Praduan: Unfamiliar World

By Unfaulpelz14

32 2 0

Praduan itu tempat berkumpulnya orang-orang absurd. Tempat dimana Hanina terpaksa menjadi detektif gadungan d... More

Menyatu dengan Tawa
Selamat Datang Isyana
Selamat Datang Isyana 2
Culture Shock Pertama
Berbaur dan Nikmati
Sudut Pandang Untuk Melihat Dunia
Sudut Pandang Untuk Melihat Dunia 2

Aku Berguna

4 0 0
By Unfaulpelz14

Sederhana, aku ingin dianggap ada- Katara

Akhir akhir ini mereka tampak dekat. Agaknya karena bangku mereka bersebelahan sehingga Asa kemudian menjadi akrab dengan gadis penyihir itu. sesekali mereka bergosip ria di salah satu pondokan di taman jati, Katara melihatnya dari jendela kelas.

Meski baru baru ini mereka terlihat lengket seyogyanya Katara tahu mereka punya cukup kesamaan. Mereka golongan orang-orang 'tidak biasa'. Asa, meski tidak masuk kategori pemilik rangking dalam jajaran 10 besar, dikenal semua orang dengan 'ketidak biasaannya'. Dia juga cakap di bidang permainan kata. Dia suka mendengarkan orang-orang bercekcok, berdebat atau beradu argument. Meski tampak menyimak sebenarnya dia menertawakan mereka, menurut Katara.

Asa selalu mengungguli ajang-ajang debat. Sebab agaknya disitulah kelebihannya. Maka dia lebih menonjol dari murid murid lainnya. orang yang tidak biasa. Adapun si gadis penyihir, Katara memanggilnya begitu, selalu masuk dalam urutan rangking 10 besar. Termasuk dalam 5 besar malah. Dia memiliki idealism pertemanan yang lebih ketat dari yang lain. Judes, tapi dia mahir di segala bidang. Cakap. Tak diragukan lagi.

Dan mereka menyukasi diskusi isu-isu terkini. Suatu hal yang tak akan 'disentuh dengan senang hati' oleh murid lain.

Sementara punya banyak cerita yang bisa gadis itu simpan untuk anaknya kelak, maka berbanding dengan Katara. Dalam kelas, tempat duduknya berada paling belakang. Di dekat jendela pojok ruangan. membangun dunianya sendiri. Dunia yang tidak bisang, dunia yang tidak ada kegaduhan suara melengking teman-temannya. Ah, memikirkan bagaimana dirinya membuat Katara tertawa miris. Entah kapan dia akan seaktif teman-temannya.

Sejak kecil dia selalu ingin tertawa bebas. Menjahili teman sebangkunya atau sekedar meledek anak kelas lain. Segala hal yang tampak menyenangkan itu sayangnya hanya terjadi di kepalanya. Katara terlalu takut untuk menyapa dunia. Terlalu sibuk dengan prasangkanya sendiri.

Katara memutus ratapannya dengan mengangguk membalas panggilan si gadis penyihir. Kakinya melangkah menuju pondokan. Hawa dingin bertabrakan dengan Terik matahari membuatnya sedikit bergidik. Cuaca memang tidak menentu akhir-akhir ini. Rupanya Asa meminta bantuannya membuta sketsa dekor untuk sampul bukunya. Katara mengangguk sebagai jawaban. Asa bukan tipe orang yang banyak maunya jadi dia bisa berkreasi sesukanya.

"terima kasih ya, aku jadi berguna," ujarnya.

"Ya,ya..." jawab Asa dengan candaan yang kentara. Segalanya sepele, tampak tak berat bagi dua gadis itu. mereka tidak tahu betapa berbunga hati Katara. Bahkan suara hatinya seakan berdengung di pikirannya. Aku berguna.

Continue Reading

You'll Also Like

721 60 18
Pindah kelas ke Ips entah suatu kesalahan atau bukan.Karena ternyata Ips 1 adalah kelas Purba dengan segala tingkah absurd penghuninya. #6 bulan bers...
639 24 5
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan...
171K 5.6K 34
The pain will go away but, in another dream.
22.6K 764 6
Tentang Arssya yang menyukai kehangatan
Wattpad App - Unlock exclusive features