Harus Ku Miliki

Oleh filard8

386 66 3

Apa jadinya jika perempuan muda yang sebatang kara dipertemukan dengan seorang idol yang sedang hiatus karena... Lagi

Part 1
Part 2
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38

Part 3

17 3 0
Oleh filard8


"Non, ada tamu" Mbak Sum memanggilku sambil mengetuk pintu kamar. Wanita bernama Sumirah yang akrab dengan sebutan Mbak Sum sedari kecil menemani Yangti dan sudah kami anggap keluarga sendiri. Usianya hampir empat puluh, berbadan tambun, berkulit bersih, rambutnya selalu diikat, selalu memakai pewarna bibir merah menyala.

Kulirik jam di dinding, masih jam 5:23 pagi. Tamu macam apa yang berkunjung sepagi ini?

"Siapa sih mbak? Tamu kok ngalahin tukang sayur." Umpatku sambil menuruni tangga dengan malas.

"Nggak tau, teman non mungkin. Tamunya nunggu diluar" Katanya sambil melanjutkan mencuci piring.

Walau enggan, kuhampiri tamu itu. Udara dingin membelai rambutku. Matahari masih malu-malu menyambut hari ini. Langit berwarna violet dan lampu jalan masih menyala.

"Ngapain kamu kesini?" Tanyaku ketus

Dia membuka helmnya "boleh ikut solat?"

'Hah, random banget ni makhluk satu. Jauh-jauh datang subuh malah numpang solat.'

"Malu kalau solat jam segini di masjid. Ntar dikira mau antri jumat berkah." Katanya sambil tersenyum.

Permintaan yang sulit untuk ditolak, aku mengisyaratkan dia untuk masuk. Dia mengikutiku dari belakang.

"Mbak, tolong tunjukan mushola, ada musafir mau ikut solat"

Mbak Sum menghampiri Faaz. Kulihat jari telunjuk Faaz ditaruh didepan bibirnya sambil tersenyum. Mereka berlalu sambil berbincang pelan menuju mushola.

Aku membuat seteko teh panas racikanku sendiri. Terbuat dari lima macam teh dari berbagai daerah seperti yang diajarkan Bunda.

Minum teh di halaman belakang menikmati udara pagi yang masih segar, menjadi ritual sebelum beraktifitas selama di sini tapi tidak sepagi ini.

"Pagi-pagi udah ngelamun, ntar cepet tua." Suara Faaz membuyarkan lamunanku, tanpa kupersilahkan pun dia duduk dihadapanku.

"Daripada lu, pagi-pagi ngerepotin gua" tanpa sadar kata subjek yang kulontarkan berubah menjadi lu dan gua.

"Nah gitu dong, lu, gua, biar makin akrab" Faaz kegirangan mendengar dua kata itu. Berlanjut menuangkan isi teko ke dalam gelas yang disediakan Mbak Sum. "Nggak manis, boleh minta gula?" Faaz menjulurkan lidahnya.

"Abis." Jawabku ketus

"Gua kesini gak cuma mau numpang solat kok. Gua kesini mau nanya nama lu? Gua kira kemaren lu mau ikut makan, kan bisa ngobrol-ngobrol dulu." Faaz cengengesan.

"Gua Neira. Sekarang lu bisa pulang karena udah tau nama gua." Jawabku masih dengan nada ketus.

"Jutek amat neng, nih gua bawain sesuatu buat lu" dia menyodorkan sebuah kantong plastik hitam kepadaku. 

Teruskan Membaca

Anda Juga Akan Suka

188 20 12
Rey cuma iseng menulis fanfiction tentang dirinya dan Gracia, idol favoritnya dari JKT48. Cerita itu bukan untuk viral, bukan juga untuk curhat. Hany...
256 69 17
> Yuk, bantu cerita ini bersinar di antara ribuan kisah lain. 💬 Vote & komen-mu itu penyemangat terbesar penulisnya-aku. 🌺 Kaleo Alaric Sky (Leo) b...
INHALER Oleh mantis

Fiksyen Remaja

934K 104K 40
Inhaler. Sebuah benda kecil yang dapat menolong nyawa seseorang. Termasuk nyawa seorang gadis manis berambut panjang dan berponi. Selalu tidak mempun...
Apl Wattpad - Buka kunci ciri eksklusif