Aurora dan Nita sudah tiba di bar, tempat kesayangannya mereka.
Melangkah bersama memasuk area yang cukup tertutup.
"Dari depan ga keliatan kayak ada yang aneh, tapi pas masuk. Wah, serasa surga dunia," ucap Nita.
"Lo nanti yakin mau main?" Tanya Aurora.
"Yakinlah, gue udah bilang sama mami," balas Nita.
Aurora hanya mengangguk lemas. Entah, rasanya sangat terluka jika ia nanti menyaksikan hal tak senonoh di lakukan oleh sahabatnya.
Aurora dan Nita yang sudah memasuki bar secara bersama. Aurora merasa risih, saat di sambut dengan tatapan-tatapan serigala berbulu domba yang menjijikan.
Beda dengan Nita ia sang senang menjadi pusat perhatian. Apalagi banyak mata yang menatapnya lapar.
"Mereka ngelihatin kita," bisik Nita pada Aurora.
"Sangat menjijikan," ucap Aurora dengan sangat lirih.
Aurora dan Nita memilih duduk di sofa yang melingkari meja bundar. Sofa itu berada di paling ujung, jadi tidak ada yang menempati.
"Kayak biasanya?" Tanya Nita.
Aurora hanya menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan rokok yang berada di tasnya.
"Gue tadi lupa ga bawa vape," ucap Nita yang merutuki dirinya.
Aurora menyodorkan sebungkus rokok miliknya ke arah Nita. "Yaudah isep ini aja," ucap Aurora.
"Engga deh makasih, gue mau yang lebih memuaskan," ucap Nita.
"Serah lo," balas Aurora.
"Gue udah chat mas-mas yang ada di sana itu, buat ngirimin kita kayak biasanya," ucap Nita.
Aurora menghisap rokoknya dengan kaki yang di lipat, membuat kecantikannya bertambah berkali-kali lipat.
"Habis ini, gue mau ke mami," ucap Nita.
"Yakin lo?" Tanya Aurora yang tak ikhlas.
"Yakin lah, orang juga ini bukan pertama buat gue. Lo tau sendiri kan," ucap Nita.
Aurora hanya menghela nafas berat.
"Lo ga mau di temenin cowo, pas gue ngamar?" Tanya Nita.
"Ogah, gue sendiri di sini aja," balas Aurora.
"Tapi, kalau ada yang nyamperin lo, udah terima aja. Siapa tau cuma ngajak ngobrol," ucap Nita.
"Nanti gue pikir-pikir lagi deh," balas Aurora.
"Gemes gue sama lo itu, anti banget sama cowo," ucap Nita yang gregetan sendiri.
Aurora tersenyum manis ke arah Nita. "Lo tenang aja, gue bisa hidup tanpa ada cowo di samping gue."
Mereka berdua berdebat kecil tentang hal ini. Perdebatan seperti ini tak pernah berujung baik ataupun terselesaikan. Selalu Nita yang kalah argumen.
Tak lama pesanan mereka berdua datang. Dua botol wine dan satu botol whiskey, sudah bertengger manis di meja bundar yang ada di depan kedua wanita cantik itu.
Aurora mengerutkan keningnya. "Whiskey? Buat lo?" Tanya Aurora sebab selama ini Aurora jarang memesan whiskey.
"Engga, whiskey itu sepesial buat nemenin lo yang habis ini gue tinggalin," ucap Nita.
"Baiklah, satu botol whiskey tidak terlalu buruk," ucap Aurora.
"Lo bisa kan?" Tanya Nita.
"Lo ngeremehin gue?" Tanya balik Aurora.
"Engga sih, cuma lo kan jarang minum whiskey," ucap Nita.
"Lo udah tau itu, terus kenapa whiskey ini buat gue?" Tanya Aurora dengan mata memincing.
"Biar lo lebih lama di sini karna kalau lo minum ini pasti dikit-dikit," ucap Nita.
"Terserah lo deh," ucap Aurora yang sudah pasrah.
"Hahaha," tawa Nita.
Nita pun mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menunjukkannya pada Aurora.
"Apa itu?" Tanya Aurora.
" Ini namanya obat perangsang," ucap Nita.
Aurora hanya tersenyum tipis untuk menanggapi.
Nita menelan obat itu menggunakan wine yang sudah ia tuang kedalam gelasnya.
glek
glek
"Selesai, semuanya udah siap dan gue tinggal masuk kamar," ucap Nita.
"Ya ... Semoga lo besok bisa pulang sendiri, ga telfon gue," ucap Aurora dengan tatapan sinis yang ia lempar ke arah Nita.
"Lo beneran tetep di sini?" Tanya Nita.
"Iya, udah sana kalau lo mau ke kamar," ucap Aurora yang mengusir Nita agar cepat-cepat pergi dari hadapannya.
Nita melempar kunci mobilnya pada Aurora. "Kalau lo mau pulang dulu, bawa aja mobil gue," ucap Nita lalu pergi meninggalkan Aurora di sana sendirian.
✨
Aurora duduk di sofa melingkar itu sendirian, menikmati minuman alkohol yang ada di meja bundar itu tanpa berisik.
Alunan musik terdengar sangat keras di telinga Aurora. Namun, itu tak terlalu mengusik ketenangannya.
Saat Aurora sedang enak-enaknya menikmati kesendiriannya. Ada sosok pria yang mungkin sudah berumur 25 ke atas menghampirinya.
"Wah cewe, sendirian aja nih," ucap Pria itu yang mencolek dagu Aurora.
Membuat sang empu menatap tajam ke arah pria itu.
"Santai dong, ga macem-macem kok, cuma duduk di sebelah doang," ucap Pria itu yang mendudukkan dirinya tepat di sebelah Aurora.
Pria itu melihat satu botol whiskey yang berada di meja bundar itu dan menatap takjub ke arah Aurora. "Wow! Seorang perempuan meminum dua botol wine dan satu botol whiskey," ucap Pria itu.
Aurora menatap sinis kearahnya. "Masalah buat lo?"
"Kayaknya lo masih usia sekolah ya?" Tanya Pria itu.
"Kenapa?" Tanya Aurora yang tak suka.
"Wah bener nih, Sma/Smk dek," ucap Pria itu yang bermaksud menjahili Aurora.
"Bukan urusan lo," ketus Aurora.
"Gue Andre," ucap Pria itu memperkenalkan dirinya.
Aurora tak meliriknya, ia masih fokus meminum whiskey yang sangat nikmat.
"Nama lo siapa?" Tanya Andre.
"Aurora," balas Aurora.
"Nama yang cukup indah," ucap Andre.
"Pergi," usir Aurora.
"Jangan dong, gue males sendirian. Lo juga sendirian kan, mending kita berteman. Temen gue ninggalin gue sendirian buat ngamar sama cewe," curhat Andre pada Aurora.
"Emang gue peduli?" Tanya Aurora.
"Lo juga sama kan, tadi gue liat temen lo jalan sama temen gue," ucap Andre.
Aurora menatap tak suka pada Andre. "Kalau lo mau aneh-aneh, mending lo pergi."
"Tenang aja, gue di sini cuma mau jadi temen minum lo, ga akan macem-macem," ucap Andre dengan sangat santai.
"Beneran?" Tanya Aurora yang masih tak percaya.
Andre terkekeh mendengarnya ia menghisap rokok yang ada di tangan Aurora.
"Beneran," balas Andre.
Aurora langsung mematikan rokok bekas Andre itu. Memberikan bungkus rokoknya pada Andre. "Kalau lo mau ambil ini, jangan punya gue, jijik."
Andre tersenyum tipis. "Thanks."
Andre mengeluarkan sesuatu yang berada di saku bajunya. Meletakkan barang itu di meja bundar.
Aurora mengerutkan dahinya. "Apa itu?"
"Mau nyoba?" Tanya balik Andre.
"Apa dulu," ucap Aurora.
"Riklona," balas Andre.
"Narkoba?" Tanya Aurora.
"Bukan ini pil," ucap Andre.
"Sama aja," balas Aurora.
"Lo mau ga?" Tanya Andre.
"Ogah, gue masih mau hidup," ucap Aurora.
"Lo kira minum ini langsung mati apa ha!" Andre tak terima saat Aurora mengatakan seperti itu.
"Telen aja sendiri, gue ga mau," ucap Aurora.
"Yaudah," balas Andre. "Tapi, beneran ga mau?" Tawar Andre lagi.
"Telen aja sendiri Ndre..," ucap Aurora tak suka.
Andre tertawa mendengar itu. Ternyata gadis yang berada di sampingnya ini sangatlah menggemaskan, pikir Andre.
✨
Assalamualaikum semuanya, mau buka nih ya... Hehhee ga sabar deh nunggu adzan magrib.
*Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan votmen dan sharee.*
See you next part....