BERANDAL KESAYANGAN

By virginiapark21

17.1K 363 15

Varsya Kencana, ketua geng berandal yang sangat terkenal seantero sekolah. Bukan hanya terkenal cantik, namun... More

CAST #1
CAST #2
Bab 1 : Biang Telat
Bab 2 : Banyak Pikiran
Bab 3 : Syarat
Bab 4 : Kekalahan Abisatya
Bab 5 : Mama Sakit
Bab 6 : Saat Terakhir
Bab 7 : Berita Duka
Bab 8 : Dana Pingsan
Bab 9 : Bayi Besar
Bab 10 : Tersangka
Bab 11 : Enak?
Bab 12 : Rabu Yang Sial
Bab 13 : Menarik
Bab 14 : Modus
Bab 15 : Cemburu
Bab 16 : OVT
Bab 17 : Tawuran
Bab 18 : Hubungan Apa?
Bab 19 : Rumah Sakit
Bab 20 : Peringatan
Bab 21 : Om
Bab 22 : Amarah Abi
Bab 23 : Usai
Bab 24 : Change
Bab 25 : Berandal VS Ketos
Bab 26 : Bukan Sasya!
Bab 27 : Varsya Ernest
Bab 28 : Orang Terpilih
Bab 29 : Respon
Bab 30 : Akhirnya Sadar
Bab 31 : Khawatir
Bab 32 : Promise
Bab 33 : Brengsek
Bab 34 : Fakta Baru
BAB 35 : Dana Sakit
Bab 36 : Ketakutan Gani
Bab 37 : Belajar Bareng
Bab 38 : Hello Japan!
Bab 39 : Efek Dingin
Bab 40 : Disneyland
Bab 41 : Confess
HELP ME, PLEASEEEEE
Bab 42 : Onshen
Bab 43 : TOD adalah Maut
Bab 44 : Awal Baru
Bab 45 : Kelas Gabungan
Bab 47 : Cute Boy
Bab 48 : Rahasia
Bab 49 : Sasya Biang Onar?
Bab 50 : Vanesha
Bab 51 : Pacar Bang Juna
Bab 52 : Double Date
Bab 53 : HTS
Bab 54 : 7 tahun?
Bab 55 : Party
Bab 56 : Fiance

Bab 46 : Love and Rival

99 4 0
By virginiapark21

2 minggu setelah drama perkolam renangan itu, kelas IPS kembali dikejutkan dengan kedatangan sosok murid baru berparas tampan.

"Perkenalkan nama saya Jonathan Ramadhan, jangan heran nama gue ada Ramadhannya tapi gue kristen karena mak gue pas ngelahirin gue pas banget sama idul fitri. Oh ya panggil gue Jeje aja ya," ucap sang murid baru memperkenalkan dirinya didepan kelas.

Semua orang tertawa mendengar perkenalan Jonathan atau Jeje yang terdengar nyentrik dan berbeda dari murid-murid yang baru. Biasanya murid-murid baru akan malu-malu saat memperkenalkan diri, namun Jeje? Dia terdengar tengil.

"Baiklah Jeje silahkan duduk..." ucap Bu Jaeni menunjuk bangku kosong di belakang Sasya. Jeje mengangguk kemudian mendudukkan dirinya di belakang ketua geng berandal.

"Baik pelajaran akan dimulai...."

**********

Jam istirahat

BRAK!

"Sialan lo, kenapa pindah gak bilang-bilang ha?!" omel Sasya kepada si murid baru yang malah tertawa mendengarnya. Seisi kelas bahkan dibuat cengo karena ternyata si monster mengenal murid baru yang tampan.

"Hahahahaha maaf ya cantikku. Niatnya gue mau kasih lo surprise," ucap Jeje menanggapi omelan Sasya yang terlihat lucu.

"Miif yi cintikku, gombal banget lo!" kesal Sasya lagi-lagi menendang meja milik Jeje kemudian meninggalkannya begitu saja.

Jeje hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah unik teman lamanya. "Dasar, gak berubah," gumam Jeje.

"Lo mau ikut ke kantin gak?" tawar Mega yang ternyata merasa iba karena murid baru itu. Jeje pun tersenyum kemudian bergegas mengikuti rombongan cewek berandal itu menuju kantin.


Di kantin

"Lo masih suka makan mie Je?" tanya Sasya mengamati menu makanan yang dipesan oleh Jeje, Mie Ayam Bakso Pedas. Jeje terkekeh kemudian mengangguk kecil. "Gak berubah," cibir Sasya pelan.

"Dia siapa?" tanya Gani yang datang bersama gerombolannya, Lingga, Abi, dan Dana.

"Nama gue Jonatha Ramadhan, panggil aja Jeje, murid pindahan..." ucap Jeje menjabat tangan keempat cowok yang baru saja bergabung dengan mereka itu.

"WIh asik juga lo." Gani terkekeh. "Lo pindahan dari mana btw?" tanya Gani.

"Gue pindahan dari SOPA."

"SOPA?"

"Seoul School of Performance Art di Korea Selatan," jawab Jeje santai.

"APA?!" teriak Vanesha yang tahu betul sekolah seperti apa SOPA itu. "Lo mantan Trainee Idol" tanya Vanesha memastikan, karena di SOPA kebanyakan siswa dan siswinya merupakan Trainee Idol KPop.

Jeje mengangguk kecil.

"Lo mantan trainee agensi mana?" tanya Vanesha yang terlihat excited mendengar cerita si murid pindahan.

"YG Entertainment," jawab Jeje. Vanesha hanya bisa melongo dan menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Jeje yang terlihat santai bisa menjadi trainee di agensi BIG 3 di Korea Selatan.

"Lo masih suka rap Je?" tanya Sasya.

"Masih, makanya gue trainee di YG yang rapnya kuat. Lo mau denger?" tanya Jeje.

"Gak makasih pan-kapan aja," tolak Sasya membuat Jeje memanyunkan bibirnya.

"Lo kenal dia Je?" tanya Lingga menunjuk ke arah Sasya.

Jeje mengangguk. "Kenal, kenal banget malah..." Ia kemudian merangkul Sasya, menampilkan senyuman cerahnya. "Gue kan tunangan dia..." ucapnya membuat teman-teman Sasya melotot.

"YANG BENER AJA LO?!" teriak Dita tidak terima. Ia kemudian menarik tubuh Sasya menjauh dari Jeje, menukar tempatnya dengan tempat Sasya. "Macem-macem lagi mati lo," ancam Dita menunjukkan taringnya sebagai pelindung Sasya.

"Hmmm ya udah kalau gak percaya tapi kalian harus tau gue sama Sasya udah dijodohin sejak masih SD," ucap Jeje dengan bangganya. Sementara Sasya hanya merotasikan matanya malas mendengar bualan Jeje. Selalu saja begitu.

"OMG! Jadi selama ini lo udah dijodohin sama mantan trainee idol? Ihhh Nesha jadi iri!" ucap Vanesha membuat Lingga menggertakan giginya geram. Ternyata memang benar apa yang orang-orang katakan, orang friendly susah ditaklukan.

Sementara orang-orang sibuk berbincang dan bertanya-tanya kepada Jeje, ada satu orang, tidak bukan hanya satu namun 2 orang yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.

"Lo gak papa?" tanya Abi pelan. Ia tahu benar lelaki polos yang duduk disampingnya sekarang sedang cemburu melihat kedekatan Sasya dengan murid baru itu.

Dana hanya berdehem sebagai balasan.

BRAK!

Abi tiba-tiba saja berdiri kemudian menggebrak meja yang ada di hadapannya hingga membuat piring-piring dan gelas yang ada di atasnya ikut bergetar.

"Lo kenapa Bi?" tanya Lingga terheran.

"Gue sama Dana duluan. Hawa disini gak enak banget, gue jadi mual," ucap Abi dengan pedasnya kemudian menarik Dana yang masih mencerna apa yang terjadi pergi.

"Gue juga cabut dulu," ucap Sasya yang paham dengan maksud Abi. Ia kemudian pergi untuk menyusul kedua lelaki yang sudah beranjak terlebih dahulu.

"Sasya kenapa?" tanya Jeje.

Suasana kemudian berubah 180 derajat menjadi menegangkan dan sangat tidak bersahabat pada Jeje. Bahkan lelaki kelahiran bulan Maret itu terheran dengan perubahan sikap teman-teman barunya.

"Kalian... Kenapa?" tanya Jeje yang kini merasa was-was.

"Oke gue bakal to the point aja... Jauhin Sasya," ucap Dita menodongkan pisau steak bekas Lingga ke arah Jeje.

"Ta... Tapi kenapa?"

"Lo harus lihat situasinya bro. Sasya bukan Sasya lo yang dulu. Dia udah punya seseorang yang dia sayang dan lo tiba-tiba datang terus bilang lo tunangan Sasya. Waras lo?" Sekarang gantian Mega yang menegaskan keadaan.

Jeje hanya bisa menunduk dan menggigit bibirnya sendiri.

"Kita gak bakal musuhin lo kok. Gue cuma mau ngingetin aja, Sasya bukan Sasya lo yang dulu." Kini Vanesha yang nampak excited padanya membuka suara membuat hati Jeje berdenyut nyeri.

"Sorry bukannya kita munafik tapi emang udah jadi tugas kita menjaga Sasya," ucap Dita kemudian mengajak kedua sahabatnya pergi.

"Lo pasti bisa bro. Kita bakal dukung lo, tapi buat Sasya, biarin temen kita yang jaga dia mulai sekarang," ucap Gani menepuk-nepuk punggung Jeje. Membawa lelaki itu beserta Lingga kembali ke kelas karena sebentar lagi bel akan berbunyi.

**********

Di atap

Sasya nampak tertawa setelah mendengar penjelasan Dana yang sekarang malu karena mengakui rasa tidak suka dan cemburunya kepada Jeje.

"Lo lucu banget sih..." ucap Sasya berjongkok di depan Dana yang kini menyembunyikan wajahnya dengan kedua kakinya. "Lo tenang aja, orang yang gue suka tetep lo kok," tambahnya membuat lelaki polos itu semakin mengeratkan pelukannya pada kakinya sendiri.

"Dan?"

"Diem lo!" sentak Dana. "Gue malu sialan!" cicitnya membuat ketua geng berandal itu kembali tertawa.

"Kenapa pakek malu sih?" goda Sasya.

"Gue berasa jadi baby boy lo kalau gini terus caranya!"

"Loh,kan lo emang baby boy gue... Baby Dana uyyy..."

"Udah gue bilang diem, Varsya Kencana!" ucap Dana menunjukkan wajahnya yang merah merona bagaikan tomat. Menatap galak ke arah Sasya yang terlihat senang menggodanya.

"Oke oke oke... Gue bakal diem kalau lo berhenti marah sama gue. Gimana?"

Dana mengangguk kemudian memeluk Sasya erat. "Gue sayang sama lo..."

"Gue juga sayang gue sendiri kok..." canda Sasya membuat Dana semakin mengeram. "Hahaha gue bercanda. Gue juga sayang sama lo..."

"Jadi kita?"

"Ya lo lah yang nembak. Gak romantis amat..." cibir Sasya.

"So, Varsya Kencana, salah harusnya Varsya Ernest. Gue suka banget sama lo sejak lo pertama kali liat sama lo..." Dana terkekeh melihat tatapan sinis Sasya. Ia tak berbohong, namun... "Tapi perasaan gue, gue tekan karena gue merasa gak pantes bersanding sama lo. Dan datanglah dia, gak usah sebut nama lo juga udah tahu. Tapi sekarang, gue bener-bener sayang banget sama lo. Gak mau lo pergi lagi...."

Dana berlutut di hadapan Sasya, mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. "Lo mau jadi pasangan gue? Sampai lo bosen dan gue bosen gak ada yang boleh mengakhiri hubungan kita apapun alasannya," ucap Dana.

Sasya hanya tertegun sambil menutup mulutnya tak percaya. Dana ternyata bisa seromantis itu.

"Sya?"

"Kenapa masih tanya?! YA! Gue mau!" ucap Sasya menerima perasaan sekaligus hadiah kalung perak dari Dana. Dana memasangkan kalung itu dengan hati-hati kemudian tersenyum melihat indahnya kalung yang ia berikan bertaut di leher jenjang Sasya.

"I love you..."

"I love you more..."

"Sialan kenapa juga gue harus disini..." ucap Abi berdecih melihat drama picisan dua sahabatnya yang akhirnya jadian juga setelah beberapa purnama.

"Hahaha maaf dan terimakasih Abi," ucap Sasya tersenyum manis.

Abi hanya bisa membalas dengan senyuman walaupun hatinya sedikit teriris melihat wanita yang dicintai sudah terikat dengan sahabatnya sendiri. "Semoga kalian bahagia," gumamnya.


- to be continued


**********

(pict : Jonathan Ramadhan as sahabat masa kecil Sasya)

Continue Reading

You'll Also Like

58.2K 1.3K 30
Kisah ini menceritakan seorang gadis cantik bak Dewi kayangan yang menyandang gelar Queen bar-bar dan Badgirl dengan seorang lelaki tampan yang tak t...
280K 17.3K 17
[PART DI PRIVAT ACAK, FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Albara yang kerap di panggil Bara, Murid laki-laki paling berpengaruh di SMA Jingga. Pemimpin salah sat...
1.9K 290 50
Tentang Ravindra Xavier Putra, Laki-laki yang berpenampilan modis dengan kepribadian ceria dan cukup populer di kalangan perempuan namun kepribadiann...
11K 489 30
(WAJIB VOTE SEBELUM MEMBACA!!) Della, gadis cantik, polos nan lugu yang menyukai seorang cowok nakal yang populer di sekolahnya. Ketua geng DARK SKY...
Wattpad App - Unlock exclusive features