma semakin yakin dengan perubahan sifat Neva tadi karena dirinya. Magma juga tidak menjadikan dirinya sendiri sebagai most wanted sekolah, hanya anak-anak saja yang terlalu melebih-lebihkan tentang dirinya alhasil seperti ini.

..

PLAK

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi putih milik Neva. Baru saja hendak memasukkan bakso kedalam mulutnya alhasil tidak jadi, bakso yang akan dia makan juga sudah menggelinding entah kemana.

"Siapa lo berani-beraninya boncengan sama, Magma?" gagu Neva di himpit dengan kencang oleh pemuda itu.

Darel yang duduk di sebrang tidak bisa bergerak karena di kunci oleh kedua teman pemuda yang menampar Neva.

"Di sini nggak ada yang berani boncengan sama Magma selain gue! Sedangkan lo? Orang cupu yang nggak bisa apa-apa, beraninya boncengan sama, Magma!"

PLAK

Kembali pemuda itu melayangkan tamparan pada Neva. Neva hanya mampu meringis serta memegangi pipinya yang sobek akibat tamparan dari pemuda ini.

"Jangan deketin Magma atau lo bakal tau akibatnya!" kuah bakso di siram di atas kepala Neva, setelah semuanya habis mangkuk kaca itu di pecahkan tepat pada atas kepala Neva, di hancurkan dengan objek kepala Neva.

Pemuda itu sebenarnya belum puas, tapi jikalau dirinya berlebihan lagi pasti berurusan dengan bk dan dirinya tidak mau. Kedua teman dari pemuda itu melepaskan tangannya yang memegangi badan Darel.

Darel yang sudah bebas langsung menghampiri Neva. Tangannya sudah menutupi kepalanya yang sepertinya bocor akibat mangkuk yang di pecahkan tepat di kepalanya.

Darah perlahan mengalir melewati telinga bagian kanan, Darel yang masih belum bisa melakukan apa-apa karena shock hanya mampu diam dengan mata yang menatap Neva kosong.

"NEVA!" Magma datang dari tempat masuk kantin. Di belakangnya ada teman-temannya yang setia ikut dengan dirinya.

Darel dan Neva menolehkan kepalanya, di sana mereka melihat Magma yang berlari menuju ke arah dirinya.

"Sayang. Kepala lo..." Magma membuka tangan Neva yang menutupi bagian kepalanya.

Setelah di buka, betapa terkejutnya dirinya mendapati kepala Neva yang sudah bocor dan ada pecahan mangkuk yang masih menempel di kulit kepalanya.

"Aku.. Gapapa.. Nggak perlu berlebihan, Magma." Neva mencoba menepis tangan Magma yang berusaha menutupi luka sobeknya. Bukan tangan yang menjauh dari kepalanya yang Neva dapati, melainkan tatapan tajam yang sedang menatap dirinya.

Neva menciut, jika sudah seperti ini dia tidak bisa bergerak lebih lagi atau nanti dia mendapat hal tidak dia inginkan dari Magma.

.

"Pasien sudah tidak apa-apa, luka juga sudah kita jahit dan pecahan kaca sudah kita ambil. Hanya menunggu infus habis, setelah itu boleh pulang kerumah, apakah masih ada pertanyaan lagi?" Magma menggeleng, Dokter dan Suster berpamitan pergi dari hadapannya.

Magma begitu dokter pergi dari hadapannya, kakinya berjalan masuk ke dalam ruangan. Di sana, Neva duduk dengan menatap langit siang dari jendela ruangannya.

"Neva.." sapaan lembut terdengar di telinga Neva. Neva tidak beranjak dari tempatnya, bahkan sekedar menoleh dirinya tidak lakukan hal itu.

"Neva?" Lagi, Neva hanya diam di tempatnya.

Magma perlahan mendekati Neva, menghimpit dagu dan menemukan pandangan mereka. Tatapan tajam dan penuh emosi dapat Neva lihat dari sorot mata Magma.

"Kalo di panggil nyaut bisa nggak? Gue ada di sini, loh."

"Nggak ada yang nyuruh kamu ada di sini, mending pulang." Neva melepas himpitan dagu itu dengan sekuat tenaganya.

"Pulang. Aku mau sendiri, makasih udah nolong." Magma pasrah. Dirinya kembali berjalan menuju ke luar ruangan. Neva sedikit terkejut dengan pintu yang di tutup kencang oleh Magma.

Sepeninggalan Magma keluar, Neva kembali menatap kosong ke arah jendela. Baru saja keluar kini Neva kembali masuk ke dalam ruangannya. Sudah tiga kali Neva istirahat di kasur ini.

Air mata turun tanpa di minta, batinnya begitu sakit menerima semuanya. Padahal baru saja kemarin Neva berbahagia dan mengembalikan senyumannya, tapi kini kembali redup seperti awal.






























.
.
.
.

























.
.
.
.







































Neva gemes ku masuk rs terus ಥ_ಥ

THANK YOU FOR READING! I NEED YOUR VOTMEN ALL!

Continue Reading

You'll Also Like

2M 152K 46
โš ๏ธ BL "Gue miskin, Sha." -Arkie Wibowo. "Gue bisa ngasih lu apapun." -Eksha Maliksya. "Gue gak punya hal yang bisa dibanggain." -Arkie Wibowo. "Gue s...
1.6M 64K 60
[END] Terjebak seperti dalam penjara? Begitu dingin dan juga mengekang. Posesif dan juga menggairahkan. Romantis dan juga cemburu. Sakit tapi candu. ...
73.3K 2.7K 37
๐——๐—œ ๐—Ÿ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ฆ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—œ๐—ฃ๐—Ÿ๐—”๐—ž [๐—ฃ๐—Ÿ๐—”๐—š๐—œ๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—˜] ๐—–๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ง๐—” ๐—œ๐—ก๐—œ. ๐†๐„๐ ๐€๐Œ๐„๐‘๐™๐€ - Jordan dan Jamie itu su...
4.2M 162K 49
Greeysia Ghea Loovany, seorang gadis yang di kenal dengan sikap jahatnya yang suka membully dan menganiaya musuhnya juga berkata kasar hingga ia dij...
Wattpad App - Unlock exclusive features