"Kalian udah pada denger gosip terbaru?!"
[Krett]
[Buugh]
Erine, Kimmy, dan Delyn terlonjak kaget mendengar suara menggelegar nan heboh Nachia ditambah tarikan kursi yang tidak santai sama sekali serta ditambah dengan suara duduk Nachia yang mirip karung beras jatuh.
Erine mengelus dadanya pelan. Mensyukuri bakso bulat dalam mulutnya tidak terbang dadakan atau masuk tenggorokan bulat-bulat.
Sang pembuat onar cuek-cuek saja. Duduk manis disamping Erine, menyerobot minuman Kimmy yang belum dicicipi sama sekali oleh si empunya.
"Kok diem!! Udah pada denger belom??!" Ulang Nachia agak ngegas bin nyolot.
"Nachia, kamu nanya apa ngajak ribut sih?" Sewot Kimmy mulai menarik-narik lengan baju Nachia, agar melepaskan cengkraman dari gelas minumannya. Mata bulatnya melotot tajam. Nachia meringis cantik menatap Kimmy. Dua jarinya terangkat membentuk huruf V.
"Ah kamu kayak baru kenal aku aja Kim. Aku kan dari lahir emang sudah gini bentukannya. Aku tuh kalau ngomong pelan berasa kumur-kumur. Nggak puas gitu loh Kim."
"Harap maklum, Kim." Delyn si gadis yang kadang irit bicara berkomentar dengan aksen bicara ciri khas daerah asalnya.
Delyn juga mendapat gelar putri bangsawan solo dari teman-temannya. Pokoknya dari cara bicara, cara berpikir, cara berinteraksi Delyn itu sama seperti putri keraton. Lambat bin pelan alias lelet bin lola.
"Kalian pada tau nggak?!" Nachia kembali heboh
Ketiganya saling tatap kemudian menggeleng.
"Suji sama Shasa lagi disidang. Mereka ketahuan lagi berduaan di taman cabai dekat aula. Katanya mereka lagi duduk dempetan mesra gitu. Belum genap dua bulan Suji disini udah bikin banyak ulah aja. Hari kedua disini sudah dapat peringatan karena selalu kabur pas sholat jamaah. Seminggu di awal dia disidang gara-gara ketahuan merokok. Tiga hari setelahnya dia disidang lagi karena kabur dari kelas. Terus dalam tempo dua minggu dia sudah berhasil jadiin Sasha pacarnya. Seminggu pacaran udah kena sidang lagi. Gara-gara itu juga Sasha sering diomongin sama yang lain. Shasa yang terkenal kalem dan rajin malah melanggar aturan yang fatal. Kalo emang udah ngebet pengen pacaran kenapa gak sama Budiman aja. Padahal dari dulu si Budi-Budi itu naksir Sasha. Lagian kalo dia pacaran sama si Iman pasti hal ini gak akan terjadi. Iman pasti tau batasannya." Nachia nyerocos tanpa jeda. Gadis ini memang terkenal sebagai lambe turahnya Bisallam.
Erine, Kimmy, dan Delyn terperangah, terdiam. Mulut mereka secara bersamaan berhenti mengunyah tanpa janjian. Ekspresi takjub itu tergambar jelas. Bukan... bukan takjub dengan gosip terbaru yang dibawa Nachia, tapi takjub dengan rentetan panjang Nachia yang tanpa jeda. Kok bisa??
Erine menggeleng, kemudian membuang napas pelan. Dia yang mendengar malah dia yang merasa capek.
"Sasha juga yang salah. Udah tau anak baru itu urakan, sering buat ulah, masih mau-mau aja diajak pacaran." komentar Kimmy yang mengenal luar dalam Shasa. By the way mereka pernah satu kamar asrama pas tingkat 2 (SMP). Ketika tingkat 3 (SMA) mereka terpisah kamar.
Bisallam menerapkan sistem bebas memilih kamar bersyarat bagi siswa dan siswinya. Syaratnya ada dua yaitu sudah berada di tingkat 3 yaitu SMA dan sebelumnya sudah lebih dari tiga tahun tinggal di Bissalam, yang artinya mereka sudah berada di Bisallam minimal sejak tingkat 2 yaitu SMP.
Bisallam merupakan sekolah agama semi modern yang mewajibkan semua muridnya tinggal di asrama. Sekolah berasrama ini memiliki lima buah gedung utama. Gedung bertingkat 5 menjadi icon utama mereka sekaligus menjadi gedung tempat siswa-siswi menimba ilmu. Meski terletak di daerah, Sekolah ini cukup besar dan mewah dengan segala fasilitasnya. Termasuk sekolah berasrama yang unggulan.
Erine dan Delyn memilih diam tak tertarik ikut menanggapi. Nachia yang terkenal sebagai lambe turahnya Bisallam itu tak akan ada habisnya jika diladenin. Terlebih mengingat waktu istirahat mereka yang terbatas rugi jika dihabiskan hanya untuk menggosip. Alasan yang lebih penting karena mereka sedang menikmati bakso pak dadang yang terkenal uueenak seantero Bissalam. Rugi banget kalo terabaikan hanya karena biang keringat eh biang gosip.
Nachia menoleh ke samping kirinya kemudian mengangkat kedua alisnya tinggi.
"Kamu kok diem aja Rin? Kamu kan ketua BKS, apalagi kamu juga anggota BES seharusnya kamu marah dong! Aturan yang kamu bawahi dilanggar!" Nachia begitu semangat menyulut sumbu kompor.
*Bina Kedisiplinan Siswa (BKS)
*Bina Etika Siswa (BES)
Erine mengangkat bahu "Mereka sudah disidangkan!" Erine mengangkat alisnya tinggi.
"Ya iya! Tapi kamu nggak bisa biasa aja dong! Setidaknya kamu harus nunjukin kemarahan kamu. Aturan ada itu untuk ditaati bukan untuk dilanggar!" Nachia semakin berapi-api.
"Mereka sudah ditangani sama ahlinya, itu sudah bukan bagian aku lagi. Lagian nanti dikiranya aku naksir juga sama Suji kalo ikut campur. Mereka sudah ditangani pembina, jadi bukan ranahku lagi buat ikut campur!" Timpal Erine acuh. Gadis itu masih asyik dengan mangkok baksonya.
Sayangnya jawaban Erine yang terlihat acuh itu berhasil membungkam Nachia. Terbukti gadis biang gosip itu langsung diam cemberut.
Erine Salsabila Hanandi. Gadis bermata bulan sabit alias sipit banget ini memiliki senyuman manis, dia adalah sosok yang tak banyak bicara. Ekspresinya yang lebih sering datar menunjang wibawanya sebagai ketua BKS. Erine sosok siswi yang cukup disegani. Gadis itu selalu tegas dalam menjalankan amanah yang diembannya. Tidak pandang bulu, tidak pandang usia, tidak pandang jenis kelamin. Semua dilibasnya.
Tak banyak bicaranya Erine berbeda dengan irit bicaranya Delyn. Jika Erine memang begitu apa adanya dari lahir, maka Delyn memiliki alasan tersendiri.
Maysaroh Delyn Purnomo irit bicara karena dia enggan menjadi bahan candaan orang sekitar. Dia akan bicara normal pada umumnya jika dengan gengnya ini, tanpa ada orang lain. Logat medoknya yang kelewat kental itu menjadi tak biasa saat ia tinggal dipulau Banua. Sangat berbeda ketika ia masih tinggal di tanah kelahirannya dulu. Yang memang kebanyakan memiliki cara bicara yang sama.
"Kamu kok nggak asik sih Rin! Kalo gak mau peduli ya gak apa-apa tapi kan nggak harus nyindir aku." Protes Nachia cemberut.
Sudah bukan rahasia lagi, jika selama ini Nachia diam-diam sering memperhatikan Suji. Suji si-anak baru di Bisallam memang memiliki wajah yang menawan, sayangnya tidak didukung dengan kelakuannya. Dan Nachia adalah satu dari sekian banyak siswi yang mengagumi bahkan naksir sama Suji. Niatnya sih secara diam-diam tapi sayangnya sudah terbongkar di kalangan siswi penghuni Bisallam.
Erine menggeleng, "Nggak. Aku nggak bermaksud nyindir kamu, kok. Aku cuma ngutarain apa yang sebenarnya terjadi."
Kimmy dan Delyn tertawa renyah. Serenyah kerupuk kulit bu Inah si penjual gado-gado kantin. Erine tidak menyindir. Gadis itu hanya kelewat jujur.
Nachia semakin cemberut. Bibir monyongnya maju 5 cm. Tak lama gadis itu berdiri. Kepalanya bergerak acak, mencari gerombolan manusia yang bisa diajak bergosip tentang berita panas hari ini. Datang tak diundang pergi pun tanpa pamit. Itulah Nachia.
"Dasar biang gosip! Dia gak perlu makan kayaknya buat kenyang. Cukup dengan ngegosip. Tiap hari, setiap waktu istirahat yang dipakainya cuma ngegosip... ngegosip... dan ngegosip." umpat Kimmy.
Rahma Akimmy Putri. Sosok gadis aktif dan ekspresif yang tak irit bicara. Lebih suka blak-blakan daripada menyimpan. Kimmy lah yang lebih sering menghidupkan suasana atau lebih tepatnya menghebohkan suasana. Tapi heboh yang berbeda dengan heboh yang Nachia lakukan.
Erine membalik sendok kemudian mendorong mangkok baksonya yang sudah kosong ke tengah meja. "Sebenarnya, aku kasihan juga sama Sasha," timpal Erine.
Gadis itu meneguk es teh manisnya sebelum melanjutkan. Pada dasarnya Erine adalah sosok yang peduli dengan sekitar tapi karena sifatnya yang cenderung pendiam membuat ia terlihat cuek.
"Sejak berita mereka yang kepergok itu beredar dia jadi pendiam. Bahkan terkesan minder."
"Nah iyo, katanya dia sampek ndak mau keluar kelas kalau jam istirahat." Delyn menimpali
"Kemarin aku nggak sengaja papasan di depan Masjid, aku mau negur tapi dianya malah menghindar." Imbuh Erine lagi
"Ndak cuma kamu, katanya Sasha ngehindarin semua anak BKS dan anak BES. Ndak enak ati mungkin dia. Apalagi kamu kan ketuanya Rin. Isin kalo kata orang jawa mah,"
Kimmy mencibir. "Kamu dari tadi katanya-katanya mulu Lin. Nggak akurat banget!"
"Loh piye to, aku kan ndak ada ketemu sama Sasha makanya aku bilang katanya..." Bela Delyn pada diri sendiri.
Kimmy mencibir lagi. "Lagian Sasha batu sih, ak~"
"Gimana to Kimm, Shasa itu manusia bukan batu~" potong Delyn mengernyit.
"Eeerrr maksud aku itu kepala batu Inem! Kepala batu! Alias keras kepala!"
"Oooh ngobrol Kim, ngobrol... Ndak usah ngegas gitu, Lagian kepala emang keras. Siapa juga yang bilang kepala lunak," Dengan polosnya Delyn menyahut
Kimmy melotot tajam. Bahkan sepertinya kepala gadis itu sebentar lagi akan berasap atau bisa jadi langsung berapi.
Erine menggeleng pelan. Sudah biasa. Sudah setiap hari ia menjadi saksi mata kelemotan Delyn dan ketidaksabaran Kimmy. Ketika seseorang yang ekspresif ceplas-ceplos ketemu dengan orang kalem bin lelet memang merupakan tantangan besar bagi kedua belah pihak.
Kimmy membuang nafasnya kasar. Percuma berdebat dengan Delyn. Tak akan ada ujungnya. Tapi kalo ngalah juga malah dongkol sendiri. Serba salah memang.
"Aku udah pernah nasehatin Sasha. Waktu itu pas awal-awal gosip kedekatan dia sama Suji beredar, tapi dia kepala batu. Dia sudah tingkat tiga pulus kelas tiga juga, dia sudah banyak pengalaman. Dia disini dari tingkah satu loh, harusnya sudah sangat tahu gimana aturan disini selama ini berjalan dan kan ditegakkan." Kimmy jadi sewot sendiri, kasian sih tapi juga kesel.. Ya gimana pun dulu mereka termasuk teman dekat karena satu kamar.
"Apalagi dia pernah jadi anggota BKS dan BES harusnya dia tau dong sama resikonya bakal kayak gini. Toh dia juga pernah menjadi penegak aturan yang dia langgar sekarang." Lanjut Kimmy tegas.
Erine menghembuskan napas pelan. Nasi sudah jadi bubur, tinggal ditambah jeroan supaya lebih enak. Saat ini tak ada gunanya untuk menyesali.
"Bagaimanapun kita harus tetap ngerangkul Sasha. Jangan jauhi atau kucilkan dia." Erine berujar dengan nada pelan tapi terdengar cukup tegas.
"Kamu natap akunya biasa aja." Kimmy melengos. Cukup sadar ucapan Erine itu untuk siapa. Kimmy yang cenderung blak-blakkan itu bukan hanya dari ucapan tapi juga tindakan. Jika ia tidak suka minimal kesal atau jengkel maka ia juga tidak memperdulikan orang itu. Itu terjadi gara-gara Kimmy sudah berulang kali mengingatkan Sasha tapi sepertinya dianggap angin lalu, jadilah sekarang seperti ini.
"Eh hari ini Lanna datang kan?" Alih-alih berjanji atau setidaknya mengiyakan, Kimmy lebih memilih mengalihkan pembicaran.
Erine menggeleng pelan, dugaannya tidak pernah salah. Saat nasehat Kimmy diabaikan Shasa, saat itulah rasa peduli Kimmy pun hilang.
"Kalo ndak malem ya tengah malem palingan datangnya, kayak biasalah. Wanita malam dia," Sahut Delyn santai
"Mulut Lyn, Mulut!! Wanita malam... Wanita malam! Temen kita itu,"
Delyn nyengir dengan wajah polosnya, "Lagian dia kalo pergi dan datang selalu malam, ndak salah kan aku?"
"Iyolah..iyolah. Tapi btw makin laris aja tuh anak,"
"Syukuri dong Kim, kan kita juga ketimpalan rezekinya, jadi sering ditraktir." Delyn nyengir lebar
"Iya sih, tapi tuh anak jadi sering nitip tugas, lambat hafalan, malesin banget." Kimmy cemberut.
Alma Lanna Anastasya gadis tinggi semampai dengan body goals dan wajah kearab-araban. Diantara mereka berempat hanya Kimmy yang memiliki tinggi badan seadanya. yaitu 155 cm. Sedangkan tiga temannya memiliki tinggi badan diatas 163 cm. Lanna adalah artisnya Bisallam. Gadis itu sering menjadi presenter pada acara-acara pengajian tv nasional.
Akibat kesibukannya itu Lanna sering absen dari kegiatan Bisallam. Untunglah kemampuan otaknya yang mumpuni membuat Lanna tak terlalu sulit mengejar ketinggalan pelajaran maupun hafalan. Tapi tetap tertinggal dari ketiganya ini.
Tentu saja semua itu juga tak terlepas dari bantuan tiga temannya ini. Kesabaran dan kemurahan hati ketiga temannya inilah yang membuat nilai-nilai Lanna tak pernah anjlok. Ketika kesulitan belajar, Lanna akan mengadu pada Delyn, meski kadang lola tapi soal pelajaran otak Delyn cukup mumpuni. Ketika kesulitan menghafal Lanna akan mengadu pada Erine yang super sabar dan ketika kesulitan dengan tugas Lanna akan menyontek pada Kimmy.
Kimmy malas jika harus menjelaskan ulang sehingga lebih memilih memberi contekan saja. Tapi transaksi itu terjadi dibelakang Erine. Jika sampai ketahuan Erine, baik Kimmy maupun Lanna sendiri pasti akan mendapat masalah yang tak sepele.
=====
"Jalan itu kalo gak lurus ya mending berbelok, kalo maksa takutnya nabrak, mayan benjol."