The Antagonist [ TERBIT ]

By CeritaKuh123

8.7M 426K 7.4K

Revisi di versi cetak. VERSI CETAK BISA PESAN DI SHOPEE GRASS MEDIA. 𝐒𝐒𝐧𝐨𝐩𝐬𝐒𝐬: Baru saja Kayla memak... More

BAB 01
BAB 02
BAB 03
BAB 04
BAB 05
BAB 06
BAB 07
BAB 08
BAB 09
BAB 10
BAB 11
BAB 12
BAB 13
BAB 14
BAB 15
BAB 16
BAB 17
BAB 18
BAB 19
BAB 20
BAB 21
BAB 22
BAB 23
BAB 24
BAB 25
BAB 26
BAB 28
BAB 29
BAB 30
BAB 31
BAB 32
BAB 33
BAB 34
BAB 35
BAB 36
BAB 37
BAB 38
BAB 39
BAB 40
BAB 41
BAB 42
BAB 43
BAB 44
BAB 45
BAB 46
BAB 47
BAB 48
BAB 49
BAB 50
BAB 51
BAB 52
BAB 53
BAB 54
BAB 55
BAB 56
BAB 57
BAB 58
BAB 59
BAB 60
BAB 61
BAB 62
BAB 63
BAB 64
BAB 65
BAB 66
BAB 67
BAB 68
BAB 69
INFO PENTING
Finallyyy
PO

BAB 27

130K 7.3K 161
By CeritaKuh123

"Kenyataan nya, keadilan itu cuma ada bagi mereka yang berkuasa." -Keira.

- 𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝑅𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔 -

Pranggkkk!

Mata Juan melebar, jantung nya hampir copot rasanya.

"Akhhh!"

Tunggu dulu. Bukan, bukan Keira yang menjerit, tapi Bagas. Juan menghembuskan nafas nya sedikit lega, Keira berhasil menghindar tepat beberapa detik sebelum mangkuk menghantam kepala nya.

Nafas Keira semakin memburu, emosi. Gadis itu kembali berdiri, menatap tajam Liona. Liona menolak terlihat takut, gadis itu malah menatap menantang pada Keira, meski dalam hati sebenarnya ia takut juga.

Liona dengan segera kembali melayangkan pukulan nya, namun berhasil Keira tangkap. Gadis itu mencengkeram kuat tangan Liona hingga si empu meringis.

"S-sakit!! Lepas!!" Liona berusaha melepaskan tangan nya, namun tak berhasil.

"AKHHH! SAKIT BRENGS*K! LEPASIN!"

"K-kei.. j-jangan.." ujar Juan pelan.

Tapi, Keira tak mungkin melepaskan nya. Setidaknya sampai tangan Liona tak bisa di gunakan untuk beberapa waktu.

Keira pernah mengatakan nya, namun perkataan nya di anggap sebagai angin lalu. Jadi, ia harus membuktikan perkataan nya, agar mereka tau kalau Keira tak pernah main - main dengan ucapan nya.

Perlahan tapi pasti, Keira memutar tangan Liona. Si empu menjerit kesakitan hingga memancing perhatian orang - orang yang masih ada di sekolah.

"L-lepasin, s-sakit!! Hiks.." Liona mulai terisak, tapi tangan nya tak kunjung di lepaskan. Namun, seseorang datang, menarik paksa Keira agar melepaskan tangan Liona.

"APA - APAAN SIH LO?!" Keira menatap pria yang menarik nya itu dengan mata berapi - api emosi.

"Lo yang apa - apaan?! Lo gila?! Ini masih di sekolah!" balas Gabriel sedikit menggertak.

"TERUS KENAPA?! MEREKA KETERLALUAN! MEREKA HARUS DI KASIH PELAJARAN!"

"Tapi ga gini, Keira! Lo bisa di hukum sama pihak sekolah! Lo mau di keluarin---"

"Halah, bac*t!" potong Keira.

"Lo itu, sama aja." Keira mendorong bahu Gabriel dengan jari telunjuk nya. "Lo punya otak ga?! Mereka ngebully banyak orang! Nyakitin banyak orang, ada ga yang di keluarin dari sekolah?! Gada kan?!"

"Mereka ngebully, tapi gada yang kasih hukuman! Kenapa gue yang cuma mau bales perbuatan mereka harus di hukum?!"

"Di mana keadilan di sekolah ini?! Cuma karena mereka kaya, mereka bertindak sesuka nya, berlaku semena - mena ke yang miskin. Terus sekolah? Ada ga kasih hukuman yang tegas?! Gada!!"

"Malah, yang di salahin selalu yang kena bully! Alasan nya? Ya karena dia miskin! Iya kan?!"

Gabriel terdiam, tak mampu mengelak. Untuk kasus pembullyan, ia tak punya wewenang untuk menghukum secara tegas. Pria itu hanya bisa memberi hukuman ringan seperti berdiri di lapangan, membersihkan kamar mandi, dan lain sebagai nya.

Beberapa kali, Gabriel sudah melaporkan pada guru untuk mengambil tindakan agar pelaku pembullyan itu jera, atau setidaknya, memberitahu pada orangtua pelaku. Tapi, guru tak bisa mengambil tindakan tersebut. Iya, alasan nya karena mereka murid berada dan hal seperti ini akan merusak citra sekolah.

"Lo.. lo itu osis Gabriel. Lo ngehentiin gue sekarang, tapi, kemana aja lo pas orang miskin yang di bully? HAH?! KEMANA AJA LO?!" hardik Keira emosi.

Gabriel menghembuskan nafas nya panjang, "Kei--"

"Sekarang, dengerin gue baik - baik." Keira mengedarkan pandangan nya, menatap beberapa orang yang ada di sana. Beberapa di antara nya juga ada guru. Memang itu tujuan Keira, agar guru mendengarnya.

"Kalau pihak sekolah dan guru - guru masih ga bisa ngambil tindakan tegas buat pelaku pembullyan,"

"biar saya aja yang ngambil tindakan."

"Saya memang ga bisa hukum mereka satu - satu, ngeluarin mereka dari sekolah ini. Tapi, saya bisa nyebarin kasus pembullyan yang ada di sekolah ini ke publik. Dan setelah itu, biar netizen dan pihak kepolisian yang bekerja," ujar Keira penuh penekanan. Bukan ancaman semata, gadis itu selalu menepati apa yang ia katakan.

"Ayo Juan. Kita pergi." Setelahnya, Keira melenggang pergi begitu saja. Meninggalkan keributan yang ia buat sebelumnya.

Juan menelan saliva nya susah payah saat mata nya menatap Bagas yang sudah terkapar tak berdaya dengan darah di kening nya, dan Liona yang menangis karena tangan nya. Lantas, pria itu segera menyusul kepergian Keira.

Theo tersenyum tipis menatap kepergian Keira, "Tuh cewek.. boleh juga," gumam nya menyeringai.

"L-lio l-lo gapapa?" tanya Viona terbata. "Hiks.. kenapa lo diem aja tadi?!" tanya Liona di iringi tangisan.

"M-maaf, gue takut.." jawab Viona jujur. Liona kembali menangis, merasakan tangan nya yang sakit.

"Bawa temen kalian ke rumah sakit," ujar Gabriel datar. Lalu, beranjak pergi juga meninggalkan keributan itu.

"Masuk," titah Keira membuka pintu mobil nya dan masuk lebih dulu ke kursi pengemudi.

Juan menurut.

"K-kei.." panggil Juan pelan saat mobil mulai di jalankan.

Keira melirik sekilas, "Apa?"

"Jangan ke rumah.. gue harus kerja," ujar Juan. "Dengan kondisi kayak gini? Terus, gada sepatu?" tanya Keira.

Juan terdiam. Benar juga. Suasana mobil kembali hening selama beberapa saat.

"Lain kali jangan bodoh. Lawan mereka. Jangan ngebiarin mereka ngerendahin lo," kata Keira tiba - tiba. Juan menatap Keira lama, lalu mengangguk mengiyakan.

"Kalau lain kali lo diem aja, gue yang gebukin lo ntar," lanjut Keira melirik Juan. Si empu menelan saliva nya susah payah, lalu langsung mengangguk cepat.

.

Sampai di rumah, Keira beranjak menuju kamar nya, namun Juan menghentikan nya. Keira menaikkan satu alisnya, bertanya 'apa'.

"Duduk dulu. Gue obatin luka nya," ujar Juan. Baru Keira hendak membuka suara nya menolak, Juan kembali berbicara. "Jangan ngeyel, Keira."

Keira mendengus pelan, tapi akhirnya tetap menuruti perkataan Juan. Gadis itu duduk di sofa, sedangkan Juan mengambil salep untuk mengobati pipi Keira yang lebam.

Tak lama, Juan kembali, duduk di sebelah Keira. Pria itu mulai mengobati adiknya dengan hati - hati. "Pelan - pelan, sakit tau," ujar Keira meringis.

"Ini udah pelan! Makanya, lain kali jangan berantem," sahut Juan. Meski begitu, pria itu mengobati dengan lebih hati - hati lagi. Keira mendengus sebal.

"Gue berantem juga buat ngebela lo."

Juan melirik mata Keira, sebelum kembali fokus mengobati pipi gadis itu. "Kenapa ngebela gue?" tanya Juan dengan suara sedikit pelan.

"Karena, gue benci lo," jawab Keira.

"Kenapa juga sekarang lo ngobatin gue?" Kali ini, gantian Keira yang bertanya.

"Karena.. gue juga benci lo," jawab Juan dengan senyum kecil.

Mendengarnya, Keira ikut tersenyum kecil juga. Kata benci yang mereka katakan, memiliki makna berbeda dengan yang di mengerti orang - orang. Kakak adik itu sama. Sama - sama enggan mengakui kalau mereka sebenarnya saling peduli.

Keira tau betul, sifat gengsi yang di miliki Juan jauh lebih tinggi dari harapan orangtua.

'Gue sayang lo, Keira. Makasih udah berubah.' Itu lah isi hati Juan yang sebenarnya. Yang mungkin, kata itu tak akan pernah ia sampaikan pada adiknya secara langsung. Alasan nya sama, karena gengsi.

.

.

.

B E R S A M B U N G •


Continue Reading

You'll Also Like

1M 66.4K 57
Start: 11 Maret 2025 Finish: 5 Mei 2025 β€’ β€’ β€’ °°Part sebagian telah di hapus°° Annalise Roses, gadis introvert usia remaja akhir yang menikmati hid...
8.9M 938K 54
SEGERA TERBIT! _____ Kana Nadhira adalah seorang mahasiswa hukum semester lima yang dikenal sebagai gadis pemalas, jutek, nyeplos dan bodo amatan. Su...
2.3M 48.7K 14
Menjadi istri antagonis tidaklah buruk bukan? Namun apa jadinya jika ternyata tubuh yang ia tepati adalah seorang perusak hubungan rumah tangga sese...
7.1M 543K 68
[TERBIT DI MOMENTOUS PUBLISHER] TERSEDIA DI TBO√ Agnes, seorang gadis biasa, terbangun dalam tubuh Valerie-tokoh antagonis yang paling dibenci dalam...
Wattpad App - Unlock exclusive features