Blue menghembuskan nafas lega begitu berhasil menemukan kelasnya. Gadis itu berdiri di depan pintu yang masih tertutup.
Dengan gugup dia menatap sebentar pintu di depan nya yang bertuliskan Room X.A.
Sambil memilin tangan nya, blue akhirnya mengumpulkan keberanian nya untuk mengetuk pintu itu.
Tok tok tok
Tidak menunggu waktu yang lama seorang wanita dewasa membuka pintu kelas itu dengan senyum yang ramah dia berkata.
"Nona calton? Saya pikir kamu hari ini tidak masuk. " Kata wanita itu, dengan name tag Miss Adeline.
Blue yang mendengar itu meringis pelan, dia merasa malu karena terlambat di hari pertama nya.
"Maaf miss saya tadi sedikit tersesat dan lupa letak kelasnya." Balasnya sopan, sedang Miss Adeline langsung mengarahkan blue untuk masuk.
Dibelakang Miss Adeline, gadis itu berjalan sambil menundukan kepalanya. Dia menjadi resah sendiri, mungkin karena pengaruh alami dari tubuhnya.
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, dan nona calton silakan perkenalkan dirimu." Ucap Miss Adeline, sambil tersenyum.
Blue yang tadi nya menunduk dengan cepat mengangkat kepala nya. Seketika, kelas yang tadinya ramai mendadak hening begitu melihatnya.
Wajah putihnya perlahan memerah, sambil mencoba menguatkan diri dia mengukir senyum ramah dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Hai, aku Christina Blue Ruby Calton. Kalian semua bisa memanggilku blue, semoga kita bisa berteman baik ya?" Katanya dengan masih menunjukkan raut ramah.
Tidak lama kelas yang awalnya hening karena kedatangan nya, sekarang menjadi riuh.
Gadis itu mendengar berbagai kalimat pujian bahkan sampai godaan yang di dominasi oleh para siswa laki-laki.
Hanya saja blue memilih untuk tidak membalas dan menatap ke arah Miss Adeline dengan pandangan seolah bertanya dimana dia harus duduk.
"Blue kamu bisa duduk di samping Kayla, Kay angkat tangan mu." Ujar Miss Adeline pada seorang gadis berambut hitam sebahu yang terlihat antusias.
Begitu melihat gadis itu mengangkat tangan nya sambil melambai ke arah blue, dia segera berucap terimakasih pada Miss Adeline dia berjalan mendekati tempat duduk disamping siswi yang bernama Keira.
Blue berjalan dengan tenang walau dia merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan dari para penghuni kelas.
Ketika gadis itu sampai di kursinya, blue segera meletakan tasnya dibawah meja lalu mulai duduk dengan nyaman.
Disamping nya siswi yang bernama Kayla tidak tahan ingin langsung berkenalan dengan teman baru sebangkunya.
Gadis itu berdekhem pelan, dengan mata yang masih menatap gadis cantik ah tidak! Tapi sangat cantik di samping nya.
"Halo namaku Kayla Garcia Jovenika. Salam kenal ya Blue." Ucap Keira, sambil mengulurkan tangan nya berniat untuk berjabat tangan dengan gadis cantik itu.
Dengan cepat blue merespon jabat tangan teman sebangku nya dan mengukir senyum lebar.
"Salam kenal juga Kayla." Balasnya tak kalah ramah.
Mendapati keramahan gadis cantik itu, Kayla mengangkat dagu nya tinggi dengan pandangan sombong ke arah teman-teman kelasnya yang merasa iri karena bisa dengan cepat berteman dengan blue.
Sedang blue yang melihat itu jadi bingung dan memilih menatap ke arah depan yang ternyata seluruh penghuni kelas termasuk Miss Adeline sedang menatapnya.
Mata bulatnya mengerjap beberapa kali, sambil bertanya dalam hati apa ada yang salah dengan wajahnya?
Sepertinya itu tidak mungkin karena dia sendiri yang melihat penampilan nya tadi.
"Ekhem."
Gadis itu berdehem pelan, mencoba mengurangi situasi yang terasa canggung baginya.
Kayla yang duduk disamping gadis itu mulai mengerti dengan raut wajah blue yang bingung.
"Kalian jangan menatap nya seperti itu, dia jadi tidak nyaman." Ujar Kayla, mewakilkan isi hati blue.
Sedang blue yang mendengar nya, langsung berterimakasih dalam hati.
Sontak ucapan Kayla membuat penghuni kelas yang tadinya menatap blue berpura-pura mengalihkan pandangan mereka dari gadis manis itu.
Sebelum kembali memulai pelajaran mereka, Miss Adeline memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
"Blue perkenalkan nama saya Miss Adeline, saya adalah wali kelas ini sekaligus guru bahasa inggris. Jika, kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa langsung menghubungi saya." Beritahunya dan blue dengan sopan menganggukkan kepala pertanda paham.
Setelahnya kelas kembali dimulai dan blue beberapa kali bertanya kepada teman sebangkunya karena dia sudah ketinggalan.
Dan Kayla dengan senang hati menjelaskan materi yang gadis itu tidak ketahui. Untung nya penjelasan Kayla mudah di pahami jadi dia bisa dengan cepat menyerap nya.
Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat, hingga bel pertanda istirahat berbunyi nyaring.
Tring Tring Tring
Mendengar bunyi bel istirahat membuat Miss Adeline menghentikan pembelajaran nya. Dan mengizinkan seluruh murid untuk keluar kelas.
Namun, bukan nya keluar untuk mencari makan para penghuni kelas malah mengerebuni meja blue.
Bahkan Kayla sampai menghela nafas kasar begitu melihat Blue yang nampaknya kewalahan karena ulah para penghuni XA.
Dengan cepat Kayla menarik tangan Blue, membawa gadis cantik itu keluar dari kelas dan menghiraukan berbagai pekikan teman-teman nya yang kesal karena ulahnya.
"Terimakasih sudah menolongku." Ucapnya dengan nafas yang masih tersenggal karena harus mengikuti langkah Kayla yang sangat cepat.
"Sama-sama, maafkan mereka ya blue, mereka hanya senang karena melihat ada gadis cantik sepertimu." Balas Kayla santai, dan mengeluarkan sebuah tisu dibalik sakunya lalu memberi nya pada blue.
Blue yang mendengar nya tertawa pelan, dan mengambil tisu yang diberikan oleh Kayla.
Betapa beruntung nya blue dihari pertamanya bisa bertemu dengan teman baik seperti gadis ini.
Kedua nya kemudian mulai berjalan bersama dan menghiraukan berbagai tatapan yang menatap kedua gadis itu apalagi blue.
Kayla segera menggandeng tangan blue untuk menuju ke kantin sekolah mereka.
Kantin
Sesampainya di kantin ternyata tempat itu sudah sangat ramai, Kayla menajamkan pandangan nya untuk mencari meja yang kosong.
Dan ketika mendapatkan nya dia segera mengajak blue, sebelum ada orang lain yang menempati tempat itu.
Meja kosong yang tersisa hanya ada dua meja yang satunya berada di sudut dan satunya berada di tengah.
Blue merasa heran kenapa meja yang ada di tengah tidak ditempati oleh siapapun. Dan meja itu terlihat berbeda dari meja-meja lain.
Seperti ada sebuah tanda khusus. Sekilas gadis itu melihat di atas meja itu terdapat sebuah nama yang bertuliskan Hazen.
Dia ingin bertanya pada Kayla hanya saja sepertinya gadis itu sudah sangat kelaparan jadi blue mengurungkan niatnya.
Setelah blue memilih menunya, Kayla dengan segera memesankan makanan dan minuman untuk keduanya.
Hanya dalam waktu 10 menit, makanan mereka telah sampai dan kedua gadis itu menyantap nya dengan tenang.
Suasana kantin yang semula nya tenang, mulai dipenuhi oleh beberapa sorakan heboh.
Karena posisi meja blue yang berada di sudut, dia jadi tidak bisa melihat dengan jelas keramaian yang terjadi di depan sana.
Gadis itu hanya acuh tak acuh, berbeda dengan teman barunya Kayla yang langsung berdiri dengan semangat menatap para kerumunan.
Dahi gadis itu mengernyit bingung, dengan penasaran dia akhirnya bertanya.
"Kay apa yang terjadi disana? Kenapa orang-orang malah berkumpul dan berteriak seperti itu." Tanya nya, Kayla yang mendengar pertanyaan itu membelalakkan matanya.
"Apa kamu tidak tau soal Hazen blue?" Tanya Kayla balik, dengan lugu gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Astaga! Bagaimana bisa? Bukan nya kak Kaiser itu kakak kamu?" Kata Kayla lagi, dia tidak habis pikir dengan gadis polos di depan nya ini.
"Apa hubungan nya dengan kakak ku?" Celetuk blue, dia semakin tidak mengerti.
"Tentu saja berhubungan blue, kak Kaiser adalah bagian dari Hazen. Bahkan dia adalah pilar mereka." Balasnya, blue yang mendengar nya menganggukkan kepala seolah paham padahal nyatanya dia tidak paham.
Kayla yang bisa membaca raut wajah gadis itu, menepuk dahinya pelan. Sepertinya blue memang tidak mengetahui hal sepenting ini.
Dengan sabar dia mulai menjelaskan pada gadis cantik itu.
"Jadi Hazen itu adalah nama dari sebuah organisasi yang berisi 4 pria tampan seperti dewa yunani yang menjabat sebagai dewan sekolah.
Dewan sekolah disini, berarti mereka memiliki kekuasaan untuk mengatur para murid. Jika guru kita tidak bisa menangani para murid itu maka Hazen lah yang akan memberi mereka hukuman langsung.
Dan kebanyakan para murid disini merasa takut untuk mencari masalah dengan Hazen. Selain karena mereka yang merupakan dewan sekolah, para pria ini memiliki kekayaan dan kekuasaan yang mampu mengontrol orang-orang di sekitar mereka." Jelas Kayla panjang lebar.
Mendengar itu blue langsung mendelik tidak suka.
"Apa itu tidak berlebihan? Mereka bisa saja melakukan apapun semau mereka." Ujarnya sedang Kayla yang mendengar itu dengan cepat membekap mulut nya.
"Jangan katakan hal seperti itu tentang Hazen blue, kamu bisa saja berada dalam masalah walaupun kamu adiknya Kak Kaiser." Bisik Kayla sepelan mungkin, jantung nya hampir keluar dari tempat nya saat mendengar ucapan blue.
Dengan cepat blue menganggukkan kepalanya, sehingga Kayla bisa melepaskan bekapannya.
Keduanya kembali melanjutkan kegiatan makan mereka dan blue kembali mengabaikan suasana yang masih sangat ramai.
Gadis itu tenggelam dengan hidangan di depannya sampai telinga nya menangkap beberapa nama yang membuatnya langsung berhenti mengunyah.
Seperti biasa hari ini kak Kaiser sangat tampan. -1
Tidak! Menurutku kak Vincent masih lebih tampan. -2
Pangeranku Leo yang paling bersinar. -3
Kak Cleev hari ini sangat fashionable. -4
Diamlah kalian mereka semua sama tampan nya. -5
"Kaiser? Vincent? Leo? Cleev? Bukankah itu nama pria protagonis kan?" Tanya nya dalam hati, blue masih mengingat jelas nama keempat pria ini.
Dia juga tau bahwa kakak pemilik tubuhnya sekarang adalah salah satu yang akan memuja protagonis pria.
Dalam benaknya dia jadi tidak habis pikir, kenapa dia harus masuk ke dalam novel boys love seperti ini.
Dan yang lebih membuat nya sedikit stress adalah karena tiba-tiba saja dia mengingat bahwa Clara teman nya dulu pernah berkata genre novel ini adalah dark romance.
Dia jadi ingin menangis rasanya. Terlebih mengingat dia masuk ke dalam raga adik dari salah satu pria yang akan menyimpang.
Tapi apa boleh buat, Nadira sudah mulai terlanjur nyaman menikmati kehidupan nya sebagai blue.
Selain karena kedua orang tua gadis itu, sekarang dia juga mendapatkan teman baru yang baik padanya.
Jadi mari biarkan Nadira untuk saat ini tidak memusingkan alur novel yang akar terjadi.
Dia hanya ingin hidup dengan nyaman dan tenang, itu pikirnya.
Gadis itu lalu segera melanjutkan kegiatan makan nya yang sempat terhenti dan sesekali menimpali obrolan random Kayla.
Blue tertawa kecil, merasa senang melihat Kayla yang begitu antusias ketika bercerita.
Dia jadi teringat dengan sahabatnya Clara, yang sifatnya sama persis dengan teman baru nya ini.
Tanpa kedua gadis itu sadari, ada sepasang mata yang menatap dalam ke arah salah satu gadis di antara mereka.
Sampai tatapan nya harus terputus, ketika merasakan sebuah tepukan di bahunya.
"Apa yang sedang kau lihat Kai?" Tanya pria berambut kuning dengan wajah ramah andalan nya.
"Bukan apa-apa." Balasnya singkat, dan mengalihkan pandangan nya. Sedang teman nya yang tadinya bertanya mendengus kesal dengan jawaban itu.
Kembali lagi dia menatap ke arah dua gadis sebelumnya, sampai mereka meninggalkan kantin sambil diselingi dengan tawa.
Sebuah senyum samar terbit di bibirnya dan tanpa dia tau salah satu teman nya telah menatap nya sejak awal.
Sepertinya pria itu sudah mengetahui sesuatu.