Pernah salah

By Rooseeart

15.1K 798 390

ini cerita yang kemarin author up di Ig, kali ini pindah ke kesini. karna biar episode nya lebih menarik haha. More

part 1
part 2
part 3
part 4
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20
part 21
part 22
part 23
part 24
part 25
part 26
part 27
part 28
part 29
part 30
part 31
part 32
part 33
part 34
part 35
part 36
part 37
part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45

part 5

351 19 10
By Rooseeart

Keesokan harinya di rumah Rara.

Rara baru saja selesai mandi, ia sedang mengeringkan rambutnya.
"Ka cepat. Ibu tunggu buat sarapan" ucap ibu yang berada di ambang pintu kamarnya.
"Iyo, tunggu sebentar. Rambut Kaka masih basah" ucap Rara.
"Langsung turun Yo" ucap ibu.
"Iyooo" ucap Rara. Kemudian ia merapikan kembali hair dryer nya dan segera menuju kebawah.

"Tumben mandi ka" ucap ka Ovie.
"Udah 2 hari gamandi. Hahaha" ucap Rara sembari duduk di meja makan.
"Pantes aja, eh ka. Hari ini mau di anter atau sendiri? Soalnya kan gue mau jemput Arya di bandara" Tanya ka Ovie.
"Oh iyaa lupa aku. Rara sendiri aja deh pake ojol, biar cepet juga" ucap Rara.
"Oke deh, hati hati lu nanti. Kalo ada apa apa telpon yaa. Gue otw sekarang" ucap ka Ovie.
"Ibu ikut ke bandara juga?" Tanya Rara.
"Idak, ibu di rumah aja" ucap ibu.
Dan Rara pun hanya mengangguk, karna ia tengah makan.
"Ini ibu bikin bekal untuk disana. Bawa Yo, ada nak Indy juga kan disana? Sama yang lain?" Tanya ibu.
"Astaga lupa kalo ada Indy" batin Rara.
"Kak, ibu tanya ko melamun" tergur ibu.
"Ah iyoo Bu banyak yang lain ko" ucap Rara.
"Yasudah, habiskan makan nya. Jangan lupa ini di bawa, nanti pintunya tutup. Ibu mau lanjut nyuci" ucap ibu sembari meninggalkan Rara.
"Apa aku chat Nia aja ya Biar dia ikut. Biar aku ngga sendiri." ucapnya bermonolog.
Setelah itu, Rara pun menghubungi Nia.

"Kepaksa deh berangkat sendiri" ucap Rara, ia pun segera membereskan makannya dan segera berangkat. Tak lupa pamit kepada ibu.

Kini Rara sudah tiba di rumah adibal.
"Assalamualaikum" ucap Rara sembari menyalami adibal
"Waalaikumsalam warohmatullah" ucap adibal.
"Yang lain belum pada Dateng yaa ka adi?" Tanya Rara.
"Baru ada randa, bawa apa nih?" Tanya adibal.
"Biasa makanan buatan ibu, nanti kita makan bareng yaa ka Adi" ucap Rara.
"Oke deh, yaudah sana masuk. Saya mau telpon orang dulu" ucap adibal.
"Makasih ka Adi" ucap Rara kemudian masuk dan ikut gabung dengan Randa.

"Hai Rara" ucap randa.
"Hai randa" ucap Rara.
"Lo belum rekaman juga? Gue kira udah" ucap randa.
"Belum, baru free hari ini" ucap Rara.
"Widih, gaya amat yang jadwalnya padat" ucap randa.
"Alhamdulillah. Kamu juga kenapa baru rekaman?" Tanya Rara.
"Yaa sama baru free" ucap randa.
"Gimana shooting film barunya?" Tanya Rara.
"Alhamdulillah lancar Ra hehe" ucap randa.
"Syukur deh, eh bentar yaa. Angkat telpon dulu" ucap Rara.
"Yoi" ucap randa.

📲
Rara : halo mas kenapa?
Al: kamu dimana?
Rara : aku kan udah bilang hari ini ada rekaman. Kamu gabaca WhatsApp aku?
Al : ya harus nya bilang lagi dong!
Rara : ko marah sih
Al : Halah, udahlah cape aku. Gausah ngabarin aja sekalian! Berduaan aja sana sama Indy Indy itu
Rara : kamu apaan sih, bawa bawa orang. Aku ada rekaman buk-
Tuut...tuut...  Telpon. Terputus.
"Astagfirullah Al haris. kenapa sih mas haris selalu kaya gitu" ucap Rara bermonolog.
"Udahlah masuk aja, dari pada ngerusak mood" ucapnya lagi, kemudian ia masuk kedalam. Tanpa Rara sadari, Gunawan yang baru saja tiba, melihat kejadian dimana Rara menerima telpon tadi. Dan sedikit membuat nya penasaran, namun karna sifatnya yang dingin itu, ia hanya membiarkannya. Karna ia pikir bukan urusannya, tidak perlu ikut campur.

***

Beberapa jam kemudian rekaman pun sudah selesai. Kini mereka semua tengah makan masakan yang tadi Rara bawa.
"Pempek ibunya Rara emang best, sering sering bawa ya nak" ucap adibal.
"Iyaa ka Adi, asal sering sering aja undang Rara kesini selain rekaman hehe" ucap Rara.
"Ga di undang juga, langsung datang aja. Rumah ini terbuka ko" ucap adibal.
"Hmm ka Adi, randa pamit pulang duluan ya. Soalnya besok pagi harus ada jadwal shooting" ucap randa.
"Iyaa silahkan, terus semangat oke" ucap adibal.
"Siap ka Adi. Kalo gitu randa pamit yaa semuanya, assalamualaikum" ucap randa, kemudian pulang.

Kini hanya tersisa Gunawan, Rara, adibal, dan wa Asep.
"Eh Ra, ini udah malem kamu ngga di jemput Ovie?" Tanya adibal
"Kayaknya ngga deh, soalnya ka Ovie ada urusan mendadak kata ibu. Ada Arya, aku ngga kasih ijin kalo dia kesini hehe." ucap Rara.
"Pacarmu?" Tanya adibal.
"Hmm dia lagi syuting ka Adi" ucap Rara.
"Bareng aja sama gun. Ya kan gun, searah juga kan?" Tanya adibal.
"Iyaa udah malem, takut ada apa apa" ucap wa Asep.
"Gapapa gausah, nanti Rara telpon mas Haris aja" ucap Rara.
"Yasudah kalo gitu, kita lanjut makan lagi, ini enak soalnya hahaha" ucap adibal sembari tertawa.

Sudah pukul 00.30 dini hari, Rara masih setia berada di rumah adibal. Ia menunggu sang kekasih untuk menjemputnya. Namun sudah hampir 1 jam kekasihnya tidak datang. Kemana yang lainnya? Gunawan masih rekaman. Karena ia akan rilis lagu dalam waktu dekat ini.

"Aku coba telpon lagi mas Haris deh" ucap nya sembari menelpon kekasihnya, namun masih tetap tidak aktif.

30 menit kemudian, Gunawan keluar. Ia merasa heran kenapa Rara masih berada disana. Gunawan pun memberanikan diri untuk mendekatinya.

"Kenapa belum pulang?" ucap Gunawan sembari duduk di samping Rara.
"Mas Haris belum jemput" ucap Rara.
Gunawan pun beralih membuka ransel nya dan mengeluarkan jaket. Dan di berikan kepada Rara.
"Apa ini?" Tanya Rara.
"Pake, kamu saya antar pulang" ucap Gunawan.
"Tapi Indy. Nanti kalo mas Haris kesini gimana?" Tanya Rara.
"Coba aja telpon, kalo ga aktif kamu pulang dengan saya. Kalo dia marah, nanti saya bantu jelasin" ucap Gunawan.

Rara terdiam sejenak untuk berpikir, ia takut saat bersama Gunawan, pacarnya datang. Namun juga ia berpikir takutnya pacarnya ini tidak menjemputnya. Dan akhirnya ia memilih untuk pulang bareng Gunawan.

"Mau pake helm?" Tanya Gunawan.
"Hmm iyaa" ucap Rara.
"Tunggu sebentar saya pinjam dulu" ucap Gunawan sembari pergi meninggalkan Rara.
"Aduh, ga enak nih gue, takut mas Haris jemput lagi" ucap Rara.

Tak lama Gunawan kembali dengan membawa helm, namun saat Rara akan menerima helm nya, dengan lebih dulu Gunawan memakaikan helmnya ke kepala Rara. Dan tentu saja Rara diam membisu.

"Udah jangan banyak mikir, cepat naik" ucap Gunawan.

Selama di perjalan, tak henti hentinya Gunawan melihat ke arah kaca spion hanya untuk memastikan Rara baik baik saja.

"Pegangan, saya mau ngebut. Ini sudah larut, nanti kamu kemaleman" ucap Gunawan.
Dan tentu saja Rara menuruti ucapan Gunawan.
"Saya menyesal ngga mengutarakan isi hati saya, padahal saya sudah mempersiapkan semuanya" batin Gunawan.

Kini mereka sudah tiba di kediaman Rara.
"Dah sampe" ucap Gunawan.
"Mau masuk dulu, aku bikinin minum" ucap Rara.
"Ngga usah cing, eh mksdnya ra. makasih sebelum nya. Aku langsung pulang aja. Sudah malam, salam ke ibu" ucap Gunawan.
"Oh yaudah makasih ya ndi, hati hati pulang nya" ucap rara.
Gunawan pun hanya mengacungkan jempolnya, dan Rara hanya memperhatikan Gunawan hingga tidak terlihat
"Se asing itu kah kita sekarang ndi?" Tanya nya bermonolog. Kemudian ia masuk ke dalam rumahnya
"Assalamualaikum" ucap Rara.
"Waalaikumsalam, katanya pulang sama mas Al ko sendiri?" Tanya ibu.
"Iyo, mas Al Idak jadi jemput" ucap Rara kemudian ia duduk di sofa di samping ibu.
"Tadi pulang sama siapa?" Tanya ibu.
"Sama Indy, Indy anterin kesini. Ada salam buat ibu" ucap Rara.
"Waalaikumsalam, kenapa tidak di suruh masuk?" Tanya ibu.
"Tidak katanya, udah malem. Besok juga kita ada latihan" ucap Rara.
"Berdua?" Tanya ibu.
"Sama yang lain" ucap Rara.
"Oh yasudah, sana mandi. Habis itu tidur, ini sudah jam 2" ucap ibu.
"Iyo" ucapnya sembari meninggalkan ibu.

Setelah selesai mandi dan sebagainya, Rara merebahkan tubuhnya. Kemudian ia mengingat hal tadi bersama Gunawan.

"Perdana setelah beberapa taun gue peluk dia lagi, tapi ko perasaan gue masih sama. Padahal gue udah punya alharis" ucapnya.
"Ya Allah jika salah satu dari mereka jodoh Rara. Maka dekatkan Rara dengan nya" ucap nya kemudian memilih untuk tidur.

Sedangkan di sisi lain, Gunawan baru saja selesai mandi, ia Tengah mengeringkan rambutnya.

"Saya jadi penasaran hubungan nya Rara kenapa yaa?" Batin nya.

Kemudian bergegas melihat hp dan juga membuka sosmed nya. Ia juga mencari cari informasi tentang Rara, namun tidak ada sama sekali.

"Kenapa saya harus cari tau yaa, padahal kan tidak penting. Ah sudah lah mending tidur saja" lanjutnya dan memilih untuk tidur.
.
.
.
.
Bersambung...

Nah loh, pada bingung sendiri kan sama perasaan masing masing. Pusing pusing kalian haha.

See you on the next part ❤️💙

Continue Reading

You'll Also Like

9.1K 511 15
Author gak bisa mendeskripsikan isi dari ceritanya jadi kalau kalian penasaran isi ceritanya langsung baca aja.
512K 44K 116
©𝐅𝐍𝐑𝐌 Gimana jadinya kalau lo tiba-tiba nikah sama ketos yang permaluin lo didepan umum? Dan setelahnya lo malah bucin mampus sama dia. Simak kis...
29.3K 2K 34
kalau penasaran sama ceritanya mending baca aja ya kakak. semoga suka sama cerita buatanku ini😅🙏
22.5K 963 90
haii🤪 sebelum kalian baca cerbung ini plis follow wattpad sayeee dulu ya. maaaaapp ni yaa ini cerita cuma khayalan doang jadi kalo ada Idola kalia...
Wattpad App - Unlock exclusive features