Chapter ini membahas sedikit tentang latar belakang Xiao Zhan.
.
.
.
Tidak ada sedikitpun dari Xiao Zhan yang tidak Wang yibo ketahui. Mulai dari latar belakang keluarganya hingga menjadi seorang anak yang hidup seperti tak punya keluarga.
Xiao Zhan adalah anak dari pebisnis ternama yang selalu bersaing dengan keluarga Wang. Siapa yang tidak mengenal Xiao? Kejayaan seorang Xiao Yanyang bukan semata-mata karena usahanya tetapi karena seorang wanita bak malaikat berdiri dibelakang nya. Menopangnya dan berjuang bersama nya. Hingga ketika lelaki itu berdiri pada puncaknya, Dilreba didepak seperti seogok sampah yang tidak dibutuhkan setelah digunakan.
Dilraba pergi dengan segala luka yang ditorehkan oleh Yangyang. Wanita itu bukan pula miskin namun, untuk bersama Yanyang, wanita itu menentang keluarganya dan memilih mengikuti sang kekasih dan berjuang bersama seperti yang pria Xiao itu Katakan. Sayangnya Dilreba tertipu dan tidak lagi diterima oleh keluarga nya.
Wanita itu memilih hidup sederhana dan bekerja siang dan malam, menggendongnya dengan kain yang mulai kusut demi beberapa lembar popok dan susu untuk Xiao Zhan. Tiada rasa malu ketika beberapa orang menghina dirinya sebagai wanita terhormat yang kini berubah menjadi buruk rupa.
Xiao Zhan tumbuh dengan sehat dan mewarisi sifat sang ibu dan kesempurnaan rupa Dilreba. Tak lupa otak cerdasnya. Suatu ketika, saat kelulusan Sekolah menengah pertama, Wanita itu hendak menemui putranya untuk mengambil laporan namun, ketika hendak menyeberangi jalan sebuah mobil sedan merah menabrak tubuh wanita cantik itu hingga melayang dan terpental menabrak jalanan. Dihadapan Xiao Zhan, ibunya direnggut darinya.
Setelah mencari tahu, ternyata penyebabnya adalah anak dari istri Yanyang dan atas suruhan wanita bernama Qin wu. Xiao Zhan tidak memiliki kuasa hingga memendamnya sendirian membuatnya hidup dalam keputusasaan setelah keluarga satu-satunya yang dia punya. Dilreba pernah mengatakan kalau, Xiao Zhan tidak boleh sekalipun mencari latar belakangnya atau mencari keluarganya. Dia harus hidup mandiri dan membuktikan dari rahim mana dia dikandung dan dilahirkan.
Xiao Zhan memegang janji itu dengan berjuang sendirian hingga bertemu dengan saudara se ayahnya. Yaitu, Reng Min. Perempuan itu membuat segala kekacauan membuat Xiao Zhan sering diperlakukan buruk disekolah hingga berakibat fatal pada jantung nya.
Xiao Zhan anak yang sangat sehat sejak lahir namun, karena Reng Ming, jantung dan ginjal nya rusak. Xiao Zhan bertahan hingga akhirnya dia lulus dan bertemu Wang yibo yang merupakan rumah impiannya di universitas. Wang Yibo adalah ketua senat yang memberikan masa ospek kepada Xiao Zhan.
Kisah cinta yang dimulai dengan perasaan adik kakak itu berubah menjadi perasaan nyaman hingga Wang yibo dengan jujur mengungkap perasaan nya dan Xiao Zhan dengan senang hati menerima karena perasaan nya terbalas.
Setelah bersama Wang yibo, teror dan ancaman dari Qing Wu dan Reng Min mulai berkurang meskipun tidak seluruhnya. Dan setelah dirinya dan Wang yibo berakhir, keluarga Reng Min dan ibunya seolah hilang kabar. Keluarga Xiao seolah hilang ditelan bumi. Hingga suatu hari, seorang pengacara datang kepadanya dan mengatakan bahwa seluruh harta Xiao telah menjadi hak milik nya sepenuhnya.
"Semuanya adalah milik ibumu. Ayah mu telah menetapkan ibumu sebagai pemilik semua saham dan perusahaan nya. Dan satu hal yang harus kamu tahu bahwa, Tuan Yanyang begitu mencintai ibumu hingga saat mendengar ibumu meninggal, Ayah mu tidak bisa bertahan." Hanya itu yang pria itu katakan. Jadi yang Xiao Zhan tahu bahwa Ayahnya lah yang menebus kesalahannya dengan mewariskan hartanya.
Biasanya dipagi hari seperti ini, ketika bangun, Wangji akan melakukan gurauan kecil membuat Xiao Zhan tertawa di pagi hari atau di meja makan mereka akan berbicara beberapa hal mengenai pekerjaan dan bagaimana hubungan mereka kedepannya. Namun pagi suasana apartemen tersebut sedikit berbeda. Semuanya berawal dari pertemuan dengan Wang Yibo. Mungkin ide bertemu Wang yibo adalah buruk.
"Wangji ada apa?" Xiao Zhan memecahkan keheningan dengan pertanyaan tersebut. Wangji terlihat berbeda tidak seperti biasanya. Meskipun dia juga demikian tetapi Xiao Zhan berusaha mengenyahkan pikiran buruknya dan tidak peduli dengan bagian lain yang terus-menerus memperingati dirinya. Rasa bencinya terlampau besar hingga nurani yang selalu dia andalkan justru ia abaikan.
"Aku bisa gila," ucapan tersebut keluar tanpa dia sadari. Xiao Zhan yang baru pertama kalinya Melihat raut kecemasan dan bimbang pria itu membuat nya kaget lalu mengambil tempat lebih dekat untuk mengengam tangan kekasihnya.
"Maafkan aku Ge," melihat wajah Xiao Zhan yang nampak khawatir menyadarkan Wangji yang sedari tadi mengabaikan Xiao Zhan.
"Aku hanya terlalu memikirkan Gege. Aku benar-benar tidak bisa tenang sejak kemarin," Wangji memilih jujur karena awal mula hubungan mereka, keduanya telah berjanji untuk jujur dan saling menghargai. Jadi dia Wangji tidak ingin terlihat berubah.
Xiao Zhan menguasai dirinya dengan baik sebelum kembali bertanya," apa yang terjadi dengan Yibo Ge? Maksud ku kenapa sampai kamu berpikir seperti itu."
Wangji membalas memegang tangan pria itu kemudian berujar dengan tatapan yang penuh ketakutan akan kehilangan."Ayah dan ibu menyembunyikan banyak hal tentang Yibo Ge kepada ku. Aku takut sesuatu yang buruk menimpa dirinya. Zhan Ge, kau tahu? Dia sangat berharga bagiku seperti dirimu untukku. Aku tidak bisa kehilangan kalian berdua. Yibo Ge seperti potongan puzzle yang tidak mudah untuk dipersatukan."
"Daripada khawatir, kenapa tidak langsung bertemu Gege mu dirumahnya? Mungkin perasaan mu lebih tenang," ucap Xiao Zhan yang lebih kepada dirinya yang juga ingin tahu namun egonya terlalu tinggi.
.
.
.
Didalam ruangan dengan suhu yang pas untuk tubuh Seseorang, Shen Yue menatap layar monitor tersebut. Setelah merasa sudah cukup, wanita itu melakukan beberapa tindakan medis sebelum keluar meninggalkan tempat tersebut dan mengunci pintu nya sangat rapat.
"Wangji? Apa ada yang kamu perlukan?" Shen Yue bertanya karena pria itu datang pada pagi hari yang seharusnya dia berangkat untuk bekerja.
"Jie, aku mohon. Tolong katakan apa yang terjadi dengan Yibo Ge? Aku tidak tahu bagaimana lagi harus mencari tahu keadaannya. Tidak ada yang jujur. Aku benar-benar khawatir Jie." Tidur tidak pernah lelap, pekerjaan nya terganggu dengan keadaan kakaknya.
Saat bimbang antara jujur atau tidak, suara dibalik punggung Yue menyapa Wangji."Ada apa dengan mu? Kenapa wajahmu terlihat kusut seperti baru keluar dari kandang harimau?" Ucap Wang yibo sambil menunggu adiknya itu masuk kedalam pelukannya. Dan benar saja, Wangji sekarang sedang menangis meskipun tanpa Suara.
"Sudah ingin menikah tapi masih saja cengeng. Apa kata kekasih mu nanti kalau ternyata pria nya sering menangis seperti anak anjing yang lucu." Ucap nya sembari menepuk punggung adiknya.
Shen Yue membuang muka ketempat lain sambil menyeka air matanya. Wanita itu memilih untuk menyiapkan makan siang untuk suami dan putra nya. Itu lebih baik daripada melihat wajah tebal suaminya.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa Gege memiliki banyak rahasia. Kamu seolah menanggung banyak sekali beban tanpa aku tahu. Gege... Apapun yang terjadi, aku hanya ingin kamu bernafas meskipun beberapa anggota tubuh mu tiada. Aku tidak bisa jika___
"Sttt----tenang. I'm okay. Aku Wang yibo. You know that. Kalau kau tidak bisa menahan beban, lalu bagaimana kamu bisa melindungi orang yang kamu cintai?" Jemari besar itu menyeka mata basah adiknya.
"Aku kuat karena kamu Ge. Aku bisa bertahan dalam keadaan apapun, tetapi kehilangan dirimu, Wangji tidak bisa Ge."
"Bicaramu seperti Gege sakit keras dan akan mati. Aku tidak selemah itu. Aku harus melihat adik tampan ku bahagia dengan kekasihnya terlebih dahulu. Lalu___
"Lalu apa? Kenapa harus sampai aku menikah? Aku sudah pernah kehilangan bagian dari dirimu. Aku tidak mau kehilangan lagi."
Wang Yibo mengernyit mendengar satu ucapan yang menurut nya mengganjal." Bagian dari diriku maksudnya?"
Menyadari kesalahannya, Wangji langsung merubah pembicaraan membuat Wang yibo teralihkan.
"Lihat. Aku baik-baik saja bukan? Sekarang pulang dan segeralah urus pernikahan mu. Gege akan membantumu menyiapkan segalanya."
Wangji pamit pulang. Setelah itu Wang yibo kembali hampir jatuh namun lagi-lagi Wanita baik itu dengan sigap membantunya.
"Sudah kukatakan kalau belum stabil untuk kembali kamu gunakan. Kenapa memaksa?" Wanita itu menggerutu sambil membantu pemuda itu naik kembali ke ranjang.
"Maaf selalu merepotkan mu." Ucap Yibo ketika sudah berada didalam kamar.
"Cih, kamu memang sangat merepotkan."
Wang Yibo tertawa dibuatnya. Gadis itu memang pemarah." Terimakasih, Nyonya Wang." Ucapan tersebut dihadiahi pukulan pada pahanya membuat pria Wang itu justru tertawa lebih keras.
"Jangan merengek kepadaku. Urus saja dirimu sendiri." Ketus Yue sambil berjalan keluar meninggalkan pemuda itu yang menggeleng dengan kelakuan tsundere istrinya.
.
.
.
Ada yang merasa kejanggalan antara, ucapan Wangji? Shen Yue, dan Xiao Zhan?
**To Be Continued**