•HAPPY READING•
•
•
•
•
•
•
"Jangan menangis, sekarang kamu ikut dengan saya, ya?"
Gadis berambut panjang gelombang dengan menggunakan jepitan bentuk kupu-kupu, hanya menunduk sedih sambil terisak sangat miris.
Iya, miris dengan kehidupan nya yang sangat berantakan.
Siapa pun yang mendengar nya akan iba, terhadap gadis lugu di depan nya ini.
Lelaki di depan nya menghelas nafas nya pelan, merasa kasihan kepada keponakan ya malang. di perkirakan lelaki ini sudah berkepala empat langsung memeluk tubuh mungil ini.
"Keluarin semua ale. jangan di pendam" Ucap lirih sang paman.
Ale semakin memeluk erat paman nya seolah takut ia akan kehilangan lagi.
"S-sakit paman" Ale menunjukan dada nya yang sangat sesak, melanjutkan perkataan nya. "Buna sama ayah udah gak ada, sekarang siapa yang mau jaga aku paman?"
Jordan mengeratkan pelukannya. "Tenang sayang, ada paman, ada bibi ada oma. opa juga, jadi gausah sedih lagi, okey?"
"Jangan nangis lagi Ale, nanti di sana orang tua kamu sedih gimana liat anak nya gak rela?"
"Paman juga gak kuat liat Ale nangis" Lanjut nya dalam hati.
tok
tok
tok
Suara pintu terdengar dari kamar membuat dua orang yang sedang bersedih langsung terdiam.
Ale berusaha untuk rela dengan semua yang tuhan berikan kepadanya, ini memang cobaan baginya tetapi kenapa harus dirinya?
ia merasa dunia ini tidak adil baginya rasanya ia ingin mati saja tetapi takut nanti buna dan ayah nya marah terhadap nya.
"Sekarang kamu siap-siap mandi, nanti kamu tinggal di rumah paman aja ya?" ucap Jordan.
"Gak paman, aku mau di sini aja" tolak nya halus. ia tidak mau meninggalkan kenangan indah di sini.
"Jangan nolak okey? kamu ga ada yang jagain di sini. sekarang siap-siap, paman mau kebawah dulu" ucap nya tersenyum sambil mengacak rambut blonde Ale.
Ale yang melihat paman nya keluar dari kamar nya hanya menghelas nafas nya. mau menolak apa daya nya? ia hanya menuruti perintah paman yang ia sayangi.
Gadis itu mengambil Poto bersama dengan keluarga nya sambil tersenyum lirih.
"Ayah, buna, sama Abang udah tenang di sana ya? jahat banget pergi gak bilang-bilang kan Ale mau ikut. pokoknya nanti tunggu Ale"
Memeluk nya ia langsung membawa nya dengan tas. kenangan yang sangat menyesakan.
di tinggal kan begitu saja sama orang paling kita sayangin memang menyesakan.
Melamun ke arah balkon rumah yang langsung menghadap ke arah perkebunan teh dan anggur, tempat buna dan Ale biasa ke sana.
Ale kembali menangis sambil menutup muka, dengan berjongkok terisak meratapi nasib nya.
"apakah ia akan bisa hidup tanpa sosok orang tua?"
"apakah ia akan kuat dengan percobaan di dunia ini tanpa sosok keluarga?"
Memikirnya saja membuat kepala Ale terasa ingin pecah. ia sangat kecil untuk dunia yang harus mendewasakan nya.
🕊️🕊️🕊️🕊️
Jordan turun dan langsung di sungguhi istri nya dan orang tua nya sedang melipat tangan nya di dada.
"Mana anak itu?" Tanya sang bibi-mawar
"Lagi siap-siap" Ucap Jordan ia langsung duduk ke bangku sambil mengacak rambut nya frustasi.
"Kamu kenapa sih dan? anak itu yang kehilangan orang tua kamu yang ribet" Ucap Oma ketus.
Sang opa yang mendengar itu melotot tak suka dengan perkataan istri nya. "gak boleh berbicara seperti itu! dia itu juga alesha cucu kamu" ucap nya memperingatkan.
"Cih" Decih Oma kesal dengan gaya glamor, ia langsung keluar dengan mengentak hentak kaki nya kesal.
"Sudah tenang son, Ale nya?" tanya opa.
"Sudah mendingan, tapi susah untuk di ajak ke kota sama kita" Ucap Jordan.
"Ya iyalah, gaya kampungan gitu udah biasa di desa jadi kaya gitu" Mawar memutar mata nya malas.
Sang opa yang mendengar itu langsung kesal "Sudah sana kamu mawar, disini bukan tenangin Ale malah bikin rumit"
Mawar tak menghiraukan kakek tua itu ia langsung keatas ingin ketemu anak sialan itu yang membuat nya mengganggu.
"Iya sudah terduga, Ale ga bakal mau harus di paksa aja" Ucap opa
"Iya, kasihan kalo sendirian di sini" jordan memperihatinkan. apalagi Ale anak gadis takut kenapa"
"Kemana dua trio?" Tanya nya opa, kepada putra nya.
"Biasa, mereka ga mau nemenin katanya" Jordan kesal sendiri ketika anak laki nya ga ada yang nurut, pada pembangkang.
"Dasar cucu nakal" ucap opa yang di benarkan Jordan.
"Cerminan kamu dulu Jordan" Ucap nya melanjutkan katanya.
Jordan melotot kan mata nya "Mana ada! saya mana begitu" Elak nya.
🕊️🕊️🕊️🕊️
15menit selesai mandi alesha langsung bersiap siap, semua baju nya sudah di masukan ke dalam koper dan sudah rapi tinggal pergi saja.
Alesha langsung mengambil buku diary nya dan mulai menuliskan apa yang terjadi hari ini.
terasa mimpi baginya.
Memasukan buku diary nya ke tas, ia langsung menghelas nafas nya, sambil tersenyum getir.
tok
tok
tok
Suara pintu terdengar membuat Ale yang melamun menoleh.
"masuk"
Mawar masuk dengan gaya nya itu penuh percaya diri. "Enak banget ya kamu" ucap nya kesal melihat alesha
Alesha menyerit dahi nya, kenapa bibi tua nya ini selalu sensi kepadanya? salah apakah dia?
"Kenapa bibi" Tanya nya lugu
"Kamu! masih nanya kenapa? kamu nyusahin tau gak? bikin repot saya udah tau saya lagi di Bali tiba-tiba di telpon sama Jordan untuk pulang" Ucap nya kesal dengan muka memerah kepiting rebus.
Alesha memiringkan kepala nya "Bibi ga ikhlas Dateng kesini?"
"Pake nanya!"
"Ih kan aku cuman nanya!" Kesal alesha lama lama.
Mawar tak menghiraukan nya ia mulai melihat lihat kamar Ale di sini, lumayan dengan kamar seorang gadis bisa di katakan lumayan besar. catat lumayan!
"Ih ini tas Chanel!" Pekik mawar melihat tas yang dia ingin kan tetapi habis karena hanya terbatas.
Ale yang melihat itu merotasi mata nya norak bibi nya itu
Mawar menengok ke arah Ale dengan wajah angkuh nya.
"Kamu, dapet dari mana ini?"
"Dapet? enggak aku di beliin sama ayah" ucap nya.
"Emang iya?" Gumam mawar mulai tertarik dengan tas hitam mewah nya ini.
"Pake ini di kamu terlalu tua! ayah kamu ga bisa beliin kayanya, buat saya aja ya?" Ucap nya tegas tak ada penolakan.
Ale yang mendengar itu kesal karena kata nya norak, padahal itu trend. jangan-jangan yang norak itu mawar? bilang saja kalo dia menginginkan nya.
Dasar wanita licik!
"Ga boleh, itu khusus dari ayah" ucap Ale tegas.
Biarkan di sangka pelit, karena sungguh itu kenang-kenangan pas dia masih suka dan mengoleksi tas mahal dan langsung di beliin oleh almarhum ayah nya.
"Pelit banget!" Kesal mawar ia langsung beranjak pergi dengan muka malu, ia menengok ke arah Ale sambil melototkan mata nya seperti ingin keluar.
"Awas kamu!" Ancam mawar.
"Bodo, gak peduli wlee" Ledek nya menjulurkan lidah nya.
Mawar langsung menatap Ale remeh, "Dasar anak ga tau diri, cerminan orang tua nya ternyata. datang pas butuh nya aja." Cibir nya menatap Ale remeh.
Ale yang melihat itu dan mendengar nya langsung mengeram kesal, menatap aneh mawar, dengan buru buru ia langsung mengambil tas nya dan mulai beres" lagi.
"Dasar nenek lampir"
______________________________________
•NEXT CHAPTER-2•
TBC
kalian dapet cerita ini dari mana?
hastag?
tiktok?
dari temen or gebetan?
atau kalian cari sendiri?
💋💋💋