Wasiat Tuan [CHAENNIE ]

By CHAENNIE_AREA

17.3K 1.4K 142

Rosé terpaksa menikahi Jennie,anak tuannya Sekian terima gaji🙏🐻 ✅=Sudah di revisi More

DUA✅
KESALAHPAHAMAN
SIAPA DIA?
NGAMBEK
TREMOR
MENJAUH
SHOCK
RENCANA JAHAT YANG GAGAL
TUDUHAN
GENGSI
KELAKUAN JENNIE
MULAI SADAR?
KEPERCAYAAN
MENYESAL/END
CERITA BARU CHAENNIE

SATU✅

3K 143 17
By CHAENNIE_AREA

Enjoy guyss
....

Rosé sedang berusaha sekuat tenaga untuk membuka pintu mobil tuan nya yang sedang berhimpitan dengan truk berukuran besar

"Ro-Rosé, selamatkan putriku!"teriak kim Yoona histeris melihat Jennie yang sudah pingsan dengan darah yang mengalir di bagian kepalanya

Rosé segera melihat ke jok belakang dan mengetuk jendelanya

"Non! Non Jennie!"teriak Rosé berusaha membuat Jennie terbangun dari pingsannya

Tapi sepertinya keadaan nya memang sudah sangat parah

Beruntung ambulance dan polisi sudah sampai di TKP dan segera membawa keluarga kim ke rumah sakit terdekat

Rosé mondar mandir di depan ruang UGD

"Ya tuhan, gue ngga pernah minta apapun sama lo. Tapi kali ini gue minta lo selamatin mereka.., mereka orang baik asal lo tau"lirih Rosé

Pengawal lainnya hendak tertawa melihat cara Rosé ber doa

"Kalo begitu sih tuhan juga ngga bakal mau ngedenger doa elo, masak tuhan di elo elo in, dasar somplak!"cibir Lisa

Rosé diem aja, jujur mood nya berantakan saat ini. Orang yang paling berjasa dalam hidupnya kini sedang memperjuangkan kehidupannya masing masing

Dokter keluar dari ruangan dan menatap orang orang ber jas hitam ini

"Maaf, kalian keluarganya??"tanya doker

Jisoo langsung berdiri dan mengangguk

"Iya dok, saya anaknya"isak Jisoo

Lisa menenangkan istrinya itu

"Sst, jangan nangis. Mereka pasti gapapa percaya deh"senyumnya

Dokter mengangguk

"Kondisi pasien sangat keritis, tapi pasien meminta kalian untuk masuk"pinta dokter

Jisoo mengangguk cepat dan segera masuk ke dalam ruangan J-Hope dan mina

"Eomma.., Appa.."lirih Jisoo

Jisoo mendekati eommanya yang sudah tertutup kain putih

Tanpa babibu jisoo langsung berlari dan mendekap eomma nya dengan erat

"Sé, kemarilah.."panggil J-Hope

Rosé mendekat dan menatap sedih J-Hope

"Hiks.., tuan!"isak Rosé

J-Hope terkekeh

"Diam kau!, jangan cengeng bodoh!, kita ini pria!"omel J-Hope dengan nafas tersendat sendat

Rosé menyeka ingus nya dan mengangguk

J-Hope meraih lengan Rosé

"Sé, tolong jaga jennie ya??, menikahlah dengannya"ucap J-Hope menatap penuh harap Rosé

Rosé membeku

"T-tapi..saya. Sudah memiliki..-"

"Akh!, a-anggap saja..itu semua..b-bentuk balas budi k-kamu.."ucap J-Hope susah payah

Pengacara song masuk dengan wibawanya yang tinggi

"Selamat sore semuanya, saya Song, ahli waris keluarga Kim"sapa Song

Lisa membawa Jisoo keluar karena kondisi Jisoo yang semangkit histeris

Rosé melotot saat tuan song mengatakan sebagian besar kekayaan keluarga kim akan jatuh ke tangannya, tapi dengan syarat ia harus menikahi putri dari keluarga Kim, yaitu Kim Jennie

Tentu Rosé menolaknya,dia sangat suka kekayaan tapi ia juga sangat mencintai kekasihnya Irene

"Tapi tuan-"melas Rosé

J-Hope mengalami kejang

"Sé,berjanjilah!, demi saya!.."berbarengan dengan itu nafas J-Hope semangkin tercekat

Tiiiiiit..

Saat nafas J-Hope semangkin melemah suara monitor juga berbunyi nyaring di ruangan itu

Song menutup mata J-Hope

"Dia sudah pergi"ucap Song dengan pelan

Rosé meneteskan air matanya dengan mulut terbuka, jujur saja ia tidak pernah menyangka tuan yang selalu menjadi panutannya kini sudah pergi dan membebankan janji pada dirinya

"Tuan! bangunlah!, akan ku cari penyebab kejadian ini sampai ke akarnya! kau harus membantuku!bangunlah tuan!"teriak Rosé

Berbondong bondong dokter dan perawat masuk ke ruangan itu

"Saya permisi"lirih Rosé sambil menunduk

Saat proses pemakaman,bayang bayang perkataan J-Hope terngiang ngiang kembali di kepalanya

"Gue harus sadar diri! Tuan J-Hope sudag merawat gue sedari kecil, gue harus tau balas budi!"batin Rosé

Rosé berjongkok di gundukan tanah itu

"Tuan J-Hope. Saya akan menikahi putrimu begitu dia sadar, itu janji saya!"tekan Rosé

Di balik kacamata yang kelihatan keren itu, ada mata yang memerah dan basah!

Lisa menatap kasian Rosé

"Kau yakin Sé??, dia bahkan sangat anti denganmu"

Rosé mengangguk yakin

Sudah beberapa minggu ini keadaan sudah menjadi lebih normal dan tidak se sedih kemarin itu

Handphone Rosé bergetar

Rosé yang sedang mengecek berkas berkas langsung menoleh ke handphone nya

"Apa!!?"teriak Rosé

Rosé langsung mematikan sambungan sepihak dan segera bergegas ke rumah sakit tempat Jennie di rawat

Tak lupa juga ia mengabari Jisoo dan lisa

"H-halo nona Jennie"sapa Rosé kelihatan kaku

Jennie menatap suster dan Rosé secara bergantian dan matanya langsung ter arahkan ke Rosé

"Halo Ochi!"sapanya

Rosé terdiam

"Kenapa ni orang jadi baik ya sama gue?, apa dia udah tau kalau gue mau nikahin dia??, seharusnya kan dia marah tantrum dan maki maki gue tapi kok ini malah b aja??"batin Rosé menatap tak yakin Jennie

Jisoo dan Lisa juga masuk

"Jen!"Jisoo langsung berlari mendekat ke arah Jennie dan memeluk nya

Jennie tertawa

"Hihihi!, kak Chu aneh, kenapa kak Chu menangis??, apa kak Lili memarahi mu??"polos Jennie

Lisa melotot merasa di tuduh

Jisoo dan Lisa sudah tau penyebab berubahnya sikap Jennie

Lisa menarik Rosé keluar dan menceritakan apa yang di alami oleh Jennie saat ini

Rosé mengangguk paham

"Jadi dia kayak begitu selamanya??"tanya Rosé sambil mengurut kening

Lisa mengangkat bahu

"Maybe.."lirihnya

Rosé menghembuskan nafas frustasi

Beberapa bulan sudah berlalu dan kini hari dimana Rosé dan Jennie akan menikah

"Jennie kim-"

"Bukan Jennie Kim!, Nini!"protes Jennie

Rosé terkulai lemas dan membuang muka sebal

Jisoo naik ke altar dan memegang bahu jennie

"Nini.., Nini denger ya..ini itu pernikahan sakral, jadi Nini gaboleh protes selain mengangguk dan bilang iya,okey??"lembut Jisoo

Jennie cemberut

"Tapi beliin permen sama coklat ya??"rengut Jennie

Lisa terkekeh

"Iya, nanti kakak yang beliin permen sama coklat yang banyak buat nini"

Jennie mengangguk antusias

"Okay, janji ya?!"

Jisoo mengangguk manis

Acara di mulai dengan lancar setelahnya

.
.
.

"Kalian yakin tidak ingin ber bulan madu??"tanya Jisoo

Rosé mengangguk mantap karna menurutnya itu hanya akan membuang buang waktu saja, tapi berbeda dengan Jennie yang kelihatan berbinar binar

"Bulan madu??, Nini mau!!, Nini suka yang manis manis!"teriak Jennie antusias

Rosé merotasikan matanya

Lisa terkekeh menatap Jennie

"Bukan permen bulan ataupun madu, bulan madu itu..pergi jalan jalan dan menginap di suatu vila, hotel dan tempat tempat yang nyaman untuk pasangan pengantin baru"jelas Lisa

Jisoo mengangguk mengiyakan

Jennie mangkin kegirangan

"Iya! iya!, Nini mau jalan jalan kak Chu!, Nini mau bulan madu!"pekiknya

Rosé diam aja tapi batinnya pengen banget nyumpel ni mulut toa

"Yaudah, minimal kasi gue waktu buat beresin pekerjaan gue di kantor"tawar Rosé

Jisoo menggeleng

"No!,lisa sama gue bakal ngurus posisi Lo, Lo tenang aja, Lo tinggal hiling sama nini,dan pulang pulang sudah membawa debay!"

Rosé membuang muka dan berdecih

"Ogah banget gue nyentuh ni orang, najis tau ngga"batinnya geli sendiri

Lisa mengotak atik handphone nya

"Okay,keberangkatan kalian besok pagi jam 9!"

Jisoo dan Lisa melakukan tos

"Jangan lupa ya, pulang pulang harus udah ada calon temen buat Rio!"kekeh mereka berdua

Jennie hanya mengedipkan mata lucu karna tak paham

"Pigi aja belum!"ketus Rosé dan langsung berjalan ke arah kamarnya dan Jennie

.
.
.

Jennie nongol dari balik pintu

"Ochi, Nini nini mau ganti baju, tapi susah"adunya sambil merengut manja

Rosé menatap Jennie yang masi mengenakan gaun putih

"Jadi??"tanyanya dengan nada yang kelewat datar

Jennie cemberut

"Ochi bantu Nini bukain kancing belakangnya ya?, tangan Nini sakit kalau meraih kancing punggung nya"melas Jennie

Rosé kembali menatap layar laptop nya

"Kan bisa minta tolong kak Jisoo"

"Kak Chu lagi di kamar, pintunya di kunci, terus ada suara suara serem, Nini takut"ucapnya dengan kedipan kedipan polos

Rosé menggeleng

"Saya lagi sibuk"ketus Rosé

Jennie mengangguk dan berjalan ke toilet

Baru saja beberapa menit udah terdengar suara tangisisan dari Jennie

Rosé langsung bangkit dan menggedor pintu toilet itu dengan rasa panik

Untungnya ngga di kunci

Rosé terdiam melihat Jennie yang ternyata aman aman aja

"Kenapa sih nangis nangis??, berisik tau ngga?!"ucap Rosé sedikit meninggikan suaranya

Jennie menoleh sambil sesegukan

"Ochi tega!, liat ini jari Nini di gigit kancing!, ini sakit tau!"isaknya

Rosé melirik jari Jennie dan ternyata memang benar, jari itu terbesut kancing

"Mangkannya pelan pelan"Hela Rosé berusaha sabar

Jennie menggeleng

"Iya!, Nini udah pelan pelan, tapi tiba tiba tangan nini di gigit kancingnya"ucap Jennie terdengar meyakinkan

Rosé hanya ngangguk saja, payah kalau ngelawanin manusia satu ini, pasti ngga kelar kelar sampe tahun depan

"Angkat lengan mu"titah Rosé

Jennie menurut dengan sisa sisa isakannya

"Pakai baju sendiri bisa??"tanya Rosé

Jennie menggeleng kecil

Rosé menghela nafas berat

"Tunggu sini, saya ambil baju kamu dulu"

Jennie mengangguk dan memilih duduk di pinggiran bathtub

Rosé datang dengan baju tidur bergambar beruang

"Baju tidur kamu gini semua??"tanya Rosé menunjukkan baju itu ke Jennie

Jennie mengangguk polos

"Iya,emangnya kenapa?, cantikkan?, imut juga"Senyum Jennie

Rosé ngangguk doang

"Imut sih, tapi masak udah besar pakai baju beginian, aturankan yang seksi, kayak pacar saya dulu"gumam Rosé

Jennie noleh

"Hah?"cengoh Jennie

Rosé menggeleng dan memakaikan Jennie baju

"Dah, tidur sana, saya mau ganti baju juga"dingin Rosé

Jennie mengangguk

"Tapi Ochi jangan lama lama, Nini takut kalau sendirian"cicit Jennie

Rosé ngangguk doang

Jennie naik ke kasur dan melirik laptop Rosé

"Ada game nya tidak ya??"gumam jennie mendekati laptop itu dengan wajah penasaran dan kedipan kedipan polos nya

Rosé keluar dari toilet sambil menggosok rambutnya dengan handuk kecil

Matanya langsung melotot melihat jennie yang sudah memangku laptop nya dengan susu coklat yang berserakan di mana mana

"Yak!, kau sedang apa??, kenapa kau menumpahkan susu di mana mana??"geram Rosé

Jennie kaget dan menunduk, seperti anak yang di marahi ibu nya

"Maaf Ochi, Nini pinjem laptop Ochi untuk main game, tadi bi mega anterin susu untuk Nini, tapi nini tidak suka,susunya tidak manis, jadi nini buang buang, supaya tidak mubazir"jelas Jennie dengan nada imut nan polos nya

Rosé memerosotkan bahunya lemas

"Apanya yang ngga mubazir!, liat ini!, berserakan, lengket semua!, astaga!!, laptop saya juga kamu siram?!"histerisnya

Jennie menunduk takut

"Laptop nya mungkin haus"

Rosé geleng kepala ngeliat kelakuan ajaib istrinya ini

"Turun kamu!, ambil tissue ini dan bersikan lengan mu"

Jennie mengambilnya dan duduk di sofa sambil mengelap elap lengan nya

"Jangan mainin hal yang jelas jelas bukan mainan!, paham!"geram Rosé

Rosé mengelap elap laptop nya yang basah dan lengket

Sesekali ia melirik Jennie yang masi setia menatap ke arahnya

"Udah, kamu tidur sana, udah malem"dingin Rosé

"Ochi ngga tidur?"tanya Jennie

Rosé menggeleng

"Ngga"singkatnya

Jennie kembali mengangguk

"Selamat malam Ochi"

Rosé berdehem

Jennie kembali membuka matanya dan menatap Rosé

"Aturan Ochi bilang, iya selamat malam nini, gitu!"cebiknya

Rosé berdecak

"Iya, selamat malam nini"balasnya dengan nada penuh penekanan

Jennie tersenyum puas

"Selamat malam juga Ochi"ucapnya

Rosé menatap ke arah kasur

"Pantas saja suasananya jauh lebih tenang, ternyata dia sudah tidur, huh!.."gumamnya sambil mengusap wajahnya kasar

.....

Jennie👀
















Continue Reading

You'll Also Like

17.9K 1K 14
" aku hanya ingin bersama dengan orang yang benar mencintai ku" -park jennie- ⚠️ Mengandung unsur dewasa harap bijak dalam membaca. 🔞
6.7K 304 11
Baca aja langsung kalau penasaran!!!
183K 7.3K 19
lisa manoban seorang polisi yang mencintai seorang gadis nakal bernama jennie kim. mereka bersama beralaskan cinta, dan ilusi yang terlihat nyata. #f...
168K 13.3K 39
"Darah di bayar darah! Dan mata di ganti dengan mata."-L
Wattpad App - Unlock exclusive features