Sekarang sudah pukul 07:43 tapi sepasang suami istri masih tidur di kasurnya, ah tidak lebih tepatnya hanya sang suami yang tidurnya nyenyak sedangkan sang istri matanya masih melek dan tidak bisa bergerak.
Vincen menggeliat ia kembali memeluk pinggang istrinya erat, seketika Vincen terkejut mendengar suara orang menangis.
"Hiks hiks." Vincen membuka matanya dan terlihatlah istrinya yang sedang menangis sesenggukan, Vincen menghapus air mata Serena.
"Kenapa hmm?" Tanya Vincen lembut.
"Kamu masih bilang kenapa Mas! Aku nangis gara-gara kamu!" Seru Serena didepan wajah suaminya membuat Vincen bingung.
"Apa salah saya?"
"Aku ngantuk Mas." Lirih Serena, Vincen menatap wajah istrinya intens dan dirinya baru melihat kalau lingkaran dibawah mata Serena menghitam seperti orang kurang tidur dan terlihat lesu juga.
"Kamu tidak bisa tidur?" Tanya Vincen memastikan.
"Bagaimana aku bisa tidur sedangkan kamu peluk aku erat Mas, aku susah nafas hiks bahkan aku bangunin kamu tapi kamu tetap tidur nyenyak." Serena kembali menangis, matanya sekarang sangat berat dirinya mengantuk sekali.
Vincen melihat posisi keduanya dan disitulah dirinya baru sadar kalau tangan dan kakinya memeluk Serena sangat erat, bahkan jika orang lain melihatnya Serena tidak akan terlihat karena tertutup oleh badan besarnya.
"Maaf." Vincen mencium kedua mata Serena.
"Gampang banget ngomongnya, aku yang lelah mas."
"Iya maaf Serena, saya terlalu nyaman peluk kamu." Vincen melihat jamnya dan dirinya sedikit terkejut karena baru pertama kali bangun tidur jam segini, biasanya ia hanya tidur empat jam saja tapi sekarang bahkan lebih.
Oeee Oeee Oeee
Keduanya terkejut melihat Arce menangis, wajah Serena murung dan Vincen yang melihatnya tidak tega.
"Lepas Mas, aku mau ke Baby Arce."
"Saya sudah melepaskan tangan saya." Jawab Vincen.
"Tapi kaki kamu belum!!" Vincen melihat kakinya yang masih memeluk istrinya, dengan tidak ikhlas ia melepaskan pelukannya. Saat Serena akan beranjak dari tidurnya, Vincen kembali menahan tubuh istrinya.
"Mas? Lepas! Kasihan baby Arce nangis."
"Tidak perlu, baby Arce biar saya yang urus. Kamu sudah sediakan ASI nya kan?" Tanya Vincen, ia mengelus pipi Serena lembut membuat mata Serena semakin berat saja karena elusan Vincen yang nyaman.
"Sudah."
"Sekarang kamu tidur lagi."
"Tapi pekerjaan kamu..."
"Demi kamu dan baby Arce saya tidak masalah tidak masuk kantor, toh saya bos nya." Vincen melepaskan pelukannya, ia menyelimuti Serena dan tak lupa mengecup keningnya.
Vincen menggendong baby Arce, sebelum keluar ia melihat Serena yang sudah tertidur pulas senyum tipis muncul di bibirnya. Ia keluar menemui Emma menyuruhnya memandikan baby Arce setelah selesai membawanya ke bawah menuju ruangan keluarga dan ternyata disana ada Casandra yang sedang menonton televisi.
"Vincen, kamu tidak bekerja?" Tanya Casandra aneh melihat putranya yang terbilang workaholic, tapi sekarang ada dirumah.
"Tidak, Vincen lagi jagain baby Arce."
"Loh Serena kan ada, kenapa tidak dia saja yang jagain Arce." Jawab Casandra.
"Serena kecapean Mom, semalam Vincen...."
"Sudah cukup! Mommy ngerti Vincen, kamu tidak perlu menjelaskannya." Vincen mengangguk saja, padahal yang dipikiran Casandra adalah Vincen dan Serena melakukan hubungan suami istri. Casandra menatap wajah anaknya yang lebih fresh dari kemarin dan mungkin penyebabnya karena Serena, Casandra menghela nafasnya pasrah.
"Jika kamu memilih Serena, mommy akan berusaha merestui pilihan kamu asalkan kamu menghil...."
"Mom, saya tidak ingin mendengar itu." Vincen menatap ibunya tajam, Casandra yang mengerti jika anaknya sudah bilang kata saya berarti tidak ingin ada penolakan.
"Baiklah, maafkan Mom."
"Terimalah baby Arce." Ucap Vincen tiba-tiba.
"Apa maksud kamu?"
"Vincen ingin mommy menerima Baby Arce, jika kalian pikir Arce bukan anaknya Vincen kalian salah besar. Arce adalah darah daging Vincen dan cobalah menerima Serena juga, Vincen tidak mau kalian mencela Serena lagi jika tidak jangan salahkan Vincen kalau kami pindah dari rumah ini."
"Kamu mengancam Mommy?" Tanya Casandra tidak percaya, apa sebegitu cintanya anaknya kepada Serena.
"Tidak mengancam Mom, hanya saja Vincen sedang memperjuangkan rumah tangga Vincen kembali."
"Baiklah, Mom senang melihat kamu bahagia." Ucap Casandra, ia melihat ke sekelilingnya dirasa tidak ada siapa-siapa matanya melihat Arce intens.
"Vincen, boleh Mom gendong Arce?"
"Silahkan." Casandra menggendong baby Arce yang melihatnya terus menerus dengan hati-hati, saat matanya bersitatap dengan bayi di gendongannya Casandra mematung tak berkutik seakan bola mata birunya menunjukkan keindahan dan kenyamanan membuat orang-orang yang melihatnya akan luluh.
"Cucu Mom." Lirih Casandra, dengan gerakan cepat ia membuka ponselnya dan memotret dirinya menggendong baby Arce dan dikirimkan ke grup arisan para sultan. Ternyata sangat menyenangkan mempunyai cucu, pantas saja Zander sebegitu bahagianya dan mulai sekarang mungkin dirinya dan Zander yang akan rebutan menggendong Arce- pikir Casandra.
Kemarin-kemarin Casandra memang terlalu gengsi ingin menggendong Arce, tapi mulai sekarang dirinya tidak akan gengsi lagi malahan ia akan membawa baby Arce ke tempat arisan.
"Halo cucunya Grandma, maaf ya sayang Grandma baru menggendong kamu, mulai sekarang Grandma akan sering-sering gendong kamu dan ajak kamu jalan-jalan bahkan sebagai gantinya Grandma akan kasih kamu hadiah yang banyak." Casandra berusaha mengajak ngobrol Arce, setelah selesai ia menatap anaknya serius.
"Vincen, ada yang mau Mom bicarakan sama kamu." Wajah Casandra berubah serius, ia berdiri sambil meminang Minang cucunya.
"Soal apa?"
"Serena, Mom merasa aneh dengan tingkah Serena Sekarang. Bukan maksud Mom menjelekkan istrimu tapi melihat perubahannya sekarang seperti bukan Serena yang biasanya." Ucap Casandra jujur, meskipun dirinya dulu tidak menyukainya tapi ia selalu memperhatikan gerak-gerik orang-orang yang dekat dengan anaknya.
Ternyata bukan hanya dirinya saja yang mengira Serena berubah dan seperti bukan Serena yang dulu, ternyata ibunya pun sama. "Vincen tidak peduli Mom, mau Serena dulu ataupun sekarang Vincen akan mempercayainya dan mencintainya karena dia ibu dari anak-anak Vincen."
"Jika kamu sudah seperti itu, Mom tidak bisa berpendapat lagi. Dan soal perjodohan itu maafkan mommy karena terlalu memaksa kamu, mulai sekarang mom janji tidak akan ikut campur urusan rumah tangga kamu lagi."
Vincen bernafas lega, sebenarnya dirinya agak kesal karena Casandra selalu memaksanya tapi mau bagaimana lagi. "Sudahlah Mom lupakan saja, toh semuanya sudah terjadi."
Tak tak tak
Tatapan keduanya melihat ke arah suara high heels ternyata Serena yang sudah rapih, Vincen terpana melihat Serena yang sangat cantik apalagi senyumannya yang lebar.
"Selamat pagi Mas Vincen, ah selamat siang maksudku." Seru Serena merasa tidak enak, dirinya pikir hanya ada suaminya saja tahunya mertuanya juga ada disini. Mata Serena terkejut melihat anaknya berada di gendongan mertuanya, dirinya tidak salah lihat kan?
"Kenapa sudah bangun?" Tanya Vincen setelah menarik Serena duduk di pangkuannya. Serena jadi kikuk sendiri, ini Vincen tidak tahu tempat kali ya! Sudah tahu disini ada mertuanya! Serena tidak tahu harus berbuat apa, tidak mungkin dirinya mendorong Vincen yang ada Casandra berpikir yang macam-macam tentangnya.
"Mas, lepas. Lihat ada Mommy disini, aku malu." Bisik Serena menunduk malu.
"Itu bukan jawaban yang saya inginkan."
Serena menghela nafasnya berusaha tenang dan santai menghadapi Vincen yang sekarang. "Aku tidak bisa tidur lagi, karena memikirkan baby Arce."
"Kenapa tidak memikirkan saya?"
"Hah?!" Serena tidak salah dengar kan, Vincen berucap seperti itu dihadapan Casandra. Spontan Serena berdiri, ia menghampiri anaknya yang sedang bercanda tawa.
"Wah senangnya melihat anakku sudah diterima oleh mommy mertua." Seru Serena dihadapan anaknya, sekaligus menyindir Casandra mungkin?
"Pasti Baby Arce seneng ya Sekarang." Arce meresponnya dengan tawa, Serena yang gemas menciumi wajah anaknya.
"Ah anaknya mommy pasti rindu sama mommy, mommy juga merindukanmu sayang." Serena bercanda tawa dengan anaknya tapi Baby Arce masih di gendongan Casandra.
Vincen mengerutkan keningnya mendengar istrinya mengucapkan kata sayang untuk Arce, tapi kenapa tidak pernah mengucapkan padanya? Rasa cemburu menghampirinya, ia menatap anaknya dengan istrinya dengan pandangan tidak suka apalagi senyum Serena semakin mengembang jika bersama Arce berbeda jika dengan dirinya senyumannya seperti terpaksa.
Serena kembali menghampiri suaminya. "Mas, kamu tidak berangkat kerja? Arce biar aku yang jagain."
"Tidak, saya ingin bersama kalian."
"Tapi pekerjaan kamu lagi banyak loh Mas, kalau di nanti-nanti yang ada pekerjaan kamu menumpuk dan enggak ada waktu buat baby Arce dan aku." Ucap Serena lembut.
"Itu menjadi urusan saya."
"Mas, kamu seorang pemimpin kasih contoh buat karyawan kamu. Kami memang keluargamu tapi jangan jadikan kami alasan untuk kamu enggak pergi bekerja."
"Kamu tidak senang saya ada disini?"
"Bukan itu maksudku mas, justru aku senang karena kamu menjadikan aku dan baby Arce prioritas kamu. Tapi aku enggak mau egois, aku takut kamu kecapean karena pekerjaan kamu yang menumpuk. Jika kamu ingin main bersama baby Arce boleh saja, tapi selesaikan pekerjaan kamu dulu ya."
Vincen terdiam memikirkan kata-kata Serena yang masuk akal. "Baiklah, nanti kita jalan-jalan." Setelah mengatakan itu Vincen berdiri menuju kamarnya untuk berganti baju, Serena tersenyum manis melihat suaminya yang sekarang menjadi seorang penurut dan kenapa hatinya terasa bahagia jika Vincen menurutinya.
Casandra yang melihat interaksi keduanya semakin percaya jika Vincen mencintai Serena, meskipun dirinya sendikit terkejut karena Vincen menuruti ucapan Serena dengan mudah.
"Mom, terima kasih sudah menerima Baby Arce." Serena berucap tulus, sedangkan Casandra menatapnya datar.
"Jika kamu mempermainkan dan menyakiti anak saya maka saya tidak akan tinggal diam, Serena." Setelah mengucapkan itu Casandra pergi dari hadapan Serena yang mematung.
"Maaf Mom, sepertinya aku akan menyakitinya." Lirih Serena sendu, dirinya juga tidak ingin membuat Vincen sakit hati tapi dirinya harus melakukannya agar dirinya bisa kembali ke tubuh aslinya. Egois? Memang, untuk Sekarang dirinya akan menjadi gadis yang egois.
*******
Setelah kepergian suaminya ke kantor dan baby Arce bersama Casandra, Serena bersiap-siap keluar untuk membantu adik iparnya yang terkena masalah. Awalnya dirinya menolak, tapi mendengar balas budinya membuat Serena menerimanya. Ini juga alasan dirinya menyuruh Vincen berangkat kantor, karena jika ada suaminya maka ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Serena mengendarai mobilnya sendiri, ia melihat GPS yang menuju ke arah sekolahan. Beberapa menit kemudian Serena sudah sampai di sekolah yang bertuliskan 'ARC HIGH SCHOOL' Serena mengerutkan keningnya heran, nama sekolahnya sangat tidak asing tapi tidak mungkinkan?
Serena memakai kacamata hitamnya dan keluar dengan gaya anggunnya, karena sekarang sedang istirahat dirinya menjadi pusat perhatian. Tanpa memperdulikan anak-anak sekolah, Serena berjalan anggun seperti sedang fashion show dihadapan mereka.
Wow, Siapa wanita cantik itu?
Sangat cantik sekali, Tante maukah menjadi sugar mommy ku?
Seperti tidak asing, bukankah dia wanita yang viral itu ya?
Iya benar, dia istrinya Vincenzo Casanova yang kemarin menggagalkan aksi perjodohan suaminya
Kenapa dia kesini?
Gue kagum banget sama dia.
Mungkin saja, dia mau membantu adik iparnya yang terkena masalah.
Gue juga, apalagi saat dia membasmi pelakor!!
Wow body goals
Tante Seksi, aku mencintaimu!!
Serena yang mendengar teriakkan mereka terkekeh lucu, dirinya sangat suka menjadi perhatian seperti ini. Makanya dulu ia menginginkan menjadi aktris, tapi belum tercapai malah dirinya terkenal karena menjadi model.
Bersambung....
T S M, Selasa 06 Agustus 2024
Halooooooo guys aku kembali 👋
Next lagi guys?
🔥🔥🔥🔥🔥
Baju yang Serena pakai