"aku pulang"ucap seorang remaja berkacamata dengan mata kiri yang tertutupi poni siapa lagi kalau bukan Alva
Setelah berbincang bincang dengan Amel dan feron Alva yang tau bahwa hari sudah mau gelap pun berpamitan untuk pulang
Ada rasa tidak tega untuk melepaskan Alva namun Amel tetap tidak ingin egois jadi dia pun memberikan nomor nya untuk berjaga jaga kalau Alva mendapatkan masalah
"Abaaaaaaang!"teriak aela
Saat melihat Alva yang baru pulang sambil memegang tas kresek
'grep'
"Ish Abang kok lama sih aela udah pulang 3 jam yang lalu loh"ucap aela
Sedangkan Alva tersenyum
"Iya maaf cantik tadi Abang ketemu Ama orang jadi Abang kelupaan waktu dan ini novel pesenan kamu"ucap alva sambil menyodorkan tas kresek yang dia bawa
Aela pun menerimanya dengan senyuman yang terus terukir di wajahnya
"Tadi cemberut abangnya GK pulang sekarang udah senyum senyum kayak orang gila"celetuk seseorang di belakang aela
Alva melihat Nadia yang sudah bertingkah layaknya melihat anak anaknya duharka
"Ish bunda mah pokoknya aela GK like bunda"ucap aela lalu naik ke arah tangga
Sedangkan Nadia hanya menghela nafas saat melihat kelakuan anak perempuannya itu lalu melihat ke arah alva
"Va kamu mandi dulu gih terus makan "ucap Nadia
"Tadi Alva udah makan Bun di cafe kalau begitu Alva pergi ke kamar dulu yah Bun"ucap alva
Nadia mengangguk lalu pergi ke kamarnya
_____________
"Dasar jalang!"
"Cih pembully!"
"Orang kayak lo itu GK pantas hidup tau ngak!"
"Cih caper!"
"Liat guys ada Anak sok cantik nih!"
"Maluuuuuu!"
"Mending mati aja GK sih dari pada jadi orang caper!"
'brak'
"Hah..hah...hah...hah...hah"
"Mimpi itu lagi "ucap seorang gadis
Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya mencoba untuk mengatur nafasnya
Akhir akhir ini gadis itu selalu bermimpi buruk
Gadis itu melirik jam alarm nya yang mana menunjukkan waktu 03:46 pagi
Dengan mata memerah gadis itu mulai terisak
"Hiks hiks va hiks gue kangen Ama Lo hiks Alva gue rindu ma suara nenangin lo"lirih gadis itu sambil melipat lututnya
Gadis itu melirik ke sebuah foto yang ada ada 2 orang anak berbeda jenis sedang tersenyum sambil bermain ayunan lalu di bawahnya ada nama Alva Zainal dan alnea meisa
Yah gadis itu adalah nea sang gadis yang tidak tau apa-apa yang tertuduh menjadi antagonis
"Va maaf selama 7btahun ini gue GK hubungi Lo gue cuma GK mau Lo kecewa saat tau kalo kondisi gue kayak gini"lirih nea
Lalu melihat ke arah lengan atasnya yang ada ada beberapa luka silet yang masih baru
Nea memandang langit langit kamarnya yang bewarna kuning
"Geu kangen tapi takut kalo Lo kecewa Ama gue va"ucap nea lalu kembali tidur
_____________
Di pagi hari yang terlalu pagi sekitar pukul 05:20 terlihat seorang remaja laki laki berambut merah tua sedang duduk di balkon kamarnya
Dengan mata terpejam remaja itu menikmati angin dingin yang menebus ke tulang nya
'ting'
Suara notifikasi ponsel membuat nya melihat siapa yang mengirim itu setelah tau siapa yang mengirim dia pun membuka
Kak Amel
Kak Amel
Hey alva maaf menganggu
Tapi bisa ngak kita nanti siang ketemu ada yang pengen kakak
Bicara in ni
Anda
Iya kak
Setelah selesai membalas pesan Amel Alva pun melirik sebuah buku yang mana bersampul dark ke biruan
Alva membuka buku itu lalu setelah beberapa menit dia menutup buku itu lagi
"Dari yang di katakan novelnya sih nanti siang si alvi bakal di serang Ama musuhnya terus veranjing bakal selamat in Alvi"ucap alva
Setelah beberapa menit berdiam sambil memandangi meja yang entah kenapa
Alva pun pergi ke kamar mandi setelah selesai dia pun berganti pakaian
Setelah selesai dia pun pergi keluar dari kamarnya dan menuju ke bawah setelah sampai di bawah terlihat seluruh keluarga nya sudah berkumpul
Alva pun duduk di samping aela
"Yah nanti Alva sekolah di mana?"tanya Alva
Dia memang akan sekolah Senin depan namun masalah nya Andre GK mau ngasih tau itu di sekolah mana
Mendengar pertanyaan Alva, Andre melihat ke arah lain
Sedangkan Alva hanya memasang wajah datar
"Kalian makan"ucap Abraham
Mereka mengangguk lalu memakan makanan nya
"Aku Uda selesai kalo gitu aku berangkat sekolah dulu yah kek,Bun yah,bang"ucap aela
"Iya hati hati"ucap mereka
Aela mengambil sebuah apel hijau lalu mengambil tasnya dan pergi
"Kalo gitu kami juga pergi dulu ya yang,va"ucap Andre di balas mereka berdua
Kemudian Andre dan Abraham pun pergi
"Biar alva bantu Bun"ucap Alva saat melihat Nadia ingin mencuci piring
"GK usah va kamu mending ke mana gitu sekalian keliling biar GK nyasar"ucap Nadia
Sedangkan Alva hanya menghela nafas
"Kali gitu Alva ke kamar dulu kalo ada butuh apa apa tinggal bunda panggil"ucap Alva
Nadia mengangguk kemudian Alva pun pergi ke kamarnya
Setelah sampai di kamar alva hanya menatap langit langit kamarnya karna dia bosan selang beberapa menit dia pun sudah tidak tahan dengan kebosanan nya
Kemudian dia melirik ke arah meja belajar yang mana ada 2 buah laptop
Dengan seringai yang lebar alva berjalan ke arah meja belajar Nya
Kemudian dia pun membuka layar itu
"Udah lama nih gue GK main, penjagaan nya ketat Apa gampang yah?"ucap Alva
Kemudian jarinya pun mulai menari
"Njir ternyata lebih mudah dong penjagaan nya daripada di dunia gue dulu "ucap Alva
Kemudian melanjutkan mengetiknya
Setelah menemukan apa yang dia dapat Alva pun tersenyum penuh kemenangan
Beberapa angka yang ada di layarnya pun menurun yang mana adalah sebuah angka saham dari suatu perusahaan
"Enak aja mau korupsi di perusahaan ayah gue"ucap Alva
"Dahlah males gue GK ada yang menarik lagi semua tikus udah gue bantai di perusahaan ayah tapi kalo di perusahaan itu_"ucap Alva sambil menggantung
"Dahlah bomat anggap aja sebagai anak yang berbakti yang membantu urusan masalah tikus dan ini sebagai hadiah mu Dady"ucap alva sambil tersenyum
Kemudian beberapa data pun mulai mengalir
"Perfect"ucap Alva dengan bangga
'brak'
"Anjing! Ada tukang cilok tuh beli aaa!"ucap Alva
Lalu berlari dengan kecepatan kereta ekspres untuk mengejar yang namanya pedagang cilok
___________
'brak'
"Tuan kami mendapatkan sebuah data dari seseorang, tentang beberapa tikus yang ada di perusahaan!"teriak seseorang
Sedangkan orang yang di panggil bos itu mengreyit
"Dari siapa itu?"tanya bos
Sedangkan orang itu menggeleng kemudian dia menjentikkan jarinya
"Namanya adalah vag,dia juga meninggalkan pesan di data terakhir"ucap orang itu
"Apa itu?"
"Dia bilang 'hadiah untukmu Dady aku akan selalu menunggumu untuk menemukan ku' begitulah isi pesannya"ucap orang itu
'brak'
"Derin cepat lacak akun orang itu!"ucap bos itu sambil mengebrak meja kerjanya
Dan tanpa banyak cek Cok alasan basa basi orang itu langsung pergi untuk melacak akun orang itu
Beberapa menit kemudian
'triiiiiiiiing'
"Bagaimana?"
"Maaf bos kami kehilangan sinyal tentang akun orang itu"balas orang di seberang
"Jika kalian mendapatkan nama akun seperti itu tadi langsung lacak"ucap bos
"Baik!"
Bos itu menatap jendela dari gedung nya
"Apa benar itu kamu nak? Kenapa kau tidak datang langsung kepada Dady kami semua merindukanmu"bos itu lalu menghela nafas