BELIEVE ME!

By not_lele

1.1K 353 95

(jika kau membacanya maka kau abadi di dalam karyaku.) "Mau sedalam apapun laut dimata lo, tolong jangan sese... More

PROLOG
1- TATAPAN ITU
2- GADIS ANEH
3- HUJAN PELIPUR SUNYI
4- RUNTUH
5- JEMBATAN
6- BERTAHAN, YA?
7- MENANGIS LAH
8- SEBUAH JANJI
9- MEMULAI
10- BERHARGA
11- LAUT
12- SERPIHAN KACA
13- HUJAN DAN KISAH KITA
14- PERAN
16- RUMAH AFGA
17- DATANG TAK DI UNDANG
18- TAK KUNJUNG BERTEMU
19- KEDOK SANG TUAN PUTRI
20- MELEPAS JERATAN

15- DISKUSI DRAMA TEATER

26 8 0
By not_lele

“Kita akan selalu dipaksa menerima suatu keadaan tanpa dimintai persetujuan.”

🎀 HAPPY READING 🎀

“Jadi nya lagu Unforgettable nih?” tanya Reno seraya mencari mengacungkan selembar formulir pendaftaran lomba classmetting yang akan di selenggarakan.

Afga, El, Fian, dan Rilan mengangguk sebagai jawaban. Mereka tengah berada di ruang musik sekolah. Kelimanya langsung mengambil posisi masing-masing. Afga mulai menuju drum, Rilan menuju keyboard nya, El mengambil gitar electrik nya, Fian mengambil gitar bass nya, sedangkan Reno bersiap dengan mikrofon. Afga menatap Lentera lalu melayangkan senyum nya.

Ya, sesuai janjinya kemarin malam. Kini Afga mengajak Lentera untuk menonton band nya latihan, tapi bukan di basecamp melainkan di ruang musik sekolah karena memang sudah hari bebas tak ada pelajaran karena usai ujian.

“Neng Lentera jangan senyum begitu. Manis banget sampe bikin galfok nih!” celetuk Rilan yang di balas tawa renyah oleh Lentera dan teman-temannya.

“Tu, wa, ga!” instruksi Reno.

Mereka mulai memerankan peran masing-masing dan mencoba menciptakan nada yang indah dari kemampuan mereka. Alunan nada pun mulai mengikuti suara merdu Reno. Lentera sampai bertepuk tangan heboh saat mereka berhasil menyelesaikan latihan barusan.

“Keren banget!!” seru Lentera dengan wajah berbinar-binar. El dan Rilan menyugar rambutnya sok kegantengan seraya tersenyum miring. Sedangkan Reno menaik-turunkan alis nya merasa bangga. Sedangkan Afga terkekeh geli, menghampiri Lentera dan mengusap-usap puncak kepala gadis itu.

“Udah liat kan? Mau pulang ke kelas?”

Lentera mengangguk antusias, “Iya, lo keren banget! Nggak mau ke kelas ah, mau ikut lo aja.”

“Ikut kita ke kantin aja Len.” celetuk El.

Lentera mengerjapkan matanya menatap El lalu gadis itu menatap Afga. “Boleh?”

“Iya boleh,” jawab Afga seraya tersenyum lembut kepada Lentera. Membuat gadis itu juga ikut tersenyum lebar.

Fian dan Rilan saling tatap-tatapan melihat Afga yang tersenyum lembut seperti itu membuat mereka bergidik ngeri. Jarang sekali mereka melihat Afga tersenyum seperti itu. Mereka akhirnya mulai berjalan ke keluar dari ruang musik dan menuju ke kantin bersama. Namun di perjalanan ada Zara yang menghentikan perjalanan mereka.

“Lentera, kita di suruh kumpul di kelas. Ini mau diskusi tentang lomba sama teater,” ucap Zara seraya menarik tangan Lentera pelan untuk ikut dengannya. Afga menahan tangan Lentera yang lainnya. Membuat Lentera terhenti yang otomatis juga Zara berhenti. Afga menatap dingin Zara.

“Dia belum makan. Biarin dia makan dulu,” ucap Afga dingin. Lentera tersenyum canggung. Tak enak kepada Zara atas sikap dingin Afga.

Zara mengangkat kresek hitam yang sedari tadi di genggamannya. “Di sini udah ada roti sama susu kotak. Gue udah beliin buat Lentera juga kok,” ucap Zara.

Lentera menatap Afga. “Af, gue harus ke kelas dulu ya? Maaf nggak jadi ke kantin,” ucap Lentera lembut, berusaha membuat Afga mengerti.

“Tapi lo belum makan!”

Lentera tersenyum karena tau seberapa khawatir nya pemuda ini. “'Kan tadi Zara udah bilang. Nanti sambil makan roti sama minum susu kok.”

Afga menghela nafasnya kasar, “Ya udah. Tapi nanti sampai kelas langsung makan rotinya. Susu nya juga habisin. Nanti balik dari kantin gue beliin susu kotak lagi.”

Lentera tersenyum seraya mengangguk, “Siap Ndan!” ucap nya seraya mengangkat telapak tangan kanan nya dan di tempelkan di tepi pelipisnya. Memasang gerakan hormat seperti kepada komandan.

Afga terkekeh lalu mengusak puncak kepala Lentera hingga rambut gadis itu berantakan. Lentera akhirnya pergi kembali ke kelas nya bersama Zara.

“Cie ilah, roman-roman nya ada yang lagi bucin nih.” ledek Fian lalu mendapatkan balasan tawa oleh yang lainnya. Afga mendengus sebagai respon.

El menepuk pundak Afga, “Udah lah bro! Nggak perlu lo se-khawatir itu. Toh Lentera juga udah gede.”

“Lo nggak akan ngerti.” desis Afga dingin, lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan teman-temannya.

“Mampus! Doi badmood tuh!” ejek Rilan.

“Mending lo jangan ngomongin apa-apa tentang Lentera ke Afga. Itu sensitif buat dia. Karena lo nggak tau apa yang udah di ketahui Afga tentang Lentera makanya dia se-khawatir itu,” ucap Reno lalu ikut menyusul Afga yang sudah terlihat lumayan jauh.

El menelan ludahnya kasar dengan raut wajah yang bingung. “Emang gue ada salah ngomong ya?” tanya nya. Fian dan Rilan mengedik'kan bahunya tak tau. Ketiganya berjalan pelan menuju kantin seraya membahas ini.

“Mending lo jangan ikut campur dah, gue liat hubungan Afga sama tuh cewek aneh tau nggak?” ucap Fian seraya melayangkan pertanyaan.

Kini giliran El dan Rilan yang mengernyit heran. “Maksud lo paan?” tanya Rilan balik.

“Waktu itu pas pagi-pagi gue nggak sengaja liat Afga keluar kamar apartemen nya bareng Lentera. Cewek itu juga pake piyama. Gue mikir nya pantesan Afga sekarang nggak ngebolehin kita ke apartemen nya ternyata dia sekamar sama Lentera.” jelas Fian.

El dan Rilan terkejut. “Yang bener aja lo?!” pekik keduanya berbarengan.

“Yang gue liat begitu. Waktu itu gue lagi ngapelin cewek gue. Tapi gue nggak ada niatan buat nanyain ke dia, bukan ranah kita juga kan?” memang pacar Rilan tinggal di apartemen yang sama dengan Afga, bahkan kamar mereka pun hanya berjarak lima kamar saja.

“Lah tapi dia temen kita anying! Gila aja kalau dia ngapa-ngapain sama Lentera gimana?” tanya Rilan heboh.

Ck! Tunggu dia yang cerita ke kita aja. Mungkin aja itu privasi dia.” balas Fian kesal.

El mengangguk mengerti, “Iya juga. Mungkin saat ini dia belum bisa cerita. Kita tunggu aja dah, meski gue udah kepo banget sih.” El mendelik ketika mengingat sesuatu. “Eh iya! Gue jadi keinget waktu itu juga Apga ngepap lagi tiduran sambil meluk cewek!” ucap El yang teringat pesan nya dengan Afga tempo lalu. *(Ada di chapter 8 seng).

“Gue yakin itu Lentera sih,” ucap Fian menimpali.

“Kayaknya Reno juga udah tau nggak sih?”

“Bisa jadi sih.”

“Ya udah lah ya, kita tunggu penjelasan si Afga aja. Kecuali kalau dia ketahuan ngelewatin batas, kita hajar bareng-bareng biar dia sadar.” putus Rilan. Mereka mengangguk setuju dengan ucapan Rilan.

🎀

“Jadi kita bakal diskusi drama nya dan peran-peran nya ya!” ucap Sinthya, seorang gadis berambut pendek yang merupakan ketua kelas di 11 Bahasa 2.

“Mau drama apaan nih?” tanya Revino.

Titanic aja nggak sih?” tanya Kenzie dengan alis yang di naik turunkan.

Garel menempeleng kepala Kenzie. “Gila lo ya! Titanic kan ada adegan ngevve nya!”

“Ya skip aja lah, 'kan bisa.” protes Kenzie yang menoyor balik kepala Garel. Kedua laki-laki yang duduk sebangku itu memang tak pernah akur.

Snow white atau Cinderella nggak sih?” tanya Zara berpendapat.

Sinthya menggelengkan kepalanya, “Jangan, itu udah sering banget di pake buat teater. Anak kelas sebelah juga udah ada yang pake.”

Romeo and Juliet gimana?” tanya Gloria, siswa terkaya di kelas mereka. “Masalah properti biar gue yang urus.” lanjutnya santai.

Sinthya menggelengkan kepalanya, “Nggak cocok ah, visual cowok nya nggak ada yang image nya kayak Romeo.”

“Gue mirip Romeo nih, setia, ganteng, cool, macho, gentle.” Celetuk Aiden dengan gaya tengil nya.

“HUUUU!!!” Sorak seisi kelas. Lentera tertawa pelan seraya memakan rotinya, Aiden merupakan siswa paling kocak dan konyol di kelas nya.

“Lo mah buaya! Boro-boro kayak Romeo, elo tiap hari aja gonta-ganti pacar.” cetus Kenzie.

“Tau, urusin tuh pacar-pacar bejibun elo!” ucap Sinthya jutek.

“Ya udah ini jadinya mau apa anying? Kagak kelar-kelar timbang milih tema nya.” keluh Sofia seraya menggelengkan kepalanya berpura-pura lelah.

Halah sia! Alay lo najis!” timpal Garel.

“Yaudah Miky Mouse aja dah! Rempong deh!” celetuk Gloria.

Sinthya menggelengkan kepalanya pusing, tidak ada yang benar dari saran-saran mereka. Kini ia mengalihkan tatapannya ke arah Lentera, “Lentera, lo ada saran nggak? 'Kan yang bakal jadi pemeran utama nya elo.”

Lentera menggaruk pipinya pelan seraya berfikir. “Upin Ipin aja nggak sih?”

“ASTAGPIRULLAH!!”

“LEBIH-LEBIH ANYING!”

“YA TUHAN, LENTERA KU YANG BOCIL!”

Seisi kelas berteriak frustasi mendengar jawaban Lentera dan akhirnya sekelas tertawa terbahak-bahak. Sinthya geleng-geleng kepala, jawaban yang lain masih masuk akal, tetapi jawaban Lentera lebih tidak masuk akal.

“Udah lah! Nggak ada yang bener emang!” celetuk Sinthya merasa lelah.

“Woe! Gimana kalau Gadis Bertudung Merah Dan Serigala?!” tanya Felisha dari arah bangku belakang.

Sontak saja Sinthya mendapat pencerahan.“Good idea!! Belum ada yang pakai ide ini, bagus nih. Kita bikin beda dari yang lain, kalau yang lain pada genre romansa, kita buat genre berbeda.”

“Gimana kalau kita ubah alur nya sedikit biar lebih ngena?” tanya Gloria.

Sinthya mengangguk, “Boleh tuh! Nanti siapa yang mau pegang skrip buat di revisi biar lebih ngefeel?”

“Lele aja, dia kan pecinta novel. Sering baca sama nulis novel.” saran Revino. Kebetulan dia naksir sama Lele, jadi modus gitu.

“Oke, lo sanggup nggak Le? Keberatan nggak?”

Of course, gue bisa pegang bagian skrip.” jawab Lele santai.

“Bikin sad ending aja. Kasih adegan bawang biar pada mewek.” usul Lentera.

Sinthya menjentikkan jarinya, “Bener! Ide bagus. Di saat yang lain bikin senyam-senyum baper, kita bikin orang-orang mewek sama drama teater yang kita tampilkan.”

“Sip ntar gue atur itu.” jawab Lele menyetujui.

“Jadi, yang jadi Gadis Bertudung Merah nya itu Lentera ya. Terus yang jadi serigalanya Kenzie, yang jadi nenek nya Sofia. Terus tokohnya siapa lagi sih?”

“Lah au ya, gue juga kagak ngerti alurnya. Kagak pernah nonton.” ujar Garel menimpali, wakil ketua kelas dia, tapi kerjaannya ribut mulu sama Kenzie.

“Ntar coba gue cari tau dah.” Putus Lele.

“Yaudah fiks ya, Gadis Bertudung Merah Dan Serigala!” putus Sinthya seraya menuliskan nama dan peran mereka di papan tulis.

🎀 TO BE CONTINUED 🎀

well! Ini chapter terpanjang di cerita ini🥺
it's okay, akuu jadii figuran doang yg penting masuk tipi ehh masuk nopel maksudnya 🥰

TERTULIS
17 September 2024

Continue Reading

You'll Also Like

501 33 15
' Suka dan Lara adalah sebuah fakta dimana kata itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. kadang manusia bahagia, terkadang juga menderita. seperti...
34.7K 1.6K 36
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Carany...
28.3K 3.2K 44
Orang tuanya selalu bertengkar, tak ada yang bisa ia lakukan selain berusaha meyakinkan diri bahwa keluarganya akan baik-baik saja. Pertengkaran adal...
Wattpad App - Unlock exclusive features