Perawat Incaran Om-Om

By ChocooCrunch

19.6K 184 0

Mikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangka... More

Pesona Pandangan Pertama
Pertemuan Yang Tidak Diinginkan
Minta Maaf Penyesalan
Genggaman Erat
Kembali ke Habitat
Gagal ke Asrama
Ciuman Hangat
Pelukan Menenangkan
Kesepian
Ali Sakit
Keluarga Panik
Kembali Berbaikan
Ali Kembali ke Rumah
Bertemu Janice
Tatapan Yang Berbeda
Pulang Ke Rumah
Temani Aku Malam Ini
Ajari Aku
Cuma Mimpi
Malam Minggu Kelabu
Hingga Lupa Diri
Semakin Panas
Malam Yang Panjang
Lebih Baik
Klarifikasi
Ia Datang
Perlindungan Yang Aman
Kembali ke Asrama, Kembali Pada Hati
Cemburu
Libur Telah Tiba
Menghindar
Diam Diam Tapi Perhatian
Bermalam di Villa
Malam Berikutnya di Villa
Pulang dan Istirahat di Rumah
Jangan Ganggu Aku
Home Alone
Bercerita Bersama
Sendirian
Menolak Atau Lanjut?
Melindungi Benteng Pertahanan 21+++
Penyelidikan
Pemasangan Barang Bukti
Mika, 1 Hari 2 Lelaki
Kamera Tersembunyi
Pengakuan
Liburan ke Jogja
Welcome Yogyakarta
Melepas Rindu
Malioboro
Merasa Tersaingi
Ali Harus ke Jakarta
Kecelakaan
Tidak Sadarkan Diri
Akhirnya, Ada Tanda-Tanda
Siuman
Menemani Setiap Saat
Tidak Bisa Lengah
Janice Membawa Luka
Karena Ulah Janice
Ibu Perawat
Semua Menjenguk Ali
Mika Jatuh Sakit
Zaki Mengambil Alih
Untuk Kesekian Kalinya
Menggairahkan
Mika Mulai Curiga
Sebuah Ancaman Dari Ali
Misterius
Mika di Culik
Penemuan Banyak
Bertemu Dengan Keluarga Baik
Hai, Aku Mikayla
Malam Kesedihan
Rasa Yang Tak Pernah Ada
Ada Jalan
Bertemu
Bermalam di Desa Bumireso
Briptu Eka
Strategi Polisi Vs Strategi Dalang
Janice dan Alexa
Akhir Sebuah Rasa
Penuh Kebingungan
Terjebak di Kamar Mandi
Serba Salah
Bermain Dengan Hati

Pengepungan

58 1 0
By ChocooCrunch

" Alhamdulillah Ya Allah, Mika. Akhirnya kamu sudah ditemukan nak. Tante khawatir banget sama kamu Mika." Peluk haru dari Dian ketika melihat keponakannya sudah sampai rumah dengan selamat.

Mika diciumi oleh Dian dan juga dipeluk dengan Omar.

Karena Mika adalah tanggung jawab mereka.

Sore itu Mika diberikan sesuatu yang sangat spesial oleh Dian dan Omar.

Ia bagaikan puteri raja.

Begitu berharganya Mika dimata keluarganya.

Ali bergegas membersihkan tubuhnya. Lalu ia segera bersiap - siap untuk menyelesaikan misinya.

" Ali, kamu ga istirahat dulu nak?" Tanya Omar pada Ali yang langsung bersiap - siap akan menuju Polsek dimana ia bekerja.

" Ga Pa, aku buru - buru. Malam ini kami akan melakukan pengepungan pelakunya Pa. Do'a kan semuanya tertangkap ya." Ucap Ali yang langsung mengenakan pakaian serba hitamnya.

" Semoga ya Al. Kamu hati - hati ya." Pinta Omar pada Ali.

" Al, kamu ga makan dulu sayang?" Tanya Dian.

" Nanti saja Ma di kantor bareng sama anak - anak." Jawab Ali.

" Ya sudah kalau begitu. Hati - hati ya nak." Ucap Dian.

" Mika mana Ma?" Tanya Ali.

" Diatas Al. Mungkin sedang istirahat." Jawab Dian.

Ali segera berlari menuju kamar Mika.

Terlihat Mika sedang berbaring dengan lemas. Ia menikmati istirahat di kamarnya. Namun pikirannya serang berkeliaran kemana - kemana.

Ia rindu dengan suasana ketika di Wonosobo. Suasana yang begitu asri dan nyaman baginya.

" Mika." Panggil Ali.

" Iya." Jawab Mika dengan nada lembutnya.

" Aku izin pamit dulu ya. Do'a kan semoga pelakunya cepat tertangkap." Ucap Ali mendekat dan duduk di pinggir ranjang.

Mika mengangguk perlahan.

" Kamu hati - hati ya. Jangan sampai ada yang terluka. Kamu harus pulang dalam keadaan baik - baik saja." Pinta Mika pada Ali.

" InsyaAllah Mika." Jawab Ali.

Mika langsung bangun dari posisi tidurnya dan langsung duduk memeluk Ali.

" Terima kasih ya bang buat semuanya." Ucap Mika dengan isak tangisnya.

Rupanya mental Mika cukup sedikit terguncang atas kejadian ini.

" Ssssttt... Udah ya jangan menangis. Aku pasti akan baik - baik saja. Kamu istirahat di rumah ya. Semoga cepat selesai, lalu aku juga cepat pulang ke rumah." Jawab Ali yang langsung membalas pelukan Mika.

Mika memeluk Ali begitu erat.

Ali pun mengusap - usap pucuk kepala Mika dengan lembut.

***

" Rapatkan Hoodie kamu. Jangan sampai warga sekitar curiga dengan kita." Perintah Hoodie merah pada Hoodie hitam.

" Oke kak." Jawabnya.

Dengan menggunakan mobil putihnya, kedua sosok misterius pun masuk ke dalam komplek mati.

Mobil berjalan begitu santai.

Suara kerikil - kerikil yang terlindas oleh ban mobil terdengar cukup jelas.

Hingga akhirnya Pak Sidiq yang mulai mengantuk dan sedang menguap melihat mobil itu melintas didepan warung.

Dengan sangat hati - hati Pak Sidiq memantau situasi.

Ia segera meraih ponselnya untuk memotret dan memvideokan dua sosok berhoodie turun dari mobil putih.

Dengan jelas Pak Sidiq berhasil memvideokan.

Lalu dengan segera ia mengirimkan video serta foto ke nomor Briptu Eka.

Sambil menyeruput kopi hitam nya, Pak Sidiq duduk di sebuah kursi papan kayu sekalian untuk memantau situasi terkini.

**

" Hallo Mika sayang, kita turut prihatin ya atas penculikan kamu. Kami takut sekali kalau kamu kenapa - kenapa." Ucap Diva yang tengah berkunjung bersama Amira, Zidan dan Juna.

Mika yang tengah terbaring di ranjang nya segera bangkit dan membetulkan posisi duduknya.

" Alhamdulillah. Aku kangen kalian semua." Jawab Mika dengan tangisnya.

Semua nya pun memeluk hangat tubuh Mika.

Termasuk Zidan dan Juna pun memeluk Mika, peluk persahabatan ya guy's.

" Alhamdulillah kalau kamu sudah kembali dalam keadaan baik - baik aja Mika." Sahut Zidan.

Mika pun mengangguk.

" Tapi Gue penasaran. Siapa yang udah jahat sama Lo, Mik?" Tanya Juna.

" Entahlah Jun." Jawab Mika.

" Tadinya kita mau nyusulin Lo Mik, sekalian mau jalan - jalan ke Dieng." Ucap Juna kembali.

" Juna! Mika kan baru enakan. Jangan bahas jalan - jalan dulu kenapa sih?" Senggol Amira pada lengan Juna.

" Kenapa sih sayang kok sensi banget sih." Goda Juna pada Amira.

" Tau ah, geli dengar nya." Jawab Amira.

Semuanya pun terkekeh melihat aksi Juna dan Amira.

" Tapi badan kamu ada yang sakit ga Mik?" Tanya Zidan.

" Alhamdulillah udah ga ada kak. Waktu pas pertama aku sadar, tubuh aku banyak lukanya. Karna mungkin akibat benturan sama luka saat dilempat dari atas ke bawah." Ucap Mika menjelaskan.

" Aduh duh duh, udah Mik jangan diceritain. Aku ngilu dengarnya." Sahut Diva kemudian.

Mika pun mengembangkan senyumnya.

Lalu ia celingak - celinguk mencari satu orang yang tidak ada dalam hitungannya.

" Kamu mencari siapa Mik?" Tanya Zidan.

" Alexa mana? Dia ga ikut kesini? Aku kangen sama Alexa juga." Ucap Mika.

" Ga usah mikirin dia Mik." Ucap Zidan.

" Loh kenapa memangnya kak?" Tanya Mika penasaran.

" Semenjak hilangnya kamu, dia juga menghilang tanpa jejak." Jawab Zidan.

" Iya betul Mika, dia ga ada kabarnya. Ponselnya ga aktif. Sosmednya juga ga aktif." Sahut Diva.

" Jangan - jangan Alexa pelaku dari semua ini." Celetuk Juna yang memang asal ceplas - ceplos.

" Husstt jangan suudzon Juna! Ga boleh begitu." Sahut Amira.

" Buktinya dia ga nongol - nongol." Jawab Juna.

" Mungkin dia sedang sakit. Kalian ga coba tengok ke rumah nya?" Ucap Mika.

" Kita udah coba tengok ke rumah nya Mik, tapi rumah nya rapat terus. Seperti tidak ada orang di rumah nya." Jawab Diva.

" Atau mungkin dia sedang keluar kota?" Jawab Mika kembali.

" Kalau memang dia keluar kota, harusnya ponselnya ga perlu di matikan. Sampai - sampai kita ngetrack nomornya pun ga bisa dilacak." Sahut Zidan.

Semuanya pun saling pandang dengan penuh tanda tanya.

***

Ting!

Ponsel Briptu Eka bunyi tanda ada pesan.

Ia melihat beberapa pesan dari nomor yang tidak ia kenali.

Segera ia membuka pesannya yang ternyata dari Pak Sidiq.

Ia segera membuka video dan foto yang telah dikirimkan oleh Pak Sidiq.

" Komandan, lihat ini." Pinta Eka pada Ali yang baru saja sampai ke kantor.

Ali dan yang lainnya pun melihat isi video tersebut termasuk Zaki dan Indra turut melihat nya.

" Kalau begitu semuanya bersiap - siap." Ucap Ali yang langsung memberikan komando kepada semua nya.

" Zak, jangan lupa siapkan pistol." Perintah Ali.

" Oke bang." Jawab Zaki.

Semua telah siap siaga dan akan segera mengepung Markas manusia misterius bersama dengan kedua preman tersebut.

Ali, Zaki, Indra, Eka dan semuanya tengah menuju TKP.

Semua alat dan senjata sudah mereka siapkan.

**

" Bagaimana bos, ada pekerjaan baru lagi nih kelihatannya?" Tanya Codet.

" Bodoh! Kenapa itu cewek masih hidup? Kenapa ga kalian lecehkan dulu lalu kalian bunuh?" Amarah sang Hoodie merah begitu meledak.

" Maaf bos, kan katanya cuma disuruh bawa pergi keluar dari Jakarta. Makanya ga kita apa - apa kan bos." Sahut Barong.

" Kalian benar - benar bodoh! Kalian tau ga cewek itu masih hidup? Dan asal kalian tau, hidup kita semua bakalan terancam!" Ucap Hoodie Merah.

" Kak, sebaiknya kita mengatur strategi lagi kak. Kita harus musnahkan Mika segera." Ucap Hoodie Hitam.

" Kalian dengar? Kita harus menyusun strategi. Kali ini Gue ga mau gagal lagi. Kalian harus berhasil membuat Mika hancur, sehancur - hancurnya. Paham!" Bentak Hoodie Merah.

Ketika semua nya sedang berunding untuk membuat strategi baru, diluar Markas telah banyak anggota yang mengepung nya.

Ali yang turun dari mobil melihat mobil putih yang sangat ia kenalinya dan ia hafal nomor polisinya itu.

Matanya memanas, dadanya begitu sesak. Ia mencoba menepisnya, bahwa bukan orang yang ia kenali itu dalang dari semua ini.

" Semuanya, siaga! Dalam hitungan mundur, kalian langsung menggerebek semua pelaku yang sedang ada di dalamnya." Perintah Ali menggunakan HT Walkie Talkie.

" Siap komandan, 86." Jawab semuanya.

" Siap! 3...2...1..." Komando Ali.

" Angkat tangan! Kalian sudah dikepung." Suara Zaki begitu lantang dan jelas.

Sosok Hoodie Merah langsung berlari menarik hoodie hitam untuk lari menuju pintu belakang pabrik tersebut.

Keduanya kabur dan segera berlari.

" Jangan kabur!" Teriak Indra.

" Ipda Ali, Ipda Zaki. Dua orang telah kabur lewat pintu belakang!" Teriak Eka pada Ali dan Zaki.

Mendengar teriakan Eka, Ali dan Zaki segera berlari mengejar kedua hoodie tersebut dan di ikuti oleh anggota yang lainnya.

Sedangkan Barong dan Codet sudah berhasil di bekuk dan berhasil di amankan.

Ali, Zaki dan lainnya masih mengejar kedua hoodie itu.

Dengan langkah yang begitu cepat, Ali segera meraih pistol yang berada pada pinggangnya.

Zaki turut meraih pistolnya juga.

Ali dan Zaki telah siap membidikan pistol pada kedua pelaku itu.

Mata Ali tertuju pada sosok berhoodie merah, sedangkan Zaki tertuju pada sosok berhoodie hitam.

"Berhenti, Jangan kabur!!" Teriak Zaki.

"Kalian siap menerima hukuman ini." Teriak Ali dengan lantang.

Namun kedua sosok berhoodie itu terus berlari.

Dan pada akhirnya...

Dooorrrr!!!!!!

Dooorrr!!!!!!

Continue Reading

You'll Also Like

277K 43.6K 54
Hidup sebagai remaja memang penuh masalah ternyata. Ujiannya tidak main-main, dimulai dari tawaran nikotin yang terasa menggoda hingga cinta dari san...
24.6K 1.7K 20
Mikayla Senandung Cinta, seorang wanita yang harus menyandang status janda di usia dua puluh empat tahun. Perjodohan yang dipaksakan oleh orang tuany...
273K 6.6K 14
9/7/2019*Highest Rangking #1 Dokter* 9/7/2019*Highest Ranking #1 Pernikahan* Dijodohin sama dokter ganteng siapa yang ga kaget? Dunia seakan terbalik...
239K 18.5K 35
Tentang Giana Putri yang diuber semua hal. Terutama diuber orang tuanya untuk segera menikah karena umurnya yang sudah dua puluh delapan tahun. Lalu...
Wattpad App - Unlock exclusive features