BROKEN VOW

By iLaDira69

28K 3.3K 166

Judul : Broken Vow Author : iLaDira69 Publish : 14 November 2023 πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄ Allen akan memilih meneruskan tidur p... More

Prolog
Part 1 - Pecahan Kaca
Part 2 - Lelaki Yang Tidak Bertanggung Jawab
Part 3 - Kunjungan Kontrol
Part 4 - Pengkhianat
Part 5 - Permintaan Julia
Part 6 - Finn
Part 7 - Perpisahan
Part 8 - Bertemu Kembali
Part 9 - Kehilangan Kendali
Part 10 - Teka-teki
Part 11 - Kesempatan
Part 12 - Berkemas
Part 13 - Rumah Budhe
Part 14 - Sertifikat
Part 15 - Pantai
Part 16 - Jebakan
Part 17 - Dress Code
Part 18 - Cah Kailan
Part 20 - Karyawan Baru
Part 21 - Kantor Baru
Part 22 - Penawaran

Part 19 - Tergila-gila

774 96 1
By iLaDira69

Part 19 - Tergila-gila

Julia tidak fokus dalam memilih produk dari rak. Beberapa kali, dia melirik ke samping tanpa sadar, semua ini karena Allen yang sedang membuat keributan bersama Finn.

Bagi Julia, ini merupakan sebuah kekacauan. Allen, yang selama ini dikenal oleh Julia sebagai lelaki yang tenang dan dewasa, akhir-akhir ini menjadi sangat kekanak-kanakan.

Julia memahaminya jika Allen sedang bermain dengan anak. Namun, dia tidak menduga bahwa Allen akan berubah dengan begitu drastis. Dia berpikir bahwa saat Allen bermain dengan putranya, sikap tenang yang selama ini melekat pada dirinya tidak akan berubah begitu jauh.

Namun, lihatlah sekarang! Allen mengeluarkan Finn dari stroller dan mengajari bayi itu mengambil barang-barang dari rak sambil bermain.

Finn terlihat sangat bahagia, tertawa keras, dan mengulurkan kedua tangannya dengan semangat, mencoba meraih apa pun yang bisa dijangkau. Setelah mendapatkannya, Allen akan mengarahkannya ke troli dan menyuruh Finn meletakkannya di dalamnya.

Allen mencium Finn dengan gemas dan menggoyang-goyangkan badan mereka, merayakan setiap keberhasilan Finn dengan riang gembira.

"Kapten Finn mau mengambil bumbu ikan balado!" ucap Allen sambil mengarahkan Finn pada rak bumbu dapur.

Finn tertawa lebar, seolah-olah memahami apa yang dimaksud oleh Allen, dan dia berusaha bekerja sama dengan baik dalam tim.

"Sedikit lagi, ya... ambiiilll ...! Berhasil!! Jagoan papa!" tambah Allen dengan riuh. "Ayo kita bantu mama. Mama mau ngambil apa lagi? Kapten Finn mau bantu Mama!"

Allen mendekat pada Julia. Menyuruh Finn memberikan kemasan di tangannya. Finn hendak menyerahkan pada Julia, tetapi tangan kecilnya tetap menggenggam erat.

"Kerja bagus, Kapten!" puji Allen. "Ayo kita ambil lagi! Mama mau yang mana? Ini? Ini berat! Kapten Finn bisa! Ayo bisa!!"

"Itu berat, jangan paksa!" cegah Julia.

"Kapten Finn bisa?" tanya Allen pada bayinya. "Berat? Nggak bisa angkat?"

Finn hanya bisa tertawa lebar. Berusaha mengangkat botol kecap dan kemudian Allen membantu mengambilnya. Meletakkan ke dalam troli dan menggoyang-goyangkan badan mereka sambil mencium pipinya gemas.

Julia diam-diam menarik napas panjang. Pada akhirnya Allen ikut berbelanja bulanan. Mereka pergi setelah Finn bangun.

Seperti biasa, Allen memonopoli Finn. Lelaki itu tergila-gila pada putranya. Tidak pernah membiarkan Finn tenang selagi bayi itu bangun. Ada-ada saja yang mereka lakukan, kadang Julia merasa khawatir karena Finn masih sangat kecil.

"Masih banyak?" tanya Allen kembali mendekat pada Julia. Kali ini ekspresinya serius meskipun masih menggendong Finn.

"Sedikit lagi," jawab Julia.

Allen tersenyum tipis dan kembali sibuk dengan Finn, sesekali membantu Julia mengambil barang sehingga pekerjaan keduanya cepat selesai.

Seperti biasa setelah berbelanja, mereka pergi makan ke restoran. Julia dan Allen duduk saling berhadapan, Finn berada di pangkuan Allen.

Julia memainkan ponselnya sembari menunggu makanan datang. Dia tidak sepenuhnya fokus pada ponsel, sesekali melirik Allen dan Finn di depannya.

Kali ini Allen memainkan tangan Finn. Meninju-ninju udara dengan gerakan cekatan. Begitu juga dengan kedua kaki Finn, Allen menggerakkan menendang-nendang udara. Finn tertawa lebar, sangat menikmati permainan tersebut.

"Saren gimana sekolahnya?" tanya Allen setelah puas bermain dengan Finn, dia mulai mengajak Julia bicara sambil istirahat.

Julia menghentikan aktivitasnya menggulir layar ponsel lalu memandang Allen sekilas. "Baik," katanya lalu kembali sibuk dengan ponselnya.

Meskipun Allen sering ke apartemen Julia, namun dia hampir tidak pernah bertemu dengan Saren. Saren sudah pergi ke sekolah sebelum Allen datang atau bangun, lalu setelah Allen pulang Saren baru kembali.

"Kalau tiap weekend Saren pulang ke rumah boleh?" tanya Allen meminta persetujuan Julia.

Julia mengerutkan dahi, dia tidak pernah melarang Saren pulang kapan pun dia inginkan.

"Nanti aku yang bantuin kamu jaga Finn," lanjut Allen yang kemudian ditangkap Julia apa maksudnya.

"Aku sendiri bisa mengurus Finn, nggak perlu kamu bantuin," jawab wanita itu sedikit mengejek.

Julia memandang Finn duduk anteng di pangkuan Allen. Dia tidak menangis atau gelisah meskipun Allen tidak mengajaknya bermain.

"Bukan begitu maksudnya. Aku ... aku juga mau mengurus Finn. Dan, nggak ada salahnya kalau Saren bertemu Mbak Zinnia setiap weekend." jelas Allen meluruskan.

"Aku nggak pernah melarang Saren pulang! Tanpa kamu kasih tahu, aku juga sudah tahu. Aku rasa kamu nggak perlu ikut campur lagi dengan hidup kami." ucap Julia tegas. "Aku mengizinkan kamu bertemu Finn bukan berarti hubungan kita kembali seperti awal! Aku tegasin sekali lagi ke kamu, kita tetap akan bercerai! Kirim surat cerainya sebelum aku yang mengirimkan duluan ke kamu!"

"Julia ..., Julia, jangan bicara seperti itu di depan Finn." pinta Allen sambil menutup telinga Finn. "Finn masih bayi, dia nggak seharusnya mendengar ini."

Julia mengepalkan tangan, wajahnya mengeras dengan emosi bergejolak.

Julia tidak suka jika Allen ikut campur lagi dengan hidupnya. Karena sejak dia keluar dari rumah Allen, Julia sudah menganggap hubungan mereka berakhir.

"Hubungan kita sudah berakhir sejak aku keluar dari rumah kamu! Jangan lupakan itu!" tekan Julia sekali lagi.

Allen terdiam dan tidak memiliki alasan menyela. Dalam beberapa saat, hanya kesunyian yang melingkupi keduanya. Hanya sesekali napas kasar khas bayi dari Finn yang mengudara.

Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Pramusaji menyajikan di atas meja dan mempersilakan keduanya menikmati.

Selera makan Julia tidak sebaik beberapa menit yang lalu. Namun, dia tetap memulai makan tanpa berinteraksi dengan Allen.

"Aku minta maaf," ucap Allen berterus terang mengakui kesalahannya yang telah mengusik ketenangan Julia.

Julia tidak menjawab, dia mengacuhkan Allen. Namun Finn merengek, ingin menggapai makanan di atas meja yang menarik perhatiannya.

"Sini," pinta Julia.

"Biar aku aja," tolak Allen hati-hati. Mengangkat Finn ke stroller bayi agar dia bisa bebas makan.

Allen juga memberikan mainan untuk Finn agar bayi itu tetap anteng selama mereka makan. Finn yang baik, langsung sibuk dengan mainannya dan berusaha memasukkan ke mulut.

Selama Allen dan Julia makan, tidak ada interaksi di antara mereka. Julia sibuk menghabiskan makanannya, sedangkan Allen sesekali melirik wanita itu.

"Julia, aku minta maaf," ucap Allen setelah mereka selesai makan.

"Aku nggak butuh minta maaf kamu, tapi pembuktian kamu nggak ikut campur lagi di hidup kami."

"Aku nggak akan mengulanginya lagi, aku janji."

Julia bersiap-siap hendak pulang. Dia tidak mau menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama Allen.

"Segera putuskan hubungan ini!"

Allen tidak menjawab, jelas menolak ajakan bercerai. Selama hanya Julia yang menginginkan perceraian, itu tidak sah.

Julia hendak mendorong stroller namun dihentikan Allen. Dia mengambil alih tanpa menyakiti perasaan Julia.

Wanita itu membiarkan Allen mendorong stroller dan mereka pulang setelah membayar makanan.

Selama perjalanan pulang, Julia malas bicara dengan Allen. Dia sibuk memandang kota, hanya suara radio yang mengudara di antara mereka.

Finn juga tidur pulas sehingga tidak ada alasan Allen mengajak bayi itu bicara. Untuk caper menarik perhatian Julia agar bergerak dari posisinya.

Julia benar-benar kesal dibuat Allen. Hal seperti itu sangat sensitif bagi Julia, dia merasa tidak membuat kesalahan, Julia tahu apa yang harus dia lakukan.

***

Jakarta, 23 Februari 2023

Baca duluan novel ini di Karyakarsa. Beli paket lebih murah🔥





Continue Reading

You'll Also Like

3.2M 176K 38
Siapa yang tak mengenal Gideon Leviero. Pengusaha sukses dengan beribu pencapaiannya. Jangan ditanyakan berapa jumlah kekayaannya. Nyatanya banyak pe...
528K 28.7K 66
(π‚πžπ«π’π­πš π₯𝐞𝐧𝐠𝐀𝐚𝐩 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐝𝐒𝐚 𝐝𝐒 𝐊𝐚𝐫𝐲𝐚𝐊𝐚𝐫𝐬𝐚) Cover mentahan from Pinterest β€’ "Apapun yang sudah jadi takdir lo, lo nggak...
1.2M 60.6K 50
Rasa cinta terlalu berlebihan membuat Lia lupa bahwa cinta itu tidak pernah bisa dipaksakan. Rasanya ia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan meng...
1.5K 246 28
Naskah pilihan WattpadRomanceID kategori Kisah Klasik di Sekolah - periode Juli 2023 Terlalu klasik. Jatuh cinta dengan teman, sahabat, atau bahkan s...