Perawat Incaran Om-Om

By ChocooCrunch

19.6K 184 0

Mikayla adalah Perawat Gigi. Ia telah dikhianati oleh pacarnya sendiri yang berselingkuh dengan teman seangka... More

Pesona Pandangan Pertama
Pertemuan Yang Tidak Diinginkan
Minta Maaf Penyesalan
Genggaman Erat
Kembali ke Habitat
Gagal ke Asrama
Ciuman Hangat
Pelukan Menenangkan
Kesepian
Ali Sakit
Keluarga Panik
Kembali Berbaikan
Ali Kembali ke Rumah
Bertemu Janice
Tatapan Yang Berbeda
Pulang Ke Rumah
Temani Aku Malam Ini
Ajari Aku
Cuma Mimpi
Malam Minggu Kelabu
Hingga Lupa Diri
Semakin Panas
Malam Yang Panjang
Lebih Baik
Klarifikasi
Ia Datang
Perlindungan Yang Aman
Kembali ke Asrama, Kembali Pada Hati
Cemburu
Libur Telah Tiba
Menghindar
Diam Diam Tapi Perhatian
Bermalam di Villa
Malam Berikutnya di Villa
Pulang dan Istirahat di Rumah
Jangan Ganggu Aku
Home Alone
Bercerita Bersama
Sendirian
Menolak Atau Lanjut?
Melindungi Benteng Pertahanan 21+++
Penyelidikan
Pemasangan Barang Bukti
Mika, 1 Hari 2 Lelaki
Kamera Tersembunyi
Pengakuan
Liburan ke Jogja
Welcome Yogyakarta
Melepas Rindu
Malioboro
Merasa Tersaingi
Ali Harus ke Jakarta
Kecelakaan
Tidak Sadarkan Diri
Akhirnya, Ada Tanda-Tanda
Siuman
Menemani Setiap Saat
Tidak Bisa Lengah
Janice Membawa Luka
Karena Ulah Janice
Ibu Perawat
Semua Menjenguk Ali
Mika Jatuh Sakit
Zaki Mengambil Alih
Untuk Kesekian Kalinya
Menggairahkan
Mika Mulai Curiga
Sebuah Ancaman Dari Ali
Misterius
Mika di Culik
Penemuan Banyak
Bertemu Dengan Keluarga Baik
Hai, Aku Mikayla
Malam Kesedihan
Rasa Yang Tak Pernah Ada
Bertemu
Bermalam di Desa Bumireso
Briptu Eka
Strategi Polisi Vs Strategi Dalang
Pengepungan
Janice dan Alexa
Akhir Sebuah Rasa
Penuh Kebingungan
Terjebak di Kamar Mandi
Serba Salah
Bermain Dengan Hati

Ada Jalan

64 1 0
By ChocooCrunch

" Lapor komandan dugaan mobil bernomor polisi B 1902 BUG memang benar adalah mobil yang menculik saudari Mikayla. Mobil tersebut berhasil kami cek dari rekaman CCTV parkiran Rumah Sakit, dan sudah kami cocokan memang benar adanya mobil tersebut keluar dari tol Jakarta dan menuju ke wilayah Jawa pada dini hari lalu memasuki kawasan Wonosobo sekitar sehabis subuh. Dan selang satu jam keluar dari wilayah Wonosobo lalu masuk ke tol Jakarta sekitar siang hari. Namun untuk saat ini kami belum berhasil menemukan dimana mobil itu kini berada. Untuk informasi selanjutnya akan kami laporkan kembali. Terima kasih." Ucap Briptu Eka pada panggilan diseberang.

" Baik, laporan diterima. Lanjutkan." Jawab Ali dengan sedikit tenang. Karena mobil tersangka sudah akan berhasil ditemukan.

" Siap komandan. Laksanakan." Sahut Briptu Eka yang langsung memutuskan panggilannya.

" Bang, sampai kapan kita disini?" Tanya Indra pada Ali.

" Kenapa memang? Lo kalau mau pada balik, balik aja. Gue akan tetap stay disini sampai Mika ditemukan." Ucap Ali pada Indra.

" Lo mau balik Ndra? Bareng Gue yuk." Ucap Zaki.

" Naik apa?" Tanya Indra.

" Naik kereta boleh, naik bus juga boleh. Nanti Gue balik lagi kesini kalau memang Mika udah ditemukan dan Gue bawa mobil sekalian." Jawab Zaki.

" Oke." Jawab Indra singkat.

" Bang Gue balik duluan ga apa - apa kan? Nanti kalau udah ada perkembangan Gue bakal balik lagi." Ucap Zaki pada Ali.

" Ga usah Zak. Lo urus kerjaan yang di Jakarta aja. Nanti kalau ada apa - apa Gue bakal kabari Lo." Jawab Ali.

" Okay kalau begitu."

Zaki dan Indra langsung bersiap - siap dan memesan tiket kereta via online.

" Ndra, ada yang keberangkatan pagi ini dua jam lagi nih Ndra. Mau yang pagi ini apa mau yang nanti sore aja?" Tanya Zaki.

" Yang pagi ini aja Zak. Biar cepat." Jawab Indra.

" Okay kalau begitu kita siap - siap dari sekarang. Setelah itu kita langsung menuju stasiun." Titah Zaki.

" Siap." Jawab Indra.

Ali hanya memperhatikan tingkah keduanya. Ia begitu enggan untuk mengobrol atau sekedar basa - basi.

Pikiran nya masih tetap tertuju pada Mika.

***

" Mikayla, sarapan dulu Nak. Supaya kamu nanti kuat jalan ke Rumah Pak RT nya." Perintah Bu Nungki pada Mika.

Pagi ini Mika sudah mandi dan sudah sangat cantik.

" Baik Bu. Memang Rumah Pak RT jauh ya Bu?" Tanya Mika pada Bu Nungki.

" Lumayan Mika, kurang lebih membutuhkan waktu satu jam untuk sampai kesana." Jawab Bu Nungki.

Mika terbelalak.

" Lumayan ya Bu. Hehehe." Jawab Mika yang langsung menggarukan kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

" Makanya ayo kita sarapan, supaya kamu nanti kuat jalan kakinya." Perintah Bu Nungki kembali.

Mika mengangguk pasrah. Ia begitu shock ingin ke Rumah Pak RT saja harus berjalan selama satu jam.

" Ilyas, Ayu. Ayo kita sarapan dulu." Teriak Bu Nungki mampu mendatangkan kedua anaknya yang sedang berada di luar rumah.

" Baik Bu." Sahut Ilyas dan Ayu kompak.

Setelah menyelesaikan sarapannya. Mika dan Ilyas segera bersiap untuk menuju Rumah Pak RT.

" Bu, aku pergi dulu ya. Assalamu'alaikum." Ucap Mika yang langsung mencium punggung tangan milik Bu Nungki.

" Waalaikumsalam Mikayla, hati - hati ya. Ilyas tolong jaga Mika ya." Pinta Bu Nungki.

" Baik Bu." Jawab Ilyas.

Ilyas dan Mika akhirnya keluar dari rumah dan berjalan menuju rumah Pak RT.

Untuk sampai ke rumah Pak RT harus melewati aliran sungai dan beberapa sawah.

" Ilyas, tunggu! jalannya jangan cepat - cepat. Aku capek." Ucap Mika dengan sedikit meninggikan suaranya.

Ilyas menoleh dan mengurangi tempo berjalannya supaya bisa mengimbangi langkah Mika.

" Iya, ayo aku tunggu." Jawab Ilyas tersenyum melihat Mika tampak kelelahan.

" Aku capek." Rengek Mika.

" Semangat dong! Sebentar lagi sampai kok." Jawab Ilyas dengan menyemangati Mika.

" Yang benar kamu?" Tanya Mika.

" Iya benar." Jawab Ilyas.

" Tunggu, kamu jalannya jangan cepat - cepat. Bareng aku aja." Pinta Mika.

Ilyas langsung berjalan mengimbangi Mika.

Keduanya melanjutkan perjalanannya.

Kurang lebih sepuluh menit kemudian, sampailah mereka di sebuah rumah dengan halaman yang cukup lebar.

Sepertinya akses di rumah Pak RT lebih mudah untuk menuju ke kota. Bahkan depan rumah Pak RT pun ada jalanan yang kira - kira cukup muat 1 mobil lewat.

Rumah Pak RT terlihat seperti rumah orang kaya di Desa itu.

" Nah, sampai deh kita." Ucap Ilyas.

" Ini rumah Pak RT?" Tanya Mika yang matanya berkeliaran melihat sekeliling rumah Pak RT.

" Iya Mika."

" Kamu kenapa ga pindah dekat rumah Pak RT aja Ilyas? Kan aksesnya lebih mudah. Dan kalau terjadi apa - apa pasti akan lebih aman kalau di daerah sini. Disini rumah penduduknya lebih banyak." Ucap Mika.

" Mika, rumah yang aku tempati saat ini adalah rumah peninggalan almarhum bapakku. Makanya Ibu ga akan pernah mau pindah, karena itu kenangan Ibu dan Bapak sedari mereka menjadi pengantin baru." Jawab Ilyas menjelaskan.

" Oh begitu ya? So sweet banget." Ucap Mika yang langsung senyum - senyum.

" Sudah ayo." Ajak Ilyas.

Ilyas dan Mika berjalan mendekat ke arah pintu utama.

Tok,, tok,, tok,,

" Assalamu'alaikum. Pak. Pak RT Assalamu'alaikum." Ucap Ilyas sambil mengetuk pintunya.

Tidak membutuhkan waktu lama, Pak RT membuka knop pintu rumah nya.

" Waalaikumsalam. Eh nak Ilyas. Mari masuk, silahkan duduk. Ada yang bisa saya bantu?"

Tanya Pak RT pada Ilyas.

Ilyas duduk di kursi, lalu Mika pun mengekorinya dan duduk disebelah Ilyas.

" Jadi begini Pak RT. Kenalkan ini namanya Mikayla. Dia ini saya temukan di bawah lereng kemarin lusa. Dengan kondisi berlumuran darah akibat benturan dan luka pada tubuhnya serta pakaian kotor karena lumuran tanah. Saya temukan dengan kondisi dalam keadaan tidak sadar. Lalu saya bawa pulang ke rumah dan saya obati bersama Ibu. Alhamdulillah sekarang ia sudah sembuh, dan ingin pulang ke rumah. Namun berhubung saya tidak punya ponsel untuk menghubungi keluarganya, kiranya Pak RT dapat membantu kami untuk menghubungkan dengan keluarganya atau membuat laporan terkait hal ini ke pihak kepolisian?" Jelas Ilyas cukup mendetail dan sangat didengar oleh Pak RT secara baik dan seksama.

" Baik nak Ilyas, saya terima atas pelaporannya." Jeda. " Kalau boleh tau mbak Mikayla ini berasal dari daerah mana?" Tanya Pak RT pada Mika.

" Saya dari Jakarta Pak, saya bingung kenapa saya bisa ada di kampung ini. Apakah saya ada yang culik lalu dibuang jauh kesini ya?" Tanya Mika.

" Hem, kemungkinan ada mbak. Karena beberapa hari yang lalu ada berita tentang kehilangan seorang wanita. Dan pihak kepolisian sedang mencari nya." Jawab Pak RT.

" Boleh kah saya meminjam ponsel atau telpon untuk menghubungi keluarga saya pak?" Tanya Mika kepada Pak RT.

" Oh boleh, boleh. Sebentar ya." Jawab Pak RT yang langsung beranjak untuk mengambil ponselnya.

Mika langsung menoleh ke arah Ilyas dan memberikan senyuman termanisnya.

(Mika, jangan senyum seperti itu. Aku jadi deg-degan) 

Tidak lama kemudian Pak RT datang membawa ponselnya.

" Ini mbak Mika, silahkan. Nanti saya juga akan membuat laporan ke pihak kepolisian. Semoga cepat selesai dan bertemu dengan keluarganya ya mbak." Ucap Pak RT.

" Baik Pak, terima kasih."

Mika langsung memencet tombol - tombol nomor di layar ponsel milik Pak RT.

Tut.. Tut.. Tut..

Mika terus menghubungi salah satu nomor yang sangat ia kenal dan ia hafal.

Ia mencoba kembali dengan menekan panggilan keluar.

Tut.. Tut.. Tut..

" Bagaimana mbak?" Tanya Pak RT pada Mika.

Sambil menyodorkan minuman dingin yang ia ambil dari lemari pendingin.

" Belum diangkat Pak." Wajah Mika kembali murung.

" Dicoba kembali ya Mik. Siapa tau sedang sibuk." Sahut Ilyas.

" Betul mbak, dicoba lagi aja. Atau boleh kirimkan pesan. Siapa tau nanti saat sudah tidak sibuk orang yang dihubungi membaca pesannya." Perintah Pak RT.

Betul saja saran Pak RT ini. Mika segera mengetik sebuah pesan dan mengirimkan ke nomor yang ia hubungi tadi.

" Sudah Pak." Ucap Mika yang langsung menyodorkan kembali ponselnya ke tangan Pak RT.

" Baik mbak Mika. Hari ini juga saya akan membuat laporan ke kantor polisi. Boleh saya minta foto mbak Mika?" Tanya Pak RT.

" Baik Pak. Untuk apa Pak?" Tanya Mika.

" Untuk nanti apabila polisi meminta ciri - cirinya tinggal saya kirimkan foto mbak Mika saja. Jadi supaya lebih jelas dan akurat." Jawab Pak RT.

Pak RT ini kenapa pandai sekali ya?

" Oh baik Pak. Silahkan." Ucap Mika yang langsung berpose untuk siap di foto.

Pak RT pun menjepret Mika dengan ponselnya lalu akhirnya sudah tersimpan di galery ponselnya.

" Lalu bagaimana ini kelanjutannya Pak?" Tanya Ilyas.

" Hem.. Begini saja. Nak Ilyas dan Mbak Mika pulang kerumah. Nanti kalau ada update saya akan menyuruh anak buah saya untuk ke rumah nak Ilyas memberikan kabar." Perintah Pak RT.

" Baik Pak kalau begitu. Kami pulang dulu ya Pak. Terima kasih banyak atas bantuannya." Jawab Ilyas.

" Sama - sama nak Ilyas. Oh ya minumnya diminum dulu. Atau boleh dibawa saja untuk perjalanan." Pinta Pak RT.

" Baik Pak. Terima kasih." Jawab Ilyas yang langsung membawa dua botol minuman dingin itu.

" Assalamu'alaikum Pak." Ucap Mika.

" Waalaikumsalam. Kalian hati - hati ya." Jawab Pak RT pada Ilyas dan Mika.

Ilyas dan Mika segera pulang dari rumah Pak RT.

Diperjalanan Mika tampak lesu dan tidak semangat. Karena untuk hari ini belum ada hasil.

" Mika, kamu kenapa? Jangan sedih ya. Setidaknya kita sudah berikhtiar. Tinggal bagaimana Allah mengabulkannya." Ucap Ilyas yang mengimbangi langkah Mika.

" Apa aku belum boleh ketemu sama keluargaku ya? Kenapa sih nasibku seperti ini." Mika melangkah dengan pelan.

" Hei ga boleh begitu. Semua sudah digariskan sama Allah. Tinggal bagaimana kita menjalaninya, ikhlas atau ga." Ucap Ilyas.

Mika terdiam dan terus melanjutkan langkahnya.

" Mika. Minum dulu nih. Kamu pasti haus kan?" Ucap Ilyas yang menyodorkan sebotol minuman dingin dari Pak RT tadi.

Mika meraih botol minuman dan segera menenggaknya.

" Mika! Minumnya jangan berdiri. Kalau minum harus sambil duduk atau berjongkok." Perintah Ilyas yang langsung berjongkok untuk minum minuman dinginnya.

Mika pun melihat Ilyas memang melakukannya seperti itu.

Lalu ia meniru cara Ilyas minum dengan sedikit berjongkok.

" Nah begitu ya cantik. Besok - besok kalau minum atau makan harus duduk. Karena Rosululloh menganjurkan kita untuk minum atau makan sambil jongkok atau duduk. Dilarang berdiri." Jelas Ilyas.

Mika mengangguk dan merasa dirinya mendapat pelajaran baru dari Ilyas.

" Ayo kita lanjutkan lagi." Ajak Ilyas.

" Ilyas, aku capek!" Ucap Mika sedikit lesu dengan dahi berkeringat.

" Mau aku gendong?" Tanya Ilyas meledek, yang dia mengira Mika pasti tidak akan mau menerima tawaran dari seorang laki - laki kampung seperti dirinya.

Mika menoleh kearah Ilyas.

" Memang boleh? Kamu mau gendong aku?" Tanya Mika dengan nada sumringah.

Ilyaspun melongo. Padahal ia hanya bercanda untuk menawarkannya.

" E - eee boleh sih." Jawab Ilyas bingung sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

" Ayo!!" Jawab Mika.

" Ya udah ayo. Dari pada ga sampai - sampai." Jawab Ilyas semakin gugup.

Mika segera merobohkan tubuhnya pada punggung Ilyas.

Dengan jantung deg - degan Ilyas memberanikan dirinya untuk menggendong Mika.

" Ayo Ilyas jalan. Aku berat ga?" Ucap Mika.

Ilyas pun mulai melangkahkan kakinya.

" Ga kok enteng." Jawab Ilyas.

Mika pun merangkulkan kedua tangannya pada pundak Ilyas.

Ilyas semakin dibuat kepalang oleh aksi Mika yang wajah Mika hampir menempel pada leher belakangnya.

***

" Lapor komandan. Ada laporan dari RT Desa Bumireso bahwa ada seorang wanita bernama Mikayla berasal dari Jakarta sedang berada di Bumireso." Lapor Briptu Rayhan pada Bripka Adhi.

" Baik laporan diterima." Jawab Bripka Adhi.

Bripka Adhi langsung menghubungi Ali.

Tut.. Tut.. Tut..

*

" Hem, jam berapa ini? Aduh kesiangan Gue! Kenapa pakai ketiduran? Zaki sama Indra udah kabur sepertinya." Gumamnya.

Ali segera membersihkan tubuhnya. Setelah menyelesaikan mandi ia langsung meraih ponselnya.

Ia terkejut karena begitu banyak panggilan dari nomor tidak dikenalnya, bahkan dari Polres Wonosobo sendiri juga menghubungi nya.

" Siapa nih?" Gumamnya ketika melihat nomor tidak dikenal.

Ia langsung melihat pesan di ponselnya.

(Assalamu'alaikum Bang Ali. Ini aku Mika. Bang, aku ada di Desa Bumireso, Wonosobo. Kamu bisa jemput aku kesini?) 

Continue Reading

You'll Also Like

277K 43.6K 54
Hidup sebagai remaja memang penuh masalah ternyata. Ujiannya tidak main-main, dimulai dari tawaran nikotin yang terasa menggoda hingga cinta dari san...
24.6K 1.7K 20
Mikayla Senandung Cinta, seorang wanita yang harus menyandang status janda di usia dua puluh empat tahun. Perjodohan yang dipaksakan oleh orang tuany...
276K 2.1K 8
Saya memang berniat untuk bekerja dan sama sekali tidak terpikir untuk merayu atasan saya, tetapi untuk mencari jodoh atau pasangan saya tidak bisa m...
1.1K 94 7
Gabriella Nahda mungkin sedang mencoba peruntungan dalam hidup. Dia nekat memperkenalkan Giantara Nagi sebagai pasangan kepada ibunya, padahal tahu b...
Wattpad App - Unlock exclusive features