Heloww aku bersyanda gess,aku punya bonus chapter ada empat.
Ini ku fokuskan ke Devan ya.
Maaf kelamaan.
.
.
.
.
Hari ini adalah hari senin. Devan mencium pipi Nani dan adiknya. Dirinya akan pergi menuju ke sekolah.
"Abang semangat ya, pulang bawain kak fadel! " Celetuk naren.
"Siapa?? " Tanya Nani.
"Calon kakak iparku! " Seru naren.
Devan hanya menggelengkan kepalanya.
"Bang bawain rujak dong, mommy pengen. Kalo pulang langsung pulang jangan kesana kemari jangan lupa bawain rujak " Ucap Nani.
Devan mengangguk dan tak lupa memakai helm dan melajukan montornya.
*sekip!!
Kini Devan sudah berada di sekolahnya. Banyak yang meneriaki Devan karna ketampanannya.
Bel masuk telah berbunyi, semua orang sudah berada dilapangan. Devan mengelilingi sekolah karna takut ada yang bolos upacara karna sering terjadi.
Sudah banyak yang tertangkap, Devan pun memarahinya.
"Cepat kelapangan! " Amuk Devan.
Orang-orang berlari menuju lapangan dan tak lupa topinya. Devan akhirnya menuju ke lapangan.
Upacara pun di laksanakan dengan baik. Semua wanita mencuri pandang ke arah Devan.
"Devan, risih kah??" Tanya fadel yang ada disampingnya. Devan mengangguk.
"Hihi, kamu kegantengan sih.... Sabar ya bentar lagi selesai! " Puji Fadel.
"Iya." Gugup Devan. Hatinya Devan mau copot gegara fadel!!
"UPACARA SELESAI BARISAN DI BUBARKAN! "
Semua orang pun segera masuk kedalam termasuk Devan dan fadel.kamu kira Devan nggak punya temen cewek. Ya punya lah! Tapi sayangnya fujo. Wanita tersebut memang tomboy, sering ia menjodohkan Devan dengan fadel.
Kini wanita tersebut ada dibelakang Devan dan fadel. Mengumpati teriaknya karena salah satu momen defa(Devanfadel).
Kalian tau Devan sebangku dengan siapa?? Tentu saja fadel. Sebenarnya masih banyak teman Devan ada di belakangnya. Didepannya. disampingnya.termasuk wanita tersebut.
Sesampainya di kelas Devan terhalang oleh kumpulan wanita yang menunggunya. Devan sudah jengah memutuskan untuk menerobosnya.
"Loh?... Kamu dicariin lo " Heran fadel.
Tidak da jawaban, selang beberapa menit ada guru yang masuk dan mulai mengajar. Pagi hari senin udah disuguhin mm 3 jam.
"Oke, silahkan kalian kerjakan berkelompok sebangku. Pelajaran mm lagi kapan? " Tanya guru tersebut.
"Kamis bu" Sahut sang murid.
"Ya, hari Kamis sudah selesai. Jangan lupa dikasih alasannya ya. Cukup pelajaran hari ini saya akhiri . "
"TERIMA KASIH BU ILA "
Guru tersebut tersenyum dan meninggalkan kelasnya. Fadel melirik Devan yang menatapnya.
"Jadi dirumahmu ya, aku mau ketemu dedek gemes ya ya ya " Mohon fadel ke Devan dengan mata puppy eyes.
"Iya " Devan sembari mengelus rambut fadel.
"Kalian itu kenapa gk pacaran aja sih!? Heran gue sekalian nikah biar kita dapet rawon ya gak temen temen!? " Celetuk wanita itu.
" iya tuh!" Sahut gengnya Devan.
"Kalian apa apa an sih!, gak lucu tau gak! " Amuk fadel. Di mata fadel ia marah seperti singa tapi bagi semua orang seperti kucing minta makan!
"Aduh inces gue, kasian bertepuk sebelah tangan. Mau gue nikahin lo sama Devan." Wanita tersebut.
"Percuma lu ngomong sama si batu njir, uke nya gemes pengen gue makan. Tapi takut di gorok Devan " Celetuk gala sama satu teman Devan.
"Kenapa gak kalian aja yang nikah!,si nita sama gala cocok loh ya kan Devan!? " Girang fadel. Devan mengangguk.
"IDIH!? NAJIS TRALALA GUE NIKAH SAMA GALA, iyuhh gala buka tipe gue. Tipe gue tuh kaya mas Jeno aww aww" Nita cewek tomboy.
" Si kocak geming. Gue juga gak mau sama lo ya "dengus gala.
" Sudah sudah jangan berteman" Lerai fadel.
"Nanti kita pulang bareng ya " Fadel menatap Devan.
"Iya sayang "
"AAA!! JANTUNG GUE MAU COPOT! LI LU DENGER KAN TADI !, DEVAN MANGGIL FADIL SAYANG OMEGATTTTT!, KALIAN PACARAN DIEM DIEM YA!! " sahut nita.
Gala menganga tak percaya, gala menatap nita yang semakin mereog.
Sedangkan fadel tertawa canggung. Apakah perasaanya akan dibalas?
"Mohon perhatiannya anak anak besok libur, karna guru ada dinas. Sampai bertemu kembali di hari rabu" Ucap guru tersebut yang baru saja masuk.
"Yey!?"
*sekip!!
Devan dan fadel kini berada di tukang rujak. Sesuai dengan pesanan mommynya. Tak lupa membeli susu matcha beberapa kotak sampai sekerdus.
"Kamu suka Matcha? " Tanya fadel. Devan mengagguk.
Setelah selesai membeli Devan dan fadel menuju ke mansion. Fadel memegang erat perut Devan karna mengebut.
"DEVAN BISA PELAN GAK"
"HAH!? "
"BISA PELAN KAGAK?! "
"APA!? "
"AKU SUKA KAMU!? "
"AKU JUGA"
fadel terdiam.
"BANGSAT, PELAN PELAN AKU TAKUT!? " ringis fadel.
Perdebatan singkat akhirnya sudah sampai. Naren membelalak kaget kakanya membawa fadel.
"Kakak!? " Senang naren.
fadel masih nafas dengan terkenal sengal sembari memegang tangan devan. Yang tak sengaja Devan menyatukan tangannya..
.
.
.
. Author kehabisan ide
.
.
Kini hari sudah larut malam, Devan dan fadel masih sibuk dengan tugasnya. Nani memberitahu orang tua fadel untuk mengizinkan anaknya menginap. Sudah akrab dengan orang tua nya tinggal besanan aja... Eh 🗿keceplosan.
"Nak fadel, tidur sini yah... Sudah larut malam mommy khawatir nanti kamu di culik.mommy sudah ijin dengan orang tau mu, Devan pinjemin bajumu." Nani.
Devan dan fadel saling mengangguk, Nani tersenyum dan menutup pelan pintu kamar anaknya dan pergi kekamar suaminya.
"Devan, aku boleh pinjem kamar mandi mu ngga mau mandi badan aku udah lengket" Fadel.
Devan mengangguk,"bajunya kusiapkan nanti. ".
Fadel pun mandi dikamar mandi Devan. Devan menyiapkan bajunya dan membarinya kepada fadel.
Fadel pun keluar dengan baju kebesaran celana pendek milik Devan terlihat lucu saaat fadel memakainya.
Malam semakin larut Devan pun menyudahi belajarnya, Devan dan fadel tidur diranjang yang sama.
Tiba tiba hujan datang, petir bergemuruh membua fadel takut. Fadel menutup telinganya.
Devan yang melihat itu. Merentangkan tangannya memeluk erat pinggang fadel. Fadel menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Devan. Tubuh fadel masih bergetar menahan tangisannya.
"Jangan takut ada aku disini" Devan menenangkan fadel mengelus punggung fadel.
Ini yang di tunggu tunggu Devan. Akhirnya ia bisa merasakan pinggang ramping milik fadel.mencium aroma khas di rambut fadel vanila.
Tangis fadel digantikan dengan dengkuran pelan dan nafas yang netral milik fadel. Tangannya tak lupa membalas pelukan Devan.
Devan tersenyum dan menyusul fadel di mimpinya. Nani mengecek Devan dan ternyata tidur dengan berpelukan dew juga melihatnya.
"Mas, ku rasa.... Kata naren benar " Ucap Nani dew hanya mengangguk.
" Sayang, nen" Bisik dew.
"Hih! Bukannya senang malah minta nen" Dengus Nani.
.
.
.
.
.
Gimana menurut kalian?,?.?
?...,?,...
Ini typonya ku biarin karna malazzzzz, malas menanggapi wkwkwkkwkw.
Akhirnya and juga. Sampai bertemu di book lainnya gezzz. Lopekkk.
Besok aku up lagi yang terakhir kalinya.
Ini
Fadel nendralino
Gedenya Devan.
Naren Wijaya dewangga (anak ke 2 dew Nani).
Mau up sekarang ngga
Spam aku sebanyak mungkin. Kalo mau.