✧˖ °☁️.🥛⭒ 🐰ྀི 𐙚
Minsungg minsungg wiuu wiuu
Deskripsi :
Papa jisung yang merupakan pemimpin dunia bawah yang kejam dan tak tau rasa kasihan, tertarik saat pertama kali melihat seorang pemuda dengan ekor ikan di rumah pelelangan, tanpa pikir panjang papa jisung membelinya dengan harga fantastis. Pemuda dengan ekor ikan itu hendak ia berikan kepada jisung saat putra manisnya itu berulang tahun, sebagai hadiah.
Happy reading
" baiklah mari kita mulai !! " suara mc menggelegar di ruangan itu, semua mata menatapnya dengan minat kecuali Han peter walaupun umurnya sudah tak muda lagi tapi wajahnya tetaplah tampan, duduk di atas sofa sembari menghisap nikotin itu dengan nikmat, yang ada di pikiranya saat ini hanyalah istrinya dan putra gembilnya. Sejujurnya ia sangat malas menghadiri acara seperti ini hanya saja ada beberapa senjata yang cukup bisa menarik perhatiannya.
" barang ini cukup mahall, karna sangat istimewa dan sulit di temui. Aku jamin kalian pasti akan terpanah ! Haha " mc itu melontarkan kalimat sembari tertawa kecil, tuan Han hanya mendengus malas, pasti jalang kecil lagi begitulah isi pikiranya.
" baiklah sepertinya kalian sudah tidak sabar ! Keluarkan barangnya anak anak ! " seru mc itu, beberapa orang dengan tubuh kekar mendorong sebuah kotak berlapis kaca bening yang di tutupi oleh tirai.
Orang orang di sana memandang bingung, kenapa kaca? Tidak biasanya, biasanya mereka akan menggunakan sebuah jeruji besi.
Tirai berwarna merah darah itu di tarik dan memperlihatkan seorang pemuda dengan ekor ikan bergerak kesana kemari dengan tangan yang terus memukul kaca itu dengan kuat. Semua mata memandang tertarik begitu pula dengan tuan Han, ini benar benar istimewa !
Pemuda dengan ekor ikan itu memiliki wajah yang sangat tampan, hidung bangirnya, telinga berselaputnya, rahang tegasnya, belum lagi matanya yang berwarna seperti biru malam sama layaknya ekornya beberapa sisik yang tersebar di seluruh tubuhnya seperti di bagian pipi, dada, perut, lengan dan tangan. Bentuk tubuhnya juga sangat memukau, otot perut dan otot bisepnya yang benar benar kokoh benar benar memikat para hadirin, ekor besarnya yang berwarna biru malam yang indah.
" Baiklah mari kita mulai dengan 500 juta untuk barang istimewa ini ! " suara mc menyadarkan kekaguman para orang orang, mereka mulai mengangkat tangan ramai ramai, hingga harga terakhir yang di patok adalah 10 miliar.
" baiklah tidak ada yang mau menambah nominal lagi? " mc itu memastikan sembari pandanganya mengedar dan menangkap pandangan minat dari tuan Han lalu bibirnya menyunggingkan sebuah seringai.
" baiklah ! Maka barang istimewa ini akan menjadi milik tuan par- "
" 100 miliar " suara berat itu menggelegar, siapa lagi kalau bukan suara milik tuan han?
Mc itu tersenyum senang lalu tanganya beralih menunjuk tuan Han semua orang disana juga menoleh ke arah tuan Han. Mereka berpikir bahwa tuan Han akan menjadikan pemuda itu budak nafsu padahal jelas jelas ia sangat menyayangi istrinya.
" Sah menjadi milik tuan Han !!! " pekik mc itu bersemangat, tuan Han langsung memerintah anak buahnya untuk membawa barang yang ia beli ke rumah utamanya, putra manisnya akan pulang besok, tepat di hari ulang tahun si kecil bersama istri kesayanganya. Pemuda dengan ekor ikan itu adalah hadiah untuk putranya. Tidak lupa tuan Han menanyakan makanan dari barang yang ia beli lalu membayar barang itu sebelum pergi dari sana dengan wajah datarnya.
pemuda itu di letakkan di sebuah kolam renang milik keluarga Han dengan dinding kaca yang menutupinya agar pemuda ekor ikan itu tidak bisa kabur.
Pemuda itu langsung berenang kesana kemari, anak buah tuan Han langsung melepas beberapa ikan untuk menjadi makanan pemuda itu.
Tuan Han hanya memperhatikan dari atas kolam, bahunya di tepuk pelan membuatnya menoleh, menatap siapa pelakunya.
" untuk apa kau membeli benda aneh ini tuan? " aah itu temannya sendari kecil sekaligus tangan kanannya.
" aku membelinya untuk hadiah putraku besok, dia pasti akan menyukainya bukan? Putraku pernah bercerita ia sangat ingin memiliki ikan lumba lumba jadi aku membelikannya ini. Ini bahkan lebih indah dari lumba lumba putraku pasti menyukainya " katanya sembari tersenyum tipis, rico atau teman kecil tuan Han hanya menganguk singkat.
" siapa namanya ? " tanya rico menunjuk pemuda itu yang terlihat seperti sedang berusaha menangkap ikan yang anak buah tuan Han lepas tadi. Sepertinya pemuda itu lapar.
" Lino " tuan Han tersenyum manis, pemuda yang tadi sibuk menangkap ikan itu menyembulkan kepalanya dari dalam air dengan satu ikan di mulutnya lalu menatap tuan Han dengan tajam seolah merasa terpanggil.
✩♬ ₊˚.🎧⋆☾⋆⁺₊✧
" Papa ! " suara pekikan di susul langkah cepat seorang bocah, dengan tangan yang terlentang siap memeluk papanya yang sedang menunggu di hadapan pintu utama.
Pukk
Bocah itu masuk ke dalam dekapan sang papa mengusak kepalanya di dada bidang papanya, lalu mendongak dengan cengiran lucu. Tuan Han mencium dahi putranya dengan lembut lalu mengusak surainya lembut.
" Papa ! Papa ! Apa kamu tidak lupa ini hari apa?? " tanya si mungil bersemangat, tuan Han membuat pose berpura pura berpikir.
" hmm, memangnya ini hari apa? " katanya dengan wajah sok tidak tau. Putranya langsung cemberut, astaga putranya ini sangat menggemaskan wajahnya mirip dengannya mulai dari pipi gembulnya yang menggemaskan, bibir mungilnya, hidung mungilnya. Sementara mata bulatnya itu sangat mirip dengan istrinya.
" Papa jahat sekalii !! Kenapa semuanya lupa ini hari apa !! Mama juga lupa ! " perempuan yang di panggil mama tadi langsung berdiri di samping suaminya menatap anaknya sambil berkacak pinggang.
" hei ! Mama dan papamu ini sudah tua ! Wajar saja kami tidak tau ini hari apa ! " istrinya berujar sembari menyenggol pelan pundak suaminya seolah berkata ' semuanya sudah siapkan? '
" ahhh! Jisung benar benar marah pada mama dan papa ! " Han jisung bocah manis yang baru saja naik kelas 2 smp itu langsung melepas pelukan papanya lalu berjalan masuk dengan kaki yang terhentak hentak sebal. Tuan Han dan istrinya hanya terkekeh melihat tingkah putra mereka lalu berjalan mengikuti putranya.
Saat sedang berdumal kesal jisung tidak sengaja menatap kolam renang di bagian taman belakang rumahnya, ada seorang pemuda dengan ekor besarnya yang bergoyang lucu keduanya sama sama menatap dengan penasaran sebelum si mungil langsung berlari ke arah pemuda itu dengan senyum di bibirnya.
" Wahh ! Papa apa ini hadiah untuk jisung!! Dia besar sekali dan lucuu ! " pekiknya bahkan melompat lompat senang, sementara mahluk yang di bicarakan sudah masuk kedalam kolam menatap jisung dengan pandangan waspada.
Tuan Han menepuk kepala jisung lembut.
" iya ini hadiahku untukmu, namanya lino tapi hati hati dia masih baru disini " bisik tuah Han seolah membisikkan sebuah rahasia penting, jisung mengangguk lalu matanya tertuju pada rico yang terlihat melepas beberapa ikan ke dalam kolam yang di huni lino. Ia langsung menghampiri rico.
" Paman rico ! Apa paman tidak kangen jisung? Mana hadiah jisung ? " katanya sembari memeluk tangan rico yang bebas, rico tersenyum lalu memberi jisung ikan yang masih hidup bahkan beberapa kali menggelepar.
" ini hadiahku, kau tau Lino sangat menyukai ikan " katanya dengan senyum, jisung mengambil ikan itu lalu melepasnya kedalam kolam dan terkikik geli. Tuan Han mendengus malas, ikan itu dirinya yang membeli, rico bodoh.
Jisung hampir seharian terus berada di samping kolam, tentu saja di temani oleh beberapa anak buah milik papanya takut takut Lino nekat lalu menarik si mungil kedalam kolam hingga jisung tenggelam.
Jisung bahkan makan malam di samping kolam karna enggan berpindah, saat sedang asik menikmati makan malamnya Lino menyembulkan kepalanya, menatap makanan jisung penasaran.
' itu terlihat enak.. ' pikirnya bahkan beberapa kali menjilat bibir bawahnya.
Jisung yang melihat Lino penasaran dengan makananya pun terkekeh.
" Lino ! Apa lino mau? Jisung sedang makan soup ! " katanya bahkan memperlihatkan mangkuknya, Lino yang di panggilpun menoleh sebelum menganguk lalu mendekati jisung dengan ragu ragu. Saat berada di pinggir kolam jisung mengambil kentang rebus lalu meniupnya agar tidak terlalu panas dan menyodorkannya ke arah Lino.
" Aaa buka mulutt " jisung membuka mulutnya, Lino yang melihatnyapun menatap polos jisung mengikut jisung dan membuka mulutnya. Jisung langsung menyodorkan sendoknya kedalam mulut Lino. Lino menguyang kentang itu dengan pelan, dahinya berkerut bingung.
' rasanya aneh ' batin Lino
Jisung mengelus surai basah Lino dengan lembut, tangannya terulur untuk menyentuh telinga Lino, Lino menggeram rendah, kepalanya ia letakkan di tangan mungil jisung menikmati elusan jisung, matanya terpejam nyaman. Jisung terkekeh terus mengelus surai Lino.
Lino berenang mendekati jisung, kepalanya dengan berani ia letakkan di paha jisung. Jisung mengelus pipi Lino
" eumm... apa namamu memang Lino ? Atau hanya papa jisung yang memberimu nama Lino? "
Minho menganguk mendengar penuturan si manis, matanya terbuka memperlihatkan manik sebiru malam itu, menatap jisung.
" lalu siapa namamu? " jisung bertanya penasaran, tanganya masih mengelus pipi Lino.
Manusia dengan ekor ikan itu terlihat berpikir sejenak.
" minho... " cicitnya dengan suara berat, jisung terkejut mendengar Lino atau mungkin minho? Bisa berbicara, jisung hendak menjawab tapi panggilan dari mamanya mengalihkan atensinya, minho juga langsung berenang kedasar kolam dengan ekor besarnya yang indah.
" sayangg, ayo tidur ini sudah malam " panggil mamanya, jisung langsung menganguk menatap minho di bawa sana yang juga menatapnya.
" selamat malam minho ! " lalu berlari ke arah mamanya.
✩♬ ₊˚.🎧⋆☾⋆⁺₊✧
Minho sudah berada di sini sekitar 3 bulan beberapa kali frustasi karna terus berada di dalam kolam. otaknya memikirkan bagaimana caranya kabur dari sini.
Matanya menatap jisung dan tuan Han yang sedang bermain, bahkan tuan Han beberapa kali menyiksanya karna ia terus memberontak ingin keluar dari kolam, malam ini adalah purnama. Bangsa mereka akan melakukan ritual malam ini.
Tuan Han terlihat sangat menyayangi jisung. Otak minho berkerja dengan licik sebelum sebuah seringai terbit di wajah tampannya. Minho akan menjadikan jisung sebagai tamengnya agar tuan Han tak bisa menyakitinya.
Jisung tertidur dengan memeluk boneka kesayanganya, sebelum rasa haus menguasainya. Jisung terbangun mengucek matanya dengan tangan lalu mengambil air di atas nakasnya. Saat sedang meminum air jisung mendengar suara alunan merdu.
Jisung mendengarkannya dengan seksama seolah olah terhipnotis. Kakinya ia langkahkan turun dari ranjangnya mencari sumber suara alunan merdu itu, matanya menatap jam di ruang tamu, ahh tepat tengah malam, orang tuanya pasti sedang tertidur.
Suara itu berasal dari kolam, disana ada minho yang sedang bersenandung merdu. Jisung langsung menghampirinya duduk di pinggir kolam hendak menyentuh minho.
" minho kemari ! Jisung di sini ! " panggilnya, melihat itu minho langsung menghampiri jisung, elusann lembut menjadi hadiah jisung untuk minho.
" suara minho sangat merdu, jisung suka " komentar jisung setelah lama mereka berdua hening, minho menatapnya polos dari bawah sana lalu mendongak menyentuh tangan jisung yang mengelus pipinya tadi.
" minho juga suka.. suka jisung " kata minho, pupil matanya berubah mengecil seperti ular, langsung menarik jisung dengan kuat kedalam air dan-
BYURRR
Jisung jatuh kedalam air, ini mengejutkannya ! Belum lagi minho yang terus menekan kepalanya kedalam air. Jisung memberontak, ia kehabisan nafas !!
" hahhh ! Hahh hahh " jisung menendang minho cukup kuat hingga ia berada di dasar kolam, jisung dengan cepat berenang menuju tepian kolam. Meraih tepian kolam dengan kedua tangan kecilnya tapi pinggangnya justru di peluk dengan kuat oleh minho.
" hahh ! Papa ughh papa tolong jisung ! " pekik jisung, tapi setelahnya ringisan keluar dari bibir mungilnya. Minho meremas pinggangnya dengan kuat !! Kukunya itu panjang !!
" diam. Atau aku akan, membunuh orang tuamu. " bisik minho, jisung seketika terdiam. Matanya memerah akan menangis, bibirnya ia gigit kuat agar tidak mengeluarkan isakan. Minho tersenyum senang. Tanganya masuk kedalam baju jisung yang sudah basah, mengusap perut rata jisung lalu naik ke dada jisung mengusap puting kecil itu, menjepitnya dengan jari tengah dan jari telunjuknya lalu menariknya lembut membuat jisung meleguh.
Tangan mungil jisung tetap memegang tepian kolam, takut saat dirinya melepaskan tanganya minho akan menariknya ke dasar kolam. Minho semakin dekatkan tubuhnya dengan tubuh jisung, membuat si mungil dapat merasakan nafas hangat minho menerpa tengkuknya.
" u- ukhh.. hiks, m- minho kenapa ? Hiks K- kenapa seperti ini pada jisung... " cicitnya, air matanya sudah mengalir sejak tadi. Minho hanya diam tak menghiraukan, tanganya mendorong wajah jisung agar menoleh ke arahnya.
" minho, suka jisung. " lalu langsung menyambar bibir mungil jisung, mendorong lidahnya membuat jisung sedikit kesulitan bernafas.
" mmhhh- mphhh hahhh " jisung berusaha menolak dengan cara menolehkan kepalanya ke kanan, kiri tapi cubitan kuat di putingnya membuat dirinya diam, badanya bergetar.
" pwahhh ahnggg m- minhoo eungg " tautan bibir mereka di lepas, saliva yang entah milik siapa mengalir turun dari sudut bibir si mungil. Putingnya di gosok dengan kasar oleh minho karna gemas. jisung terlalu fokus berusaha melepaskan tangan minho dari putingnya ia sampai tidak sadar kalau celana tidurnya sudah tanggal entah kemana.
" ahhh anghhh s- sakit ! L- lepas... " lirihnya, dapat jisung rasakan ekor minho semakin mendekatinya, mendorongnya hingga kepalanya berada di atas tepi kolam dengan ter engah engah.
Minho cium tengkuk jisung, membuat beberapa tanda menghasilkan leguhan manis dari jisung, salah satu tanganya turun menahan pinggang ramping jisung dan yang satunya melebarkan kaki jisung.
Sirip kecil di bagian bawah perutnya terbuka sedikit, menunjukkan benda besar, panjang dan kokoh yang sudah menegang.
" jangan bergerak jisung " bisik minho, jisung kira bahwa dirinya akan ketahuan oleh seseorang saat ini. Tapi saat merasakan rasa sakit yang menjalar dari bawah sana membuatnya memberontak berusaha naik ke dari atas kolam.
Minho berdecak kesal, dirinya jadi kesulitan memasukan penisnya jika jisung terus memberontak. Di peluknya pinggang ramping itu lalu di tariknya jisung kedalam air dengan gerakan cepat.
BYURR
Jisung yang tidak siappun langsung tersedak air, minho yang melihat jisung kesusahan mencari nafas dan tidak fokus pun langsung mengarahkan penisnya ke arah hole kecil jisung.
JLEBB-
Dan menghentaknya dengan kuat hingga seluruhnya masuk kedalam hole si mungil. Jisung rasanya mau mati, mulutnya berteriak menghasilkan gelembung air sebelum benar benar lemas karna kehabisan nafas dan rasa sakit di bawah sana.
Minho yang melihat jisung kehabisan nafaspun langsung kembali ke atas kolam, jisung langsung meraih tepian kolam, meletakkan kepalanya disana dengan sesekali terisak.
Minho kecup pipi jisung lembut, tangannya mengelus perut jisung yang sedikit menggembung mencetak penisnya.
" sakit? Akukan udah bilang jangan gerak " minho usakan hidungnya di pipi gembil jisung. Jisung menganguk lesu, berusaha mendorong minho tapi tak bergeser.
" aku gerak ya? " bisik minho di telinga jisung, tanpa menunggu jisung menjawab terlebih dahulu, minho sudah bergerak dengan pelan. Air membantu pergerakannya menjadi sedikit mudah.
Jisung meringis, tanganya terus memegang tepian kolam dengan kuat. Tubuhnya terhentak sesuai dengan gerakan minho.
Minho letakkan kepalanya di bahu jisung, geraman terus keluar dari bibirnya. taringnya keluar dari sela sela giginya meminta untuk segera menandai jisung.
" ahhh.. ah.. hik anghhh m- minhoo.. " desah jisung, minho tersenyum mendengar desahan lembut jisung.
" masih sakit? Atau sebaliknya? " tanya minho menatap jisung dari sela ceruk lehernya, jisung tidak menanggapi dan sibuk mendesah membuat minho mendengus. Dengan kesal ia percepat gerakannya di bawah sana ekornya mendorong membuat penisnya semakin dalam tertanam di perut jisung.
" ahhh ! M- minho p- pelan ! Jisung tidak k- kuathhh ahh " desahnya saat dirinya tersentak semakin kuat, titik manisnya terus di tabrak oleh kepala penis minho membuatnya mendesah keras.
" jawab aku !! " pinta minho, jisung dengan cepat menganguk tapi minho masih juga tak memelankan gerakannya.
" gunakan bibir mungilmu " pintanya sekali lagi.
" unghhh ahhh t- tidak sakit.. ahhh e- enak rasanya enak ! P- perut jisung seperti akan robek hik m- minho pelan anghhh.. " jelasnya dengan terbata membuat minho tersenyum senang.
Minho balik tubuh mungil jisung menjadi menghadap dirinya. Ia ingin melihat wajah kenikmatan jisung. Jisung meleguh kecil tanganya langsung mengalung di leher minho.
Minho kecup bibir jisung sebelum kembali bergerak secara perlahan. Sejujur bergerak secara perlahan bukanlah gayanya tapi melihat si mungil yang menikmatinya membuatnya menjadi rela bergerak dengan pelan.
" ahh.. ah.. mhhh m- minhoo.. ahnggg " desah jisung, kepalanya mendongak menatap minho, dapat minho lihat bulan purnama terpantul di manik bulat indah jisung. Jisungnya sangat indah.
" hahh jisung cantik, sangat cantik. Bolehkah orang se indah dan se cantik jisung menjadi milik mahluk sepertiku? " minho usap pipi jisung dengan lembut. Tanganya masih terus bergerak untuk menaik turunkan tubuh jisung. Jisung mendesah ribut.
" ahhngg~ m- minhoo ahh " desahnya manja, tangan kecilnya memeluk leher minho takut terjatuh kedalam air.
" khekk, jadi miliku jisung~ " minho terkekeh kecil.
" Hanghhh ! Mphhh hik amhhh " mulut mungil itu minho cium, lidahnya bergerak dengan lincah di dalam mulut mungil jisung.
" pwahhh~ unggg hahh m- minhoo pipis angghh jisung i- ingin pipis " desahnya ribut, kepalanya tertidur di atas pinggir kolam sementara tanganya meremat kuat bagian pinggir kolam takut dirinya terjatuh karna hentakan kuat minho.
Minho melingkari tangan beruratnya di pinggang kecil jisung, mengecup tengkuk si mungil sambil terus menggerakkan ekornya maju mundur dengan cepat.
" ahhh ! J- jisung akan- AHHH ! " tubuh kecilnya bergetar hebat, cairan jisung keluar mengotori area kolam, sementara minho masih terus sibuk bergerak dengan cepat membuat si mungil berteriak karna tidak dapat menikmati masa pelepasannya. Belum lagi tubuh jisung yang sensitif.
" ahhh ! S- sakit hiks ! M- minho sakit ! Ahh hik sakit ! " pekiknya, minho menggeram saat jisung semakin menjepitnya di dalam sana. Kepalanya ia dekatkan dengan tengkuk jisung, mengecupnya beberapa kali lalu mengendusnya mencari tempat yang pas untuk meninggalkan tanda pasangan, dan-
KRAKK-
" A- AHHH ! MINHO NYAHHH ! " jisung spontan mendongak saat merasakan rasa sakit pada tengkuknya, salah satu tangan kecilnya meremat tangan minho dengan kuat.
Darah keluar dari tengkuk si mungil, bersamaan dengan cairan minho yang memenuhi perut kecil jisung, membuatnya sedikit membuncit lucu. Tubuh jisung bergetar hebat, matanya terpejam, bibirnya terbuka untuk mendesah, penis kecilnya bahkan mengeluarkan cairan bening membuatnya sedikit pening.
Gigitan pada leher jisung minho lepas, tercetak sebuah gambar huruf LM dengan hiasan ekor duyung di sampingnya di bagian tengkuk jisung.
Jisung kembali rebahkan kepalanya di pinggir kolam, lemas. Tubuhnya sangat lemas. Nafasnya ter engah engah karna lelah. Minho tarik penisnya membuat si mungil meleguh lirih, penis itu kembali bersembunyi di balik sirip kecil di bagian bawah perutnya.
Mengelus perut buncit jisung dengan lembut sesekali berbisik berusaha menenangkan si manis.
" masih sakit? "
Jisung menganguk, isakan keluar dari bibirnya berpikir bahwa minho sangat jahat pada dirinya. Hei? Munafik sekali. Tadi dia bilang enak bukan?
" p- papa.. jisung mau papa hiks " isaknya.
" jisung milik minho, kamu gabisa kemana mana tanpa minho~ kalo papa kamu bunuh minho.. "
" kamu juga bakal mati. " setelah jeda yang cukup lama minho lanjutkan ucapannya. Di iringi dengan seringai di wajahnya. Ini tujuanya, membuat jisung menjadi tamengnya.
Jisung semakin terisak, bibir kecilnya terus berteriak memanggil papanya dengan suara parau sampai orang yang di panggil menghampirinya dengan wajah panik.
Bagaimana tidak? Putra kecilnya di dekap dengan peliharaannya. Keadaan putranya kacau, belum lagi tanda ke ungguan dan sebuah tato yang menghiasi tengkuknya. Belum lagi jisung yang setengah telanjang.
Mama jisung bahkan langsung terisak melihat keadaan putranya.
SRETT
Tubuh mungil jisung ia gendong, tubuh jisung bergetar ketakutan tuan Han tentu khawatir. Jisung peluk erat leher papanya sambil terus terisak mengabaikan pertanyaan kedua orang tuanya.
" kau apakan putraku !! " teriak tuan Han marah, memandang minho yang hanya tersenyum remeh. Atensinya teralihkan oleh sesuatu yang mengalir di lengannya yang ia gunakan untuk menahan pantat putranya.
Cairan putih kental keluar dari sana, membuat tuan Han membeku.
" p- papa perut jisung sakit hiks.. m- minho.. hik minho masukin sesuatu kesini " adu jisung pada tuan Han, wajah sembabnya menatap sang papa lalu meraih salah satu tangan papanya untuk mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
Tentu keduanya syok. Baik papa dan mamanya sama sama terdiam kaku.
" Kalian akan segera memiliki cucu !!! " girang minho bahkan melompat lompat bak lumba lumba.
Tuan han menatap minho dengan pandangan membunuh.
" kau. Akan mati. " ujarnya dengan tatapan membunuh.
" coba saja ! Khekkk si mungil itu juga akan mati, jika aku mati " tantang minho dengan berani.
Dan benar saja, saat jisung sudah mulai pulih tuan Han menyakiti minho. Mencambuknya dengan kuat, namun bukan suara teriakan minho lah yang terdengar. Melainkan suara teriakan putranya. Han jisung.
Jisung berlari kencang ke arah papanya yang sedang menyiksa minho, memeluk pinggang papanya lalu mengatakan dadanya terasa berdenyut sakit, belum lagi tato di tengkuknya yang terasa panas. Jisung bahkan menunjukkan bagian dadanya yang sedikit membiru. Tuan Han tentu saja terkejut, matanya ter arah pada tubuh minho yang tergeletak lemas di atas rumput. Menatap tuan Han dengan sayu, dan jangan lupakan senyum remeh itu.
" anakmu itu- uhukk ! Anakmu akan mati jika aku mati.. pikirkan perbuatanmu padaku tuan Han. " ujar minho dengan lemah, namun masih tersenyum. Pandanganya teralihkan ke arah jisung yang bersembunyi di balik tubuh Tuan Han.
Wajahnya yang memerah menahan sakit, tangan kecilnya yang meremat dadanya, air mata yang mengaliri pipi gembulnya dan jangan lupakan manik bulatnya itu. Menatap minho dengan pandangan takut.
Sial. Minho sepertinya tegang.
Di saat seperti ini justru ia tegang? Lucu sekali.
Sejak saat itu tuan Han tidak lagi menyakiti minho. Hanya untuk jisung. Ia tidak mau putra kecilnya kesakitan. Sungguh dirinya sangat menyesal memberikan minho sebagai hadiah pada jisung kecilnya.
Kini putranya itu bahkan akan memiliki bayi di saat umurnya yang masih sangat muda. Sementara minho? Tentu saja ia senang ! Memiliki pasangan yang menggemaskan, tidak di siksa dan sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah !
Di bulan purnama ini minho kembali bernyanyi, membuat jisung menghampirinya secara tidak sadar. Si mungil duduk di pinggir kolam, tatapanya kosong. Minho hampiri si mungil sebelum menghilangkan mantra hipnotisnya pada jisung membuat jisung terkejut.
Bagaimana tidak? Jisung bahkan hampir 6 bulan tidak mau mendekati kolam sejak kejadian itu. Dan kini? Dirinya berada di pinggir kolam, terduduk dengan minho yang berada di tengah tengah kakinya, menatapnya dengan lembut.
Minho tersenyum manis, tubuh jisung bergetar ketakutan. Ia tau ini karnanya. Tangan kekarnya ter angkat untuk mengelus pipi gembul jisung. Lalu turun mengusap perut si mungil yang membuncit.
" apa dia nakal? " tanya minho mengelus perut jisung, jisung hanya diam.
" sepertinya memang si kecil ini nakal. Hei dengarkan ayah ! Jangan sakiti papamu ! Aku ini kuat. Aku benar benar akan memukulmu jika kau menyakitinya ! " minho terus berceloteh di hadapan perut jisung sesekali mengelusnya membuat jisung sedikit nyaman, kekehan kecil keluar dari bibir jisung. Membuat minho langsung mengalihkan pandanganya pada jisung.
" dia memang nakal ! Jisung berharap dia tidak jahat seperti minho ! " ujar jisung ikut mengelus perutnya. Minho tersenyum manis semakin mendekatkan wajahnya dengan jisung. Memberi kecupan pada ranum jisung. Jisung tak menolak, ia hanya diam.
" jika minho tidak jahat, si nakal ini tidak akan ada di perutmu manis " minho gesekkan hidung bangirnya pada hidung mungil jisung, membuat si mungil terkikik geli. Tangan kecilnya menahan pundak minho. Lalu keduanya tertawa bersama.
' aku janji kita bakal selalu bareng. Kita bakal keluar dari rumah ini sama sama sung. Gimanapun caranya. " batin minho.
✩♬ ₊˚.🎧⋆☾⋆⁺₊✧
Fin.
Eyoww hehe jangan lupa vote, komen dan polow aku yaa !! Kalian juga harus baca cerita aku yang lainnya !!
Aku harap kalian suka !
Aku sayang kalianᯓᡣ𐭩