"Fanaaa" Terdengar suara teriakan sesorang dari gerbang dan teriakan itu sangat menganggu pendengaran di pagi-pagi begini.Dengan cepat Varo membuka pintu dan melihat siapa yang membuatnya kesal di pagi ini.
Setelah Varo membuka pintunya ia merasa terkejut melihat sahabatnya yang sudah rapi dengan mobil di sampingnya membuat Varo terheran-heran.
"mau ngapain bro kerumah gua pagi-pagi begini?tumben banget,kan kita nanti masuk agak siangan." varo bertanya sambil membuka pagar rumahnya.
Reza tidak menjawab pertanyan Varo yang ada ia hanya tersenyum manis kearah Varo membuat Varo merinding sebadan-badan.
"sepupu lo mana bro" tanya Reza sambil melihat kesana kemari untuk mendapatkan yang dicarinya namun nihil.
"ohh si Fana maksud lo?"
"nahh iya si Fana"
"itu noh rumahnya di samping" dengan malas Varo menunjukkan rumah berwarna putih dengan dagunya.
"owalahh,salah rumah toh,oke bro thank you" Reza mulai menghampiri rumah ber cat putih itu tapi sebelum itu dia memberikan senyuman permisi pada sahabatnya.Melihat itu Varo masuk kembali kedalam rumahnya.
"Fanaa syalom"
setelah mengucapkan salam dan mengetuk pintu rumah tersebut akhirnya pintu rumah itu terbuka menampilkan wanita paruh baya.
"oh siapa ya?"
"haloo tante,saya Reza,saya temennya Fana"
"ooh gitu ayo masuk-masuk,Fana lagi sarapan di meja makan,sekalian kamu juga ikut sarapan." Setelah dipersilahkan masuk,Reza pun ikut masuk berjalan dibelakang mama Fana.
Setelah Reza sampai dimeja makan,sungguh Fana terkejut dibuatnya dan juga laki-laki tersebut dizinkan mamanya untuk duduk dan sarapan bersamanya??,buat apa manusia itu kesini?begitulah pikir Fana.
"kamu ini Fana,punya temen ganteng begini ga dikenalin ke mama" mendengar pujian itu Reza hanya tersenyum membalas ucapan tersebut.
Setelah beberapa menit akhirnya Fana sudah selesai sarapan begitu juga dengan mama dan Reza,papa Fana sedang ada diluar kota yang membuatnya harus pergi mendadak tadi malam.
"ayo bang za,maa kami berangkat dulu yaa" Fana memengang lengan Reza berusaha untuk cepat-cepat pergi dari hadapan mamanya,setelah itu ia langsung menyalim mamanya yang diikuti juga oleh Reza.
"papayy maa,wopyuuu" setelah mengatakan itu dengan cepat Fana menarin lengan Reza keluar dari rumahnya hingga mereka sekarang sudah berada tepat di samping mobil Reza.
"ngapain si lo kesini?"
"lohh ko pangil lo lagi si,kan tadi manggilnya bang zaa" mendengar itu membuat Fana memutarkan bola matanya,andai saja Reza tau bahwa tadi hanya dramanya saja agar mamanya tidak marah padanya jika ia tidak sopan.
"jawab dulu pertanyaan gua,ngapain lo kesini?"
"yaa seperti yang lo liat lah" Reza tersenyum pada Fana sambil menaik turunkan alisnya.
"udah jawab aja,gua gabisa liat mahluk tak kasat mata kaya lo"
"dihh bocil gasopan,aku bilangin mamanya ah" Reza berputr-pura berjalan kearah pintu utama kembali namun langsung di tahan oleh tangan Fana.
"iya iyaa,abang Rezaa yang terhormat"
"nahh gitu baru monyed gua"
"tai lu,udah cepet bilang alasan lo kesini"
"abang kesini kan mau ngantar adek kesekolah,yaudah yuk"
"dalam rangka apa?" Fana melihat Reza dengan mata yang curiga
"udah gua bilang gua gaminat sama bocil ke lo,abang kesini kan cuma mau nganterin adek kesekolah sebagai permintaan maaf abang semalam hehe"
"yaudah deh ayok ayokk,udah telat ni pir"
"pir?"
kan supir bang Za"
"adek anying emang"
Setelah mereka sudah masuk kedalam mobil Reza entah mengapa Fana merasa bahwa ia merasa aman,padahal mereka baru kenal,namun Fana merasa bahwa ia aman ada di dekat laki- laki ini begitu fikirnya.
"dek nanti mau abang jemput lagi ga pulang sekolah,kayanya nanti pas waktu kakak balik kuliah juga itu"
"iya bang boleh,tapi sekalian jajan ya bang hehehe" mendengar permintaan perempuan itu membuat Reza tertawa geli,sungguh gadis kecil ini menggemaskan begitu pikirnya.
"iya adekk,nanti sekalian kakak jajanin banyak-banyak yaa" ucap Reza sambil mengelus gemas rambut gadis manis itu.
Setelah ia mengatakan itu,gadis itu menganggukkan kepalanya lalu berlari masuk ke lingkungan sekolahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN TEMAN-TEMAN SEMUA!!!!!