Setelah acara melepas rindu itu, Kendrick dan Celvin mengajak Luna pergi untuk lebih bercerita banyak hal lagi. Tapi niat mereka harus terhalang karena salah satu profesor sudah memanggil mereka.
Penentuan kejuaraan festival panen tahun ini akan segera di umumkan.
Kendrick dan Celvin kemudian mengajak Luna untuk pergi bersama ke depan hutan yang sudah mereka pakai selama hampir empat hari ini.
Luna yang di ajak kedua kakaknya terpaksa harus menolak karena dia ada kepentingan dengan ketua akademi. Lagi pula, jika Luna mengiyakan ajakan keduanya pasti keduanya akan terang terangan mengungkapkan identitasnya. Luna yang selama ini berusahalah menyembunyikan identitasnya akan sia sia. Maka dari itu Luna menolak ajakan keduanya.
Mendapatkan penolakan dari luna membuat Celvin ingin ikut bersama Luna. Tapi Luna bergegas melarang. Larangan itu membuat Mereka berbicara cukup lama untuk mendapatkan hasil yang mereka mau. Kendrick sendiri hanya diam sembari memperhatikan keduanya bertengkar.
Dasar, keduanya ini tidak pernah berubah. Selalu bertengkar dimana pun dan kapanpun.
Cukup lama mereka berbicara. Ahh ralat, bertengkar. Akhirnya setalah waktu yang cukup lama itu membuat Celvin juga yang harus menyerah.
Dengan perasaan tak rela mereka berpisah lagi. Luna sebenarnya ingin tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah lucu milik Celvin yang marah padanya. Tapi niatnya harus ia urungkan karena Luna harus bergegas pergi ke ruang ketua akademi.
⋇⋆✦⋆⋇
Sesampainya diruang ketua akademi, Luna mengetuk sejenak pintu ruangan. Setalah ada suara dari balik pintu yang mengizinkan nya untuk masuk, Luna segera masuk ke dalam ruangan.
Di sana ternyata terdapat ketua akademi sedang berkutat dengan kertas kertas miliknya.
"Uoh, lady Luna?? Ada apa anda kesini??" Tanya ramah ketua akademi itu.
"Eumm...ketua akademi, Luna ingin izin pulang sejenak" izin Luna membuat ketua akademi mengangkat alisnya.
"Kenapa?? apakah anda tidak nyaman di sini??"
"B-bukan, bukan seperti itu ketua. Luna nyaman di sini, tapi sayang. Ada kepentingan yang harus membuat Luna pulang" Luna sangat berharap semoga ketua akademi ini mengerti, jika tidak. Kemungkinan orang tuanya bisa saling membunuh.
"Kepentingan seperti apa??" Ketua akademi mencoba mencari tau lebih dalam agar tidak ada yang pergi dari akademi tanpa ada alasan yang jelas.
"Kepentingan keluarga, Luna tidak bisa memberi tau kepentingannya lebih lanjut karena ini masih rahasia. Tapi Luna mohon ketua, tolong izinkan Luna pulang" Luna tau jika keluarga aneh di mata masyarakat, maka dari itu Luna masih menjaga rahasianya yang benar benar rahasia.
Ketua akademi menghela nafas panjang, "jika seperti itu saya akan berkomunikasi dengan Duke Stewart atau jendral xaveir terlebih dahulu lady"
"Tapi ketua-"
"Mengerti lah lady, ini untuk kebaikan kita semua. Sembari menunggu balasan dari keduanya, lady bisa bergabung dulu ke festival panen tahunan" putus ketua akademi tak bisa di gugat lagi.
Luna menghela nafas panjang,
"Baiklah ketua" setalah berterimakasih, Luna pamit pergi dari ruangan itu. Tujuannya sekarang bukan di depan hutan tempat festival panen mengumumkan juaranya. Namun ke tempat lain tapi masih sama menuju hutan. Agar tidak ada yang curiga, Luna kembali ke kamar terlebih dahulu untuk mengambil jubah berwarna hitam, topeng yang pernah di berikan oleh Xavier dan beberapa uang.
Luna menghela nafas, dia menggenggam kristal kalung yang di berikan Lucifer sebentar sebelum melanjutkan perjalanan diam diam pergi dari akademi ini bersama singa yang dia temui sewaktu di hutan.
⋇⋆✦⋆⋇
"Bagaimana??" Tanya Luna kepada singa yang di depannya ini.
Mereka berada di hutan jauh dari festival, seharusnya tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka lagi secara hampir seluruh angkatan Luna sedang berkumpul menunggu pemenang festival panen tahunan ini. Tapi entah lah, semoga saja tidak ada yang mengikuti Luna sampai sejauh ini.
"Sejauh ini semuanya baik baik saja putri, kita akan sampai pada malam hari" waktu telah menunjukkan petang hari yang berarti perjalanan mereka bisa dikatakan akan lebih cepat sampainya daripada harus menggunakan kereta kuda. Mungkin jika dia mengunakan kereta kuda, perjalanannya akan membutuhkan waktu satu hari.
Luna mengangguk angguk, dia kemudian naik ke atas punggung singa yang mana singa juga sudah bersiap siap dinaiki oleh Luna.
"Berpeganglah tuan putri, ini mungkin sedikit lebih cepat" ujar singa itu setalah Luna naik.
"Luna sudah siap" balas Luna pada singa itu.
Di tempat lain sendiri, tepat di belakang mansion Duke Stewart ada dua orang laki laki yang tidak lain adalah ayah dan papa Luna sedang bertengkar hebat.
Pertengkaran itu sebenarnya sudah terjadi sebelum siklus jahat milik Lucifer dan pertengkaran ini mulai mengembang menjadi pertengkaran yang berbahaya sejak siklus jahat Lucifer dan suasana hati xaveir yang tak kunjung membaik.
Duke Stewart sebenarnya sudah menasehati xaveir agar di selesaikan secara baik baik, tapi xaveir keras kepala yang akhirnya membuat Duke Stewart hanya pasrah saja tak bisa berbuat apa apa. Duke Stewart berpesan kepada seluruh pelayan dan prajurit yang ada di mansion supaya jangan pernah melihat taman belakang mansion karena tempat itu adalah tempat yang biasa digunakan Lucifer dan xaveir bertengkar.
Masalah Luna sendiri, Duke Stewart tidak berniat memberi tau Luna karena Duke Stewart hanya menganggap sepele permasalahan ini. Mereka berdua laki laki dan biasanya laki laki menyelesaikan masalah mereka dengan bertengkar seperti itu.
"B-brengsek.." gumam xaveir menatap tajam Lucifer yang mengatur nafasnya.
Keadaan mereka sebenarnya sudah mengenaskan sekali, hampir seluruh tubuh xaveir terluka. Berbeda dengan Lucifer yang terkuras habis tenaganya.
Dengan tubuh yang sekacau ini mereka masih tidak ingin menghentikan pertengkaran mereka.
"Menyerah lah, kau laki laki keras kepala" celetuk tajam Lucifer sangat lah berubah.
"Tidak akan!! Kau laki laki sialan!! Enyalah dari sini!!!" Xaveir membentuk sebuah pedang dari elemen esnya.
Lucifer yang sudah tak bisa mengendalikan tubuhnya lagi juga akhirnya mengeluarkan pedang yang terdapat api di sekitarnya.
Oke, sejauh ini pertengkaran yang terparah mereka berada di malam ini. Duke Stewart yang melihat dari jauh saja sebenarnya kasian, tapi dia masih tak berminat untuk melerai keduanya.
Menantunya dan anaknya sama sama keras kepala, percuma saja kedua di lerai pasti keduanya akan mengamuk.
Duke Stewart tak tau saja jika xaveir tengah berbadan dua lagi sekarang.
Xaveir ingin berlari menebas kepala iblis itu, tapi niatnya terhenti karena tiba tiba perutnya terasa keram.
"Sial" batin xaveir bertumpu pada pedang yang ditancapkan ke tanah sembari mengelus perutnya yang terasa keram.
Karena tak ada penyerangan dari xaveir, Lucifer akhirnya terbang mengunakan sayapnya yang lebar. Dia kemudian mengeluarkan bola bola api dalam jumlah banyak, yang mana itu bisa membakar sekitar xaveir termasuk xaveir sendiri jika tidak berlindung.
Duke Stewart yang melihat itu mengangkat alisnya heran, kenapa putranya tidak melawan atau berlindung??
Perasaannya sekarang menjadi khawatir, dia ingin berlari ke sana dan melindungi xaveir tapi kemungkinan waktu yang dia punya sudah tidak cukup karena bola bola api itu semakin dekat ke arah xaveir.
Xaveir sendiri sudah tak kuat untuk mengeluarkan kekuatannya karena rasa perut yang teramat sakit. Dia menatap tajam bola api itu seperti tak takut jika terbakar bersama hal hal di sekitarnya.
Ketika bola bola api itu ingin menyentuh xaveir, tiba tiba sebuah bola bola es di tembakkan oleh seseorang untuk memadamkan bola api api itu agar tidak mengenai xaveir.
Tentu saja itu membuat xaveir, Duke Stewart dan Lucifer terkejut.
"Ayah, berhenti!!!" Ujar seseorang dengan lantang mengalihkan perhatian mereka.
DEG
"Luna" gumam mereka terkejut.
Di sana ada Luna yang tengah berada di punggung singa besar yang di yakini monster dari hutan terlarang.
Mereka terkejut dengan Kedatangan ini Luna yang sangat tiba tiba!!!
Luna sendiri kemudian turun dari punggung singa itu. Setalah turun dia segera berlari ke arah xaveir yang masih memegang perutnya.
"Papa tidak apa apa??" Tanya Luna khawatir dengan nafas yang terengah-engah.
Xaveir terdiam, dia tak menjawab pertanyaan dari Luna karena masih terkejut dengan keadaan yang sedang terjadi.
Karena tak ada jawaban membuat Luna tak tahan lagi ingin memeluk xaveir.
Luna pun tanpa aba aba langsung menubruk xaveir. Dan xaveir hampir oleng di buatnya.
"Huwaaaa, Luna rindu papaaa" tangis Luna memeluk erat xaveir.
Xaveir berdecih, anaknya ini sudah ingin menjadi kakak tapi masih saja cengeng.
"Dasar cengeng" ungkap xaveir tersenyum kecil.
Luna menatap kesal xaveir, dia cemberut. Papa ini tidak rindu ya dengannya???
"Luna tidak cengengg tau!! Luna di sana tidak menangis" bela Luna berbohong sekali.
Xaveir tak membalas lagi, dia mengelus pelan Surai rambut Luna yang halus.
Ketegangan yang tadi ada mendadak menjadi hilang berkat ada little princess mereka ini.
Lucifer sendiri mulai turun dan menyembunyikan sayapnya lagi. Dia juga mulai mendekat ke arah mereka berdua.
"Luna" gumam Lucifer pelan membuat keduanya menoleh.
Xaveir yang awalnya tenang berubah lagi menjadi tegang. xaveir ini memandang Lucifer seperti musuh saja.
"Ayahhhh" girang Luna melepaskan pelukannya kepada xaveir lalu berlari ke arah Lucifer yang sedang dalam mode iblis.
Lucifer tentu dengan senang hati menyambut pelukan itu.
Mereka berpelukan erat seperti tidak pernah bertemu dalam kurun waktu yang lama saja.
Ahhh, iblis ini telah di jinakkan.
"Kenapa ayah seperti ini?? Kenapa ayah tidak bisa mengendalikan diri ayah??" Tanya Luna mendongak menatap mata merah darah Lucifer yang sama persis dengannya.
Lucifer terdiam sempurna, dia tak mampu membalas pertanyaan sang putri.
"Ayah tau?? Jika saja ayah tidak bisa mengendalikan diri ayah mungkin saja ayah harus bersiap kehilangan segala" lanjut Luna serius. Yang di katakan dirinya memang benar adanya.
Jika Lucifer tidak berhasil mengendalikan dirinya maka dia akan kehilangan xaveir. Dan jika itu terjadi maka Lucifer juga akan kehilangan anak anaknya.
Lucifer memeluk tubuh Luna kembali.
"Maaf..." gumam Lucifer pelan di daun telinga milik luna. Lucifer benar benar tak bisa mengendalikan dirinya, dia telah di butakan akan amarah yang akhir akhir menguasainya akibat tingkah laku xaveir yang sangat aneh.
Xaveir selalu saja membuat Lucifer marah, mungkin akibat Xavier bertingkah seperti itu juga karena dia tengah berbadan dua hingga perasaannya tak menentu. Dan yang lebih parahnya Lucifer tak menyadari akan hal itu.
"Ayah harus janji kepada Luna ya untuk mengendalikan diri ayah??" Celetuk Luna mengangkat jari kelingkingnya untuk berjanji.
Lucifer yang terdiam tak membalas ucapan Luna ataupun jari kelingkingnya.
Luna yang melihat ayahnya diam pun cemberut.
"Luna tau itu sangat sulit. Tapi apa salahnya mencoba ayah?? Iblis memang tidak bisa mengendalikan dirinya ketika siklus jahatnya tiba. Apalagi ayah mempunyai tingkatan yang tinggi. Tapi ayahh, pikirkan lagii resikonya jika ayah tidak bisa mengendalikan dirinya ayahh" ujar Luna cemberut.
Xaveir berada di jarak cukup jauh antara Luna dan Lucifer. Tapi beruntungnya dia masih bisa mendengar pembicaraan ayah dan anak itu. Xavier agak terheran dengan perkataan Luna tadi.
Siklus jahat??
Apa itu??
Xaveir menghela nafas, dia mengelus perutnya dengan lembut sembari memperhatikan mereka berdua yang tengah berbicara serius.
Beruntung sekali perutnya sudah terasa lebih baik.
Lucifer sendiri tengah merenung sembari menatap mata Luna yang seperti berkilau. Dia menghela nafas panjang. Dengan keadaan terpaksa Lucifer mengangguk pasrah.
Itu membuat Luna bahagia bukan main!!!
"Lunaaa sayanggg ayahhhh" pekik Luna bahagia mendongak mencium pipi Lucifer kemudian memeluk erat tubuh Lucifer yang masih dalam bentuk iblis.
Tidak ada rasa jijik sama sekali dengan keadaan sekarang. Luna sudah terbiasa dengan bentuk iblis Lucifer. Walaupun terlihat menyeramkan, tapi berbeda sekali di mata Luna. Ayahnya malahan terlihat sangat keren dengan wujud aslinya.
"Ayah juga menyayangimu" gumam Lucifer membalas pelukan Luna.
Pada akhirnya iblis yang kejam dan jahat pun akan luluh pada putrinya sendiri.
Xaveir tersenyum kecil melihat itu.
Si kecil itu sangat ajaib sekali.
Tak pernah berubah keajaiban yang dia buat. Dari dulu hingga sekarang.
"Dan uoh ya ayah!!" Di tengah momen menghangatkan itu tiba tiba Luna melepaskan pelukannya kemudian mendongak menatap Lucifer dengan semangat.
Lucifer mengangkat alisnya penasaran.
"Ayah harus berbaikan dengan papa!!" Pekik Luna antusias membuat Lucifer mematung dan refleks menoleh ke arah xaveir yang juga sedang menatap dirinya dan Luna.
"Ayolahh ayahh, apa salahnya ayah berbaikan dengan papa??" Luna cemberut, mereka berdua sebenarnya kenapa sih???
Kenapa orang dewasa sangat sulit berbaikan???
Lucifer diam, dia menatap xaveir dengan dalam. Xaveir pun juga begitu, dia juga menatap Lucifer dengan tatapan tak bisa di jelaskan.
Mereka berdua larut dalam tatapan itu.
Luna menoleh ke arah Lucifer dan xaveir bergantian. Dia mengangkat alisnya bingung ketika Lucifer tiba tiba menurunkannya dari pelukannya kemudian mendekat ke arah xaveir.
Dasar. Mereka berdua sangat aneh sekali.
Luna sendiri yang melihat orang tua saling menatap dalam keterdiaman pun hanya menatap datar. Karena tak mau melihat orang tuanya yang tampak aneh itu, luna akhirnya menoleh ke sekitarnya.
Ketika sedang asyik melihat kekacauan yang di buat orang tuanya, Luna tidak sengaja memfokuskan tatapannya ke arah tanaman. Dia mengamati lebih lanjut sebelum akhirnya terkejut bukan main. Karena Betapa terkejutnya ia mendapati tanaman buah strawberrynya hancur lebur akibat peperangan bodoh yang terjadi pada ayah dan papanya.
Luna tak bisa menahan amarahnya lagi, dia berteriak marah kepada dua sejoli itu. "AYAHHH!!! PAPAA!!! KALIAN MERUSAK TANAMAN STROBERI LUNA!!!"
*****
Haiii haiii haii
Gimana???
Ishhh ishhh ishhh, kalian memaksa aku (╥﹏╥)
Padahal mau aku up bulan depan tapi nggak jadi (。•́︿•̀。)