Diusia ana yang 21 tahun ana di jodohkan kedua orang tuanya karna faktor ekonomi dan kebutuhan kuliah ana, terpaksa orang tuanya mengiyakan lamaran supri seorang duda berumur 40 tahun yang sudah mempunyai anak bernama lisa berumur 10tahun.
rumah tangga ana dan supri seperti rumah tangga pada umumnya walaupun hasil perjodohan tetap rukun. pekerjaan ana setelah menikah adalah guru tk sedangkan supri seorang mandor proyek.
pernikahan ana dan supri di karunia anak bernama aldo. namun saat aldo berumur 9 tahun, petaka terjadi.
supri mengalami kecelakann kerja hingga mengharuskan ana menjadi janda dengan membawa anak supri bernama lisa yang kini umurnya 19 tahun.,
dan usia ana 30 tahun ,ana sudah mengenal ivan dan sebenarnya ada perasaan ke ivan, ivan pun awal dekatnya dengan ana.
ivan berumur 28 tahun saat mengenal ana.. tapi berhubung lisapun menyukai ivan,dan sepertinya ivan mulai menyukai lisa,
ana mundur mengorbankan perasaannya,karna sadar diri status dia..sampai dimana ana mengetahui bahwa lisa ada hubungan dengan rosikin yang berumur 43tahun,
mungkin karna rosikin selalu memberikan lisa uang,,pekerjaan rosikin sebenernya ana tau dia sebagai seorang mafia.obat terlarang..,dan jelas jauh berbeda usia dengan lisa.
lisa menduakan ivan.namun karna ana tau ivan sangat mencintai lisa dan tak ingin memberitau keburukan lisa,karna ana tak ingin ivan terluka sebegitu besar ana mengorbankan perasaannya..
ana lagi-lagi berkorban dan mendekati rosikin.hingga rosikin berbalik menyukai ana . .
setelah lisa dan ivan menikah, ana pun setahun berikutnya menikah dengan rosikin.dan rosikin menyuruh ana untuk tidak mengajar lagi sebagai guru tk.. namun semua pengorbanan ana sia-sia. tetap saja rosikin dan lisa menjalin hubungan.
hingga ana muak dan memberitahu ivan bahwa lisa dan rosikin ada hubungan..
**berikut kelanjutan ceritanya:
"kenapa gerbang di kunci.?"tutur ivan dalam hati.
Tit. tit. titt
(klakson mobil pun dia bunyikan beberapa kali, dan Beberapa menit kemudian istrinya yang bernama lisa membuka gerbang.)
"Hmm.. Lama sekali mah habis ngapain sih.?" ucap ivan mengerutu.
"Tadi lagi di belakang habis angkat jemuran, gak lihat cuaca mendung pah,." jawab lisa
"Oh.. Dede mana ? Ini pesanan kamu. ." ucap ivan sambil memberikan rujak dan susu formula yang barusan dibeli.
"Makasih ya ."ucap lisa menerimanya sambil tersenyum.
"dede baru saja di jemput ibu sekarang lagi main dibelakang, Oh ya pah mandi sana, air hangat sudah disiapkan."ucap lisa menjawab.
*--(Setelah selesai mandi ivan di bawa oleh lisa ke ruang tengah)--*
"pah.. ? Besok kan libur. Kita jalan-jalan yuk yang deket saja gak usah jauh-jauh." lisa bertanya.
"Boleh mah, mau ke mana?" ivan menjawab sembari tersenyum.
"ke parangtristis yuk.." jawab lisa dengan sangat senang.
"Iya, Tapi kalau cuma kita bertiga gak seru kasian ibu sama adik laki-laki'mu ,bawa ya?
Lagian bapakmu juga lagi kerja di luar kota jadi nanti pasti mereka sendirian dirumah."ucap ivan.
"Ya sudah nanti aku bilang ibu dan adik ya." jawab lisa tersenyum.
*--(jarak rumah mertua dengan rumah ivan tidak begitu jauh hanya berkisar 500 meter.)--*
"Pah, ibu sama aldo sudah aku sampaikan, dan mereka mau ikut kata nya,"ucap lisa.
"oh sukur atuh ya sudah dipersiapkan apa aja yang mau di bawa, biar pagi gak kebingungan mah" ucap ivan.
"oke sekalian aku mau masak buat makan malam ya." jawab lisa
"iya,"jawab ivan sambil merebahkan badannya di sofa.
"Pah sini makan,"lisa memanggil
"iya mah, emhh kayanya enak." ucap ivan sembari mengambil piring.
Setelah selesai makan,lisa mengajak ivan duduk di ruang tamu
"gimana hari ini kerjaan pah, lancar?"ucap lisa mengajak ngobrol.
"Lancar mah.."dijawab oleh ivan.
Tok.. tok ..tok. .
"Ehh ibu, masuk bu.," ucap ivan menyambut bu ana mertuanya ibu sambungnya lisa.
(bu ana masuk dengan mengendong de berlian)
"Van dede sudah mengantuk , mau bobo dia."ucap bu ana sembari memberikan de berlian ke ivan.
"makasih ya bu, besok jadi ikut bu.?"ivan bertanya sambil memberikan dede ke lisa untuk di bawa ke kamar.
"jadi van, ya udah ibu pulang dulu ya, sudah malem mau jam 9."jawab bu ana sambil melangkah pulang.
"Iya bu.."ucap ivan sembari bergegas menyusul istrinya di kamar.
~pagipun tiba.
"Pah bangun udah jam setengah 5 pagi."lisa membangunkan ivan.
"Aduhh..".ucap Ivan sembari bersiap-siap untuk mandi dengan gerakan yang pelan, karna tidak ingin membangunkan anak nya yang masih kecil.
*--(Arah ke kamer mandi ivan dikagetkan bertemu dengan bu ana, yang baru saja saja dari dapur membuat teh anget)--*
"eh bu udah datang,aldo mana bu?"ucap ivan
"ada van didepan, lagi main hp biasa,oh ya van nanti selesai mandi ini ibu buatin teh diminum ya.."ucap bu ana tersenyum.
"masih seperti dulu Cantik nya,dan Sangat anggun,,."ungkapan dihati ivan.
"(usia bu ana tidak begitu tua masih 35 tahun beda 2 tahun dengan ivan yang berusia 33 tahun ,berkulit putih, badan semok, memang seperti adik kaka dengan lisa karan ana adalh ibu sambung lisa)
"makasih bu, ya sudah bu ivan mandi dulu."sambung ivan menjawab.
*--(Didalam kamar mandi ivan membayangkan bu ana dan ivan menyukainya,)--*
"Baiknya dia. perhatiannya dia, membuat aku menyukainya." bergumam ivan.
Tak lama ada suara ketokan pintu...
Tok. tok. tok
Pah.. Pahh??
"Mah mau mndi, sudah selesai kah,?"ucap lisa di balik pintu kamar mandi.
"Iya mah ini sebentar lagi.maaf yah habis nabung dulu. hihi." ucap ivan
(Ivan terkejut melihat bu ana sudah rapih dengan kerudung pink yang dipakainya.)
" Itu ibu dah buatkan teh manis buat kalian isi anget perut dulu ya, sarapan"ucap bu ana mengingatkan.
"iya makasih bu." jawab ivan
(Dibalas dengan senyuman manis oleh bu ana)
(Setelah semua sudah siap semua brangkat.)
Ivan menyetir. lisa didepan bersamanya.
Ibu ana mengendong de berlian dan aldo di belakang.
(Diperjalanan semua tertidur ivan sesekali melihat bu ana di spion tengah.)
**3 jam berlalu dan akhirnya sampai parangtritis.
aldo,dan lisa, langsung keruangan ganti untuk menganti pakaian karena ingin berenang, Bu ana tidak ikut berenang karna mengendong de berlian anak ivan dan lisa.
"bu cari makanan yuk,Lapar,"ucap ivan.
"Iya van hayuk."jawab bu ana seraya bangun dari duduknya dengan mengendong de berlian.
"Aku merasa nyaman dengan bu ana, sapaanya, perhatiannya jauh melebihi istriku."ucap ivan dalam hati
(Ivan dihanyutkan dengan sentuhan tangan dia saat ivan memberikan uang untuk membayar cemilan.)
"Perasan apa ini. Anakku digendong nya dan aku serasa dia seperti istri keduaku.." ivan bergumam.
(lisa dan aldo sedang asik bermain di pinggir pantai sedangkan ivan dan bu ana hanya memandang mereka dari kejauhan di pinggir warung)
tiba-tiba de berlian buang pup yang membasahi baju bu ana.dengan sigap ivan mngajaknya ke toilet umum untuk bersihin dan ganti bajunya)
bu ayuk cari toilet?
"Iya van.." jawab bu ana.
"Van maaf ambilin baju ibu yah,di mobil di tas biru.." ucap bu ana.
"Iya bu."jawab Ivan sambil ke mobil untuk mengambil baju.
"Di tas ini sudah tersedia satu set baju dan make up bu ana, ehm sangat harum,, ini sepertinya." gumam ivan dalam hati.
"bu ini tasnya,"ucap ivan.
"Iya van."jawab bu ana sambil memberikan de berlian yang sudah di bersihkan pup ke ivan.
"Ivan tunggu disini bu."sambung ivan membalas.
(Setelah beberapa menit menunggu bu ana selesai)
"Sini van dedenya, ibu gendong lagi"ucap bu ana sambil membuka tangannya.
"gak usah bu sudah biar ivan aja, nanti kalo ivan pegel baru gantian."
"ayuk bu kita samper lisa dan aldo."sambung ivan berucap.
"Lisa, aldo udah mau sore yuk siap-siap pulang."teriak bu ana.
"bu, udah ga apa-apa mungkin masih betah,."ivan berucap.
"Kasian kamu nya van nyetir malam pegel nanti."jawab bu ana sambil melambai tangan nya ke aldo supaya cepat di bilas.
"bu ana perhatian banget,makasih ya bu."gumam ivan sambil memandang bu ana.
"Kamu ngopi dulu aja atuh van biar gak mengantuk bawa mobilnya,bentar ya ibu belikan kopi.."ucap bu ana dan melangkah mencari warung
ivan menahannya„"Jangan bu biar ivan aja,ibu duduk sini aja." jawab ivan sembari memberikan de berlian ke gendongan bu ana.
(ivan mencari warung terdekat sambil dipikirannya mengagumi sifat perhatian bu ana)
"Akh,, perasaan,ku semakin mengebu kepadanya." berkecamuk ivan di hati