"Ah, ternyata kamu tinggal tidak jauh dari rumah saudaraku"
"Benar kah?"
Hyunjin sungguh datang ke rumah Jeongin untuk diajarkan membuat power point teks yang imut-imut dan girly pop supaya murid-muridnya semakin giat belajar.
Sekarang mereka berdua duduk bersampingan di ruang tamu. Jeongin hanya menggunakan kaos putih yang dulunya oversize, kini sangat ngepas di badannya.
Bahkan dadanya pun tercetak jelas.
Untuk celana dia memakai celana tidur bergambar karakter cinnamoroll. Karena bahannya lebih sejuk dan nyaman ketika dipakai.
Saat melihat penampilan rekan kerjanya siang ini, Hyunjin meneguk ludah kasar.
"Sialan... Apakah dia berniat menggodaku?"
"Kak Hyun? Kakak sudah download aplikasi yang aku suruh?"
"Hah? Y-ya, sudah"
"Kalau begitu, coba buka aplikasinya"
Duhh... Semakin lama si guru muda bermarga Yang ini semakin mepet. Bisa tercium jelas oleh hidung cantik Hyunjin aroma produk bayi yang dia gunakan.
Semakin teguk ludah Hyunjin dibuatnya. Tapi dia harus fokus pada penjelasan serta step by step yang diajarkan si centil.
Matanya Hyunjin jelalatan duluan, dia daritadi gak fokus dan melirik ke arah dada Jeongin tanpa henti.
Tangannya tuh gatel banget rasanya!
Gatel pengen remes toketnya Jeongin.
Emang sinting, ini pikiran kotor harus segera dihilangkan supaya gak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Saat Hyunjin mempraktikkan sendiri cara membuat ppt, diam-diam si centil Jeongin juga melirik ke arah gundukan di balik celana sang rekan kerja.
Ia meneguk ludah kala melihat betapa keras rekan kerjanya saat ini.
Jeongin gak mau ge-er, tapi dia yakin 100% kalau Hyunjin menjadi keras karena dirinya. Lagipula, siapa yang tidak tergoda akan pesona Yang Jeongin? Tubuhnya wangi seperti bayi, kulitnya mulus bersih tanpa daki, bentuk badan yang agak maskulin dan berisi, wajahnya yang manis mirip rubah dan bayi.
Duhh.... Jeongin mah luar biasa sempurna dan lezat.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang, mereka berdua pun sudah selesai dalam sesi mengajar membuat ppt yang lucu lucu dan imut.
Yang lebih cantik mendesah panjang sembari meregangkan badannya membuat pemandangan menggoda iman terpampang di depan mata.
Sabar Hyunjin... Suatu saat kamu pasti meng-entod rubah binal ini.
"Kak, udah jam makan siang nih. Mau makan di luar atau mau aku masakin?"
"Kalau makan kamu boleh gak je?"
"Hah?"
Hyunjin refleks gelagapan
"M-maksudku makan masakan kamu! S-sorry, kalau lapar aku jadi salah bicara"
Pipi Jeongin bersemu merah, dia pun terkekeh singkat lalu mengangguk mantap, "oke deh kak, aku mau bikin makan siang dulu buat kita. Kakak tunggu di sini saja. Buat diri kakak nyaman, oke?"
Hyunjin pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
Jeongin pergi ke dapur lalu mulai menyiapkan segala bahan-bahan yang dibutuhkan. Karena masih ada kimchi, ayam panggang, dan bungeopang-dia bakalan masak jajangmyeon saja sebagai makan siang.
Dia menghangatkan kimchi, ayam panggang, dan bungeopang supaya ketika disantap lebih mantap. Sambil memasak, dirinya terus kepikiran akan ucapan si pria gagah bernama Hyunjin.
Masa sih Kak Hyunjin mau memakannya?.
Buru-buru dia menggeleng supaya pikiran kotornya hilang. Memang kebiasaan buruk Jeongin, kalau sange itu pikiran meliar.
Brakk!
"Kak Hyunjin?! Kakak ngapain?!"
Tiba-tiba saja Hyunjin jatuh dari atas kursi dekat dapur. Jeongin tidak tahu kenapa pria berambut hitam itu tiba-tiba jatuh begitu saja. Lebih anehnya dia jatuh dari kursi meja makan di dekat papan yang bertengger di tembok atas -sebagai tempat pot hias.
Wajah Hyunjin memerah, dia malu jatuh kayak orang bodoh di depan Jeongin. Mana saat jatuh pantat dia duluan yang membuat dia memasang komuk aneh.
"Eh anu... Tadi aku berniat membenarkan posisi pot yang agak miring. Tiba-tiba saja kursinya hancur"
"Aduhh kak, kakak tidak perlu segitunya"
Tubuh gagah Hyunjin dibawa untuk duduk di kursi meja makan yang lain. Si tampan wajahnya merah layaknya tomat, perasaan malu tak hilang-hilang sejak tadi.
Jeongin mengecek kursi yang tadi dinaiki oleh tubuh bongsor Hyunjin. Ternyata, kursi itu sudah rapuh dan harus diganti.
"Kakak gak papa?"
"Gak papa kok, cuman tulang ekorku agak sakit"
"Duhh kak, aku jadi merasa bersalah. Mau aku urut sebentar?"
Pipi Hyunjin bertambah merah.
"T-tidak perlu, aku baik-baik saja. Nanti hilang sendiri kok sakitnya"
Yang lebih muda menghela nafas lelah lalu tersenyum. Dia kembali menyiapkan makan siang dan menyusunnya pada meja makan untuk disantap berdua sang pujaan hati.
Selama makan Hyunjin terus menerus menatap ke arah bibir, leher, serta dada Jeongin. Cahaya matahari yang menembus dapur membuat kaos putih Jeongin lebih menerawang.
Adik kecil Hyunjin semakin keras, dia tidak tahan lagi dan harus menuntaskannya secepat mungkin.
Semakin mempercepat makannya supaya cepat pulang, hal itu disadari si rubah cantik karena Hyunjin makan sangat terburu-buru layaknya orang yang belum makan berhari-hari.
Masa bodo dan tidak mau bertanya aneh-aneh, dia memutuskan fokus makan daripada harus memikirkan pria Hwang di hadapannya ini.
Dalam waktu 10 menit si Hwang Hyunjin selesai makan. Dia menegak segelas air putih dalam 3 kali tegukan lalu mengatur nafasnya yang memburu.
Oh shit... Hyunjin terlihat sangat seksi sekarang.
Wajahnya yang nampak kelelahan dan peluh membanjiri membuat si dumpling terlihat seperti orang yang baru saja cum.
Kan, setan. Pikiran Jeongin nakal lagi.
"Je, aku harus pulang sekarang"
"Pulang? Yahh... Padahal aku berharap kakak lebih lama di sini"
Memangnya kamu mau diperkosa seharian sama kontolodonnya Hyunjin?
"Lain kali aku akan mampir ke sini kok, aku ada urusan keluarga dan tidak bisa ditunda-tunda," bohong, padahal mah urusan penis.
"Yasudah deh, aku antar kakak sampai depan rumah ya?"
♩✧♪●♩○♬☆
Sepeninggalannya Hyunjin dari rumah, Jeongin langsung melancarkan aksi nakal nya di kamar.
Dia segera mengunci semua pintu dan jendela, melucuti semua pakaiannya hingga kini dia telanjang bulat di atas kasur.
Film porno dia setel di layar televisi kamar. Posisi si manis melebarkan kedua kaki sambil berbaring di atas kasur.
Tangan kirinya mengambil mainan berbentuk tentakel gurita yang berukuran besar lalu memberi pelumas disekitarannya.
Ia memainkan klitnya sebentar sebelum memasukkan secara perlahan-lahan mainan berbentuk tentakel gurita warna pinknya.
Mata terpejam erat, kedua bibir cantiknya membentuk huruf O sambil mendesah keenakan.
"Ahh!! Enak sekali!! Ohh!!"
Tangan kirinya pun mulai bergerak maju-mundur sehingga mainan tentakelnya keluar-masuk dari dalam vagina cantiknya.
Tangan kanan sibuk meremas serta memainkan area dada. Sensasi penuh nan nikmat dia rasakan sampai rasanya ingin pingsan.
Tubuh binalnya bergerak maju mundur juga-seolah-olah sedang disetubuhi oleh tentakel gurita sungguhan.
Lidahnya terjulur keluar layaknya anjing yang haus, haus akan penis yang mampu menyodoknya hingga kehilangan akal.
"Kak Hyunjin!! Ahh!!! Ahh!! Kak!! Ahh!! Terus kak!! Ahh!! Setubuhi aku sampai aku menjadi bodoh!!! Ahh!!! Ahh!!"
Dia mengambil vibrator berbentuk mic lalu menyalakannya, menggunakan mainan mic itu untuk memanjakan klitnya yang juga gatal untuk disentuh.
Getaran vibrator di atas pucuk kemaluannya membuat seluruh tubuh gemetar. Peluh membasahi seluruh bagian tubuh-menambah rasa horny di diri yang kian memuncak.
Desahan-desahan laknat nan binal terus ia lontarkan layaknya alunan musik. Pikirannya penuh dengan fantasi kotor mengenai dirinya dengan rekan kerja yang beberapa menit lalu main ke rumahnya. Membayangkan kalau Hyunjin memiliki tentakel layaknya doujin doujin mesum yang sering ia baca-lalu menggauli Jeongin layaknya pelacur murahan.
"Kak Hyunjin!! Ahh!! Aku pelacurhh! Ahh... Aku pelacur kakak! Terus kak!! Setubuhi aku kak!! Terus kak!! Hancurkan tubuhku! Ahnghh! Jangan pikirkan aku! Ah!! AHHH!!"
Cairan seni muncrat keluar dari klit berwarna pinknya bersamaan dengan jus putih manis sedikit amis dari dalam lubang pelacurnya.
Seketika tubuh si rubah binal melemas, ia melepaskan genggamannya dari tentakel lucu serta mic bergetar.
Nafas terengah-engah, tubuhnya mandi keringat sendiri. Dinginnya AC menerpa tubuh telanjang yang basah, membuat sensasi geli namun nikmat di dada.
Tring!!
Unknown number:
Sialan, ternyata selama ini kamu pelacur ya?
Bermain dengan dildo berbentuk tentakel
sambil mendesahkan nama
seseorang.
Siapa nama orang itu?
Ah, benar, Hwang Hyunjin.
Waahh... Ternyata selama ini kamu menggunakan
dia sebagai objek ya, baby?
Kamu benar-benar minta aku perkasai sampai
lumpuh dan mengandung 9 bulan ya?
?? Apa maksudmu?
Aku menonton semua dari awal kamu
menyenangkan dirimu sendiri hingga
kamu muncrat banyak, hihi.
Jeonginku sangat binal.
Bangsat?? Bagaimana kamu tahu??
Rahasia😜
Tenang saja, selagi kamu tidak
memblokir nomorku
Aku tak akan menyebarkan video mesummu
ke sosial media.
______________________________
Seluruh tubuh yang awalnya lemas dan kelelahan kini menegang. Ia menatap ke arah ponsel dengan gemetar, jadi.... Si unknown brengsek ini juga menguntitnya?.
Sesegera mungkin dia mengambil selimut untuk menutupi seluruh tubuh, takut jika tubuh telanjangnya dilihati terus menerus oleh si mesum brengsek.
Unknown number:
Kenapa ditutupi, baby?
Aku sedang masturbasi sambil melihat tubuh
indahmu.
Ah iya, aku sedikit terkejut saat tahu kamu
punya vagina dan bukan penis.
Aku semakin tidak sabar memakan vagina
mu setiap saat.
read
_____________________________
Oke, sepertinya Jeongin harus segera mencari tahu siapa orang dibalik semua ini.
♩✧♪●♩○♬☆
Dari sisi lain, pria bersurai hitam gondrong menonton seseorang dari layar monitor. Setelah berhasil memasang kamera kecil di setiap sudut rumah pujaan hatinya, ia pun memerhatikan segala gerak-gerik orang tersebut.
Bahkan, dia ikut serta melakukan kegiatan tak senonoh apa yang pujaan hatinya lakukan. Tangan kokohnya mengocok kemaluan berurat, besar, serta panjangnya sambil mendesahkan nama pujaan hati hingga dia pun mencapai titik putihnya tersendiri.
Diam-diam ia tersenyum licik, ia senang semua berjalan lancar.