MY HIRO

By Nebulbulala

495 217 69

[SALAH PENGETIKAN MASIH TERSEBAR, AKAN DI PERBAIKI SETELAH CERITA TAMAT ] Hiro Damian Agayana. Amara benci se... More

Chapter 2 : Perkelahian
Chapter 3 : susu kotak
Chapter 4 : Minimarket
Chapter 5 : Tantangan tanding
Chapter 6 : Maaf ma..
Chapter 7 : Upacara
Chapter 8 : Gue nindas lo?
Chapter 9 : Pundak, sakit?
Chapter 10 : Memar pundak
Chapter 11 : Ciuman lorong
Chapter 12 : Pulang bareng
Chapter 13 : Hujan
Chapter 14 : Rumah sakit
Chapter 15 : Hukuman
Chapter 16 : Interogasi
Chapter 17 : Zia
Chapter 18 : Kemenangan
Chapter 19 : Traktir

Chapter 1: Hiro

55 21 3
By Nebulbulala

TINGGALKAN KOMENTAR, KRITIK, SARAN KALIAN!!

VOTE AND SHARE JUGA YA!!

(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

_

“BULA-BULA!!!” Gadis dengan tiga jepitan rambut pink berlari ke arah kelas membuat rambut coklat bergelombangnya bergoyang.

Gadis lainnya dengan rambut hitam sebahu dengan kacamata yang bertengger di hidungnya dan buku terbuka di tangannya yang berdiri di depan kelas  menoleh, ia dengan tenang mundur dua langkah menghindari serangan pelukan dari seseorang yang berlari.

Keira buru-buru rem mendadak agar tidak tersungkur ke depan, dia memicingkan matanya ke arah gadis yang berdiri diam membaca buku tanpa menghiraukannya.

“Amara Lo jahat banget!! Gue kangen loh, peluk dong.”

Amara tak berniat meladeni Keira yang mengomel, dia menutup bukunya lalu masuk ke kelas. Melihat temannya berbalik dan masuk kelas, keira juga mengikuti dari belakang

Sesampainya bokong Keira di tempat duduknya, dia segera berbalik menghadap Amara.

“Mar,”

“Apa?”

“Anak anjing Lo mana?”

Amara menoleh. “gue gak punya anak anjing.”

“Bukan anak anjing itu elah!”

“Terus?”

Keira sedikit menurunkan volume suaranya. “Si hiro, biasanya kan dia ngekor mulu sama Lo kemana-mana, gue aja gak senempel itu sama lo.”

Amara yang terhenti sebentar segera kembali membalikkan halaman bukunya. “Dia bukan anak anjing,”

“Terus apa dong?”

“Lintah.” Jawab amara acuh.

“Gue serius, dimana tu anak?” Keira menyipitkan matanya, kepalanya menoleh kesana-kemari.

“Gak tau, bukan urusan gue.”

Keira memanyunkan bibirnya, “Ah gak asik lo!” dia memegang tangan Amara dan mengajaknya berdiri. “Kantin kuy.”

Tanpa menunggu jawaban amara, Keira segera menyeret gadis itu ke kantin untuk mengisi perut.

«»

Keira nyengir dengan menyatukan kedua tangannya, meminta ampun. Setelah di seret oleh keira ke kantin, mereka malah bertemu dengan objek topik mereka tadi.

Dan sekarang, mereka duduk di satu meja. hiro duduk di samping kanan Amara sambil merebahkan kepalanya di tangannya yang menyilang di meja. Dan di depan kedua orang itu ada dua teman hiro di samping kiri Keira. Meja mereka berada di samping, jadi di samping lainnya adalah dinding.

Reihan menopang dagunya, melihat Hiro yang sedari tadi matanya hanya tertuju pada gadis berkacamata yang sedang baca buku di sampingnya.

“Udah kali ro, bintitan lo lama-lama.”

Hiro terkekeh sambil masih dengan posisi yang sama.

“Gue ngeliat kakak cantik, gak mungkin bintitan.”

Gara menurunkan tumpuan dagu reihan. “Turunin, dagu lo bakal sakit.”

Reihan berdecak dan menoleh menatap keira.

“Hai kak cantik, nama kakak Keira kan?”

Keira mengangguk, dia bersandar ke dinding.

“Kenapa? mau minta whatsApp dek?”

Reihan mengubah ekspresinya, jengkel. dia selalu tidak suka dengan panggilan dek kepadanya. Kalau perlu dia akan mengajak ribut orang itu.

“Gak deh, muka kakak biasa aja. gue jadi gak tertarik.” Ceplosnya dengan senyum mengejek dan dibalas acungan jari tengah keira.

Fokus Amara terganggu dan tanpa sadar matanya dan mata Hiro bertemu. Alisnya terangkat.

“mara cantik banget, pulang bareng hiro ya.”

Amara tak menjawab dan pesanan mereka datang, mereka mulai fokus pada makanan masing-masing dengan sesekali mengobrol ringan.

Tiba-tiba tiga gadis menghampiri meja dan membuat perhatian mereka teralihkan.

“Cepetan sana elah, malu-malu aja.” Seorang temannya mendorong gadis dengan kuncir kuda dan poni ke depan.

Gadis itu dengan gugup menyelipkan sedikit rambutnya ke belakang telinga.

“Hai hiro, gue sela dari 10 ips b. Ini buat lo.” Katanya sambil menyodorkan sebuah susu kotak ke hadapan hiro.

Melihatnya, laki-laki itu tersenyum manis dan menerima susu kotak itu dengan ramah, membuat telinga sela sedikit memerah dan segera kabur diikuti teman-temannya.

“Udah yang ke berapa kali hari ini ro? Gak mungkin yang pertama kan.” Ucap reihan melihat hiro meletakkan susu kotak itu ke meja.

Hiro terkekeh menanggapi ucapan reihan dan mendorong susu itu ke arah amara dengan telunjuknya. “mara mau?”

“Gue gak suka susu.” Tolak amara setelah melahap bakso terakhirnya. Dia berdiri dan meninggalkan mereka diikuti keira di belakangnya.

“Sikap kak mara gitu, kenapa lo masih mau ngejar.” Gara angkat bicara setelah kedua gadis itu pergi.

“Tumbeyn lwo kepwo ra, Biasya juga diewm ae lwo!” Tanya reihan dengan mulut yang penuh.

Gara mengambil beberapa tisu dan menempelkannya ke bibir reihan. “Lagi makan jangan ngomong.”

Hiro menyilangkan tangannya di dada, dia bersandar pada kursi dan menatap pintu kantin.

“Gue punya kesenangan sendiri kalau liat mara.” gumamnya, gara menatap Hiro rumit dan tidak mengatakan apa-apa lagi.

Motor-motor dan beberapa mobil melewati gerbang sekolah, sekarang adalah jam pulang dan dua sahabat ini sekarang berada di samping gerbang.

“Huhu,, sorry banget mar gue gak bisa nganter lo, bokap gue lagi sibuk jadi gue cuman di jemput my ayang aja.” Keira merengek meminta maaf sedari tadi karena tidak bisa mengantarkan temannya ini.

Amara mengangguk. “Gue tau, gue bisa pulang pake gojek.” Ucap Amara menenangkan.

Setelah pacar Keira datang, dia segera naik dan berpamitan kepada Amara. Amara menunggu sambil membuka aplikasi gojek untuk dipesannya.

Tin! Tin!

Suara klakson membuat kepala Amara menoleh. Sebuah motor hitam berhenti di hadapan Amara, sang pengendara membuka kaca helmnya.

Hiro tersenyum di balik helmnya, matanya yang sayu ikut melengkung dan tanpa membuka helm pun pasti orang yang melihatnya pasti tau laki-laki itu tersenyum.

“Mara, ayo pulang bareng hiro.”

“Gak perlu.” Mara menjawab sambil berusaha mengabaikan Hiro.

“Ayok~” Hiro membujuk sambil melanjutkan. “Mara gak takut di sekolah sendirian? Yang lain udah pada pulang loh.”

Mara berjalan mengabaikan ajakan hiro. dengan mata hiro yang mengikuti pergerakannya, gadis itu naik ke gojek pesanannya dan meninggalkan lingkungan sekolah.

Hiro menutup mulutnya menahan tawa, laki-laki itu tertawa geli melihat tingkah amara yang mengabaikannya. Dia menurunkan kaca helmnya dan segera pergi dari sana.

Sesampainya di rumah, amara terdiam beberapa detik di depan pintu rumahnya. Gadis itu seperti memikirkan sesuatu dan menghela nafas.

Saat amara membuka pintu rumah, dia di sambut oleh tatapan papanya yang duduk di sofa.

“Kenapa telat 20 menit, Pergi kemana kamu tadi? Sudah belajar keluyuran kamu sekarang amara?” Suara dingin dan mengintimidasi terdengar.

“Nunggu gojek.” sahut amara tak menghiraukan tatapan tajam pria berkulit tan itu, dan naik tangga ke kamarnya. Tapi suara yang keluar setelahnya membuat kaki amara berhenti.

“Tidak tau sopan santun, apa sifat membangkang ini yang di ajarkan ibu kamu?”

“Mas!” Suara wanita menegurnya. maya, istri kedua damar.

Amara melanjutkan langkahnya dan masuk ke kamar. Sesampainya dia di dalam, dia melihat telapak tangannya memerah karena dia mengepal terlalu kuat.

Amara meletakan tasnya dan duduk di meja belajarnya, mulai mengerjakan tugas dan mencari soal untuk dia selesaikan sendiri. Selalu seperti ini, setiap kali ada perasaan tidak nyaman di hatinya.

amara selalu melampiaskannya pada buku tugas di depannya.

_

Hiii~

Please vote and share ^^

See ya readers<⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠>

Continue Reading

You'll Also Like

23.3K 4.4K 49
* Disarankan untuk membaca "Rasa Punya Nadira" dan "Nadira Beserta Bahagia Miliknya" terlebih dahulu supaya bisa lebih runtut ceritanya 😊 ***** Tipe...
Rara [END] By D.

Teen Fiction

34.4K 3.9K 86
•••COMPLETED••• •••[[CERITA MASIH LENGKAP]]••• Aku tantang Minimal Baca sampai part 10 dulu... Suka? Lanjut. Gak suka? Gapapa. ...
14.6K 2.1K 48
PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut seba...
Wattpad App - Unlock exclusive features