Wild Husband

Da athasaa_

1.3M 15K 1.2K

WARNING!21++ Berisikan konten dewasa dan pemerkosaan •If you don'tike it, you can skip it• •Contains scenes o... Altro

PROLOG
1. Beginning
2. Catch Her (21+?)
3.First Time 21+
4. 21+
5. Afraid
6. Blurry
7. Escape
8. Rape 21+
9. Jungkook is rude(?)
10. Marriage
11. First Night 21+
12. First Night 21+ (2)
13. Bridle
14. Happy Days
15. Repeated (18+)
16. Given Up (21+)
17. Wild 21++ (2)
18. Pregnant (?)
19. Tadpoles grow
20. Care
21. News
22. Time
23. Violate
24. Hurts
26. Necklace
27. Check Up
ATTENTION.
28. Little Wife
29. Overt
30. Warmth
31. Lap
32. Garden Incident
33. Scared Again
34. Inpatient
35. Worried
36. Back Home
37. Gentle
38. Sweet
39. Visit
40. Envelop
41. Cookies
42. Problem (?)
43. Bitch
44. Attack
45. Jungkook's Anger
46. Protected
47. Four Months
48. Boy or Girl?
49. Jungkook's Birthday
50. Victory
51. Celebration
52. Celebration Night
53. Little Baby
54. Fever
55. Spoiled
56. Homie
57. Always Prohibited
58. Weight
59. Six Months
60. Babymoon
61. Holiday
62. Yoonjung's Birthday
63. Have An Affair(?)
64. Jimin's Wedding
65. END

25. Gift

11.5K 189 12
Da athasaa_

"Aku tidak perlu bekerja, uang yang selalu mencariku di mana pun aku berada. Harta dari semua trah ku berserakan dimana-mana, chagi" Ucapnya seorang diri dengan begitu angkuh nya.

————————————————————————


"Minum susu dan vitamin mu, chagi" Ucapnya begitu lembut.

Mereka sedang berada di meja makan mewah ini, terdapat beberapa menu makanan. Namun sayang nya itu tidak berhasil membuat selera makan Yoonjung memulih sedikit pun, ia hanya memakan beberapa suap nasi dan lauk, atas dasar paksaan Jungkook tentunya.

"Tidak, perut ku begitu ke-"

"Wae? Masih sempat untuk mengelak, um? Kau akan semakin merasa mual jika tidak meminum nya. Ah, ayolah jangan membuatku marah, aku tidak suka penolakan" Potong nya cepat.

Memang begitu faktanya, ia sudah tahu istri kecilnya itu akan menolak perintahnya. Perutnya begitu mual ketika meminum susu dan vitamin tersebut, semuanya akan keluar dari perutnya. Jungkook menyuruh para pelayan menyediakan beberapa varian susu agar istri kecilnya tidak merasa bosan dengan satu varian, namun Yoonjung tetap sedikit keras kepala.

Tidak lama setelah Jungkook mengatakan itu Ahjuma Soomin datang membawakan satu gelas susu dan vitamin yang akan di minum Nyonya nya, ia meletakkan nya di depan wanita kecil itu lalu membungkuk singkat dan pergi.

Yoonjung hanya menatap segelas susu tersebut dengan tatapan sendu nya, ia begitu tidak menginginkan nya.

"Jeon Yoonjung, cepat minumlah. Apa perlu aku meminumkan nya, hm?" Skakmat sudah ketika pria itu memanggil namanya dengan marga kepemilikan nya.

"A-ah? Tidak, aku bisa melakukan nya sendiri" Ucapnya dengan sedikit takut, tangan kecilnya dengan cepat memegang gelas kaca tersebut.

Yoonjung menekan hidung nya dengan jari nya agar bau dari susu tersebut tidak tercium olehnya, itu membuatnya begitu mual. Jungkook, pria itu mengulum bibirnya, menyaksikan istri kecilnya yang mencoba meneguk habis susu tersebut dengan perasaan terpaksa dan sedikit takut padanya.

Jungkook sedikit lebih mendekatkan kursi yang ia duduki dengan kursi istrinya, ia membukakan vitamin kehamilan nya yang masih terbungkus oleh kemasan nya.

"Okay, sekarang minum ini" Ucapnya menyodorkan satu pil vitamin ketika melihat isi gelas yang sudah habis di teguk nya.

Wanita kecil itu dengan senyum tipisnya menerimanya, ia menelan pil tersebut. Jungkook merasa gemas dengan sikap penurut istrinya, dia tidak tahan untuk menahan kekehan nya. Bibirnya mengecup singkat pipi chubby tersebut.

"Aku mencintaimu" Ucapnya, semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah kecil Yoonjung. Ibu jarinya mengelap sisa susu yang terdapat bibir istri nya dengan lembut.

Yoonjung sedikit menjauh kebelakang, ia hanya menatap Jungkook dengan tatapan polos nya. "Apa yang kau pikirkan? Apakah kau berfikir aku akan mencium mu kembali, hm?" Godanya.

"Ah? Tidak, aku tidak berfikiran seperti itu" Ucapnya dengan polos.

Jungkook terkekeh pelan mendapati jawaban polos yang di lontarkan oleh istri kecilnya, mimiknya juga terlihat begitu polosnya "Um, benarkah? Aku tidak yakin akan jawaban mu itu"

Mood perempuan kecil itu sedikit buruk mendapat tuduhan yang tidak-tidak dari suaminya "Tidak, Jung. Aku tidak seperti itu" Ucapnya dengan mimik yang terlihat sedikit kesal namun juga sedih di satu waktu.

Merasa berhasil akan sedikit memancing istri kecil nya untuk sedikit berbicara, Jungkook semakin senang akan hal itu. Tidak tega melihat nya, ia memeluk tubuh yang sangat ideal itu "Aku hanya bergurau, chagiya. Kenapa kau menanggapi nya dengan sangat serius"

Pelukan pria itu terlalu mendekapnya, ia merasa sedikit susah untuk bernafas "Ughh.... Lepas, Jung" Erang nya sedikit mendorong tubuh Jungkook untuk menjauh.

"Baiklah. Kau belum memberikan ku kiss morning padaku, aku memintanya sekarang juga." Ucapnya menuntut.

"Pelayan akan melihat kita" Cicitnya pelan.

"Ini mansion ku, aku bebas melakukan apa pun yang ingin aku lakukan" Ucapnya menyombongkan diri.

"Itu tidak pantas unt- mphh....." Ucapannya terpotong ketika Jungkook dengan cepat membungkam nya menggunakan bibirnya.

Pria itu dengan sedikit bernafsu menyesap amat kuat dan memainkan lidahnya didalam sana, Yoonjung sudah mulai kehabisan nafas nya. Dengan sebisa mungkin tangan kecilnya berusaha mendorong dada bidang tersebut, memukul-mukul dada Jungkook dengan sekuat tenaga.

Jungkook terlalu nafsu untuk bercumbu saat ini, tidak memperdulikan erangan-erangan dan pukulan dari istri kecil nya itu, dia tetap saja melumat bibir itu dengan ganasnya. Menyadari bahwa istri kecilnya mulai menangis ia melepasnya, menatap mata bulat itu yang sudah berluruhan air mata.

"Hey, jangan menangis. Maafkan aku, aku berlebihan kali ini" Ucapnya berusaha menenangkan wanita hamil itu.

Ia dekap Yoonjung kedalam pelukannya, wanita kecil ini masih terisak dan tidak mengeluarkan sedikit kata apapun. Jungkook merasa bersalah akan itu, melihat bibir istri nya yang sangat basah karena ulah permainan nya.

"Ku mohon, jangan menangis. Maafkan aku, okay?" Ucap nya lembut, menyelipkan surai istrinya kebelakang daun telinganya.

Yoonjung tidak menanggapinya, ia mengusap air matanya dengan punggung tangan nya sendri. Suasana hatinya sedang buruk, pria itu sedari tadi terus menerus memaksanya. Ia merasa sedikit kesal ketika Jungkook dengan sangat cepat melumat bibirnya dan tidak melepaskan pautan itu.

"Kau selalu seperti itu, nafas ku menjadi sedikit sulit" Keluhnya.

"Aigoo, istri kecil ku ini marah sepertinya. Arasseo, arasseo. Maafkan aku, nee?" Bujuk nya begitu manis.


***


Wanita kecil dengan gaun rumahan nya dan surai panjang nya yang ia jepit sebagian, terlihat begitu anggun dan manis. Ahjuma Soomin, sebagai sesama wanita saja begitu mengagumi sang Nyonya mansion ini, tidak perlu ditanyakan alasan Tuan nya sangat mencintai wanita manis tersebut.

Jungkook sudah berangkat sedari sarapan pagi hari tadi. Ini sudah siang, Yoonjung sudah merias sedikit wajah nya dengan sangat natural nya, makan siang pun tidak lupa ia lakukan.

Tidak banyak dengan porsi makan nya siang ini, karena memang jika tidak mengidam Yoonjung sangatlah enggan untuk mengonsumsi apapun jika tidak ada paksaan dari Jungkook. Ia masih ingin memakan sedikit demi sedikit karena mempunyai rasa takut pada Jungkook, jika tidak ia tidak akan mengonsumsi apapun jika memang ia tidak benar-benar menginginkan nya.

Yoonjung merasa bosan jika terus menerus hanya berada didalam kamar saja, kini ia memilih untuk membaca majalah di ruang keluarga yang sangat megah dan mewah tersebut. Terdapat dua buku majalah dengan sampul yang cukup menarik, Yoonjung pun memilih salah satu dan mulai membacanya lembar demi lembar

"Um, ini menarik" Gumam nya.

Cukup lama ia menghabiskan waktu di ruangan besar itu untuk membaca majalah. Mata bulatnya melirik ke arah jam dinding yang terdapat di ruangan itu, ini sudah menunjukkan pukul satu siang. Waktu untuknya beristirahat.

Wanita kecil itu mulai menguap, "Hoamm.... Aku mengantuk" Lirihnya.

Tidak sadar rasanya baginya, wanita kecil itu sedikit mengerjapkan matanya pelan-pelan. Kedua kelopak matanya mulai tertutup dengan erat, tertidur dengan posisi yang masih duduk di sofa ruangan mewah ini.

Tidak lama dari itu, hanya berselang beberapa menit Ahjuma Soomin datang. Ia sehabis membersihkan taman belakang mansion ini, tidak sengaja menemukan Nyonya nya yang tertidur diatas sofa dengan satu buah majalah yang masih berada diatas pahanya. Nyonya membaca buku itu sampai tertidur seperti ini, Pikirnya.

Dengan senyuman hangat ia menghampiri wanita hamil itu, tidak tega melihat posisi tidurnya yang terlihat sangat kurang nyaman, tubuhnya akan terasa kebas ketika terbangun nanti.

Dengan keberanian penuh ia membangunkan Yoonjung dengan sangat hati-hati "Nyonya, Nyonya.... Mari ku antar berpindah kedalam kamar mu" Ucapnya sopan.

"Nyonya?...." Kali ini ia sedikit menepuk kecil lengan Yoonjung, namun dengan sangat hati-hati.

Wanita kecil itu mengerjap pelan-pelan, ia sedikit terkejut. Alisnya mengerut ketika mendapati tidur nya merasa terganggu "Um? Wae?..."

Kelopak matanya terbuka, di hadapannya ini terdapat wanita paruh baya yang mencoba membangunkan nya. "Mianhae, aku sangat lancang membangunkan tidur mu. Tubuh mu bisa sedikit sakit jika kau tertidur di sofa, Nyonya. Mari, ku antar kedalam kamar mu" Ucap nya sangat sopan.

Yoonjung belum sepenuhnya bisa mencerna perkataan Ahjuma itu, ia sedikit pusing karena tidur nya yang sangat singkat. "Ah? Gwaechana, aku berterimakasih telah membangunkan ku. Aku sempat tertidur tadi" Senyum nya tipis.

Wanita kecil itu mencoba bangkit, namun terlihat sedikit terguncang kecil "Nyonya? Kau baik-baik saja? Ah, aku akan mengantarmu"

"Tidak, aku baik-baik saja, Ahjuma. Terimakasih atas tawaranmu, aku bisa sendiri" Tolaknya dengan sopan.

"Nee, hati-hati"

Yoonjung terlihat sudah menaiki anak tangga satu persatu, langkahnya sungguh terlihat sangat hati-hati. Tangan nya terlihat berpegangan pada handrail tersebut.

Memasuki kamar tersebut, lalu ia menutupnya dengan pelan. Ia rebahkan tubuhnya diatas kasur mewah tersebut, suasananya begitu terlihat nyaman. Tidak lupa untuk menyalakan pendingin ruangan agar terasa lebih sejuk.

Yoonjung mencoba memejamkan matanya kembali, tidak sulit baginya untuk terpejam kembali.



***



Di lain sisi, Jungkook tersenyum menyaksikan istri kecilnya yang begitu manis. Jungkook selalu memantaunya diwaktu makan siang seper ini, terlihat jelas pada kamera cctv yang sangat tersembunyi tersebut, hanya dirinya dan para pelayan rumah yang mengetahuinya bahwa ada kamera pengawas yang sangat tersembunyi.

Mereka semua tidak bisa melakukan hal-hal yang diluar dugaan, gerak-gerik nya selalu terpantau oleh Tuan. Termasuk bagaimana cara mereka melayani sang Nyonya mansion ini, hanya wanita kecil itu yang tidak mengetahui keberadaan kamera pengawas di setiap sudut mansion ini.

"Sepertinya akhir-akhir ini waktu tidurnya menjadi lebih panjang. Apakah ini faktor dari kehamilan? Ah, aku harus membacanya di website" Gumam nya, lalu tangan nya meraih ponsel nya di meja tersebut.

Dengan rasa ingin tahu yang tinggi Jungkook benar-benar mencari artikel faktor kehamilan tersebut, ketika susah menemukan dan selesai membacanya sampai tuntas bibir nya tersenyum hangat. Mengingat akhir-akhir ini pola tidur istrinya yang sangat ketat.

Benar, ini adalah faktor kehamilan yang umum dialami pada ibu hamil. Yoonjung mengalami itu, dan Jungkook menyadarinya.

"Terlihat sangat manis, aku menyukai ini. Tetaplah menjadi gadis kecil yang penurut" Tawa nya kecil.

Di layar iPad yang tersambung dengan cctv kamarnya memperlihatkan Yoonjung yang sedang tertidur dengan sangat pulas nya, bibir wanita kecil itu mem-pout kedepan dan sedikit terbuka.

Pandangannya teralihkan pada dua bingkai foto kecil yang terdapat di meja nya "Satu bulan pernikahan kami, aku belum sempat untuk memberikannya hadiah apapun" Gumamnya.

Tangan nya lantas meraih ponsel nya, mencari kontak sekertaris nya itu "Seohung, bisa kah kau kemari sekarang juga?"

"Baik, Tuan. Aku akan segera tiba"

Tidak lama bagi pria itu untuk menghampiri Jungkook, karena keberadaan nya hanya di lantai tiga puluh lima dai gedung ini.

"Masuklah" Ucapnya mendengar pintu nya terketuk.

"Selamat siang, Tuan. Kau memerlukan sesuatu?" Tanyanya begitu berada dihadapan bos nya itu.

"Seohung, kau tahu hadiah apa yang disukai perempuan? Ah, aku sangat binggung" Ucapnya.

Pria dua puluh tujuh tahun itu tersenyum kikuk setelah mendengar pertanyaan bos nya itu, ia tahu hadiah kali ini akan diberikan kepada siapa. "Sebagian besar wanita menyukai perhiasan, Tuan. Namun, aku kurang mengerti jika ini akan diberikan kepada Mrs. Jeon" Ucapnya yakin.

"Kali ini aku akan memberikannya kepada istriku, bukan kepada jalang-jalang murahan yang biasanya ku tiduri dan inilah bayaran sesuai keinginan mereka."

"Nee, aku mengerti akan itu, Tuan"

"Jadi, bagaimana menurutmu? Kali ini aku akan ikut denganmu untuk membeli perhiasan itu"

"Um, jika kulihat melewati akun media sosial Mrs. Jeon dia bukanlah seorang wanita yang gila akan perhiasan, melainkan ke tas ataupun baju branded lain nya" Pendapatnya.

"Namun, aku yakin pasti ia memiliki beberapa perhiasan ber-merk lain nya, hanya saja jarang untuk memakai nya. Jika ini pemberian dari Tuan, pasti dia akan selalu memakai nya" Pungkas nya lebih panjang.

Jungkook mengangguk samar-samar mendengarkan pendapat sekertaris nya itu. Seohung bukan hanya sekertaris pribadinya di kantor, melainkan jugalah tangan kanan Jungkook. Pria itu sangat hafal dengan bos nya, hampir setiap Minggu Jungkook menyuruhnya membeli barang mahal untuk jalang yang baru saja ia tiduri.

Barang-barang itu lah permintaan dari jalang yang baru saja di tidurinya. Jungkook akan memberikan bayaran yang fantastis maupun hal yang di inginkan sang jalang, terkadang jika para wanita murah itu meminta imbalan dengan barang mahal, maka Jungkook akan memberikan sejumlah uang dan menyuruh Seohung membelikan nya, ataupun biarkan lah jalang itu yang membelinya sendiri.

Namun itu semua sekarang tidak pernah terjadi lagi. Pria itu berjanji pada dirinya sendiri, saat ini ia sudah berhasil menikahi gadis kecilnya. Makanya rutinitas buruknya itu akan ia hentikan.

Jungkook tidak peduli dengan para wanita gila lubang tersebut, ia hanya membutuhkan kepuasan seks nya tercukupi, masalah uang ia tidak pernah memikirkan nya. Karena harta nya tidak akan habis jika untuk hal itu-itu saja.

"Baiklah, sore nanti temani aku untuk memilih mana yang lebih berkesan"

To Be Countinue.






Jungkook kaya raya lebih dari tujuh turunan, ga usah khawatir duitnya bakal habis.
See you in the next chapter💋

Continua a leggere

Ti piacerà anche

155K 13.8K 77
⚠️[21+] Dark romance, power dynamic, Angst, abusive, mature, slow burn, manipulatif, family issue, revenge. ••• Oh Sehun, miliarder muda yang tinggal...
5.7K 331 24
Kang Yeora adalah bintang yang tak tersentuh, sempurna di mata dunia. Namun, di balik kecantikannya yang memukau, tersembunyi rahasia kelam yang hany...
Yes, Sir! Da —

Storie d'Amore

2.3M 133K 43
COMPLETE FOLLOW SEBELUM MEMBACA Karin kira kejatuhan eek cicak di rambut pas habis keramas itu udah jadi puncak kesialan paling nyebelin di sejarah h...
App Wattpad - Sblocca funzioni esclusive