Enjoy guyss
....
Rosé sedang berusaha sekuat tenaga untuk membuka pintu mobil tuan nya yang sedang berhimpitan dengan truk berukuran besar
"Ro-Rosé, selamatkan putriku!"teriak kim Yoona histeris melihat Jennie yang sudah pingsan dengan darah yang mengalir di bagian kepalanya
Rosé segera melihat ke jok belakang dan mengetuk jendelanya
"Non! Non Jennie!"teriak Rosé berusaha membuat Jennie terbangun dari pingsannya
Tapi sepertinya keadaan nya memang sudah sangat parah
Beruntung ambulance dan polisi sudah sampai di TKP dan segera membawa keluarga kim ke rumah sakit terdekat
Rosé mondar mandir di depan ruang UGD
"Ya tuhan, gue ngga pernah minta apapun sama lo. Tapi kali ini gue minta lo selamatin mereka.., mereka orang baik asal lo tau"lirih Rosé
Pengawal lainnya hendak tertawa melihat cara Rosé ber doa
"Kalo begitu sih tuhan juga ngga bakal mau ngedenger doa elo, masak tuhan di elo elo in, dasar somplak!"cibir Lisa
Rosé diem aja, jujur mood nya berantakan saat ini. Orang yang paling berjasa dalam hidupnya kini sedang memperjuangkan kehidupannya masing masing
Dokter keluar dari ruangan dan menatap orang orang ber jas hitam ini
"Maaf, kalian keluarganya??"tanya doker
Jisoo langsung berdiri dan mengangguk
"Iya dok, saya anaknya"isak Jisoo
Lisa menenangkan istrinya itu
"Sst, jangan nangis. Mereka pasti gapapa percaya deh"senyumnya
Dokter mengangguk
"Kondisi pasien sangat keritis, tapi pasien meminta kalian untuk masuk"pinta dokter
Jisoo mengangguk cepat dan segera masuk ke dalam ruangan J-Hope dan mina
"Eomma.., Appa.."lirih Jisoo
Jisoo mendekati eommanya yang sudah tertutup kain putih
Tanpa babibu jisoo langsung berlari dan mendekap eomma nya dengan erat
"Sé, kemarilah.."panggil J-Hope
Rosé mendekat dan menatap sedih J-Hope
"Hiks.., tuan!"isak Rosé
J-Hope terkekeh
"Diam kau!, jangan cengeng bodoh!, kita ini pria!"omel J-Hope dengan nafas tersendat sendat
Rosé menyeka ingus nya dan mengangguk
J-Hope meraih lengan Rosé
"Sé, tolong jaga jennie ya??, menikahlah dengannya"ucap J-Hope menatap penuh harap Rosé
Rosé membeku
"T-tapi..saya. Sudah memiliki..-"
"Akh!, a-anggap saja..itu semua..b-bentuk balas budi k-kamu.."ucap J-Hope susah payah
Pengacara song masuk dengan wibawanya yang tinggi
"Selamat sore semuanya, saya Song, ahli waris keluarga Kim"sapa Song
Lisa membawa Jisoo keluar karena kondisi Jisoo yang semangkit histeris
Rosé melotot saat tuan song mengatakan sebagian besar kekayaan keluarga kim akan jatuh ke tangannya, tapi dengan syarat ia harus menikahi putri dari keluarga Kim, yaitu Kim Jennie
Tentu Rosé menolaknya,dia sangat suka kekayaan tapi ia juga sangat mencintai kekasihnya Irene
"Tapi tuan-"melas Rosé
J-Hope mengalami kejang
"Sé,berjanjilah!, demi saya!.."berbarengan dengan itu nafas J-Hope semangkin tercekat
Tiiiiiit..
Saat nafas J-Hope semangkin melemah suara monitor juga berbunyi nyaring di ruangan itu
Song menutup mata J-Hope
"Dia sudah pergi"ucap Song dengan pelan
Rosé meneteskan air matanya dengan mulut terbuka, jujur saja ia tidak pernah menyangka tuan yang selalu menjadi panutannya kini sudah pergi dan membebankan janji pada dirinya
"Tuan! bangunlah!, akan ku cari penyebab kejadian ini sampai ke akarnya! kau harus membantuku!bangunlah tuan!"teriak Rosé
Berbondong bondong dokter dan perawat masuk ke ruangan itu
"Saya permisi"lirih Rosé sambil menunduk
Saat proses pemakaman,bayang bayang perkataan J-Hope terngiang ngiang kembali di kepalanya
"Gue harus sadar diri! Tuan J-Hope sudag merawat gue sedari kecil, gue harus tau balas budi!"batin Rosé
Rosé berjongkok di gundukan tanah itu
"Tuan J-Hope. Saya akan menikahi putrimu begitu dia sadar, itu janji saya!"tekan Rosé
Di balik kacamata yang kelihatan keren itu, ada mata yang memerah dan basah!
Lisa menatap kasian Rosé
"Kau yakin Sé??, dia bahkan sangat anti denganmu"
Rosé mengangguk yakin
Sudah beberapa minggu ini keadaan sudah menjadi lebih normal dan tidak se sedih kemarin itu
Handphone Rosé bergetar
Rosé yang sedang mengecek berkas berkas langsung menoleh ke handphone nya
"Apa!!?"teriak Rosé
Rosé langsung mematikan sambungan sepihak dan segera bergegas ke rumah sakit tempat Jennie di rawat
Tak lupa juga ia mengabari Jisoo dan lisa
"H-halo nona Jennie"sapa Rosé kelihatan kaku
Jennie menatap suster dan Rosé secara bergantian dan matanya langsung ter arahkan ke Rosé
"Halo Ochi!"sapanya
Rosé terdiam
"Kenapa ni orang jadi baik ya sama gue?, apa dia udah tau kalau gue mau nikahin dia??, seharusnya kan dia marah tantrum dan maki maki gue tapi kok ini malah b aja??"batin Rosé menatap tak yakin Jennie
Jisoo dan Lisa juga masuk
"Jen!"Jisoo langsung berlari mendekat ke arah Jennie dan memeluk nya
Jennie tertawa
"Hihihi!, kak Chu aneh, kenapa kak Chu menangis??, apa kak Lili memarahi mu??"polos Jennie
Lisa melotot merasa di tuduh
Jisoo dan Lisa sudah tau penyebab berubahnya sikap Jennie
Lisa menarik Rosé keluar dan menceritakan apa yang di alami oleh Jennie saat ini
Rosé mengangguk paham
"Jadi dia kayak begitu selamanya??"tanya Rosé sambil mengurut kening
Lisa mengangkat bahu
"Maybe.."lirihnya
Rosé menghembuskan nafas frustasi
Beberapa bulan sudah berlalu dan kini hari dimana Rosé dan Jennie akan menikah
"Jennie kim-"
"Bukan Jennie Kim!, Nini!"protes Jennie
Rosé terkulai lemas dan membuang muka sebal
Jisoo naik ke altar dan memegang bahu jennie
"Nini.., Nini denger ya..ini itu pernikahan sakral, jadi Nini gaboleh protes selain mengangguk dan bilang iya,okey??"lembut Jisoo
Jennie cemberut
"Tapi beliin permen sama coklat ya??"rengut Jennie
Lisa terkekeh
"Iya, nanti kakak yang beliin permen sama coklat yang banyak buat nini"
Jennie mengangguk antusias
"Okay, janji ya?!"
Jisoo mengangguk manis
Acara di mulai dengan lancar setelahnya
.
.
.
"Kalian yakin tidak ingin ber bulan madu??"tanya Jisoo
Rosé mengangguk mantap karna menurutnya itu hanya akan membuang buang waktu saja, tapi berbeda dengan Jennie yang kelihatan berbinar binar
"Bulan madu??, Nini mau!!, Nini suka yang manis manis!"teriak Jennie antusias
Rosé merotasikan matanya
Lisa terkekeh menatap Jennie
"Bukan permen bulan ataupun madu, bulan madu itu..pergi jalan jalan dan menginap di suatu vila, hotel dan tempat tempat yang nyaman untuk pasangan pengantin baru"jelas Lisa
Jisoo mengangguk mengiyakan
Jennie mangkin kegirangan
"Iya! iya!, Nini mau jalan jalan kak Chu!, Nini mau bulan madu!"pekiknya
Rosé diam aja tapi batinnya pengen banget nyumpel ni mulut toa
"Yaudah, minimal kasi gue waktu buat beresin pekerjaan gue di kantor"tawar Rosé
Jisoo menggeleng
"No!,lisa sama gue bakal ngurus posisi Lo, Lo tenang aja, Lo tinggal hiling sama nini,dan pulang pulang sudah membawa debay!"
Rosé membuang muka dan berdecih
"Ogah banget gue nyentuh ni orang, najis tau ngga"batinnya geli sendiri
Lisa mengotak atik handphone nya
"Okay,keberangkatan kalian besok pagi jam 9!"
Jisoo dan Lisa melakukan tos
"Jangan lupa ya, pulang pulang harus udah ada calon temen buat Rio!"kekeh mereka berdua
Jennie hanya mengedipkan mata lucu karna tak paham
"Pigi aja belum!"ketus Rosé dan langsung berjalan ke arah kamarnya dan Jennie
.
.
.
Jennie nongol dari balik pintu
"Ochi, Nini nini mau ganti baju, tapi susah"adunya sambil merengut manja
Rosé menatap Jennie yang masi mengenakan gaun putih
"Jadi??"tanyanya dengan nada yang kelewat datar
Jennie cemberut
"Ochi bantu Nini bukain kancing belakangnya ya?, tangan Nini sakit kalau meraih kancing punggung nya"melas Jennie
Rosé kembali menatap layar laptop nya
"Kan bisa minta tolong kak Jisoo"
"Kak Chu lagi di kamar, pintunya di kunci, terus ada suara suara serem, Nini takut"ucapnya dengan kedipan kedipan polos
Rosé menggeleng
"Saya lagi sibuk"ketus Rosé
Jennie mengangguk dan berjalan ke toilet
Baru saja beberapa menit udah terdengar suara tangisisan dari Jennie
Rosé langsung bangkit dan menggedor pintu toilet itu dengan rasa panik
Untungnya ngga di kunci
Rosé terdiam melihat Jennie yang ternyata aman aman aja
"Kenapa sih nangis nangis??, berisik tau ngga?!"ucap Rosé sedikit meninggikan suaranya
Jennie menoleh sambil sesegukan
"Ochi tega!, liat ini jari Nini di gigit kancing!, ini sakit tau!"isaknya
Rosé melirik jari Jennie dan ternyata memang benar, jari itu terbesut kancing
"Mangkannya pelan pelan"Hela Rosé berusaha sabar
Jennie menggeleng
"Iya!, Nini udah pelan pelan, tapi tiba tiba tangan nini di gigit kancingnya"ucap Jennie terdengar meyakinkan
Rosé hanya ngangguk saja, payah kalau ngelawanin manusia satu ini, pasti ngga kelar kelar sampe tahun depan
"Angkat lengan mu"titah Rosé
Jennie menurut dengan sisa sisa isakannya
"Pakai baju sendiri bisa??"tanya Rosé
Jennie menggeleng kecil
Rosé menghela nafas berat
"Tunggu sini, saya ambil baju kamu dulu"
Jennie mengangguk dan memilih duduk di pinggiran bathtub
Rosé datang dengan baju tidur bergambar beruang
"Baju tidur kamu gini semua??"tanya Rosé menunjukkan baju itu ke Jennie
Jennie mengangguk polos
"Iya,emangnya kenapa?, cantikkan?, imut juga"Senyum Jennie
Rosé ngangguk doang
"Imut sih, tapi masak udah besar pakai baju beginian, aturankan yang seksi, kayak pacar saya dulu"gumam Rosé
Jennie noleh
"Hah?"cengoh Jennie
Rosé menggeleng dan memakaikan Jennie baju
"Dah, tidur sana, saya mau ganti baju juga"dingin Rosé
Jennie mengangguk
"Tapi Ochi jangan lama lama, Nini takut kalau sendirian"cicit Jennie
Rosé ngangguk doang
Jennie naik ke kasur dan melirik laptop Rosé
"Ada game nya tidak ya??"gumam jennie mendekati laptop itu dengan wajah penasaran dan kedipan kedipan polos nya
Rosé keluar dari toilet sambil menggosok rambutnya dengan handuk kecil
Matanya langsung melotot melihat jennie yang sudah memangku laptop nya dengan susu coklat yang berserakan di mana mana
"Yak!, kau sedang apa??, kenapa kau menumpahkan susu di mana mana??"geram Rosé
Jennie kaget dan menunduk, seperti anak yang di marahi ibu nya
"Maaf Ochi, Nini pinjem laptop Ochi untuk main game, tadi bi mega anterin susu untuk Nini, tapi nini tidak suka,susunya tidak manis, jadi nini buang buang, supaya tidak mubazir"jelas Jennie dengan nada imut nan polos nya
Rosé memerosotkan bahunya lemas
"Apanya yang ngga mubazir!, liat ini!, berserakan, lengket semua!, astaga!!, laptop saya juga kamu siram?!"histerisnya
Jennie menunduk takut
"Laptop nya mungkin haus"
Rosé geleng kepala ngeliat kelakuan ajaib istrinya ini
"Turun kamu!, ambil tissue ini dan bersikan lengan mu"
Jennie mengambilnya dan duduk di sofa sambil mengelap elap lengan nya
"Jangan mainin hal yang jelas jelas bukan mainan!, paham!"geram Rosé
Rosé mengelap elap laptop nya yang basah dan lengket
Sesekali ia melirik Jennie yang masi setia menatap ke arahnya
"Udah, kamu tidur sana, udah malem"dingin Rosé
"Ochi ngga tidur?"tanya Jennie
Rosé menggeleng
"Ngga"singkatnya
Jennie kembali mengangguk
"Selamat malam Ochi"
Rosé berdehem
Jennie kembali membuka matanya dan menatap Rosé
"Aturan Ochi bilang, iya selamat malam nini, gitu!"cebiknya
Rosé berdecak
"Iya, selamat malam nini"balasnya dengan nada penuh penekanan
Jennie tersenyum puas
"Selamat malam juga Ochi"ucapnya
Rosé menatap ke arah kasur
"Pantas saja suasananya jauh lebih tenang, ternyata dia sudah tidur, huh!.."gumamnya sambil mengusap wajahnya kasar
.....
Jennie👀