ZELIOX

By Queeneccaa

16 2 0

"ZELIOX", Organisasi Federal yang selalu menjalankan berbagai misi berbahaya dari orang-orang terkemuka di du... More

Awal Dari Segalanya

16 2 0
By Queeneccaa


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Arghh, anj! Kenapa harus kumat sekarang sih?!" umpat seorang pria yang seperti nya masih duduk di bangku kelas 2 SMA.

Pria itu memegang kepalanya yang terasa sangat sakit, perlahan-lahan dia merosot ke tanah sambil meringkuk kesakitan.

Tap tap tap tap!

Samar-samar pria tersebut bisa mendengar suara langkah kaki seseorang yang sepertinya berlari ke arah nya.

"Kakak! Kakak kenapa?!" suara lembut milik seorang anak kecil memasuki indra pendengaran pria itu.

Gadis kecil itu berlutut di hadapan pria itu dengan raut wajah yang terlihat khawatir.

Pria itu tidak mengubris gadis kecil itu, toh memang nya apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak kecil yang seperti nya masih duduk di bangku SD?

Karena masih kecil dan memiliki hati yang baik, gadis kecil itu mengambil botol air minum nya dan memberikan nya kepada pria itu.

Pria itu melirik sekilas gadis kecil itu, "T-thanks," ucap nya dan mengambil botol air minum itu.

Pria itu pun segera meminum air tersebut, perlahan-lahan sakit kepalanya mulai mereda.

"Astaga! Aku udah telat! Pasti Nenek khawatir!" gadis kecil itu berdiri dan langsung berlari pergi.

Pria itu memandang punggung gadis kecil itu yang lama kelamaan semakin menjauh.

"KAKAK CEPAT SEMBUH, YA~"

Pria itu tersenyum tipis mendengar teriakan nyaring gadis kecil tersebut, sangat imut.

Pria itu tersentak saat melihat botol air minum bercorak kupu-kupu yang dia pegang, "Lah, botol air minum tu bocah ketinggalan," ucap nya, dia bingung harus melakukan apa.

Setelah cukup lama duduk di tanah, pria itu pun berdiri dan menepuk-nepuk celana nya yang sedikit kotor. Dia berjalan pergi meninggalkan tempat itu sambil membawa botol air minum milik gadis kecil itu.

~~Keesokan harinya~~

Di jam yang sama dengan semalam, pria itu berdiri di gang kecil itu untuk menunggu seorang anak kecil yang benar-benar dia ingat wajah nya.

Dari kejauhan dia bisa melihat anak kecil yang semalam membantu nya, walaupun bukan bantuan yang seberapa, sih.

Dia terkekeh geli saat melihat penampilan gadis kecil itu, rambut di kepang dua, rok merah selutut, tas bercorak kupu-kupu dan jam tangan yang seperti nya akan mengeluarkan cahaya kerlap kerlip jika di hidupkan.

Tapi satu hal yang sangat di notice oleh pria tersebut, yaitu tatapan mata gadis kecil itu yang sangat tajam. Tidak, bukan tatapan matanya yang tajam, tapi model matanya memang seperti itu.

"Eh, kakak yang kemaren?" kaget gadis kecil itu saat pria itu menghalangi jalan nya.

Pria itu mengangguk, "Aku mau balikin botol air minum kamu," ujar nya sambil menyodorkan botol air minum milik gadis kecil itu.

"Oalah, gausah, kak, aku udah beli yang baru," gadis kecil itu terkekeh, "Jadi daripada aku ngebuang botol itu mending buat kakak aja."

Pria itu terdiam dan menatap botol air minum itu lalu kembali menatap gadis kecil itu. Dia sedikit membungkuk untuk menyeimbangkan wajah nya dengan wajah gadis kecil itu.

"Nama kamu siapa?" tanya pria itu dengan wajah datar nya.

Gadis kecil itu tersenyum dan menunjuk nama yang ada di seragam sekolah nya.

Pria itu mengikuti arah jari gadis kecil itu dan membaca nama yang ada di seragam itu, pria itu tersenyum lalu mengusap lembut pucuk kepala gadis kecil itu.

"Kakak kok pucat banget?" heran gadis kecil itu yang ternyata dari tadi terus memperhatikan wajah pria itu.

Pria itu kembali berdiri dengan tegap dan tersenyum simpul, "Kakak lagi sakit," jawab nya.

"Ha?! Sakit?! Kakak sakit apa? Kok keluar rumah?!"

"Penyakit kakak penyakit parah, anak kecil gaboleh tau, kakak keluar rumah karna lagi ngurus visa buat tinggal di luar negeri,"

"Tinggal di luar negeri? Kakak mau berobat ke luar negeri?"

Pria itu mengangguk, gadis kecil ini ternyata cukup nyambung untuk diajak ngobrol bersama.

"Wah...kakak orang kaya dong berarti,"

"Alhamdulillah....oh iya, kamu gak pulang? Rumah kamu dimana? Biar kakak antar,"

"Eh, gak usah, kak, rumah aku di ujung sana kok,"

"Ahh...jadi kamu setiap hari lewat dari sini?"

Gadis kecil itu mengangguk sambil tersenyum manis, "Kalau gitu aku pulang dulu, ya, kak, nanti Nenek khawatir,"

Pria itu tersenyum tipis, "Iya, hati-hati, ya..." ucap nya sambil melambaikan tangan.

Gadis itu membalas lambaian tangan pria itu dan segera berjalan pergi menuju rumahnya.

Hari demi hari pun berlalu....setelah kejadian itu, pria itu semakin dekat dengan gadis kecil itu. Dia sering menunggu gadis kecil itu di sana. Hampir setiap hari mereka berjumpa, pria itu sering membawakan cemilan untuk gadis kecil itu hingga dia tau apa cemilan kesukaan gadis kecil itu.

Bahkan beberapa kali gadis kecil itu juga membawa pria itu untuk bermain ke rumahnya yang sederhana, sehingga pria itu kenal dengan sang Nenek yang tinggal dengan gadis kecil itu.

Hingga suatu hari....gadis kecil itu tidak melihat pria itu menunggu nya di gang kecil itu. Dia malah menemukan surat yang di tempel di keripik balado yang selalu di belikan oleh pria itu untuk nya.

Gadis kecil itu mengambil surat itu dan membaca nya.

Tanpa sadar, bulir bening jatuh membasahi pipi yang lumayan chubby itu, "Ihh love nya jelek!" ucap gadis kecil itu sambil menghapus kasar air matanya, "Semoga kakak cepat sembuh...."

~~Di sisi lain~~

"Berapa persen kemungkinan gue untuk sembuh?"

"Sekitar 75%, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin, tuan,"

"Hmm, lo harus berhasil ngebunuh penyakit gue ini. Bagaimana pun caranya, gue harus sembuh,"

"Baik, tuan."

"Gue harus sembuh, harus! Karna dia butuh gue..."

~5 tahun kemudian~

Dor dor dor!!

"Tuan, semua musuh sudah berhasil di bunuh," ucap seseorang dari earphone yang dia gunakan.

"Bagus, hubungi klien kita dan berikan buktinya," jawab seseorang yang berada di seberang earphone tersebut.

Tit titt...

Sambungan terputus.

Tok tok tok.

"Masuk,"

Kriet...

Seorang pria dengan setelan jas formal masuk sambil membawa beberapa dokumen, "Maaf mengganggu waktu nya, tuan, tapi saya punya informasi penting yang harus disampaikan," ucap nya sopan.

"Hmm, katakanlah," jawab pria yang seperti nya adalah seorang bos besar.

"Hasil akhir pemeriksaan dari rumah sakit sudah keluar, tuan,"

Pria itu langsung berdiri dari duduk nya, "Apa?! Bagaimana hasilnya?!" tanya nya sangat bersemangat.

"....anda sudah sepenuhnya pulih, tuan,"

"Hah....akhirnya...."

"Saya juga membawa beberapa data yang anda minta, tuan,"

"Baiklah, letakkan di situ,"

Pria itu pun meletakkan semua dokumen yang dia bawa di atas meja bos nya itu, "Kalau begitu saya permisi dulu, tuan," ucap pria itu lalu berlalu pergi.

Pria yang merupakan seorang bos besar itu kembali duduk dan mengambil dokumen yang dibawa oleh bawahan nya tadi. Dokumen tersebut berisi data dari 'seseorang' yang selalu dia rindukan. Pria tersebut membaca dokumen itu dengan sangat saksama.

Beberapa detik kemudian, pria itu tersenyum sambil mengusap foto yang ada di dalam dokumen tersebut, "Cantik...." ucap nya, lalu dia mengambil ponsel nya yang terletak di atas meja.

Tit titt...

"Selamat sore, tuan,"

"Hmm, bagaimana kondisi 'orang' yang selama ini kau jaga?"

"Dia baik-baik saja, tuan,"

"Dia masih sekolah di sekolah kumuh itu?"

"Benar, tuan,"

"Pindahkan dia ke sekolah mu, berikan dia beasiswa penuh selama masa studi,"

"Baik, tuan, sesuai perintah anda,"

"Saya tunggu kabar selanjutnya,"

"Baik, tuan, percayalah kepada saya,"

"Hmm."

Tit titt...

Telepon berakhir.

Tidak sampai di situ, pria itu masih berkutit dengan telepon genggam nya, dia mengirim pesan kepada teman-teman nya.

Pria itu terkekeh, dia sangat senang melihat teman-teman nya kerepotan seperti ini.

Setelah mengabari teman-teman nya, pria itu langsung bergegas pergi, banyak barang-barang yang harus dia bawa ke Indonesia.

~Di Jakarta, Indonesia~

"Kok bisa ya gue tiba-tiba dapat beasiswa di salah satu SMA Unggulan di Jakarta?" bingung seorang gadis yang saat ini sedang berbaring di tempat tidur nya, "Mana dapat nya pas gue udah kelas 11 lagi, kan tanggung banget,"

"Terus semua utang-utang mendiang Nenek juga tiba-tiba udah lunas, gue juga dapat transferan dari orang yang gak di kenal, mana nominal duit nya banyak banget,"

"Hmm....ada yang gak beres,"

Gadis itu terus terusan bertarung dengan pikiran nya, belakangan ini banyak sekali teka teki yang menghampiri hidup nya.

"Arghh udah deh! Gue mendingan nyusun roster aja." kesal gadis itu sambil turun dari tempat tidur nya.

"Eh, tapi kan gue besok di sekolah baru, gue mana tau roster nya apa," gumam gadis itu, "Udahlah masukin buku kosong aja,"

Gadis itu pun berjalan menuju lemari buku nya dan mulai mempersiapkan barang-barang yang harus dia bawa besok ke sekolah baru nya. Tiba-tiba tanpa sengaja, gadis itu menemukan sebuah surat yang sudah lama dia simpan.

Gadis itu tersenyum dan mengusap surat itu, "Dia apa kabar, ya? Dia pasti sembuh, kan?"

~{BERSAMBUNG}~

Di episode ini ada 1391 kata.

Jangan lupa tinggalin tanda cinta nya untuk ZELIOX ya readers~

See you next episode 😘

Continue Reading

You'll Also Like

3.1M 447K 80
Mengaum di depan orang lain, tapi mengeong di depan pacarnya. Begitulah Garrel Zarvian Arkadiksa. Dia memperlakukan pacarnya, Jaseline Tamara, layakn...
6.8K 301 22
LANGIT YANG MERENGGUT CINTA --- Deskripsi: Apa jadinya kalau cewek paling tengil di sekolah harus berurusan sama cowok paling dingin yang susah dite...
2.9M 291K 55
HARAP FOLLOW SEBELUM BACA, BAB PRIVATE ACAK *** Putri Amabel Ruby Gamali, adalah seorang putri yang telah di kurung dalam istana selama lima belas t...
Wattpad App - Unlock exclusive features