Mohon memberikan dukungannya karena beberapa episode lagi akan tamat....
Hubungan Keysha dan Lingga semakin hari semakin dekat bahkan keduanya sudah seperti seorang sahabat yang berbagi cerita satu sama lain. Meski Lingga terkenal dengan sifat player-nya namun dia sangat menghormati Keysha. Lagipula menurut Lingga, Kesyha itu tak cocok menjadi jalang hingga kini wanita itu sudah bertobat terlebih dia pernah mendapatkan siksaan dari Aldebaran yang sudah diringkus dan masuk penjara.
Setelah selesai dengan agendanya pada hari ini, Keysha memutuskan untuk membeli makanan enak yang porsinya banyak untuk ia makan bersama Lingga. Keysha ingin memberikan Lingga kejutan dan mengunjungi apartemen pria itu tanpa mengatakannya terlebih dulu. Bahkan Keysha bisa masuk sendiri ke apartemen Lingga karena sudah tahu password apartemen pria itu.
Dengan wajah ceria, Keysha masuk apartemen Lingga setelah memasukan password di pintu masuk. Namun senyum indah Keysha harus hilang karena wanita itu melihat Lingga sedang berciuman dengan seseorang begitu agresif. Bahkan Kesyha tidak tahu harus berbuat apa dan merasa menyesal datang ke apartemen Lingga begitu saja tanpa bilang-bilang.
Lingga berciuman dengan mesra sampai pria itu hampir melakukan kegiatan tak senonoh. Beruntung Lingga sadar kalau Keysha ada di apartemennya dan dia menatap pria itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Lingga segera melepaskan cumbuannya terhadap wanita yang tak dikenal itu dan segera menghampiri Keysha. Rasanya Lingga merasa canggung sekali karena dia ketahuan berbuat mesum meski disini yang salah sebenarnya Keysha karena masuk apartemen Lingga begitu saja tanpa izin.
"Key.. kamu dateng kok gak bilang-bilang?" Tanya Lingga heran.
"Ah iya maaf.... aku bawain kamu makanan enak aku simpan di meja ya... maaf ya Lingga aku pasti ganggu kalau gitu aku pulang dulu ya!"
Keysha merasa situasi ini amat kurang baik dan dia ingin cepat-cepat pulang. Tanpa menunggu respon Lingga, wanita itu pulang begitu saja dengan langkah kaki yang cepat. Bahkan suara Lingga yang memanggil namanya tak Kesyha hiraukan. Entahlah saat ini Keysha merasa perasaannya campur aduk dan dia mulai mengemudi dengan kecepatan lumayan tinggi.
Keysha pikir kehadiran Lingga di hidupnya adalah sebuah anugrah. Lingga memberinya banyak kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan dan memberinya banyak nasihat jika dirinya sangat berarti. Tapi Keysha lupa jika Lingga tetaplah berada di dunianya dan tidak kemana-mana. Hanya Keysha saja yang perlahan meninggalkan dunia yang kelam itu tapi Lingga tidak. Hingga tanpa sadar air mata Keysha jatuh, dia menggantungkan harapan dan kebahagiaan terhadap orang lain. Padahal berharap pada seseorang hanya akan menghancurkan diri sendiri apalagi jika seseorang itu tidak sesuai dengan ekspektasi kita.
Mulai saat ini Keysha akan berhenti berharap pada siapapun dan tidak akan pernah membuka hatinya lagi untuk siapapun. Sedangkan Lingga masih kebingungan ada apa dengan Keysha, padahal Lingga yakin dia tak pernah melakukan sebuah kesalahan pada wanita itu. Bahkan ponsel wanita itu tak bisa dihubungi entah Keysha yang mematikan ponselnya atau memang nomor Lingga yang sudah diblokir......
************
"Bacalah hasil tes DNA itu Azka..."
Mamanya Azka menyuruh sang anak secepatnya untuk bertemu di rumah utama meski beliau tahu Azka sangat sibuk. Bahkan Azka saja keheranan karena sang mama tidak peduli dia mau sibuk atau tidak. Terpaksa Azka membatalkan rapatnya dengan para pemegang saham pada hari ini karena sang mama ingin bertemu, ternyata inilah alasan Nyonya Hutama ingin bertemu dengannya...
"Mama yakin hasil tes ini akurat?" Tanya Azka setelah membaca hasilnya.
"Bodoh sekali kamu meragukan hasil tes DNA itu... padahal rumah sakit tersebut sangat bonafide dan mama berencana akan bekerja lagi disana"
Azka terlihat lemas dan menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa saat melihat hasil tes tersebut. Jelas sudah jika Brian adalah darah dagingnya dan entah kenapa Azka merasa ini bukan berita bahagia. Pasti kedepannya akan semakin rumit saja hubungan dia dengan Vero padahal Azka tidak mau kehilangan wanita itu. Dia sudah mencintai Vero selama dua tahun dan baru mengatakannya sekarang-sekarang, lalu apa mungkin Azka semudah itu melepaskan Vero?
"What must i do mam? Pasti Vero takkan mau kembali sama aku kalau lihat hasil tes DNA ini..." ucapnya lemas.
"Memangnya ada apa kamu sama Veronica? Bukannya hubungan kalian baik-baik saja?"
"Dia meminta putus karena aku membawa Brian dan Emily ke paviliun yang selama ini ditempati Veronica..."
Sang mama hanya menggeleng-gelengkan kepala karena mendengar kebodohan anak semata wayangnya itu. Tentu saja wanita mana yang tak kesal dan marah kalau kekasihnya membawa wanita lain ke rumah. Padahal Azka sudah berusia 35 tahun tapi dia tak bisa bersikap bijak.
"Kau memang bodoh nak... sudahlah kalau memang putus ya putus saja dan mulai hari ini fokuslah pada anakmu saja mana tahu kamu ada jodoh dengan ibunya..."
"Mama urusan perasaan bukan hal yang sepele!" Balas Azka kesal, kenapa sih ibunya ini selalu menganggap urusan apapun secara remeh.
"Melihat kepribadian Veronica mama yakin dia gak akan mau kembali sama kamu jadi ya sudah saja coba kamu cari wanita lain dan mama lihat Emily lumayan cantik" ucap Nyonya Hutama tak peduli.
"Sudahlah mama gak akan ngerti..." Azka mencoba untuk menghentikan perdebatannya dengan sang mama.
"Baiklah kalau gitu mama mau pergi ketemu cucu, lebih baik kamu kembali kerja!"
Nyonya Hutama meninggalkan Azka sendirian di rumah dan wanita tua itu terlihat sangat antusias bertemu cucunya. Yah meski awalnya Nyonya Hutama meragukan Brian tapi kan hasil tes DNA nya sudah keluar dan Brian ternyata betulan cucunya. Sedangkan Azka masih terdiam dan berpikir bagaimana membawa Vero dalam pelukannya lagi kalau situasinya makin rumit seperti ini. Ah sial! Kenapa pula dia harus punya anak bersama wanita lain, Azka terus menyalahkan keadaan dan lupa kalau dia sendiri yang memperkosa Emily dalam keadaan mabuk.
***************
"Ah bangsat!! Semuanya berantakan!!!"
Arvano marah-marah lagi dikediamannya karena kembali gagal dalam mendapatkan Vero. Belum lagi dia berada di kondisi babak belur karena dipukuli oleh Theo. Padahal bawahannya berkali-kali bilang Arvano tak perlu turun langsung ke lapangan. Tugaskan saja mereka dalam membawa wanita itu ke hadapannya, namun karena Arvano begitu antusias ingin memiliki Vero dia jadi turun langsung ke lapangan.
"Tuan biarkan kami yang menangkap Veronica Sinclair apalagi sekarang tuan sedang buron.." ucap bawahannya sopan.
"Apa maksudmu buron?" Tanya Arvano emosi.
"Pengacara Theodore Gunawan melaporkan anda ke polisi dengan kasus kekerasan dan semua bukti sudah masuk ke kantor polisi"
Arvano tanpa sadar memecahkan gelas wine nya sampai tangannya berdarah. Sial sekali, misi untuk mendapatkan Vero saja gagal sekarang ada yang mau menjebloskan dirinya ke penjara lagi.
"Siapa dia?" Tanya Arvano kesal.
"Ini identitas Theodore Gunawan Tuan... dia adalah pengacara kondang yang melaporkan anda ke polisi...."
Arvano membaca identitas Theo dan melihat foto pria itu. Ternyata pria ini adalah yang tempo hari berkelahi dengannya, sial sekali ternyata dia adalah seorang pengacara. Cih tidak bisa dibiarkan!! Dalam satu minggu ini dia harus mendapatkan Veronica dan menyeretnya ke kediamannya langsung. Tidak akan Arvano biarkan misinya kembali gagal!
"Baiklah mulai saat ini aku serahkan pada kalian berdua dan segera tangkap jalang itu secepat mungkin!!"
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin tuan..."
Tekad Arvano sangat kuat bahkan dia tak merasa sakit sama sekali saat tangannya mengeluarkan darah. Foto Vero yang berada dalam genggamannya mulai Arvano remas sampai kusut. Menculik satu wanita saja kenapa sangat sulit seperti ini......
Hingga sekenario mengerikan mulai terlintas di otaknya.....
Bersambung.....
Vero sedang diburu oleh penjahat nih