love in silence

By isstfny

259 25 3

bukan untuk menjadi milikmu tapi aku selalu mencintaimu selamanya.. More

prolog
hari itu
untuk pertama kalinya
melelahkan
hanya memendam
lingkaran persahabatan
satu detik

happy birthday

19 3 0
By isstfny

-terimakasih tuhan, aku masih diberikan separuh nafas untuk menjalani kehidupan.-

Dan pada kenyataannya hari memang tidak  selalu baik .


°°°

"ingat yaa,jangan lupa makan."

Berkali-kali ibu mengirim pesan kepadaku lewat suaranya yang penuh ketulusan. memang ya, tidak ada cinta yang paling tulus selain ibu.

Pagi itu aku bersiap siap untuk menjalani rutinitas seperti biasanya, pergi ke sekolah.
Suasana pagi yang indah, namun sayang hatiku sedang mendung. Aku akan berusaha mengabaikan.

Aku melihat burung-burung kecil yang nampak senang beterbangan, langit biru yang dipenuhi dengan awan dan bunga matahari yang ikut bersemi  disepanjang jalan. 

Lewat motor ayah, yang sederhana berjuta cerita. hatiku mulai kembali pulih, aku berusaha mencari ruang untuk tetap berada dalam kehidupan tanpa kekalutan di kepala. Aku rasa, aku cukup pintar untuk memendamnya sendirian. ya, sendirian.

Selepas sampai, aku kembali bertemu dengan mereka, orang - orang baru yang mengubah keadaan menjadi sedikit lebih bertenaga. Asumsiku hari ini akan menjadi hari baik, yeah your enough. Detik ini juga akan menjadi hari yang paling manis di bulan kelahiran ku.

"feb"
Sontak membuat ku kaget atas keberadaan Aissy yang sudah duduk berada di samping tempat aku bertarung dengan lamunan pagi.

"heyy" sambil menoleh aku membalas nya dengan seutas senyum yang di buat-buat.

"Pagi pagi udah ngelamun aja awas loh nanti kesambet."

Tenyata ada seorang yang masih menyadari, dan dia cukup peduli.

Aku sengaja berangkat lebih pagi tepat pukul 06.00 hanya untuk menghabiskan waktu yang sia -sia. Setelah itu menanti seseorang yang tak pasti.

beberapa menit setelah Aissy pergi aku tersadarkan oleh bidadari bercahaya yang duduk di pojok taman itu. Dengan postur yang sangat anggun, cella atau sering dipanggil cerly itu senantiasa duduk di depan kelas memojok taman. Dengan cantiknya ia membaca segenggam buku novel romance di tangannya.

Aku mulai membayangkan,
kenapa ada manusia yang sempurna di dunia ini,  jadi apakah peribahasa itu bohong, katanya tak ada manusia yang sempurna tapi perempuan manis di pojok taman itu?

dia pandai, untuk seribu angka dia pecahkan, untuk setiap bahasa dia fasihkan, soal rupa tak ada yang bisa dikalahkan dia punya privilege yang tidak bisa orang lain menangkan.

Dia terlewat sempurna


kenapa ya hal hal sekecil itu harus boongg .


orang -orang  cantik seperti apapun selalu beruntung ya?


sedangkan aku.


Tidak ada yang bisa ku menangkan di dunia ini.


Semoga letak bersyukur ku selalu ada.
dan itu akan mengubah setiap hariku selalu lebih baik.
.


"pebbbb"

tiba tiba seseorang datang membuyarkan lamunanku.

"woyy!!"

Sekali lagi dengan suara yang lebih keras sampai membangunkan khayalanku.

" Apaaaaannnnnnnnnnnnnnnn"
Suaraku yang membalas juga tak kalah tajam intonasinya.

"lagiannn pagi pagi malah menggalauuu gak sehatt bgt"

"gitu ya selalu bgt datang gak di undang udah kaya.."

belum juga selesai Melina sudah memotong kata -kata ku yang hampir penuh keluar.

"KAYA APAA!!"
kini suaranya semakin meninggi. tak terima aku samakan dengan sesuatu yang menakutkan.

"Gajadi nanti malah ngambekk uuuuu my love , my baby honey.. "

aku mulai berbicara sengaja dengan mencubit pipinya gemass. Itu sudah terbiasa ketika bersama Melina, karena aku memperlakukan sebagaiman di perlakukan. Aku  akan terlihat sangat manja dan melakukan hal yang sama dengan orang yang membuat ku merasa nyaman.

Aku introvert, tapi aku akan banyak berbicara kepada orang yang tepat.

Aku senang bisa berada di lingkungan yang membuat ku lupa bahwa aku pendiam.

Banyak yang tahu aku ada, tapi hanya sedikit yang memahami bahwa aku berada di dalamnya.

.

"Ayo ngantin, Ngopi dulu lah paling nggak."
Untuk memecah kesunyian aku mengajak Melina menikmati seduhan es kopi di warung pak Sapto. Suasana masih sepi jadi tidak ada rombongan sekelompok berandalan sekolah.

Melina yang bijak selalu mengukur setiap kandungan gizi di kantin , orang pintar selalu pilih- pilih. Kopi tidak rendah kalori.

"kamu tu ya ngopi ngopi kasian lambungnya tau gak?"

" Tapi enak banget, Mana tahannn.."
Aku masih memamerkan rasa yang akan membuat nikmat salm satu tegukan. Melina akhirnya tergiur juga.

"dih paling bisa ya "

"emang enakk"

"Ayo lah"

"okee"

beberapa menit kami menghabiskan waktu untuk mengopi di kantin sebelum bel masuk.

_

"pakk kopi gula aren nya satu ya, smaa teh nya satu, yang kopi pakai es yang satu nggak. "

sampai di kantin aku langsung memesan kopi, untuk mengisi dahaga, eh bukan tapi otak yang kosong. Aku sudah hafal kalau Melina tidak makan es apapun bentuknya, takut bisa mengganggu kesehatannya. Biasanya dia memesan teh, katanya lebih aman. Kalau aku tidak menimbang, yang penting mendang mending soal rasa.

"okeyy syapp nengg"
dengan lincah pak Sapto menyajikan kopi seperti pedagang - pedagang di India. memang se kilat itu. Meski sudah ber usia lanjut beliau tetap semangat
dalam mencari nafkah. Itu juga menjadi alasan untuk menginspirasi banyak orang.

Aku memilih kopi di sini karena rasanya jauh beda dari yang lain. Kerasa lebih nikmat, dan manisnya entah kenapa selalu pas. Harganya pelajar banget dan juga ramah di kantong."

"ewmmmm segerrr banggetttt"

Kataku sambil memamerkan rasa ketika menyeruput sekantong kopi gula aren.

"gak kepingin sih enakan ini teh sih lebih seger."

balasan Melina yang masih kelihatan menikmati sekantong teh hangat nya.

"febb.''

Melina memanggil ku dengan nada yang tipis dan halus , tidak sama seperti biasanya.

"hmm? kenapa?"

Aku menoleh lebih panjang ke arah suara Melina.

Sesaat terdiam.

Aku pun mulai menatap wajah melina secara lebih intens yang kemudian dari  matanya berubah menjadi  teduh sekali dan kali ini lebih tulus.

Rupanya ia menyodorkan sesuatu dengan Tote bag persegi kantong benda.

"happy birthday ya."


Continue Reading

You'll Also Like

552K 38.2K 74
GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada...
11.4M 252K 25
Selama tinggal di rumah yang sama, ada begitu banyak hal terjadi yang mereka lalui bersama. Mulai dari perdebatan kecil, sampai pertengkaran sengit y...
19M 1.6M 72
Galak, posesif, dominan tapi bucin? SEQUEL MY CHILDISH GIRL (Bisa dibaca terpisah) Urutan baca kisah Gala Riri : My Childish Girl, Bucinable, Gala...
1.8M 105K 53
"Tipe gue nggak muluk-muluk kok, cukup kating FK aja." Ujaran Natha kala itu hanya sebatas candaan. Sampai di suatu pagi, ia bertemu dengan Jakeㅡkaka...
Wattpad App - Unlock exclusive features