"Kau datang Terlambat Park Jimin"
Jimin menatap jengah pria yang ada di hadapannya saat ini. Bagaimana bisa pria itu mengatakan dirinya terlambat padahal tidak ada tenggat waktu yang pria itu tetapkan.
"Aku sudah menyelidiki CEO Kim Jaehwan dan menemukan kejanggalan pada data perusahaan 10 Tahun lalu"
Taehyung mengangguk dan berjalan mendekati Jimin sambil memberikan map beludru merah yang terlihat usang.
"Surat penunjukanku sebagai ahli waris sah Zach Company 11 Tahun lalu"
Jimin membuka map itu dan membaca surat tersebut. Namun saat membuka halaman kedua Jimin terkejut dan menatap Taehyung kaget.
"Apa maksudnya ini, kau ingin melaporkan ayahmu sendiri karna melakukan pencucian uang untuk keuntungan perusahaan"
Taehyung meminta Jimin membaca halaman selanjutnya. Jimin membalik cepat halaman demi halaman disana terdapat pengiriman uang dalam jumlah kecil namun berulang pada hari yang sama.
"Aku belum menyelidiki asal usul uang uang itu. Aku akan menanyakannya pada orang yang berkecimpung lama dalam tindak kriminal"
"Siapa maksudmu?"
"Kim Namjoon Gangster brengsek itu"
****
Eunbi membuka matanya pelan, gadis itu menggeliat dan memilih duduk di ranjang sambil mengusap matanya.
"Apa Taehyung tidak tidur semalaman?"
Eunbi melihat tempat tidur Taehyung masih sangat rapi seperti tak tersentuh. Gadis itu turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.
Butuh waktu 30 menit bagi Eunbi untuk selesai dari aktivitasnya di kamar mandi. Gadis itu melesat membuka pintu kamar dan disambut oleh Bibi Jung dan 2 pelayan lainnya.
"Bibi aku akan ke ruang kerja Taehyung dulu" Ujar Eunbi sambil berjalan cepat menuju ruang kerja Taehyung yang berada dua kamar dari kamar Taehyung.
Saat sampai disana Eunbi membuka pintu pelan dan melihat sekeliling. Mata gadis itu terpaku pada pria yang tengah tertidur disofa dalam posisi yang rudak nyaman. Di meja kerja pria itu bertebaran banyak dokumen yang menurut Eunbi penting bagi Kim Taehyung.
Eunbi mendekati Taehyung pelan dan mencoba membenarkan posisi tidur pria itu.
"Sayang..?" Suara serak Taehyung terdengar. Eunbi terkejut dan mundur sambil menyembunyikan kedua tangannya.
"Aku hanya mencoba membenarkan posisi tidur mu"
Taehyung tersenyum tipis dan meminta Eunbi duduk di dekatnya. Saat Eunbi duduk di sofa pria itu langsung memposisikan kepalanya di paha Eunbi dan menarik tangan Eunbi dan meminta gadis itu mengusap rambutnya lembut.
"Apa aku bisa tidur disini sebentar" Tanya Taehyung ragu.
Eunbi mengangguk dan membuat Taehyung tersenyum lebar. Pria itu mulai memejamkan matanya. Beberapa menit kemudian nafas pelan tanda bahwa pria itu benar benar tidur pun terdengar. Guratan lelah di wajah Taehyung membuat Eunbi bertanya tanya apa yang sedang pria itu pikirkan hingga kalut begitu.
Eunbi mengusap lembut wajah Taehyung untuk memberikan efek relaks pada pria itu.
****
Taehyung terbangun dan terkejut karna ia tidak tau sudah berapa lama dirinya tidur. Jika saja tadi ia tidak bersikap manja pada Eunbi paha gadis itu tidak akan pegal karna menopang kepalanya.
"Sayang maaf aku.."
Ucapan Taehyung terpotong saat menyadari bahwa Eunbi sudah tidak ada di ruang kerjanya. Pria itu menatap jam dinding pukul 8 pagi tadi Jimin datang berkunjung. Pukul 10.15 Eunbi datang ke ruang kerjanya dan sekarang menunjukan pukul 1 siang. Taehyung bergegas menuju kamarnya.
Saat ia membuka pintu kamar Taehyung pun tidak melihat keberadaan Eunbi disana pria itu panik dan turun ke lantai bawah. Wajah Taehyung sedikit lega saat melihat Eunbi tengah mencicipi sup buatan gadis itu, ya saat ini Eunbi tengah memasak bersama bibi jung.
Eunbi yang fokus pun mulai menyadari bahwa ada seseorang yang menatapnya. Eunbi melihat dengan seksama dan menyadari bahwa itu Kim Taehyung.
"Ahh, kau sudah bangun kalau begitu makanlah sup ini dulu"
Taehyung mengangguk pelan menuruti perkataan Eunbi.
"Kau suka?"
"Ya,ini enak"
Eunbi menatap Taehyung yang saat ini menikmati sup buatannya dengan tenang. Taehyung menghabiskan sup itu dan meminum segelas air yang Eunbi siapkan untuknya.
"Aku tau kau punya banyak pikiran, tapi istirahat juga penting Kim Taehyung"
Taehyung terdiam dan tersenyum tipis. Gadis itu benar namun rasa tidak percaya dan penasaran masih menyelimuti kepalanya. Bagaimana bisa pria yang sangat disiplin melakukan tindakan seperti itu.
Eunbi menatap Taehyung yang saat ini menghela nafas lelah sambil menggangguk pelan. Eunbi yang ingin bergabung menyantap sup buatannya pun mengurungkan niat karna teringat perkataan Jimin saat di telpon.
"Oh iya Jimin menelepon kalau hari ini Yoongi Oppa akan datang menjemputku"
Taehyung meletakkan sendoknya dan menatap Eunbi kaget.
"Apa?"
Pria itu bergegas menuju ruang kerjanya untuk mencari ponsel miliknya.
Yoongi
Aku akan menjemput Eunbi sore nanti. Selesaikan masalahmu dan jangan libatkan adikku.
Taehyung sadar bahwa situasi keluarganya tidak akan aman untuk Eunbi. Ya, keputusan Yoongi menjemput gadis itu adalah hal yang benar.
Taehyung mengetik pesan di ponselnya. Setelah itu ia menaruh ponselnya di meja kerja dan berjalan keluar menuju ruang makan.
Taehyung
Kau bisa menjemput Eunbi sore nanti
tolong jaga dia untuk sementara waktu
Yoongi
Sementara?
Taehyung
Aku akan menikahinya
Yoongi
Aku tidak akan memberikan adikku jika kau bangkrut Kim Taehyung
Taehyung
Aku jamin itu tidak akan
terjadi, Kakak Ipar
Eunbi sibuk membersihkan peralatan masak yang telah ia gunakan. Gadis itu mencuci piring sambil bersenandung kecil. Hingga ia merasakan ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang. Eunbi mencium bau sabun yang sering Taehyung gunakan gadis itu tersenyum tipis dan membiarkan Taehyung memeluknya.
Eunbi merasakan bahwa Taehyung menempatkan kepalanya di bahu Eunbi sambil menghirup aroma gadis itu dalam.
Ada apa dengan pria ini, Eunbi mematikan kran dan melepas cleaning gloves dari tangannya. Gadis itu berbalik dan menangkup wajah Taehyung yang tampak lesu.
"Ada apa hmm??"
"Pulang lah dengan Yoongi nanti"
Saat Taehyung mengatakan itu Eunbi tahu ada yang tidak beres dengan pria ini.
"Baiklah, aku akan siap siap dulu"
Eunbi menatap mata Taehyung yang terlihat mulai merah. Eunbi tahu pria ini tidak ingin dirinya pergi. Eunbi sengaja menuruti keinginan pria itu untuk membuatnya mengatakan yang sebenarnya.
"Aku tidak mau kau pergi" Taehyung mengatakan itu sambil memeluk Eunbi erat.
Apa ini bukankah tadi ia setuju jika gadis itu akan pergi. Kenapa tiba tiba perasaan tidak rela ini muncul. Taehyung mendekatkan wajahnya dan mencium Eunbi lembut.
Eunbi tidak menolak dan mengalungkan tangannya ke leher pria itu. Taehyung menekan tengkuk Eunbi untuk memperdalam tautan mereka. Taehyung rasa dirinya benar benar sudah gila, entah bagaimana bibir gadis itu merasa begitu manis hingga dirinya kecanduan.
Eunbi membuka matanya perlahan saat Taehyung yang mulai mendorong tubuhnya mendekat. Sepertinya ini harus disudahi karna jika terus berlanjut hal berbahaya akan terjadi. Eunbi memukul bahu Taehyung untuk menghentikan ciuman mereka.
Taehyung melepas tautan mereka dengan nafas sedikit tercekat. Eunbi menghirup udara sebanyak yang ia bisa karna ciuman ini terasa sangat Intens.
Taehyung menyatukan dahi mereka sambil memejamkan mata. Pria itu benar benar Emosional. Eunbi baru menyadari bahwa Taehyung juga pria yang melankolis.
"Jangan tinggalkan aku" Suara serak itu membuat Eunbi cepat membuka matanya. Pria itu menangis.
Eunbi meminta Taehyung menundukan kepalanya Eunbi mengusap air mata Taehyung dan mencium lembut bibir pria itu.
"Aku hanya pulang ke rumah kakakku, kau bisa sering berkunjung jadi jangan menangis okee"
Taehyung mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Eunbi.
Eunbi mengusap rambut pria itu dan tersenyum geli karna Kim Taehyung sangat imut jika seperti ini.
Mata Eunbi terbelalak saat melihat Jimin tengah berkacak pinggang sambil membuang wajah acuh. Terkesan mengejek.
Sejak kapan pria itu disana?!. Jika dilihat dari ekspresi wajahnya dia..
"Aku melihat semua kejadian dari awal kalian saling bertukar ludah, Jung Eunbi"
Taehyung terkejut dan menjauh dari Eunbi sambil membelakangi Jimin. Pria itu takut Jimin melihat wajah merahnya saat selesai menangis.
"Aku punya data yang kau butuhkan, bersihkan wajahmu dan berhentilah melakukan hal tidak senonoh lagi didepan mataku"
"Jika kau ingin melakukan hal yang tidak senonoh seperti yang ku lakukan, cari pacar sana jangan mengganggu aku dan Eunbi"
Taehyung berjalan santai menuju ruang kerjanya. Sebelum naik pria itu memberi isyarat agar Jimin naik ke lantai atas bersamanya dengan isyarat mata.
"Aku ingin sekali memukul wajah datar pria itu"
"Park Jimin, semangatlah aku akan mencari gadis yang cocok untuk kau kencani" Jimin menatap ekspresi wajah Eunbi yang seakan mengatakan bahwa dirinyalah yang patut untuk dikasihani.
"Tidak perlu aku punya pacar?!, dasar pasangan sialan ini"
Suara tawa Eunbi menggema hingga ke gendang telinganya. Jimin berjalan cepat menuju lantai atas sebelum pria melankolis itu murka.
TO BE CONTINUED