di malam hari sang rembulan begitu indah dengan di hiasi bintang bintang di samping nya
jam sudah menunjukkan pukul 19.30
namun itu tak membuat aurel lelah
sampai salah satu teman kerja nya datang dan berpamitan dengan nya
" Aurel "
" iya kak, ada apa "
" kau tak pulang "
" tidak kak, nanti saja "
" yasudah, aku duluan nanti jangan lupa beresin semua nya kalo ada apa apa kabarin aku "
" okee "
teman kerja nya pun pergi setelah berpamitan dengan nya
" HATI HATI KAK "dengan kencang aurel langsung berteriak takut kalo tidak kedengaran sampe parkiran
Cira yang mendengar itu mengancunkan satu jempol nya
aurel yang melihat motor cira udah cukup jauh pun segera masuk dan menutup toko
-
-
-
-
-
-
sesampainya di pekarangan rumah aurel langsung memarkirkan motor nya tidak lupa mengunci nya takut takut ada maling
setelah selesai aurel langsung melangkah kan kaki nya, tapi saat ingin membuka pintu
plakkk
" Dari mana saja kamu "
Aurel yang melihat kemarahan ayah nya hanya bisa diam dan menangis
mau melawan juga buat apa? toh dia serba salah dimata keluarga nya
" Jawab saya, anak sialan "
" D-dari luar yah " aurel yang tak ingin kemarahan ayah nya semakin bertambah pun menjawab seadanya
" jam segini baru pulang mau jadi apa kamu, buat malu keluarga " dan tanpa aba aba rio langsung menarik putri nya ke arah gudang dan mengunci nya disana
" Ayah bukaa, hiks " aurel trus berteriak memanggil sang ayah, berharap ayah nya membuka kan pintu gudang
ceklek
aurel yang melihat itu pun sumringah mengira sang ayah datang dan melepaskan nya, namun alih alih di lepaskan aurel malah mendapatkan cambukan di punggung nya
setelah itu rico langsung pergi tak lupa mengunci pintu nya
aurel yang melihat dia kembali terkunci pun hanya pasrah
namun tiba tiba dia mendengar suara asing di kepala nya
" Hay arel "
" siapa kamu " aurel begitu ketakutan dan berharap sang ayah datang dan menenangkan nya
" aku micha "
" micha? " Aurel bingung pasal nya nama itu begitu asing di pendengaran nya
" yaa " micha yang melihat aurel bengong pun hanya menghela nafas
" kenapa wujud mu tak ada "
" karna aku ada di dalam diri kamu "
" diri aku? " aurel kembali bingung dengan kata kata makhluk asing yang baru dia kenal beberapa menit yang lalu
" yaa " lagi lagi micha hanya menjawab seadanya
aurel yang mendengar itu tentu saja kesal, pasal nya dia begitu kebingungan namun makhluk asing ini bukan nya menjelaskan malah menjawab seadanya
" kau menyebalkan "
" ya, aku tau "
" huh, jadi? siapa dirimu " tanya aurel dengan raut kebingungan
" Micha, alter ego mu "
mendengar itu aurel akhirnya paham maksud makhluk yang bernama micha itu
" micha " panggil nya dengan suara pelan
" ada apa "
" aku mengantuk "
" tidur lah, biar aku yang menggantikan mu "
" baiklah " aurel hanya mengiyakan toh dirinya juga cape
akhirnya kesadaran aurel terenggut, dan di gantikan oleh micha
" sangat melelahkan "
Micha pun dengan mudah membuka pintu gudang, segera dia berlalu ke kamar, tidak lupa membersihkan diri
-
-
-
-
-
setelah mandi micha tiba tiba mendengar suara ketokan, mau tak mau dia harus membuka nya
tok tok tok
" ada apa " jawab nya dengan raut muka yang amat datar seperti tembok yang baru di cat
" anu non, tuan besar menyuruh anda kebawa untuk makan malam " dia begitu gugup pasalnya micha menatapnya seperti mangsa
" hmm " micha mengangguk
maid itu pun pergi setelah berpamitan dengan nya
-
-
-
-
saat berjalan menuju lift micha tak sengaja bertemu salah satu abang nya
yang menatap nya begitu datar
"..............."
Micha yang melihat keterdiaman itu pun segera berlalu menuju lantai bawa
dan tanpa micha sadari, dari tadi pemuda tersebut trus memperhatikan gerak gerik nyaa
" huh, kau berubah adik kecil, bahkan kau tak menyapa ku sama sekali " batin nya, hah dia jadi sedikit merindukan sifat manis adik nya dlu
•
•
•
" dimana bocah itu, kenapa lama sekali " Rio menatap salah satu maid disana
" nona muda masih di atas tuan, mungkin masih membersihkan diri " jawab maid itu dengan sopan, sebut saja nama nya •'HANAA'•
" baiklah, kau boleh pergi " rio lngsung menyibukkan diri sembari menunggu putri nya turun
tunggu.. PUTRI? sejak kapan rio menganggap aurel sebagai putri
" baik tuan saya permisi " maid itu membungkuk sopan lalu berlalu pergi
tak lama dari itu terdengar suara langkah kaki
tap tap tap
" apakah aku terlambat " Micha bertanya tanpa menatap keluarga nya
,dia menggeser kursi dan duduk tepat di sebelah abang ketiga nya
"cih, kau membuat kita menunggu "
" aku tidak menyuruh kalian untuk menunggu" jawab micha dengan ekspresi nya yang amat datar
" anak pembawa sial, sudah berani menjawabku rupanya" ucap lelaki itu dengan penuh amarah di mata nya
" dan apa apaan tatapan mu ituu, cih "
" kenapa harus takut, kau tak begitu penting bagi ku " micha menjawab dengan ekspresi lebih datar seperti tembok yang baru di cat
melihat kondisi sekitar yang sudah mulai agak tidak kondusif sang ayah segera menengahi
" sudah sudah, cepat makan " tegur rio duda empat anak yang paras nya masih sangat muda jika di lihat
namum tanpa di sadari, seorang pemuda tersenyum miring melihat keberanian micha
~'~'~'~'~'~'~'
'•'
'•'
'•'
'•'
'•'
selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga (-aurel)
" bagaimana sekolah kalian " tanya rio
" baik " anak kedua rico atau yang sering di panggil ° Leoniel Gravis Agatha °
" sedikit buruk " jawah anak ketiga nya atau yang kerap di panggil ° Rafael Zirex Agatha °
kembali ke pemeran utama🦋
micha saat ini sedang memandangi langit malam yang begitu indah, tidak lupa menyetel lagu kesukaannya, dan itu membuat hati nya cukup tenang
" kau hebat arel, bisa bertahan di dalam sangkar manusia setan seperti mereka " mikha menghela nafas, cukup miris dengan alter ego nya yang masuk di dalam keluarga AGATHA
" ku harap, kau bisa memulai hidup mu yang baru, aku tak yakin bisa trus ada di dalam diri mu " lagi lagi micha menghela nafas
dirasa sudah cukup larut, micha segera ke kamar tak lupa menutup pintu balkon, jam menunjukkan pukul 12 malam, segera ia membersihkan diri sebelum beristirahat
~
~
~
~
setelah membersihkan diri, micha pun merebahkan dirinya dan membuka aplikasi WhatsApp, dirasa tidak ada notifikasi, micha segera manaruh hp nya di atas nakas, tak lama dia pun terlelap efek kecapean
namun tanpa dia sadari seorang pemuda memandang nya begitu lekat
" adik kecil ku yang begitu penurut, sekarang kau sedikit membangkang hm, hukuman apa yang cocok untukmu" pemuda itu menyeringai
-
-
-
-
-
-
keesokan hari nya di kediaman 'AGATHA' mereka di gegerkan dengan hilang nya aurel, barang berhamburan dimana mana, mansion keluarga agatha begitu berantakan
" Apakah penjaga disini memakan gaji buta hah " Rio berteriak bak kesetanan
tubuh penjaga disana bergetar hebat
' ada apa dengan tuan nya dan sejak kapan juga tuan nya peduli dengan aurel' kira kira begitulah isi pikiran mereka yang menerka nerka ada apa dengan tuan nya itu sampai sampai semarah ini
" sudah lah yah, paling anak sialan itu sedang nongkrong bersama teman teman nya, untuk apa ayah mengkhawatirkan anak pembawa sial seperti nya " jawab ketus rafael anak ketiga dari 4 bersaudara
sedang kan anak kedua rico hanya memandang males pertikaian di depan nya, tidak lupa rokok yang dia apit di sela sela jari nya
sang ayah hanya menghela nafas lelah
di pikiran nya cuman satu, dimana putri nya berada? apakah dia baik baik saja..
sejak semalam pikiran khawatir menggerogoti hatinya, rasa bersalah muncul begitu saja, dan bayangan istrinya yang tersenyum membuat nya kalut.
dia teringat omongan mendiang sang istri yang mendatangi nya semalam
" mas, kalau kamu tidak bisa menjaga reli dengan baik, maka aku akan membawa nya "
'~' ~'~' ~'~'~'~'~'
'•
'•
'•
'•
'•
'•
disisi lain aurel sedang berada di tepi sungai, yaa setiap kali aurel bosan aurel akan berkunjung di sungai ini
jam sudah menunjukkan pukul 16.30
namun aurel sama sekali tak beranjak dari tempat nya
" tuhan apakah aku tak pantas untuk bahagia " tanpa di minta air mata nya lolos begitu sajaa
" sepercaya itukah dirimu padaku tuhan, sampai kau kirim kan masalah berturut turut, tapi aku tidak sekuat itu" aurel menangis dalam diam meresapi nasib nya yang tak beruntung
-
-
-
-
-
dirasa sudah mau malam jam juga sudah menunjukkan pukul setengah 7 aurel segera kembali takut ayah nya memarahi nya dan berujung main fisik
namun di saat perjalanan pulang aurel tidak sengaja menabrak seorang pemuda, melihat pemuda itu terjatuh aurel segera membantu.
saat pemuda tersebut mendongak, betapa terkejutnya aurel melihat muka orang tersebut
" Lo? " ujar aurel
|° Ketika tanda miring artinya suara hati, atau batin °|
oke segini dulu, see you next time gays💐💋
i
TBC.