Can't Stop To (LOVE) You [EXO...

By MeiKimm

95.8K 6.5K 399

Kisah seorang gadis bernama Yujin yang psikis nya sedikit terganggu akibat trauma di masa lalunya. Ia tidak g... More

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17

Chapter 7

6.2K 480 13
By MeiKimm

Kumohon seseorang tolong aku. Taehyung-ah kau dimana.. batin Yujin.

Yoongi tersenyum picik menatap Yujin yang terdiam dan menangis ketakutan. Ia segera mengecup bibir Yujin dengan kasar dan menuntut. Saat hendak menarik paksa pakaian Yujin, tiba-tiba saja Yujin tak lagi merasakan seseorang menyentuhnya lagi.

BUGH!

Ketika ia membuka matanya, ia dibuat terkejut saat melihat Yoongi sudah terkapar di tanah dan seseorang sedang menghajarnya habis-habisan.

"Jo-jongin..."

"Sialan kau!" Geram Jongin terus memukuli Yoongi tanpa ampun

Yujin hanya bisa terdiam dan terus menangis. Ia hanya takut apa yang terjadi pada Taehyung di masa lalu, terjadi pada namja yang sedang menolongnya ini.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Yujin yang sedang terduduk diam ketakutan. Yujin mengalihkan pandangannya perlahan dan menatap seseorang itu, Jongdae.

"Kau berani menyentuhnya lagi, aku tak akan segan untuk membunuhmu!" Ancam Jongin

"Kai.." Jongdae menepuk pundak Jongin dan mengarahkan dagunya ke arah Yujin. Seolah mengerti, Jongin segera menghampiri Yujin yang sedang diam dan menangis ketakutan.

"Yujin-ah, uljimma" Jongin menyeka air mata yang membasahi kedua pipi Yujin

Tatapan Jongin kini teralihkan pada lengan seragam Yujin yang sobek ulah Yoongi tadi. Dengan cepat Jongin melepas jas seragamnya dan memakaikannya pada Yujin.

Jongin segera memeluk Yujin untuk menenangkannya. Tak ada penolakan dari Yujin ketika Jongin memeluknya, yang ia rasakan hanyalah kenyamanan ketika Jongin memeluknya.

"Aku disini. Kau tak perlu takut"

Jongin segera membawa Yujin ke dalam mobil. Jongin dan Yujin berada di bangku belakang. Sedangkan Jongdae menyetir mobil menuju arah rumah Yujin.

Sesampainya disana, Jongin segera mengangkat Yujin yang sudah tertidur dan Jongde mengikutinya dari belakang.

"Jongdae-ya, tolong bukakan pintunya" ucap Jongin. Jongdae segera membuka pintu, namun sial! Pintu terkunci.

"Sepertinya tidak ada orang" ucap Jongdae

"Coba cari kunci di dalam tasnya" pinta Jongin

Dengan sigap Jongdae mencarinya di dalam tas milik Yujin, namun tidak ada juga.

"Tidak ada." Ucap Jongdae

"Aishhh.. kemana Yura noona. Lalu bagaimana ini?" Tanya Jongin pada Jongdae

"Bawa saja ke rumah atau apartemenmu. Setidaknya besok kau bisa mengantarnya pulang" usul Jongdae

Jongin terlihat berpikir lama, namun akhirnya ia menyetujui usul Jongdae.

Jongdae segera mengantar Yujin dan Jongin menuju apartemen Jongin di daerah Gangnam.

Setelah mengantar Jongin sampai depan apartemennya, Jongdae segera pulang menuju rumahnya. Sedangkan Jongin segera merebahkan tubuh Yujin di atas ranjangnya.

Jongin menyelimuti tubuh Yujin dengan selimut tebalnya agar membuat Yujin merasa tetap hangat. Jongin mengusap lembut rambut Yujin sesaat sebelum ia berjalan keluar dari kamarnya.

Jongin memilih tidur di sofa ruang tv, karena kamar di apartemennya hanya 1, dan ia membiarkan Yujin tidur di kamarnya.

*

Saat tengah terlelap, Jongin terbangunkan oleh suara racauan seorang yeoja. Awalnya ia berusaha tak memperdulikannya dan tetap memilih untuk memejamkan matanya. Namun semakin lama, suara racauan itu semakin terdengar jelas.

"Jangaan!"

Jongin membuka matanya lebar-lebar. Ia menyadari bahwa itu adalah suara Yujin. Dengan sigap, Jongin segera berlari menuju kamar untuk memastikan keadaan Yujin.

"Ahjushi jangan!!" Racau Yujin

Jongin melihat Yujin tidur dengan gelisah, meracau tidak jelas, nampaknya Yujin sedang bermimpi buruk. Terlihat dari peluh yang membasahi wajah dan sekujur tubuhnya.

Jongin berjalan mendekati Yujin dan memegang telapak tangan Yujin. Menepuk pelan pipi Yujin agar sang pemiliknya terbangun dari tidurnya.

"Yujin-ah.." ucap Jongin

"Tidak! Jangan! Kumohon! Ahjushi hajimma!!" Racau Yujin

"Hey, Yujin. Irreonna" ucap Jongin

"ANDWAEE!!!"

Seketika Yujin terbangun dari tidurnya. Raut wajahnya menggambarkan ketakutan teramat sangat. Peluh semakin membasahi wajahnya.

"Yujin-ah.. itu hanya mimpi. Tenanglah" Jongin berusaha menenangkan Yujin yang kini terduduk dihadapnnya.

Yujin mengalihkan pandangannya dan begitu tekejut melihat keberadaan Jongin.

"Jongin?"

"Iya aku disini" ucap Jongin sambil terus mengusap telapak tangan Yujin

"Tidurlah. Kau hanya bermimpi buruk." Sambung Jongin

Jongin segera membaringkan tubuh Yujin dan menyelimutinya lagi.

"Aku ada di luar. Kau tak perlu takut lagi. Aku akan menjagamu" ucap Jongin. Ia segera berlalu meninggalkan Yujin, namun langkahnya terhenti ketika Yujin menarik tangan Jongin secara tiba-tiba.

"Jongin.." seru Yujin masih tetap menarik tangan Jongin

"Wae?" Tanya Jongin kebingungan

Namun Yujin hanya terdiam tak melanjutkan ucapannya. Ia menundukkan kepalanya dan melepaskan tangan Jongin setelah beberapa saat.

Seolah mengerti, Jongin tersenyum dan mendudukan tubuhnya di sisi ranjang, tepat disamping kepala Yujin. Meraih tangan Yujin dan menggenggamnya.

"Tidurlah. Aku akan menemanimu disini sampai kau tertidur" ucap Jongin

"Gomawo" ucap Yujin takut-takut.

Jongin hanya tersenyum dan terus menggenggam telapak tangan Yujin. Mengelus lembut kepala Yujin, membuat Yujin merasa tenang kemudian kembali terlelap dalam tidurnya. Begitu juga dengan Jongin, ia memejamkan matanya dan tertidur dengan posisi duduk dan tangannya terus menggenggam telapak tangan Yujin.

*

Kini gelapnya malam berganti menjadi terangnya sinar mentari menerangi bumi. Yujin perlahan terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan sinar matahari yang menelusuk masuk melalui balik tirai.

Yujin merasakan sesuatu menggenggam telapak tangan kannannya. Perlahan ia mengalihkan tatapannya kesamping, dan betapa terkejutnya ketika ia mendapati sosok Jongin yang tertidur disampingnya dalam posisi duduk, yang pastinya akan membuat tubuh Jongin terasa sakit nantinya.

Dengan perlahan dan hati-hati, Yujin melepaskan genggaman tangan Jongin agar tak membuat pemiliknya terbangun dari tidurnya. Kini ia mendudukan dirinya dan menatap wajah Jongin yang sedang tertidur.

Kali ini bukan takut yang Yujin rasakan ketika bersama Jongin, tapi sesuatu yang bisa dikatakan 'nyaman'. Yujin menatap lekat Jongin, ulasan senyuman terukir diwajahnya yang cantik, dan akhirnya ia memilih untuk membangunkan Jongin yang tertidur dengan posisi terduduk.

"Jongin.."

Yujin terus mengguncangkan tubuh Jongin dengan pelan, namun tidak berhasil, Jongin terlalu pulas.

"Jongiiin.."

Yujin kini menepuk pipi Jongin perlahan. Setelah berusaha membangunkannya cukup lama, kini Jongin terbangun dan terperanjat ketika melihat sosok Yujin kini sudah duduk dihadapannya. Hampir saja ia lupa jika semalam ia menemani Yujin yang sedang bermimpi buruk.

"Kau sudah.. ahhh!" Pekik Jongin.

Jongin memegangi belakang pundaknya yang terasa sakit akibat posisi tidurnya semalaman. Hal itu membuat Yujin merasa khawatir dan bersalah pada Jongin.

"Apa sakit sekali?" Tanya Yujin

Jongin menggeleng pelan dan tersenyum simpul

"Tidak, sakitnya akan segera hilang" ucap Jongin sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku itu.

Yujin baru tersadar jika ini bukanlah kamarnya, bahkan bukan nampak seperti rumahnya. Yujin mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar, menerka-nerka ia berada dimana sekarang.

"Kau di apartemenku" ucap Jongin seolah mengerti ketika melihat Yujin yang kebingungan

"Kenapa aku bisa disini?" Tanya Yujin

"Semalam saat kau tertidur, aku mengantarmu kerumah. Tapi tidak ada orang. Aku sudah mencari kunci di dalam tasmu tapi tidak ada. Jadi kubawa kemari" jelas Jongin

"kunci?!" Pekik Yujin

Ia kembali mengedarkan pandangannya dan mencari jas sekolahnya, namun tidak ada.

"Kau mencari apa?" Tanya Jongin kebingungan

"Apa kau melihat jas sekolahku?" Tanya Yujin

Jongin menggelengkan kepalanya, sejak semalam ia membawa Yujin, ia memang tidak melihat Yujin memakai jas sekolahnya.

"Mungkin tertinggal ditempat semalam. Memangnya kenapa?" Tanya Jongin

"Oh! Tidak.. kunci rumahku ada di dalam saku jasku" pekik Yujin

"Kalau begitu tunggu saja Yura noona pulang" ucap Jongin

"Eonnie sedang ke Busan selama seminggu. Eottokkehh...." Yujin terlihat panik

"Tenanglah, aku akan meminta seseorang untuk mengurus kunci rumahmu. Selagi menunggu, kau disini dulu"

Yujin yang mendengarnya hanya terdiam. Ia tak tau harus menjawab apa, jika ia menolaknya, ia tak tau harus menunggu Yura dimana selama seminggu.

Jongin menatap Yujin yang terdiam, pandangannya kembali teralihkan pada lengan seragam Yujin yang robek.

"Sebaiknya kau mandi."

Yujin kini menatap Jongin kebingungan.

"Seragammu" Jongin menunjuk lengan seragam Yujin yang robek. Karena menyadarinya, Yujin dengan cepat menutupi lengan seragamnya yang robek itu.

Jongin kini berjalan menuju lemarinya, mengambil sebuah kemeja yang cukup besar dan memberikannya pada Yujin.

"Pakailah ini untuk sementara."

Yujin mengangguk dan segera melangkahkan kakinya ke arah kamar yang ia sendiri tak tahu dimana letaknya.

Jongin terkekeh ketika melihat Yujin yang sedikit kebingungan mencari letak kamar mandi di apartemennya. Jongin segera menghampiri Yujin, menaruh kedua tangannya di atas bahu Yujin dari arah belakang dan mengarahkan Yujin pada kamar mandinya.

"Disini" ucap Jongin

Yujin hanya tersenyum canggung, kemudian segera masuk ke dalam kamar mandi.

Selagi menunggu Yujin yang sedang mandi, Jongin segera menghubungi seseorang untuk mengurus kunci rumah Yujin dan membeli pakaian untuk Yujin.

*

Disisi lain, Jongdae kini tengah berada di rumah Yujin, seperti apa yang diminta Jongin padanya.

Jongdae bersama beberapa orangnya kini mengurusi kunci rumah Yujin. Setelah selesai, ia segera menuju butik untuk membeli beberapa pakaian untuk Yujin

"Kai memang selalu merepotkan" umpat Jongdae

"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" Ucap salah satu pelayan pada butik itu

"Berikan aku beberapa pakaian wanita." Pinta Jongdae

"Anda ingin yang bagaimana tuan? Kami memiliki banyak model pakaian wanita"

"Apapun" jawab Jongdae singkat

"Apa untuk kekasihmu, tuan? Ukuran apa yang kau mau?"

"Ya anggaplah begitu. Aku tak tau ukurannya, tapi tubuhnya mungil. Carikan apapun yang cocok untuknya. Ppalli"

Setelah menunggu beberapa saat dan selesai membayar, Jongdae segera melajukan mobilnya menuju apartmen Jongin.

Setibanya disana, Jongdae dibuat terkejut ketika melihat sosok gadis memakai kemeja kebesaran dengan rambut basah yang terurai.

Cantik.. Pikirnya

Ia memang sudah sering melihat Yujin, tapi ia tak pernah melihat Yujin yang seperti ini. Saat disekolah, Yujin selalu berjalan dengan menundukkan kepalanya, rambutnya selalu menutupi wajahnya. Kini ia benar-benar melihat wajah Yujin yang sangat cantik.

"Sedang apa kau berdiri disitu, huh?"

Perkataan Jongin membuat Jongdae tersadar dari lamunannya. Kini ia hanya bisa mendecak kesal dan memberikan sebuah paperbag berisikan pakaian yang dibelinya tadi pada Jongin.

"Kau selalu saja menyusahkan dan mengganggu waktu tidurku" umpat Jongdae

"Dan kau selalu membantuku" goda Jongin yang mendapat balasan umpatan-umpatan dari Jongdae.

Perkenalkan, Jongdae si Raja Pengumpat..

"Yujin-ah, gantilah pakaianmu dengan ini" ucap Jongin sambil memberikan paperbag pada Yujin

Yujin hanya mengangguk dan segera mengganti pakainnya di kamar mandi.

"Kenapa kau masih disini?" Tanya Jongin pada Jongdae yang sedang terduduk dan memainkan ponselnya

"Kau mengusirku?" Ucap Jongdae tak percaya

"Iya. Cepat pergi"

Jongdae menghela nafasnya kasar "setelah menyuruhku, kau mengusirku?"

"Cepatlah pergi"

"Yaa! Kau ini benar-benar Kai" gerutu Jongdae

Saat merek tengah berdebat, Yujin kini sudah selesai mengganti bajunya dan keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan dress casu selutut berwarna peach tanpa lengan. Membuatnya semakin terlihat cantik.

Jongdae yang melihatnya pun begitu terpesona hingga tak mengedipkan matanya. Seolah menyadarinya, kini Jongin menoyor kepala Jongdae, membuat pemiliknya menatap Jongin dengan tatapan tajam.

"Yaa!" Dengus Jongdae

"Aku tau dia cantik. Tapi dia milikku" ucap Jongin setengah berbisik

"Kau ini" umpat Jongdae

Yujin yang melihatnya hanya tertawa pelan, membuat Jongdae lagi-lagi menatapnya terpesona.

"Yaa!!" Gerutu Jongin

"Ne! Ne! Aku pulang!" Jongdae menghentakkan kakinya dan segera berlalu dari apartemen Jongin.

Setelah kepulangan Jongdae, Jongin dan Yujin segera menyantap sarapan bersama. Setelahnya, mereka duduk di ruang tengah dan tak berbicara sepatah katapun.

Jongin asik sendiri menonton tv, sedangkan Yujin hanya duduk terdiam tak tau harus melakukan apa.

"J-jongin.." ucap Yujin takut-takut

Jongin mengalihkan tatapannya dan kini menatap Yujin "Ne?"

"Maaf sudah merepotkanmu"

Jongin menaikan sebelah alisnya dan menatap Yujin lekat

"Kau tidak merepotkan aku, Yujin-ah"

Yujin hanya terdiam

"Aku akan dengan senang hati membantumu. Jangan sungkan" sambung Jongin

"Terimakasih juga sudah menolongku semalam. Aku tak tau apa yang akan terjadi jika semalam tidak ada kau" ucap Yujin, kini ia terisak dengan kepala yang masih terduduk. Ia benar-benar takut ketika mengingat kejadian semalam.

"Hey, sudah jangan menangis. Kau tak perlu takut lagi, aku ada disini. Aku tak akan membiarkan siapapun menyentuhmu lagi" kini Jongin menarik Yujin kedalam dekapannya, mengelus rambut Yujin dengan lembut agar membuatnya merasa tenang.

"Terimakasih, Jongin" lirih Yujin

Kini Jongin melepaskan dekapannya dan menatap Yujin dengan lekat. Menyeka air mata yang jatuh dari kedua manik mata Yujin, lalu tersenyum hangat pada Yujin.

"Jangan pernah pergi sendirian lagi. Aku akan menemanimu. Arrachi?"

Yujin menganggukan kepalanya perlahan. Ia tak bisa menolaknya, karena setiap bersama Jongin, ia selalu merasa nyaman dan tenang seperti saat ini.

"Tapi.. kenapa kau melakukan ini semua?" Tanya Yujin

Jongin menarik nafasnya dalam-dalam dan kembali menatap Yujin

"Bukankah sudah kubilang, aku menyukaimu" ucap Jongin

Yujin menatap jauh ke dalam mata Jongin. Sorotan mata Jongin tak menyiratkan sedikitpun kebohongan. Tatapannya tegas dan hangat.

"Tapi kenapa? Kau menyukai gadis sepertiku?"

"Apa butuh suatu alasan untuk menyukai seseorang? Apa suatu kesalahan jika aku menyukaimu?"

Yujin terdiam. Ia tak tau harus menjawab apa. Ia tak menyangka jika ternyata Jongin benar-benar menyukainya.

"Tapi aku hanya gadis biasa. Aku tak seperti gadis lainnya. Aku tak cantik. Bahkan aku tak menarik"

"Lalu?" Ucap Jongin singkat

Yujin lagi-lagi terdiam tak menjawab

"Aku tak perduli dengan apa yang kau katakan tentang dirimu. Itu semua tidak membuat perasaanku sedikitpun berkurang" tukas Jongin

Yujin kembali menatap Jongin tak percaya. Seseorang seperti Jongin dapat berbicara seperti itu, apakah itu suatu kebohongan? Tapi tak ada kebohongan yang terpancar dari manik mata Jongin.

"Aku menyukaimu, Lee Yujin. Aku tak mau siapapun menyentuh bahkan melukaimu seperti semalam. Tetaplah disisiku. Aku tak akan membiarkan siapapun menyentuh dan merenggutmu dariku" tuka Jongin

"J-jongin.."

"Kau milikku, Lee Yujin"

Continue Reading

You'll Also Like

612 138 18
Kim Yoo Jung seorang gadis yang hidup sebatang kara setelah ditinggalkan oleh orang tuanya dan juga kekasihnya yang bernama Xiumin. Xiumin meninggal...
8.4K 516 14
Seorang anak bernama Kim Seok Jin merupakan anak yang diasuh oleh keluarga yang kaya. Awal - awal hari dimulai dengan keceriaan sejak kedatangan anak...
19.4K 385 46
Krystal, seorang mahasiswi semester akhir di Bandung, pernah memiliki cinta pertama yang begitu ia kagumi-Kai, kakak kelasnya saat SMA. Namun, hubung...
28K 1.6K 18
Kisah cinta manusia cuek dan sedingin kulkas 8 pintu dan gadis imutnya. Kim Taehyung Jeon Jungkook Taekook BxG
Wattpad App - Unlock exclusive features