Envy

By meiLucia

17.3K 1.5K 119

Hal yang paling dibenci oleh Nika terlahir miskin. Ia selalu iri pada teman-temannya yang kaya raya terutama... More

Bab 1
Bab 3
Bab 4
Bab 5
Bab 6
Bab 7
Bab 8
Bab 9 (NSFW)
Bab 10
Bab 11
Bab 12
Bab 13
Bab 14
Bab 15
Bab 16
Bab 17
Bab 18
Bab 19
Bab 20
Bab 21
Bab 22
Bab 23
Bab 24
Bab 25
Bab 26
Bab 27
Bab 28
Bab 29
Bab 30
Bab 31
Bab 32
Bab 33
Bab 34
Bab 35
Bab 36
Bab 37
Bab 38
Bab 39
Bab 40
Bab 41
Bab 42
Bab 43
Bab 44
Bab 45
Bab 46
Bab 47
Bab 48
Bab 49
Bab 50
Bab 51
Bab 52
Bab 53
Bab 54
Bab 55
Extra 1 : Gavin & Valen
Extra 1 : Gavin & Valen 2

Bab 2

412 26 0
By meiLucia

Rumah Diva sangat megah. Walau sudah beberapa kali Nika bertamu ke rumahnya, tetap saja Nika takjub akan kemewahannya. Halaman yang luas dihiasi air mancur di tengah bundaran kecil. Patung patung yang artistik. Rumput yang hijau di sisi kiri kanan jalan yang paving. Bangunan tinggi bak istana.

Nika selalu berdecak kagum. Walaupun hanya dalam hati. Ia masih ingat pertama kali datang, ia tidak dapat menyembunyikan kekagumannya akan rumah Diva. Akibatnya ia malah menjadi bahan cemooh teman-temannya. Bahkan sampai sekarang menjadi bahan candaan setiap kali mereka mengajak Nika ke rumah teman-teman sekampus. Mengatakan kalau Nika tidak bisa menutup mulutnya saking takjub melihat rumah mewah. Ia menjadi bahan tertawaan di kampus.

Marah dan tersinggung, jelas! Tetapi ia tidak bisa mengungkapkannya. Ia hanya bisa ikut tertawa dengan mereka yang mengejeknya. Dibandingkan ia dikucilkan sendirian seperti awal ia masuk, lebih baik ia menjadi badut untuk teman-temannya.

Nika berjalan cukup jauh dari gerbang ke teras depan rumah Diva. Hanya ia satu-satunya yang tidak memiliki kendaraan. Menelan rasa malu dan pahit setiap kali digunjing.

"Selamat siang, saya sudah ada janji dengan nona Diva." Ucap Nika sambil memencet tombol intercom di teras.

"Atas nama siapa?"

Nika hanya bisa menelan amarahnya. Jelas mereka sudah tahu kalau ia datang setelah konfirmasi dari penjaga keamanan di depan gerbang.

"Nika"

"Tunggu sebentar." Jawab dari seberang yang Nika tahu jelas pemilik suaranya. Ia salah satu pelayan Diva yang sering Nika temui.

Nika berdiri menunggu di depan sambil menekan jari-jarinya saat ia bosan.

Tiba-tiba mobil mewah masuk dari gerbang dan menuju arah teras depan. Nika menegakkan postur tubuhnya. Siapapun yang datang, pasti tamu penting orang di rumah ini.

Mobil berhenti di depan. Seorang pria keluar dari kursi penumpang di depan memakai jas hitam. Ia terlihat masih muda. Apa mungkin pria itu tamu Diva? Tanya Nika dalam hati.

Ternyata dugaan Nika salah. Pria itu membuka pintu kursi penumpang di bagian belakang.

Seorang pria dewasa turun dari mobil. Pria terlihat tampan dengan aura yang begitu kuat membuatnya terlihat seperti orang yang berkuasa. Sangat sulit didekati bagi orang seperti Nika.

Nika tidak berani menatap lama. Ia merapikan rambut dan bajunya. Merasa jika ia sangat rendah dibandingkan pria yang berjalan menaiki tangga menuju pintu. 

Pintu yang tadinya tertutup rapat, terbuka lebar dengan seorang pelayan berdiri di sisi kiri pintu. Memberi jalan pada pria yang melewati Nika. Bahkan pria itu tidak menoleh sedikitpun ke Nika. Seakan Nika semut yang tidak ada artinya.

"Nona Diva ada di taman belakang. Apa tuan mau saya panggilkan nona Diva?"

"Tidak perlu. Saya hanya pulang sebentar."

"Baik, tuan."

Nika penasaran dengan pria yang berjalan di depan diikuti asisten pria di belakang. Pria itu terlihat masih muda meski lebih tua dari Nika. Apa dia kakak Diva? Tapi Diva anak tunggal.

"Ayo masuk!" perintah pelayan dengan nada ketus ke Nika. Berjalan lebih dahulu tidak peduli jika Nika mengikutinya atau tidak.

Nika menyusul pelayan yang tidak suka akan kehadiranya. Padahal mereka di mata rantai sosial yang sama. Tetapi sikap pelayan itu seakan derajatnya lebih tinggi dari Nika.

"Nona Diva" Panggil pelayan itu pada seorang gadis cantik dengan rambut ikal yang di tata cantik. Memakai dress dengan brand terkenal akan harganya yang sangat mahal.

"Pak Xander pulang," lanjut pelayan dengan nada gembira. Raut wajah Diva yang tenang berubah bahagia. 

"Dimana papi?"

"Tuan di ruang kerjanya."

"Aku ke dalam sebentar. Aku lama tidak bertemu dengan papi." Ucap Diva tidak peduli dengan jawaban teman-temannya. Bahkan ia tidak peduli dengan kehadiran Nika yang sedari tadi berdiri di belakang pelayannya. Pelayan itu mengikuti Diva masuk ke dalam.

Jadi pria itu papi Diva? Nika terkejut tidak menyangka jika pria yang ia lihat barusan berusia hampir dua kali lipat dari usianya. Pria itu terlihat awet muda. Seperti pria berusia 27 tahun.

"Lancy, kamu mau kemana?" Tanya salah seorang gadis sambil menahan Leoni yang ingin masuk ke dalam.

"Aku mau lihat papi Diva. Papinya lebih tampan dari semua laki-laki kita di kampus!"

"Aku penasaran seberapa tampannya papi Diva sampai Lucky, cowok paling tampan di kampus kita bisa kalah di mata kamu." Valen ikut berdiri. "Kamu mau ikut tidak?" Tanyanya pada gadis yang masih memegang tangan Lancy.

"Ikut!" Cherly juga ingin melihat papi Diva yang selalu dibicarakan mami dan tantenya setiap kali mereka bertemu. Tantenya sangat menyukai papi Diva. Sayangnya papi Diva sangat sulit untuk digapai terutama untuk level sosial keluarga mereka.

Keluarga Cherly bukan seperti keluarga Lancy dan Diva yang berasal dari keluarga old money. Keluarganya dicap Orang Kaya Baru. Level keluarganya tidak dapat menembus keluarga seperti Lancy dan Diva.

Tantenya lah yang berusaha kelas memanjat sosial dengan mengencani pria kaya yang diatas level keluarga mereka. Sampai tantenya diajak oleh kekasihnya ke pesta ulang tahun salah seorang kalangan atas yang juga mengundang papi Diva.

Tante Cherly jatuh cinta meihat ketampanan papi Diva. Bukan hanya itu. Ia juga melihat betapa inginnya semua tamu bahkan kekasihnya untuk berbincang apalagi menyapa papi Diva. Tetapi mereka hanya bisa melihat dari jauh. Tahu jika level mereka belum pantas untuk bersanding dengan prang-orang yang di lantai atas dimana hanya kalangan old money yang berpengaruh di undang di sana bersama tuan rumah. Takut jika mempermalukan diri sendiri dan berakhir dengan gunjingan jika papi Diva memandang rendah ke mereka.

Sejak itu tante Cherly terobsesi dengan papi Diva tetapi selalu tidak berhasil. Tahu jika Cherly satu kuliah dengan Diva, tantenya membujuk Cherly untuk mendekati Diva. Bahkan papi dan maminya pun ikut memerintahkannya untuk menjadi teman dekat Diva agar bisnis perusahaan mereka dapat lancar jika memiliki koneksi dengan Diva.

Cherly mengikuti Lancy dan Valen yang sudah tidak sabar ingin melihat papi Diva. Nika yang dari tadi diam, mengikuti mereka dari belakang.

Langkah mereka terhenti saat masuk ruang tengah. Pria yang ditemui Nika berjalan melewati mereka dengan asistennya di belakang serta Diva yang berjalan di samping papinya.

Valen dan Cherly mengakui jika papi Diva sangat tampan. Mungkin mereka pernah bertemu dengan laki-laki yang tampan dari papi Diva. Tetapi aura dan pesona papi Diva menambah daya tariknya melebihi semua laki-laki tampan yang pernah mereka lihat.

Terutama Valen. Aura dewasa penuh maskulin membuat Valen membayangkan hal kotor di kepalanya. Papi Diva pria paling seksi yang Valen lihat. Bahkan semua laki-laki yang pernah ia tiduri tidak akan bisa dibandingkan dengan ayah temannya.

Nika yang berdiri di belakang teman-temannya ikut mengagumi papi Diva. Sayang papi Diva hanya bisa menjadi pria pujaan yang tidak dapat Nika capai. Ia melirik teman-temannya yang tidak bisa menahan kekaguman mereka. Terutama Valen yang pasti berpikir kotor pada papi Diva.

Walaupun tampak luar wajah Nika terlihat tenang, tetapi dalam hati ia mencemooh Valen. Nika sangat tahu jika Valen tidur dengan banyak laki-laki.

Tanpa sengaja Nika mendengar dari laki-laki yang pernah tidur dengan Valen menceritakan pengalaman mereka sambil menyombongkan diri bagaimana mereka menikmati momen mereka bersama Valen. Entah Valen tahu atau tidak jika laki-laki yang ia tiduri ternyata berteman dan sengaja mengencaninya hanya untuk tidur dengannya. Menjadi piala bergilir di kalangan mereka.

"Ayo kita balik sebelum Diva sadar kita lihat papinya!" Ajak Lancy yang lebih dahulu berjalan  ke arah tempat mereka berkumpul di taman luar.

"Memangnya kenapa?" Tanya Cherly yang berjalan di samping Lancy.

"Diva tidak suka kalau ada perempuan mengagumi papinya. Diva sangat posesif dengan papinya." Bisik Lancy yang dapat di dengar Nika dan Valen di belakang mereka. Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.

"Kok kamu di sini? Kapan kamu datang?" Tanya Cherly saat Nika duduk di salah satu kursi.

"Aku baru saja datang." Jawab Nika sambil tersenyum tetapi dalam hati ia memaki Cherly.

Ia sudah biasa dilupakan kehadirannya oleh teman-temannya entah mereka sengaja atau tidak. Ia bersikap baik-baik saja walau dalam hati entah berapa banyak sumpah serapah ditujukan pada teman-temannya.

"Itu tempat duduk Diva!" Kesal Lancy sambil menendang kaki Nika yang duduk di sebelahnya. Beraninya ia duduk di kursi Diva!

"Maaf, aku tidak tahu." Nika cepat berdiri sambil menahan sakit dan duduk di sebelah Valen. 

Terlihat Valen tidak menyukai Nika duduk di sebelahnya. Ia bahkan menggeser kursinya agar menjauh dari Nika.

Lancy dan Valen tidak menyukai Nika gabung dengan mereka. Nika hanya seorang gadis miskin yang bahkan kehadirannya pun tidak pantas dekat mereka. Mereka tidak habis pikir dengan Diva yang mengajak Nika bergabung dalam grup.

Jika mencari orang yang pintar, banyak penerima beasiswa berprestasi ataupun yang pintar di kampus mereka. Tetapi Nika? Siapa dia? Apa yang ia lakukan sampai Diva berteman dengannya? Mengajaknya masuk ke dalam grup elit mereka!

Kehadiran Nika mencoreng grup elit yang tiga setengah tahun dicemburui oleh orang-orang yang ada di kampus. Mereka seperti dicemooh begitu adanya Nika.

Jelas mereka tidak bisa menyalahkan Diva. Terutama Diva sangat baik pada semua orang. Mereka hanya melampiaskan amarah mereka pada Nika seorang.

"Maaf, kalian menunggu lama." Diva kembali setelah mengantar papinya berangkat kerja. Ia mengambil duduk di antara Nika dan Lancy.

"Tidak apa-apa, Div. Kita mengerti kamu kangen dengan papimu." Ucap Lancy sambil tersenyum. Diva selalu bercerita padanya kalau ia sangat merindukan papinya yang jarang bertemu dengannya karena sibuk kerja.

Ia juga tahu jika Diva sangat menyayangi papinya. Itu karena Diva dan Lancy bersahabat sejak mereka berteman playground sampai sekarang. Diva sangat mempercayai Lancy dan menganggap Lancy seperti saudarinya.

Tentu saja Lancy senang menjadi sahabat Diva. Bukan hanya bisnis keluarganya lancar, akan tetapi juga ia merasa hanya Diva yang dapat menjadi sahabat sejatinya di tengah para hyena yang ingin mendekati mereka karena ada maunya.

"Kalung kamu baru ya, Diva?" Tatapan Cherly tertuju pada kalung yang dikenakan Diva. Kalung model terbaru dari brand ternama yang harganya sangat fantastis. Cherly sangat menginginkan kalung itu bahkan merengek agar mendapatkannya tetapi papinya tidak mau membelikan untuknya.

"Kalungnya sangat cantik, cocok kamu pakai." Puji Cherly walau dalam hati ia sangat iri Diva begitu mudah mendapatkan yang ia inginkan.

"Makasih, Cherly. Aku sangat suka kalung ini."

"Hadiah dari papi kamu?" Tanya Valen yang tahu jika Diva akan mengenakan semua hadiah dari papinya dengan senyum bahagia. Ia juga senang dipuji saat memakai pemberian papinya.

"Iya, papi membelikannya begitu aku beritahu kalau aku menyukainya." Diva menyentuh kalung yang ia kenakan. Ia sangat menginginkan kalung ini pertama kali dirilis.

"Papi kamu sangat sayang sekali dengan kamu." Ucap Nika yang tahu jika kata-kata itu selalu ampuh untuk menyenangkan dan mengambil hati Diva.

"Iya, papi sayang sekali sama aku. Papi aku memang paling terbaik di dunia!" Puji Diva yang entah sudah berapa kali ia ucapkan di hadapan teman-temannya.

Teman-temannya tersenyum sambil menyanjung Diva. Menyetujui ucapannya agar ia senang. Walaupun dalam hati mereka tidak menyukai kecuali Lancy yang memang dekat dengan Diva.

Valen dan Cherly bahkan sudah muak memuji Diva. Tetapi mereka harus bertahan demi keluarga mereka. Demi keuntungan mereka yang bisa mendapat kemudahan dan popularitas jika berteman dengan Diva.

Mereka tahu jika mereka sedikit saja membuat Diva sedih dan tidak mau berteman dengan mereka, maka kehidupan mereka yang ada di atas di kalangan mereka akan berakhir mimpi buruk. Oleh karena itu, mereka harus bertahan tidak peduli menjadi penjilat sekalipun.

Sedangkan Nika, ia tidak tahu kenapa Diva mendekatinya lebih dahulu dan mengajak jadi temannya. Kesempatan yang tentu tidak akan Nika sia-siakan. Baginya Diva menjadi penyelamatnya sekaligus neraka baru baginya.

Penyelamat karena berteman dengan Diva, ia bisa keluar dari kucilan semua orang walaupun itu semua hanya tampak dari luar. Ia tetap jadi gunjingan dan cemooh semua orang saat ia sendirian tanpa ada kehadiran Diva. Akan tetapi ia merasa ia lebih baik dibandingkan semua orang yang iri padanya yang menggunakan cara apapun agar dapat berteman dengan Diva. Sedangkan ia begitu mudah menjadi teman Diva.

Neraka baru untuknya karena hanya satu yang tidak bisa ia hilangkan dari pikirannya. Betapa ia iri dengan semua orang yang kaya terutama Diva. Ia sangat iri Diva sangat cantik, populer, kaya dan disayangi oleh ayahnya. Menjadi permata di tengah orang banyak.

Nika selalu menekan rasa irinya yang semakin lama semakin memuncak. 

Ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri jika ia tidak perlu iri pada Diva. Ia yakin suatu saat nanti ia akan memiliki kekayaan hasil kerja kerasnya sendiri karena ia tahu lulusan universitas tempatnya mengenyam Pendidikan diakui dan mudah diterima oleh Perusahaan-perusahaan besar dan terkenal.

Ia berjanji pada dirinya sendiri setelah ia lulus dan mendapatkan pekerjaan di Perusahaan besar, ia bisa hidup lebih baik dan meninggalkan rumah yang ia benci. Ia akan menikmati semua hasil kerja kerasnya dan tentu saja dengan koneksi Diva yang bisa mengangkatnya lebih tinggi lagi.

******

Continue Reading

You'll Also Like

2.3K 120 32
Dava Megantara adalah cowok yg awal nya sangat membenci perempuan karena insident yg menimpa ibunya. Awalnya dia sangat membenci cewek yg bernama Ma...
1M 114K 43
May contain some mature scenes Daphne Kenandra tidak sengaja terjebak dalam lingkaran high society karena tips dari website Woman's World tentang gol...
6.1K 365 41
Tamara Naldia Bevani atau yang biasa dipanggil Ara adalah seorang gadis berumur 18 tahun yang kini baru saja masuk ke salah satu perguruan tinggi di...
755 51 56
⚠️JANGAN LUPA DI FOLLOW KOMEN DAN TINGGALKAN VOTE SETELAH MEMBACA⚠️ Nalendra Wijaya Sastro Diningrat, pewaris keluarga ningrat yang paling kaya raya...
Wattpad App - Unlock exclusive features